MY TRUE LOVE

MY TRUE LOVE
Episode 24.



Kota Lazio,Italia.


"Angin laut memang menyegarkan ku karenanya aku sudah sekali berada di vila La Vida yang dulu hadiah ulang tahun ku yang pertama dari Yeye ku berikan tapi kalau usaha benang wol,peternakan domba dan biri-biri serta penghasil mutiara dan susu adalah ide ku sendiri sejak aku tk kecil usia 3 tahun."


Cerita Bryan Lin berbaring di atas rumput di bukit yang sangat indah.


"Lalu?" Tanya Aurelia Anastasya menaruh kepala di dada bidang Bryan Lin.


"Ya..Aku mengembangkan usaha -usaha yang di miliki Yeye yang dulu hanya di bidang pertanian mentimun ,lobak dan wortel menjadi berbagai bidang usaha lainnya seperti peternakan dan fashion serta makanan ,minuman dan otomotif."


Jawab Bryan Lin menghirup aroma shampo dan sabun mandi Shinzui Aurelia Anastasya dari rambut indah warna kemerahan dan tubuh mungil istrinya itu.


"Hmm lalu kau memilih terjun menjadi aktor film action karena apa?" Tanya Aurelia Anastasya yang kini posisinya tengkurap dengan kepala dan wajah menghadapi Bryan yang telentang dengan kedua lengan sebagai bantal.


"Karena aku suka sekali dengan tantangan baru untuk mengasah kemampuan ku di bidang lainnya so aku ingin berada di belakang layar untuk segala usaha yang di miliki oleh Yeye ku." Jawab Bryan Lin memejamkan kedua matanya lalu terlelap.


"Ouw begitu rupanya..Kau sungguh manis sekali saat tidur."Kata Aurelia menggunakan telunjuknya untuk sentuh relung wajah tampan Bryan Lin.


"Kau jangan ganggu aku tidur.."


"Hmm kalau aku ganggu kamu tidur ?Kenapa dan apa yang akan kau lakukan untuk ku sebagai cara mu menghukum kenakalanku terhadap mu?" Goda Aurelia Anastasya.


Bryan menarik lengan Aurelia hingga gadis itu jatuh ke atas tubuhnya lalu menjawab."Aku akan coba membuat mu tak lagi mengganggu ku tidur."


Bryan menggelitik Aurelia hingga gadis itu teriak dan minta maaf kepadanya tetapi Bryan tetap tak mau melakukan sesuatu kepada Aurelia meski di goda terus menerus oleh Aurelia.


"Bingung aku terhadap kamu..Ahmm..."


"Ya?"


"Kau laki -laki tapi kok tak tergoda dengan wajah cantik dan tubuh indah ku."


"Hmmm..Aku punya ketahanan diri yang amat kuat karena pelatihan ku dahulu sebagai aktor di sebuah film ,ya meskipun aku pilih di bidang aktor action bukan di bidang aktor romance tetap saja sebagai pendidikan umum ada juga latihan untuk adegan romance untuk kalangan aktor pemula."


Jawab Bryan Lin melompat bangun dan berjalan ke arah vila.


"Ceritakan kepada ku bagaimana pelatihan mu menjadi aktor?" Tanya Aurelia berlarian menuju ke Vila.


"Pertama ada pemahaman karakteristik dari suatu naskah untuk di pelajari sesuai peran yang di lakoni setiap aktor." Jawab Bryan mengambil botol jus tomat dari lemari es saat mereka sudah di vila.


"Lalu?"


"Kedua meeting bersama para aktor lain."Jawab Bryan menuang isi jus tomat ke cangkir kristal.


"Lalu ?"


"Ketiga meninjau lokasi syuting untuk lebih mudah dari teori yang sudah di pelajari di kantor bagian pelatihan dialog dan akting kami." Jawab Bryan Lin melihat Aurelia makan camilan chiki Cheetos.


"Lalu ?"


"Keempat aktor dan aktris di pertemukan untuk suatu chemistry kami satu sama lain sebagai rekan satu tim suatu produksi film." Jawab Bryan Lin mulai asyik main playstation di tv.


"Hmm..Adakah pelatihan sentuh -sentuhan agar kalian profesional di layar kaca?" Tanya Aurelia Anstasya sambil baca buku komik candy -candy di sofa panjang.


"Ada." Jawab Bryan Lin melirik ke arah rok mini Aurelia yang nyaris tersingkap akibat gadis itu duduk kurang rapi di sofa.


Tanya Aurelia Anastasya terus saja membaca buku komik candy -candy.


