MY TRUE LOVE

MY TRUE LOVE
Episode 29.



"Rio..."


"Ya,jawablah Lia..Apakah benar jika dirimu tak menikah dengan orang panda itu ?Apakah kamu mau menjadi masa depanku pada saat aku telah menyatakan perasaan cinta ku kepada mu di hotel De Valey?"Tanya Rio mengulangi.


"Iya,Rio..Tapi sekarang aku sudah tak bisa lagi memilih masa depan ku karena aku sudah nikah dengan Bryan dan aku mencintainya dengan jiwa dan ragaku telah menjadi miliknya."Jawab Aurelia dengan serius.


Rio tak percaya jawaban Aurelia yang menyatakan kalau Aurelia mencintai Bryan dan telah menjadi milik Bryan seutuhnya.


"Aku tak percaya pada jawabab mu,Lia.Karena aku tahu bahwa kau tak kan pernah rela untuk jadi milik pria panda itu ,ya 'kan Lia?Jawab aku atau aku akan membuktikan nya sendiri."Kata Rio yang menarik lengan Aurelia untuk di ajak ke mobilnya.


Namun Resty supir pribadi Aurelia telah menahan lengan Rio dan membantingnya ke aspal parkir hingga Rio kaget setengah mati lalu Resty sudah membawa Aurelia ke mobil pribadi khusus untuk Aurelia kuliah dari Bryan.


Kemudian mobil pun melaju keluar dari area Ubm dan meninggalkan Rio telentang di aspal parkir Ubm ,dan di bantu bangun oleh Susi yang turut prihatin pada nasib Rio di sore hari itu.


"Jangan menatap gue kayak gitu..Lihat saja nanti gue bakal buktiin ke elo kalo Lia itu masih suci dan gue akan rebut Lia dari pria panda itu secepatnya lalu gue akan memiliki Lia selamanya."Kata Rio yang masuk ke mobilnya dan melaju keluar dari area Ubm dengan meninggalkan Susi yang ratapi nasibnya juga.


"Asal elu tahu aja ,Rio.Gue juga cinta ama elu dan berharap elu bisa melupain Lia karena Lia udah milik suaminya yaitu Bryan si Cowok panda itu."


Kata Susi menutupi wajahnya menangis sedih di area parkir Ubm seorang diri.


Di mobilnya ,Aurelia tampak gugup melihat Resty dari kaca depan mobil .Ia takut kalau Resty akan melaporkan peristiwa sore ini di area parkir Ubm kepada Bryan di saat mereka sudah sampai di rumah Graha Lin.


"Nyonya ,tak perlu cemas karena saya akan diam untuk merahasiakan peristiwa di parkiran mobil kampus anda dari Tuan Besar Lin."Kata Resty di kursi supir.


"Yep,makasih Resty kamu mau membantuku."Kata Aurelia tersenyum lega.


"Ya,Nyonya sama -sama."Jawab Resty yang ingin Aurelia berpisah dengan Bryan Lin untuk kebaikan Aurelia sendiri ,pikir Resty.


"Aku ingin kau bercerai dengan Tuan Bryan agar Tuan Bryan tak pernah terlibat kasus orang tua mu yang sudah menghancurkan kepercayaan Tuan Mark Lin." Batin Resty di perjalanan menuju ke rumah Graha Lin.


Rio menumpahkan kekesalan hatinya dengan pergi ke klub favoritnya untuk minum -minum di sana .Ia bertemu dengan seseorang yang sangat baik untuk membantunya merebut Aurelia dari Bryan.


"Share saja foto ini ke media sosial maka Bryan akan menceraikan Aurelia ,dan kamu akan miliki Aurelia seutuhnya."Kata orang itu yang menaruh sesuatu di atas gelas wine Rio di atas meja depan bartender.


"Kenapa kamu mau membantu ku untuk merebut Aurelia dari Bryan? "Tanya Rio di sela mabuknya.


"Kau tak perlu tahu tentang ku yang membantumu karena bagi ku yang terpenting adalah Bryan bisa kembali ke China dan menjalani kehidupannya sebagai cucu pertama keluarga Mark Lin."Jawab orang itu dengan misterius sekali lalu pergi dari Rio yang sudah tak tahu apa -apa lagi.


Rio terbangun di dalam kamar hotel dengan tubuh terbuka dan ia terperanjat kaget melihat Susi di samping nya juga dalam keadaan terbuka.Ia pun segera berpakaian lalu kabur dari kamar hotel dan meninggalkan Susi yang masih tidur di dalam kamar hotel.


Rio pun mengupload foto Felix Sander Chou yang menandatangani surat perjanjian kerjasama usaha antara Mark Lin dengan Felix Sander Chou yang menjual usaha itu kepada Adi Wijaya yang menuduh usaha itu gelap dan mencoreng nama baik Mark Lin dan yaang menyebabkan Felix dan keluarga kabur dari Jakarta. Lalu foto lainnya adalah foto Aurelia yang di peluk oleh Rio di hotel De Valey beberapa tahun lalu di medsos pada pagi hari itu.


Kling!!


Bryan membuka layar laptop untuk browsing urusan kerja namun yang terlihat di layar laptop adalah foto -foto itu yang memancing emosi dari Bryan di pagi hari di meja makan saat ia sarapan pagi bersama dengan Aurelia.


