
Rio menghubungi Aurelia melalui nomor hp yang di dapatkan Rio dari Susi.
"Ini nomor hp Lia ." Kata Susi yang di temui Rio di kampus Ubm di pagi hari itu.
"Makasih,Sus."Kata Rio acuh tak acuh usai Ria dapat nomor hp Aurelia yang baru dari Susi.
Rio menghubungi Aurelia yang saat ini sibuk di dapur untuk membuatkan sarapan pagi dan bekal makan siang untuk Bryan.
"Lia..Ayo dong di jawab teleponku."Kata Rio yang hanya menerima nada sambung dari operator yang meminta Rio untuk mengulangi sambungan teleponnya untuk beberapa saat lagi.
"Sial..Lia tak mau menerima teleponku.."Umpat Rio kesal.
Lalu Rio terpaku karena panggilan telepon nya untuk Aurelia telah putus dan tak bisa di hubungi lagi olehnya.
Rio tak tahu kalau Bryan mengambil hp Aurelia di atas bantal kepala milik Aurelia saat Bryan baru saja terbangun untuk bersiap pergi kerja.Bryan melihat hp Aurelia berdering terus itu mengangkat dan membiarkan ******* napasnya terdengar Rio sampai nada sambung di hp terputus.
Kemudian saat Rio mengulangi lagi terdengarlah suara umpatan Rio oleh Bryan yang mengenali suara Rio yang pernah di dengar Bryan beberapa waktu lalu.Bryan pun langsung blokir nomor hp Rio dari panggilan masuk hp Aurelia.
"Ummmm..Mau apa lagi tuh bocah nelpon Aurelia ku ?"Bryan tak memperdulikan lagi masalah Rio yang menelepon Aurelia melalui hp Aurelia karena Bryan harus mandi dan bersiap -siap untuk kerja.
Di jalanan yang amat ramai dan macet yang biasa terjadi di Ibukota Jakarta di pagi hari terlihatlah mobil jaguar merah milik Randy melesat cepat ke arah jalanan menuju ke kafetaria milik Adelia.
Mobil itu pun berhenti di kafetaria itu dan Randy masuk ke dalam kafe.
"Hi Randy apa kabar mu,nak?Tumben pagi hari ini datang ke kafe Tante Sri."Kata Sri mama Adelia.
"Hi ,juga Tan..Baik Tante..Ya kebetulan sekali pagi ini Randy belum sempat sarapan di rumah karena harus kejar waktu untuk berangkat kerja di kantor.
Ohya Tan..Apakah Adelia nya ada di rumah?"Tutur Randy sambil celingak celinguk ke sekitar kafe.
"Oh,Adelia nya ada di rumah."Jawab Sri yang suka Randy berteman dengan Adelia daripada Rio yang di nilai Sri sangat bebas di dalam pergaulan.
Adelia datang ke kafetaria dengan raut wajahnya agak pucat sampai Randy menatap gadis manis itu begitu cepat.
"Kenapa kau terlihat agak pucat gitu,del?"Tanya Randy santai di luar namun cemas di dalam.
"Enggak papa aku cuma belum sarapan pagi saja."
Jawab Adelia tersenyum ceria di hadapan Randy.
"Oh,yaudah sana kau sarapan lah."Kata Randy.
Adelia mengangguk dan mengambil sarapan pagi yang di siapkan oleh mamanya.Adelia menikmati makanan itu dengan nikmat di luar namun di dalam.Adelia tampak menahan mual yang mulai mengganggunya.
Randy memerhatikan Adelia dengan saksama dan tersenyum mencoba untuk memahami Adelia.
Di Rumah Graha Lin.
Bryan begitu bersemangat saat melihat sarapan pagi telah tertata rapi di meja makan dan ia bisa melihat Aurelia keluar dari dapur membawakan kotak makan yang sudah lengkap untuk bekal makan siang di kantor.
