
Mark Lin mendapatkan informasi tentang diri Aurelia Anastasya melalui informan yang di kirim ke Indonesia.
" Tuan Besar Lin, saya sudah mendapatkan informasi yang anda inginkan dari pekerjaan saya sebagai informan terbaik di Hong Kong. "Kata informan kepada Mark Lin.
" Kirimkan kepada ku ,segera. "Kata Mark Lin duduk di ruang kerjanya.
Tak lama kemudian sebuah laporan datang dari Indonesia melalui telegram yang langsung datang ke ruang kerja Mark Lin. Kakek kandung Bryan Lin ini membaca laporan tersebut dengan cermat dan teliti untuk membantu cucunya yang sangat di sayangi olehnya.
Bryan Lin sendiri sibuk untuk proses pemulihan kesehatannya pasca kecelakaan mobil beberapa waktu lalu. Ia melamun memikirkan masalah kuliah nya yang terbengkalai selama tiga bulan di kota Beijing, China. Ia sudah memutuskan untuk menyelesaikan studinya dahulu sebelum ia pindah ke Jakarta , Indonesia.
" Xiao Xin, kuliah mu masih bisa di selesaikan setelah kamu keluar dari rumah sakit. " Kata Anthony Lin membelai lembut rambut hitam Bryan Lin.
" Iya, Daddy. " Jawab Bryan Lin membuka laptop untuk melihat pesan Facebook dari Aurelia Anastasya.
" Hi ,Bryan kamu sedang apa ?" Tanya Aurelia Anastasya melalui Chat Facebook.
"Hi juga Aurelia Anastasya aku sedang menyelesaikan tugas kuliah ku nih, "Tulis Bryan Lin melalui chat Facebook.
"Aku sedang baca buku komik nih, "Kata Aurelia Anastasya melalui Chat .
" Komik apa yang sedang kamu baca ?" Tanya Bryan Lin melalui chat Facebook.
"Conan. " Jawab Aurelia Anastasya melalui Chat Facebook.
"Selamat, ya? " Tulis Bryan Lin melalui chat Facebook.
"Selamat ?Selamat apa untuk ku ?" Tanya Aurelia Anastasya melalui Chat.
" Kamu sudah resmi berpacaran dengan Rio Ferdinan sahabat sekolah mu ."Kata Bryan Lin melalui chat Facebook.
"Aku sama sekali tidak pernah pacaran dengan Rio Ferdinan dan cowok mana pun di sekolah ku ."Tulis Aurelia Anastasya melalui Chat Facebook jujur.
" Eh kau sungguh tidak pacaran dengan Rio Ferdinan ?" Tanya Bryan Lin melalui chat Facebook.
"Iya sungguh, " Jawab Aurelia Anastasya melalui Chat Facebook.
Bryan Lin gembira mengetahui Aurelia Anastasya tidak pacaran dengan Rio, maka ia pun ada kesempatan untuk mendekati Aurelia Anastasya sebagai pacar gadis itu kalau bisa yang sesuai dengan harapan Bryan Lin. Ia tersenyum -senyum.
" Ohya, Bryan, apakah kamu benar pernah main film action?" Tanya Aurelia Anastasya melalui Chat Facebook penasaran dengan pekerjaan masa lalu Bryan Lin.
" Iya benar, kenapa ?" Tanya Bryan Lin melalui chat Facebook.
"Gak napa -napa, kamu keren sekali di film yang aku tonton ini, "Tulis Aurelia di Fb.
" Ya terimakasih Aurelia Anastasya. "Tulis Bryan Lin melalui chat Facebook.
"Kenapa kau berhenti di dunia film ?Bukankah kamu sangat berbakat di dunia seni peran ?" Tulis Aurelia Anastasya melalui Chat Facebook sambil makan pisang goreng di bangku teras rumah.
" Aku ingin meneruskan studi ku ."Tulis Bryan Lin melalui chat Facebook dan ia lihat ayahnya membawakan dirinya camilan berupa buah persik
"Oh,begitu rupanya ,tapi kau sangat tampan kok di film itu. "Tulis Aurelia melalui chat Facebook.
"Lia, gue mo pinjam laptop kamu untuk membuat salinan makalah. "Kata Benny kakak laki-laki kandung Aurelia Anastasya melalui pintu kamar tidur Aurelia.
" Ngomong sama siapa sih kamu ?Sibuk amat deh sampai gak bolehin kakak mu sendiri pinjam laptop mu " Kata Benny Sanders Chou .
