
Jakarta,Indonesia.
Sesuai dengan janjinya Bryan Lin untuk pertama kalinya datang ke Indonesia dengan satu tujuan utama adalah menetapkan janjinya untuk tinggal di Indonesia.
"Di sini rumah mu ?" Tanya Bryan Lin menaruh koper di depan pintu gerbang rumah Felix Sander Chou dari taxi online.
"Betul di sini rumah ku." Jawab Aurelia Anastasya menghampiri bel di samping pintu gerbang yang kecil.
Ting tong!!
Klek!!
Pintu kayu terbuka dan sosok wanita tua datang tergesa -gesa untuk membukakan pintu gerbang untuk Aurelia Anastasya dan Bryan Lin dengan wajah ceria.
"Nona Lia..Ayo mari masuk.." Sambut wanita tua itu.
"Bi Ina ,tumben rumah kok sepi ,di mana mama dan papa ku serta Koko Benny ?" Tanya Aurelia di teras rumah Felix Sander Chou.
"Hmm ,begini Nona..,Tuan ,Nyonya dan Tuan Muda sudah pindah dari rumah ini sejak Nona menikah."
Jawab Bi Ina.
"Loh kok aku tak di kasih tahu sih?Lalu mereka pindah kemana?Kenapa mereka pindah dari rumah ini?" Tanya Aurelia terkejut melihat rumah sepi sekali.
"Karena mereka sudah putus kontak dengan Nona sejak Nona menikah dan menetap di China ,dan mereka pindah ke pulau batam karena rumah ini telah di jual untuk bayar hutang perusahaan Tuan Besar yang sudah kolaps beberapa bulan yang lalu." Jawab Bi Ina.
"Ouhh...Apakah Bi Ina tahu alamat dan nomor telepon papa atau mama atau Koko Benny yang baru?" Tanya Aurelia shock.
"Enggak tahu ,Non.Sekarang aja Bi Ina sudah mau siap pulang kampung setelah pemilik yang baru dari rumah ini datang." Jawab Bi Ina.
Lalu tak lama sepasang suami dan istri datang ke rumah lama orang tua Aurelia Anastasya.
"Maaf ,kamu ini siapa ya ?" Tanya istri dari pemilik rumah orang tua Aurelia yang baru.
" Aku Aurelia Anastasya putri dari Tuan Besar Felix Sander Chou dengan Nyonya Rina Fatmawati."
Jawab Aurelia berterus terang.
"Oh..Jadi kamu anak perempuan Felix Sander Chou yang ku dengar telah menikah muda dengan cucu seorang bilioner dari negeri tirai bambu ?"
Tanya pemilik rumah orang tua Aurelia yang baru.
Bryan Lin maju dan menjawab."Benar sekali aku ini adalah suaminya."
"Wahh...Bagus sekali karena kami dari keluarga Adi Wijaya ingin minta penjelasan mengenai Felix dan istri serta anak laki -lakinya yang kami dengar telah kabur dari kasus penggelapan uang yang telah kami pinjamkan untuk melunasi proyeknya yang terbengkalai karena terlilit hutang dengan sebuah perusahaan gelap ,dan kini kebetulan kita bisa bertemu di sini ,maka bisakah kita selesaikan urusan uang pinjaman dari kami yang di gelapkan oleh Felix Sander Chou ayah mertua mu itu,Tuan Muda Bryan Lin?!" Kata Adi Wijaya tersenyum.
"Oh ,aku pelajari dahulu kasus ayah mertuaku sebelum aku membantu nya." Kata Bryan Lin nada tenang seraya tersenyum menyakinkan sekali.
"Baiklah ,aku akan kirim dokumen untuk kau lihat sendiri untuk membuktikan ucapan ku ini benar atau hanyalah bualan ku saja."Kata Adi Wijaya.
"Ok.Aku tunggu dokumen mu di alamat rumah ku dan Aurelia tinggal selama di Jakarta,Indonesia."