Tangan Bryan mengambil buku komik candy candy di tangan Aurelia dan menaruh buku itu di meja ,lalu Bryan mendekatkan wajahnya di wajah Aurelia ,kemudian di ciumnya gadis itu hingga tak bisa bicara lagi.


Ciuman itu memicu adrenalin Bryan untuk lebih dari sekadar ciuman karena ia mulai mencium leher Aurelia dan menggigitnya hingga memerah bagai gigitan nyamuk demam berdarah akut.


"Bry...Auhh..Sakit..."


".."


"Aduhh..Begini banget sih..!"


"Ah cukuplah sampai di sini saja..Aku belum tahu lagi untuk pelatihan selanjutnya."


Bryan Lin menghentikan kegiatan fisiknya kepada fisik Aurelia ,dia hanya melakukan ciuman saja tak lebih pada seluruh wajah dan tubuh Aurelia karena ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di benak sanubarinya.


"Oh ,Xiao Xin jangan pernah lakukan itu dahulu sampai kau merasa yakin kalau Aurelia tak kan pernah berubah dan tak kan pernah meninggalkan dirimu seperti mama mu meninggalkan papamu dengan menikahi pria lain yang menjadi saudara jauh dari papa mu sendiri."Kata Yeye nya di dalam surat wasiatnya khususnya pribadi.


"Hmmmm..Apakah kau tak pernah ingat kepada Vivian yang meninggalkan mu karena pria lain yang menjadi sahabat karibmu di sekolahmu sendiri?" Tambah Uncle Stephen Lin kepada Bryan di hari pernikahan Bryan dan Aurelia di ruang ganti pakaian Bryan.


"...."


"Kau kenapa?" Tanya Aurelia Anastasya bangun dan merangkulnya.


"Chen Chen ,aku tak pernah bisa melakukan hal itu kepada mu untuk hari ini maupun hari esok atau pun nanti..Aku minta maaf karena aku tak pernah bisa memenuhi hak mu sebagai istri sah ku."


Jawab Bryan Lin melepaskan rangkulan Aurelia dan masuk ke kamar untuk berkemas.


"Ei ..Ada apa denganmu ?Apa yang salah pada diri ku ini yang membuat mu enggan dan menolakku untuk kau penuhi hak ku sebagai istri sah mu?"


Tanya Aurelia merasa sakit hati di sia -siakan oleh Bryan Lin suaminya sendiri.


"Kita akan segera menyudahi liburan kita di vila la vida untuk kita secepatnya datang ke Indonesia sesuai keinginanmu." Kata Bryan tak menjawab pertanyaan Aurelia Anastasya.


Aurelia menggeleng kepala dengan frustasi sekali karena ia merasa dirinya tak baik untuk Bryan Lin.


"Aku tidak mengerti dirimu ,Bry.Aku mencintai cowok yang tak bisa ku mengerti sebenarnya apa yang ada di dalam pikiran mu tentang aku ?!Apa aku cuma istri pajangan yang kau beli untuk hiasan rumah mu saja? Aku bingung." Kata Aurelia menangis di pintu kamar Bryan.


Bryan menatap Aurelia dengan perasaan yang ia juga tak bisa memahami isi hati Aurelia namun ia mencintai gadis ini ,maka ia mencari solusi yang terbaik untuk hubungan mereka tetap terjaga.


"Pernikahan kita berdasarkan perjanjian antara Yeye ku dengan papa mu karena itulah aku dan kau menjadi sebuah hubungan suami -istri yang hambar dan tak wajar secara alamiah..Maka jika kau ingin meneruskan pernikahan kita ini ,kau harus bertahan sampai hubungan kita menjadi alami bukan paksaan ,namun jika kamu tak mau meneruskan pernikahan kita ,maka aku lah yang akan bertahan hidup berpisah dari mu dengan cara menjadikan pernikahan kita sebagai suatu hubungan persahabatan untuk sementara waktu sampai kita bisa menjadi sepasang suami -istri yang memahami dan mengerti satu sama lainnya yaitu saat kita sudah benar -benar dewasa di dalam pemikiran dan tindakan kita."Kata Bryan Lin yang sudah merapikan barang -barang nya di koper gambar spiderman.


"Oke..Jika itu mau mu ?Aku hanya mau satu hal darimu..,apakah kau bersedia memenuhi satu hal permintaan ku dari mu? " Pinta Aurelia tegas.


"Apa?" Tanya Bryan Lin waspada.


"Aku mau kau menjaga jarak dari ku bila kita hanya berdua saja agar aku bisa mengendalikan diriku terhadap perasaan cinta ku kepada mu." Jawab Aurelia tersenyum manis.


"Oke." Jawab Bryan Lin tersenyum serius.


Bersambung..!