"Wahhh....My Honey ku memang paling top."Kata Bryan memeluk Aurelia dari belakang."Makasih ya sayang."Imbuhnya kepada Aurelia.
Bryan pun makan sarapan paginya dengan rasa di hatinya sedang bernyanyi riang gembira karena ia sungguh bersyukur bisa memiliki istri yang sangat pintar seperti Aurelia.
Di Kampus Ubm.
Susi yang merasa cemas akan tamu bulanannya belum juga datang sesuai jadwalnya yang biasa rutin tiap bulan itu memutuskan untuk membeli alat testpack di apotek terdekat dari kampusnya.
Lalu Susi mengikuti petunjuk yang tertulis pada kotak testpack itu.Susi melakukan test di kamar mandi di kampusnya dan ia menjadi pucat sekali saat ia melihat garis tanda positif pada testpack itu.
"Oh ,Tuhan..Kenapa nasibku seperti ini?!"Jeritan hati Susi.
Susi keluar dari kamar mandi kampusnya.Ia pun tak bisa fokus kuliah untuk hari ini.Ia memilih pergi ke warung internet untuk mencari tahu obat aborsi di internet.
Setelah Susi tahu obat itu ,ia pun segera mencari obat itu ke toko obat yang ia dapatkan melalui internet.Namun saat Susi ingin meminum obat itu usai Susi membelinya..
"Susi..Sedang apa kau di situ?Kenapa kamu tak pergi kuliah?"Tanya Aurelia yang turun dari mobil pribadi khusus untuk kuliah.
"Lia..Aku.."
"Obat apa ini ?Kenapa kau ingin meminum obat ini di sini?"Tanya Aurelia melihat Susi menggenggam obat yang siap untuk di telan Susi.
"Obat ini bukan obat tapi vitamin c ,Lia..Kamu tak perlu khawatir kepadaku..Kamu pergilah kuliah."
Jawab Susi yang cepat membuang obat itu ke sungai kecil di belakangnya secara sembunyi -sembunyi.
Bryan menemukan satu butir obat di rumput dan ia menyimpan obat itu di saku jas kerjanya dan ia memanggil Aurelia untuk masuk ke mobil.
"Aurel..Ayo cepatlah kau masuk ke mobil karena waktu kita sempit sekali..!"Kata Bryan tak perduli Susi yang melihatnya dari samping mobil.
Susi terpana dengan sosok suami Aurelia yang tinggi,putih,tampan dan sangat berkelas sekali dan sekilas memunculkan rasa iri di hati Susi pada Aurelia.
"Kau beruntung sekali Lia mempunyai suami yang seperti Bryan tidak seperti ku yang mencintai laki -laki yang tak punya hati macam Rio bahkan aku terperosok dalam hina oleh pria yang tak pernah ku ketahui."Kata Susi benaknya.
"Ya,Bry..Tunggu bentar.."Jawab Aurelia menengok ke arah suaminya di samping mobil silver.
"Susi..Ayo kau juga ikutlah pergi ke kampus bersama kami.."Kata Aurelia menengok ke arah Susi di dekat sungai kecil di daerah yang dekat dari perumahan Pik 1.
"Iya..Lia.."Jawab Susi ikut juga berangkat kuliah di antar oleh Bryan.
Di mobil ,Susi memandangi Bryan yang menjadi driver khusus untuk Aurelia pergi kuliah untuk hari ini dan seterusnya usai resmi menjadi suami sah Aurelia.
"Tampannya Bryan Lin.."Benak Susi berbicara dari kursi penumpang di belakang.
"Susi,apakah kamu belum sarapan pagi ?"Tanya Aurelia yang baik sekali menawarkan Susi untuk sarapan pagi dari bekal makan siang Bryan yang di taruh di jok samping Susi duduk.
Bryan melirik Aurelia dengan jengkel sekali namun Aurelia tak lihat lirikan tajam suaminya..
Bersambung..!!