"Lihat ini..Apa yang sudah kau lakukan di tempat umum bersama cowok lain yang bukan suami kamu sendiri? "


Bryan memperlihatkan layar laptop kepada Aurelia yang sedang menyuap mulut dengan nasi goreng seafood karya Cheff Luis yang kerja sebagai koki pribadi di rumah Graha Lin.Aurelia menyemburkan makanan di mulutnya dengan kaget.


"Apa ini ? Aku tak .."


"Ah ,diamlah kau ,dasar penipu ulung kau ,ya?Aku pikir kau ini cewek baik -baik tapi ternyata kau ini cuma cewek murahan yang sama rendahnya seperti papa mu yang sudah menipu kakek ku."


Kata Bryan marah besar kepada Aurelia.


"Enggak,Bry..Enggak..Aku gak menipu kamu..Aku tak tahu kenapa foto dan berita apa itu mengenai keluargaku ?? Bukankah kau yang ingin bantu aku cari tahu masalah usaha papa ku yang di infokan Adi Wijaya di rumah orang tua ku di hari pertama kita datang ke Jakarta,Indonesia?"Tanya Aurelia sedih bukan main dengan berita pagi hari itu.


"Aku tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah .Aku hanya tahu kau sudah menipu hatiku yang tulus mencintai mu.Itu saja."Jawab Bryan Lin menolak bersentuhan dengan Aurelia.


Bryan memanggil Bram ke ruang kerjanya di kantor nya di perusahaan tempatnya bekerja di daerah Jakarta Pusat.


"Bram, kau usut sampai tuntas masalah kasus proyek gelap yang berkaitan dengan Felix Sander Chou yang melibatkan keluarga Mark Lin dan juga keluarga Adi Wijaya ,dan waktu yang aku berikan kepada mu adalah 7 hari dari hari ini."Kata Bryan kepada Bram.


"Siap ,Tuan."Jawab Bram cekatan.


"Roy,siapkan pengacara terbaik Indonesia untuk melawan keluarga Adi Wijaya di meja hijau yang bila terbukti mencemarkan nama baik keluarga Mark Lin dan juga keluarga Felix Sander Chou."


Kata Bryan sambil mencari tahu siapa yang telah mengupload foto -foto itu ke medsos di pagi hari itu di layar laptop lainnya.


"Siap,Bos."Jawab Roy jenius.


"Hmm ,Rio kau bermain -main dengan ku ,ya ? Aku akan membuat permainan mu gagal dengan satu kali ku bikin game over niat mu untuk aku cerai dengan Aurelia."Kata Bryan berhasil menemukan Rio yang mengupload foto -foto itu ke medsos.


"Enaknya di apain ,ya Rio ini?"Pikir Bryan Lin.


Rio yang berada di kampus nya di Untar terpucat -pucat melihat seisi kampus memajang foto -foto abnormalnya dengan Susi sampai Adelia marah dan minta putus darinya.


"Kita putus." Kata Adelia menampar Rio keras di depan para mahasiswa dan mahasiswi Untar.


"Wuahh..Rio ,gimana enak gak ngedate ama gadis cantik aduhai di foto itu?" Tanya para teman dari kampus Rio kepada Rio.


Kling!!


Sebuah pesan sms masuk ke layar hp Rio yang tertera tak di kenal.


"Hapus uploadan mu pagi tadi atau aku kirim foto mu kepada papa mu ,Tuan Ferdinan yang saat ini sedang dinas kerja di Jepang."Tulis Sms itu yang menakutkan Rio.


Rio langsung balas."Oke."


Ia segera menghapus uploadan nya dan menulis permintaan maaf kepada publik medsos yang di baca oleh Aurelia di kampus Ubm dengan sangat lega sekali.


"Ah,aku sudah bebas dari berita hari ini..Aku harap Bryan lihat juga dan memaafkan ku di sore hari ini di rumah kami."Kata Aurelia menangis bahagia di kantin Ubm.


"Kenapa kau hobi sekali menangis sambil makan?


Apakah tak kan masuk ingus dan air mata ke arah makanan yang kau makan itu?"Tanya Bryan yang berdiri di belakang Aurelia dengan nada sarkartis.


Aurelia berbalik ,berdiri dan merangkul Bryan yang membelalak kaget saat semua orang di kampus Ubm melihat ke arah mereka berdua dengan sorot mata seperti mata mafia saja.


"Jahat.."


"Hush..Jangan mengatakan aku jahat di sini."Kata Bryan menarik Aurelia keluar dari kantin Ubm dan mengambil tas kuliah gadis itu menuju ke mobil sport canggih yang sudah manis di depan pintu gerbang Ubm.


"Masuk,duduk." Kata Bryan membukakan pintu mobil dan menyuruh Aurelia masuk dan duduk di kursi penumpang samping driver.


"Oke..Aku akan teriak..Kamu jahattt!!"Teriak Aurelia di dalam mobil yang sudah melaju ke arah pantai pik 1.


"Huhh..Telingaku ...!"Kata Bryan menutup daun telinganya dengan headset.


Aurelia merampas headset Bryan dengan paksa lalu menggigit daun telinga Bryan dengan gemas.


"Auw..Kau gila,ya? "Tanya Bryan mengusap -usap daun telinga kirinya yang kini ada tanda gigitan Aurelia.


"Bodoh.."Jawab Aurelia membuang muka ke arah jendela sampingnya melihat hamparan pasir laut pik 1 dengan perasaan hati yang berkicau riang.


Bersambung...