MY TRUE LOVE

MY TRUE LOVE
Episode 32.



Bryan berdiri di tepi jalan memandangi seseorang yang di berada di seberang jalan.Bryan mengenali orang itu adalah mama nya yang terlihat sedang menggandeng anak balita usia 5 tahun.


"Mama.."


Namun Bryan tak sempat untuk menemui mama kandungnya karena wanita di seberang jalan itu sudah masuk ke mobil taxi.Bryan tertegun di tepi jalan tempat dirinya saat ini.


"Maaf ,bolehkah aku bertanya alamat di kertas ku kepadaku?" Sapa seseorang di dekat Bryan.


Bryan menoleh melihat seorang pria tua menyapa dan menanyakan alamat kepadanya.


"Iya ?"


"Anak muda apakah kamu tahu di mana alamat ini untuk aku bisa jumpa dengan cucu ku yang tinggal di perumahan ini?"Tanya Pria tua itu lagi sabar.


"Aku tahu alamat perumahan di kertas Kakek.Ayo aku antarkan."Kata Adelia sopan membantu pria tua yang menanyakan alamat kepada Bryan itu bisa mendapatkan penjelasan mengenai tempat tinggal cucu pria tua itu dengan jelas dari Adelia.


"Oh,makasih ya dek."Kata pria tua itu merasa amat senang dengan bantuan dari Adelia.Lalu pria itu pergi sesuai petunjuk yang di berikan oleh Adelia.


"Umm,apakah kau bersedia untuk membayar rasa terimakasih mu atas bantuan ku barusan untuk mu dengan menemani ku minum kopi di kafetaria di depan sana itu?" Adelia tersenyum ramah sekali kepada Bryan.


"Aku sudah membantu kamu untuk kamu tidak bunuh diri di jembatan itu dan kamu sudah bantu aku untuk orang tua tadi yang menanyakan alamat yang tak ku ketahui."Kata Bryan menggunakan ibu jari menunjuk ke belakang yaitu arah si pria tua itu pergi."Bukankah kita sudah impas tak ada hutang sama sekali?"Tanyanya kepada Adelia.


"Iya,memang kita sudah impas tak ada hutang tapi aku mau menemani aku untuk minum kopi di kafe depan sana..,Sebentar saja,ya?Please!"Pinta Adelia merangkapkan kedua telapak tangannya dengan raut wajah memelas di hadapan Bryan.


Bryan meragu sesaat sebelum menyanggupinya dan tampak sedikit enggan untuk menemani gadis lain yang bukan istrinya sendiri Aurelia namun ia lihat Adelia sangat memerlukan teman untuk saat ini ,maka ia pun menjawab."Oke,sebentar saja ,ya?


Karena aku..!"


Adelia tak mendengarkan Bryan lagi karena Adelia sudah menarik lengan Bryan dengan terburu -buru sekali."Iya ,gue tahu..Gak usah kamu jelasin lagi."


Di kafetaria, Adelia memesan minuman kopi untuk dirinya dan Bryan dari pihak kafetaria sebelum ia menyibukkan diri memandangi cowok tampan dan manis serta baik hati di hadapannya ini dengan bebas.


"Kamu lupa gak sama aku?"Tany Adelia meminum kopi nya namun ia tak menelan nya karena ia tahu tak boleh minum kopi untuk saat ini.


"Emangnya kau siapa sih ?Aku belum kenal jelas siapa dirimu?"Balik Bryan menyeruput kopi tanpa ia lihat kopi itu tak sesuai dengan pesanannya.


"Mau berkenalan dengan ku?Yuk,ikuti saja aku."


Kata Adelia menunggu Bryan menjatuhkan kepala di meja kafetaria.


Kemudian Adelia membawa Bryan pergi ke hotel di sebelah kafetaria itu.Di sana Bryan di jebak oleh Adelia yang menginginkan ayah pengganti untuk bayinya setelah Rio tak memerdulikannya lagi.


Sepulangnya Aurelia dari kuliahnya.Aurelia punya sebuah ide untuk menyenangkan hati suaminya.Ia menyibukkan diri untuk memasak makan malam untuk Bryan.


"Nyonya ,anda tak perlu sibuk masak di dapur..!"


"Tak apa ,Pak Koki.Aku bisa kok masak.Ya,meski gak se enak masakan Pak Koki sih ,tapi aku mau membuatkan makan malam untuk suamiku,Tuan Muda mu itu."Kata Aurelia memaksakan diri untuk sibuk di dapur pada sore hari itu.


