MY TRUE LOVE

MY TRUE LOVE
Season 2..(Episode 1)



Hi guys atas permintaan kalian yang sangat baik dan dukung karya ku yang judul 'My True Love' ini akan ku lanjutkan dan tolong bantu like ,fav dan komen ya agar novel ini tetap berjalan seperti yang kalian inginkan..!Semangat semua..!Makasih ku sayang kalian semua..!💗🍦🙋‍♀️.


Kembali ke cerita.


Jakarta,Indonesia.


Setelah Aurelia bersama putranya Lucas pergi dari rumah keluarga Lin yang berada di Kota Kunming di China.Aurelia memilih untuk pulang ke Jakarta bersama anaknya.


"Ma.."


"Ya,Nak..Ada apa?"


"Di manakah rumah kita sekarang,Ma?"


Ketika mereka berdua berdiri di depan rumah yang dahulu adalah rumah milik Bryan Lin kini menjadi rumah orang lain karena Bryan sudah menjual semua aset nya yang berada di Indonesia untuk ia berikan kepada Papa nya yaitu Anthony Lin.


"Lia.."


Seseorang memanggil Aurelia yang segera ingat orang yang mengenalinya itu setelah 11 tahun ini ia meninggalkan Indonesia untuk tinggal di China sebagai menantu dan istri yang baik dari keluarga Lin.


"Rio.."


"Iya,aku Rio Ferdinan."Jawab pria berkacamata di depan Aurelia dan Lucas.


"Oh..Ini siapakah ,Lia..?"Tanya Lucas melihat ke arah Lucas yang merangkul lengan Aurelia.


"Dia putraku dengan Bryan."Jawab Aurelia masih enggan mengakui kalau Lucas yang menurut ia dengar dari surat Bryan yang di khususkan untuk Anthony Lin bahwa Lucas itu putra Rio Ferdinan.


"Oh..Lalu di manakah Bryan ,kenapa dia tidak ikut bersama kalian pulang Ke Indonesia?"


Lucas menanyakan tentang Bryan kepada Aurelia yang menatap tegas Lucas.


"Dia akan segera menyusul ke Jakarta setelah ia selesaikan urusannya di Amerika."Jawab Aurelia menolak mengakui Bryan sudah meninggal dunia meskipun ia menyaksikan sendiri suaminya itu di makamkan di sebuah pemakaman pribadi di kota Lazio,Italy sekitar 10 tahun yang lalu.


"Eumm..Lia ,kau pikir aku tidak pernah tahu apa -apa mengenai informasi dirimu yang di usir dari rumah mertua mu karena Bryan sudah meninggal dunia karena sakit keras akibat benturan di kepala nya saat ia dahulu pernah mengalami kecelakaan lalu lintas hingga jatuh ke jurang dan pernah koma yang artinya ia sudah nyaris meninggal dunia di usia remajanya namun pada akhirnya dia juga harus meninggal dunia di usia muda."


Penuturan Rio membuat guncangan batin Aurelia selama ini di pendam menjadi buyar dan wanita itu menampar wajah Rio.


Plakk..!!


"Kau jangan bicara sembarangan ,ya ?Suami ku Bryan belum meninggal dunia..!Kau dengar itu..!"


Histeris Aurelia dengan pilu sampai Lucas pun ikut menangis melihat mama nya begitu putus asa dan menyedihkan sekali.


"Lia..Kau mau menyangkal atau tidak ,kau harus tetap menerima kenyataan bahwa sekarang ini kau tak ada pilihan lain selain kau harus menjadi istri ku ,milikku."Kata Rio Ferdinan yang memberi kode kepada para bodyguard nya untuk menarik Aurelia dari Lucas.


"Kau mau apa?Jangan ganggu mama ku..!"


"Diamm..Kau tak berhak menentang ku..Kau ini sungguh membawa kesialan kepadaku..Kau ini mirip sekali dengan Si Berengsek Bryan Papa mu yang sudah membuat ku menderita selama 11 tahun lamanya..!"


Rio Ferdinan menarik Lucas dan melempar anak itu ke dalam mobil sedan milik orang lain dan ia sendiri masuk ke mobil pribadinya dengan puas melihat Aurelia jatuh pingsan dan di pisahkan dari Lucas.


