MY TRUE LOVE

MY TRUE LOVE
Episode 27



Aurelia memandangi Bryan yang merengkuhnya dengan sikap malu-malu yang menggemaskan hati.


"Bry..Apakah kamu menerima hadiah dari ku?"


Tanya Aurelia menengadahkan kepala menatap Bryan.


Bryan tak menjawab tapi ia mengambil hadiah dari Aurelia dengan cepat dan berjalan menuju ke kamarnya lalu menutup pintu kamar dengan sikap malunya.


"Emm ,hei dia tak memberiku hadiah ulang tahun pernikahan kami yang kedua?! Ah tak apalah."Kata Aurelia masuk juga ke kamar dan terpana melihat seikat bunga mawar merah di atas sebuah kotak terbungkus rapi yang tergelatak di meja rias.


"Wah hadiah untuk ku juga." Kata Aurelia bahagia.


Aurelia membuka kotak terbungkus rapi dan ia bisa menemukan sebuah gaun malam yang amat indah dengan surat yang sangat manis dari Bryan untuknya.


"Kau pakailah gaun malam itu dan temuilah aku di atas atap rumah graha Lin."Tulis Bryan di surat itu.


Aurelia pun terharu melihat hadiah yang sudah di siapkan oleh Bryan untuk peringatan ulang tahun ke 2 pernikahan mereka.Aurelia mengambil bunga mawar dan menghirup aroma bunga dengan rasa sangat menyentuh sanubarinya.


"Apakah kau tak menyukai hadiah yang aku berikan untukmu ?"Tanya Bryan yang tahu -tahu di belakang Aurelia di kamar tidur Aurelia.


"Eh tentu saja aku suka sekali hadiah dari mu..Aku minta maaf karena aku telah membuat mu harus menunggu ku pulang ke rumah begitu lama untuk merayakan hari ulang tahun pernikahan kita yang ke 2 tahun." Jawab Aurelia berbalikan badan dan menghadapi Bryan.


"Emmm kau jangan khawatir karena kita masih bisa merayakannya dengan cara yang berbeda dengan rencana ku yang ingin menikmati makan malam dengan di temani cahaya rembulan di malam hari ,ya tetapi sekarang aku ingin memiliki sebuah rencana lain untuk merayakan hari ulang tahun pernikahan kita yang ke 2 tahun."Ucap Bryan melirik ke arah kamar mandi.


"Ei ya aku harus mandi lalu tidur." Kata Aurelia kini tak mengerti rencana lain di benak Bryan.


"Ish iya sudahlah aku juga mengantuk.Bye lah."


Kata Bryan menghentakkan kaki dengan kesal dan ia keluar dari kamar Aurelia dengan menutup pintu dengan amat kencang.


Bruk!!


"Ei ,ah dasar angin hutan rimba suka berubah -ubah tak jelas." Kata Aurelia jengkel.


Di kamar pribadinya sendiri ,Bryan memandangi hadiah dari Aurelia dengan perasaan bahagia dan sangat tersentuh dengan ketulusan cinta Aurelia terhadap dirinya.


"Apakah aku harus memenuhi tugasku sebagai suami kepada nya malam ini?"Pikir Bryan saat itu namun Aurelia tidak memahaminya ,maka ia pun merasa kesal sendiri.


"Hadiah jam tangan rolex ini bagus tapi bukankah hadiah dirinya lebih bagus lagi untukku dan juga dirinya? ,Iyaaa tapi ah sudahlah aku pun sudah tak berselera lagi."Kata Bryan berbaring di ranjangnya lalu tertidur pulas.


Di rumah kediaman Ferdinan.


Emilia Sastani baru saja pulang mengantar Lucia berobat ke rumah sakit dengan di temani oleh Rio yang ternyata amat sangat baik juga terhadapnya dan Lucia adik tiri Rio.


"Uumm ,Rio makasih kamu sudah menemani mama mengantar Lucia berobat ke rumah sakit."


Ucap Emilia Sastani di pintu kamar Lucia.


"Iya ,Ma." Jawab Rio singkat dan datar.


"Ya ,udah sana kau naik ke kamar mu dan tidurlah yang nyenyak ,ya nak?!" Kata Emilia Sastani nada keibuan yang khas kepada Rio.


Rio mengangguk kepala lalu menaiki tangga untuk menuju ke arah kamar tidurnya sendiri dan baru saja ia mau menjatuhkan diri ranjang.Ia menerima pesan dari Adelia pacarnya di hpnya.


Kling!!


"Hi ,Rio gimana kabar adik mu Lucia ?Apakah adik mu baik -baik saja?" Tulis Adelia di Line.


"Hi ,Lia..Baik ,adikku Lucia cuma sakit demam karena giginya baru tumbuh lagi ,makasih ya,Lia!"