" Teman, ah ya deh silakan pinjam laptop ku ."Jawab Aurelia Anastasya kepada kakaknya.
Aurelia Anastasya terpaksa harus offline di laptop nya dan melanjutkan chat Facebook nya di hp nya tetapi Bryan Lin sudah offline.
" Ahh, sudahlah gue tidur saja. " Kata Aurelia Anastasya menaruh hp nya di atas meja lampu kamarnya lalu ia tidur.
Di Kota Sechuan, China.
Bruno mengajak Ma Mei Lan pulang ke rumahnya di Ibukota Beijing setelah ia mengetahui Andrew Lin telah melakukan kesalahan terhadap Ma Mei Lan dengan selingkuh dengan Li Ying gadis model asal Taiwan tetapi Andrew Lin telah tidur bersama dengan Ma Mei Lan juga.
" Bruno, aku takut sekali kepada papa ku, jika mereka tahu hubungan ku dengan Wei Li telah berakhir. " Kata Ma Mei Lan berada di mobil Bruno.
" Meskipun kau sudah tak ada hubungannya lagi dengan Tuan Muda Wei Lin ,tapi anda tetap harus bicara tentang hubungan Anda kepada Tuan Besar Ma ."Bruno.
" Bruno, kau bantu aku bilang ke mama dan papa ku ."Pinta Ma Mei Lan kepada Bruno.
" Ya, Nona Ma ." Jawab Bruno yang sebenarnya mencintai Ma Mei Lan tetapi ia tahu bahwa statusnya sebagai pelayan di rumah kediaman Lin.
Andrew Lin melihat artikel mengenai masalah Li Ying yang memberitahukan kepada publik mengenai hubungan cinta antara dirinya dengan Li Ying.
" Gadis itu ingin aku bunuh rupanya dengan memberitahukan hubungan kami di publik. "Kata Andrew Lin geram sekali dan ia melemparkan artikel ke tempat sampah di dalam apartemen nya.
Mark Lin juga melihat berita terbaru yang beredar di Internet mengenai hubungan cinta antara Andrew Lin cucunya yang lain dengan model cantik Li Ying yang sudah menghebohkan dunia, maka ia segera memanggil pulang Andrew Lin dan ia juga memanggil Li Ying untuk datang ke rumahnya di Kota Kunming Yunan.
" Wei Li, aku tidak mau tahu pokoknya kau harus menikahi wanita itu untuk nama baik keluarga kita tidak tercoreng oleh perbuatan mu di luar rumah. "Kata Mark Lin tegas kepada Andrew Lin.
" Iya, Yeye, " Jawab Andrew Lin.
Pada hari pertama Bryan Lin pulang dari rumah sakit ke rumah di kota Kunming, China telah di langsungkan pernikahan untuk Andrew Lin dan Li Ying secara pribadi namun publik segera mengetahui tentang salah satu dari cucu Mark Lin Zhen Hua telah menikah dengan mantan model cantik asal Taiwan.
" Pergilah kalian berdua ke London ," Kata Mark Lin memberikan modal usaha untuk Andrew Lin yang sudah menikah dan harus bertanggung jawab dengan kedewasaannya di mulai dari awal pernikahannya.
" Ya, Yeye terimakasih, "Jawab Andrew Lin sopan dan hormat kepada Mark Lin tapi di dalam hatinya merasa jengkel karena ia di singkirkan oleh keluarga Lin ke negara lain.
" Xiao Xin ini kau lanjutkanlah kuliah mu di USA. "Kata Mark Lin memberikan uang untuk keperluan pribadi Bryan Lin di Amerika Serikat.
" Tidak perlu Yeye, Xiao Xin masih ada tabungan di bank untuk keperluan pribadi Xiao Xin selama kuliah di luar negeri, "Kata Bryan Lin menolak uang dari Yeye nya.
" Ambillah. " Kata Mark Lin memaksa untuk Bryan Lin terima uangnya.
" Baiklah ,Yeye. " Jawab Bryan Lin yang terbaring di atas tempat tidurnya sendiri .
" Tunggu beberapa hari saja kau baru bisa kembali ke Amerika Serikat, "Kata Mark Lin membelai lembut anak rambut Bryan Lin.
" Iya, Yeye, " Jawab Bryan Lin tersenyum lembut sekali kepada Yeye nya.
Bersambung. .