"Kalian ingin membawa aku kemana?!Di manakah mama ku..?!"Teriak Lucas mengamuk di dalam mobil sedan warna silver.


Lucas menatap para penculiknya dengan mata terbuka sambil menggunakan memorinya untuk ia bisa mengingat orang -orang itu untuk suatu saat nanti ia akan menghukum orang -orang yang telah memisahkannya dari mama nya.


Lucas di lempar keluar dari mobil sedan itu usai mobil sudah berada di luar kota yang tidak dapat di kenal dan di ketahui oleh Lucas karena anak itu belum pernah datang Indonesia.


"Di manakah aku sekarang..?!"


Lucas menyelusuri tepi jalan yang asing baginya dan ia juga harus menahan lapar,haus dan lelah yang menderanya sampai ia menemukan warung kecil yang menjual aneka jajanan yang membuat rasa laparnya datang kepadanya.


"Hei..Kamu ini anak dari manakah?"Tanya anak kecil pemilik warung kecil itu melihat Lucas yang berdiri di depan warung itu.


"Aku dari Jakarta..Apakah kamu tahu daerah apa yang ku datangi ini?"


"Cisarua,Bogor."Jawab anak kecil pemilik warung.


"Ah..Apakah kamu tahu bagaimana caraku bisa kembali ke Jakarta?"Tanya Lucas penuh harap.


"Aku tidak tahu tapi aku bisa menanyakan hal itu kepada ibu ku setelah dia kembali ke sini dari mengantarkan makan siang ke toko bangunan tempat kerja Ayahku."Jawab Anak itu lagi.


"Oh..Baiklah,aku akan menunggu sampai Ibu mu datang."Kata Lucas duduk di batu dekat warung.


"Apakah kau merasa lapar dan haus?"Tanya Anak pemilik warung kepada Lucas.


"Iya..Tapi aku tak punya uang rupiah mu."Jawab Lucas mengeluarkan uang Yuan dari saku celana panjangnya.


"Uang apa ini ?Apakah laku di sini?"Tanya Anak itu memegang uang Yuan dengan sangsi.


"Laku itu apa?"Tanya Lucas bingung.


"Bisa di pakai untuk beli chiki,biskuit,dan roti juga minum yang kami jual di warung kecil ku ini."


"Oh..Bila di sini ada tempat penukaran uang ku dengan uang mu ,mungkin aku bisa membeli satu roti dan segelas air putih di kemasan plastik itu."


Kata Lucas melihat daerah itu sangat berbeda dengan Jakarta.


"Bagas..Kamu sedang apa di situ ,bukannya jaga warung yang benar..?!"Tegur seorang wanita usia sebaya dengan mama nya.


"Ma..Bagas bukan sedang main tetapi aku sedang ngobrol dengan teman asing ini."Jawab Bagas Si anak kecil itu menunjuk ke arah Lucas dengan jari telunjuknya yang memegang chiki.


"Siapa nama mu ,nak ?Kenapa kau bisa berada di sini?"Tanya Wanita pemilik warung kecil yang kini mengizinkan Lucas makan roti dan minum air putih secara gratis.


"Nama saya Lucas,Bi.Saya di culik orang yang membuang saya di tepi jalan sana..!"Jawab Lucas menggunakan gelas plastik menunjuk tempat ia di buang oleh para penculiknya kepada wanita baik hati itu.


"Duh..Kasihan sekali mu ,Nak.Tapi ,kamu jangan khawatir aku dan suami ku serta Bagas akan beri kamu tempat bernaung untuk sementara waktu sampai suami ku ada waktu untuk melaporkan kasus penculikan dan pembuangan terhadapmu ke polisi agar kamu segera pulang dan bertemu dengan mama mu lagi di Jakarta."Kata Wanita itu begitu ramah sekali kepada Lucas.


"Ya,makasih Bi..Bibi baik sekali."Jawab Lucas.


"Ya,Nak..Bibi Susi akan membantu mu."Kata Susi wanita itu menatap Lucas seperti ia pernah kenal anak itu yang persis seseorang yang ia kenal di masa lalu nya.


Bersambung..!!