Balas Rio melalui Line inbox nya.


"Oh syukurlah Rio..Ohya apakah kamu sudah mau tidur?"


"Belum..Aku baru mau bersih -bersih dulu sebelum aku tidur." Jawab Rio kini teleponan dengan Adelia tapi sorotan matanya terarah ke foto updatean Susi di Facebook.


"Iya ,makasih Rio kamu manis sekali menyebutku Lia -Mu..Ah aku merasa tersentuh deh."Kata Adelia ceria sekali suaranya.


"Iya ,Adel sama-sama..Maaf,ya sekarang aku mau tidur..Sampai jumpa besok di kampus..!Bye."Kata Rio langsung memutuskan telepon dari Adelia.


Di rumah kediaman Susanto.


Susi sibuk mengetik sebuah naskah film romantis di layar laptop nya untuk tugas kuliahnya yang ambil jurusan perfilman.Ia memang memiliki satu impian untuk menjadi seorang penulis naskah.


Tiba -tiba hpnya berdering dan tertera nama Rio di layat hpnya .Ia menerima telepon dari Rio .


"Iya ,Rio ada apa?"


"Sus,apa benar Lia sudah kembali ke Jakarta?"


"Lia ?Lia yang mana ?"


"Iya,Lia..Aurelia Anastasya teman Sma kita."


"Ouh ,ya kenapa?"


"Kapan dia kembali ke Jakarta?Apakah kamu tahu di mana dia tinggal sekarang setelah Oom Felix sekeluarga mengalami kebangkrutan dan pergi ke entah kemana?"


"Gue gak tau tuh.Gue cuma ketemu dia di Mal ,dan gue lupa nanyain tentang dia kapan kembali ke Jakarya dan gue gak cerita soal keluarganya yang kabur dari oom gue karena hutang.Kenapa sih loe nanyain dia?Bukankah loe udah punya pacar yang namanya Adelia?"


"Iya..Terus kenapa loe sewot gitu ma gue,Sus?"


"Enggak..Gue cuma sibuk aja banyak pr tugas kuliah gue ,udah ya ?Bye."


Susi mematikan hpnya dengan raut wajah amat marah dan kecewa karena Rio selalu memikirkan Aurelia selalu padahal Aurelia sudah menikah dan Rio juga sudah punya pacar.


"Dasar cowok gak jelas." Kata Susi yang sibuk lagi pada laptopnya.


Di rumah Graha Lin.


Aurelia bermimpi dirinya di cium oleh seseorang di tengah malam hari itu.Ia tak sadar membalas orang itu dan ketika pagi sudah datang ia terkejut sekali merasakan sakit pada tubuhnya.


"Auw..Aku kenapa ?" Tanyanya bingung.


Aurelia segera lari ke kamar mandi untuk melihat apa yang telah terjadi pada dirinya di cermin di kamar mandi.


"Kyaaa..!!Tubuhku siapa yang telah melakukan hal ini?!" Pekiknya kaget sekali.


Aurelia segera mandi dan berpakaian rapi lalu ia temui Bryan di ruang makan.


"Halo selamat pagi."Sapa Bryan biasa saja.


"Pagi..Aku mau tanya apakah kamu semalam masuk lagi ke kamar ku dan melakukan lukisan aneh di tubuhku?" Tanya Aurelia sambil makan roti selai coklat.


"Enggak..Aku gak masuk ke kamar mu lagi dan kamar mu di kunci olehmu setelah aku keluar dari kamar mu jam 11.30 malam ." Jawab Bryan tak berubah dari wajahnya.


" Eh yang benar saja kamu ?Lalu siapa yang sudah mencium ku di tengah malam saat aku masih asyik bermimpi dan bangun -bangun tubuhku ada banyak cetakan tak wajar?" Tanya Aurelia dengan nada sarkatis.


"Ei ei aku benar -benar tak tahu apa -apa..Aku tak pernah lihat tubuhmu..Bagaimana caranya aku bisa melukis tubuhmu ?Ah pokoknya aku kemarin malam tidur di kamar ku hingga pagi jam 6 teng."


Jawab Bryan menyambar tas kerjanya di kursi sebelah kanannya dengan raut wajah kesal di tuduh sembarangan oleh Aurelia.


Aurelia tercengang dengan jawaban dan raut wajah Bryan kepadanya sebelum cowok itu pergi ke area parkir untuk menemui Bram yang sudah stand by untuk mengantar cowok itu kerja.


"Ehhh ,lalu siapa dong yang semalam menciumku dan aku cium?Huh..Takut.." Kata Aurelia lari ambil tas kuliah dan menemui Resty yang juga sudah di parkir standy by untuk mengantarnya ke kampus.


Bersambung..