
1 Minggu telah berlalu, tetapi Jun dan Molly tidak saling berbicara atau pun bertegur sapa.
"mau sampai kapan seperti ini ?" ucap Jun dalam hati sambil melirik Molly.
sedangkan Molly asik mendengarkan keterangan dari guru.
dengan menurunkan harga dirinya, Jun mencoba meminjam pena kepada Molly.
"Mo.. Molly, loe ada pulpen ? ucap Jun sedikit terpaksa.
tanpa berbicara Molly memberikan cadangan penanya.
sedangkan Jun hanya bisa menatap dengan kecewa.
" temui aku di belakang sekolah saat pulang!!" tulisan Jun yang diberikan kepada Molly.
molly menatap tulisan Jun dengan enggan.
"apa kau mengabaikan ku ? coret Jun di atas buku Molly.
Molly menatap Jun dengan kesal. Sedangkan Jun memberikan isyarat agar Molly setuju untuk menemuinya usai sekolah. itu pun tidak di hiraukan Molly.
Jun pun kesal dan mencoret kembali buku Molly.
"Kalau loe gak datang, bakal gue ganggu setiap saat."
dengan wajah kesal akhirnya Molly membalas tulisan Jun. "IYA, STOP CORET-CORET BUKU GUE!"
wajah Jun menunjukkan kepuasan.
...----------------...
Kkrriiinngg~~~
bunyi bel yang menandakan pulang sekolah.
Jun sudah menunggu Molly sambil menghisap rokok.
sudah 10 menit Jun menunggu, tetapi Molly belum datang juga.
"kemana ni anak ? jangan bilang dia boong dan abai peringatan gue ? ucap Jun dalam hati.
karena Jun merasa sudah lama dia menunggu, Jun ingin memastikan keberadaan Molly, tetapi belum sempat Jun berjalan, Molly datang menghampiri nya.
"lama banget sih loe ? sekolah udah seelsai 10 menit lalu." ucap Jun yang kesal menunggu Molly.
"ada apa?" jawab Molly ketus.
tetapi Molly tidak merespon perkataan Jun.
Jun yang kesal karena Molly tidak merespon akhirnya mendorong Molly hingga tersandar di tembok.
"mau loe apa sih ? gue dah ngomong baik-baik tapi loe abaikan. ucap Jun kesal
"aww" rintih Molly.
"loe mau gue minta maaf ? ucap Jun
"emang salah gue kalau loe di hina ?, salah gue kalau loe di permalukan depan anak-anak ? ucap Jun kembali tanpa henti.
"loe sendiri yang diem waktu mereka berkata buruk, loe sendiri yang ngebuat diri loe di hina mereka, dan sekarang loe marah sama gue ?" ucap Jun
"gue dah coba minta maaf sama loe, dan sekarang gue mau bicara baik-baik sama loe, tapi gini respon loe dengan niat baik gue ? kalau udah buruk rupa gak usah ngelunjak,cewek kayak loe banyak di jalanan gak usah sok jual mahal dengan harga diri loe yang murahan." ucap Jun kesal dan mengancam kepada Molly.
tanpa sadar Molly menampar Jun yang membuat suasana hening seketika.
emosi Jun semakin memuncak.
"ha. jadi ini jawaban loe ?
loe liat Molly, besok dan seterusnya hidup loe bakalan gue bikin kayak neraka, so jangan ada pikiran loe buat keluar dari sekolah ini, karena akan gua anggap loe pecundang murahan !! ucap Jun dengan kesal dan mengancam.
Jun langsung pergi meninggalkan Molly sendiri, sedang Molly hanya terdiam menahan sakit hati terhadap perkataan Jun.
" aku cuma mau hidup tenang dan baik, apa itu pun tidak boleh ? ucap Molly dalam hati sambil menatap langit untuk meredam air matanya.
di sisi lain Jun melajukan kendaraannya dengan kecepatan penuh.
"loe berani ngusik gue Molly, gak akan gue maafin loe sampai kapanpun." ucap Jun kesal dalam hatinya.
sedangkan Molly dengan langkah berat berjalan menuju rumahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bab 9 Telah Usai
.
.
.