Para koki dan staf dapur bengong tak ada kerjaan karena kerjaan mereka telah di ambil alih oleh istri Tuan Muda mereka yang sedang bahagia bermain masak -masakan di dapur.


"Emmm sepertinya masakan Nyonya enak."Kata Resty menelan ludah ingin mencicipi masakannya Aurelia yang tertata rapi di meja makan.


"Ei ,apakah kamu mencicpi masakanku?"Tanya Aurelia riang."Kalian juga mau?"Imbuhnya kepada seluruh staff di rumah Graha Lin.


"Iya,mau ..Kami mau ,Nyonya."Jawab Resty amat senang.


"Ok..Kalian bisa mencicipi masakanku di dapur karena aku sudah menyiapkan juga untuk kalian bisa merasakan hasil masakan pertama aku jadi istri Tuan Muda kalian."Kata Aurelia menganggap semua staff di rumah Graha Lin sebagai sahabat dan saudara nya sendiri.


Bryan membuka sepasang matanya dengan rasa terkejut karena Bryan melihat Adelia tidur di sisi kanannya di tempat tidur kamar hotel dengan tubuh mereka terbuka dan hanya tertutup sehelai bedcover saja.


"Eh ,ada apa ini ?Kenapa aku bisa berada di sini?


Kenapa pula gadis ini berada di sini juga?"Tanya Bryan cepat turun dari ranjang dan berpakaian.


"Auw.."Keluh Adelia menggeliat di ranjang sebelum membuka mata dengan terbeliak kaget melihat dirinya berada satu ranjang di kamar hotel dengan Bryan.


"Ahhh..Apa..Apa yang sudah kita lakukan di sini ?di kamar hotel ini?" Tanya Adelia menutup kedua matanya dengan sendu.


"Ummm..Aku justru mau bertanya kepadamu.Apa maksud kamu membawa ku ke hotel ?Aku sudah membantu mu untuk menemani mu minum kopi di kafe itu tapi apa yang kau lakukan kepadaku?"


Bryan melemparkan kaset rekaman cctv kepada Adelia.


Adelia terpucat -pucat karena Adelia tak menduga kalau Bryan tak bisa di tipu dan tak bisa juga di manfaatkan.


"Aku minta maaf Bryan.Aku cuma ingin meminta tolong untuk kamu mau menjadi papa bagi bayi di dalam kandungan ku.Itu saja tak lebih...!"Jawab Adelia menangis pilu di hadapan Bryan.


"Minta tolong tapi kau gunakan cara kotor kepada aku ?Ya,sama saja kamu akan menjatuhkan nama baik ku dan asal kamu tahu saja aku sudah punya istri."Kata Bryan tak perduli lagi dengan Adelia dan meninggal gadis itu sendiri di hotel.


Bryan baru saja akan menyetop taxi di jalan depan hotel.Namun Bryan terhenti karena Adelia telah menahan Bryan dengan wajah pucat sekali untuk Bryan membantu gadis itu sekali lagi.


"Egg ,kau kenapa?" Tanya Bryan menahan tubuh Adelia yang terhuyung jatuh ke depannya.Bryan melihat gadis itu jatuh pingsan memeluk dirinya.


"Ah menyusahkan saja kamu ini ,Del."Kata Bryan menyetop taxi dan membawa Adelia ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan yang baik.


Mama Adelia datang ke rumah sakit setelah dapat telepon dari rumah sakit mengenai putrinya yang jatuh pingsan dan di rumah sakit itu dengan di antar oleh seorang pria muda yang membayar administrasi rumah sakit untuk perawatan Adelia.


"Siapakah pria yang mengantar dan membayarkan perawatan Adelia di rumah sakit ini?"Tanya mama Adelia dengan nada heran saat staf rumah sakit memberitahukannya.


"Maaf,Bu.Tuan itu melarang kami memberitahu anda."Jawab Staf rumah sakit 'H' kepada mama Adelia.


"Ma.." Adelia sadar dari pingsannya mendengar pembicaraan antara mamanya dengan staf rumah sakit.


"Adel..Bagaimana keadaan mu ,Nak?"Tanya mama Adelia dengan sangat mengkhawatirkan keadaan putrinya.


"Adel ,sudah baikkan ma."Jawab Adelia tersenyum menenangkan mamanya namun di dalam hatinya Adelia menangis.


Bersambung..