Jawab Bryan Lin menggandeng tangan Aurelia di tangan kanan dan membawa koper di tangan kiri lalu keluar dari rumah lama Felix Sander Chou.
"Bi Ina..Kau ikut saja dengan kami." Kata Aurelia saat mereka sudah dapatkan taxi baru tepat di jalanan depan rumah Aurelia Anastasya yang lama.
"Eh ,ya Non..Bibi Ina mau ikut dengan Nona Lia dan Tuan Bryan." Sahut Bi Ina segera mengambil tas dan koper isi barang -barangnya dari dalam rumah dan membawa nya ke dalam bagasi taxi.
Lalu Bi Ina duduk di kursi penumpang bersama dengan Aurelia sedangkan Bryan duduk di kursi samping driver taxi.
"Bry,di manakah kita akan tinggal ?" Tanya Aurelia yang merasa tak tahu harus bagaimana karena ia tahu Bryan tak punya siapa -siapa di Indonesia selain mamanya yang belum di ketahui Aurelia itu siapa nama mama kandung Bryan dan tinggal di mana?.
Aurelia tercengang melihat rumah yang di miliki Bryan Lin di Jakarta,Indonesia juga ada dan di kawasan elit Jakarta Utara ,yakni Pantai Indah Kapuk.
"Silakan masuk ke dalam rumah baru kita."Kata Bryan Lin saat mereka tiba di rumah yang di beri sebuah nama.
"Rumah Graha Lin" Baca Aurelia di sebuah papan nama yang berlapis emas berkilauan.
Security dan sebagainya superlengkap sekali telah menunggu dengan berbaris rapi sekali saat Bryan keluar dari taxi.
"Selamat datang untuk Tuan Muda Bryan."Sapa kepala pelayan membungkuk hormat kepada Bryan Lin.
"Kenapa kalian tak menyapa istriku Aurelia ?" Tegur Bryan tajam.
"Ah ,Selamat datang juga untuk Nyonya Aurelia di rumah graha Lin." Sapa semua staff di rumah itu kepada Aurelia.
"Bram ,dimana Resty ?" Tanya Bryan Lin seraya duduk di sofa ruang keluarga.
"Saya ada di sini ,Tuan Muda." Jawab Resty gadis kepala pelayan segera tergesa -gesa datang pada Bryan Lin dan Aurelia Anastasya.
"Kau mulai hari ini akan bekerja sebagai supir pribadi istriku dan posisi mu akan di gantikan oleh Bi Ina sebagai kepala pelayan di rumah ku ini."
Jawab Bryan Lin mengambil cangkir kopi yang di sediakan salah satu staff untuk nya.
"Iya ,Tuan Muda." Kata Resty patuh.
"Lia ,mari ku antar ke kamar mu." Kata Bryan Lin meraih jemari Aurelia untuk berjalan ke arah lift.
Ting!!
Mereka tiba di lantai atas,Bryan memberitahu Aurelia kamar untuk Aurelia berada di kanan dari kamar untuk Bryan Lin.
"Ei kau serius tak mau kita berada di satu kamar?"
Tanya Aurelia merasa ada janggal.
"Iya ,aku serius sesuai kesepakatan kita." Jawab Bryan yang sudah berjalan ke kamar pria itu.
"Ehhh..Dia serius." Kata Aurelia masuk ke kamar.
Keesokan harinya ,Bryan memberikan surat untuk Aurelia lanjutkan pendidikan nya.
"Kau harus sekolah lagi untuk menikmati kembali suasana masa indah mu yang tak kan pernah bisa terulang lagi suatu saat nanti apabila kita sudah sepakat untuk mempunyai baby."Kata Bryan Lin di ruang makan saat mereka sarapan pagi.
"Eh ,ya makasih...Lalu kau?"
"Aku akan mulai kerja di perusahaan yang aku inginkan." Jawab Bryan sudah selesai sarapan pagi lalu segera menuju ke ruang parkiran mobil yang sudah menunggunya.
"Ei tunggu apakah kau ingin mengendarai mobil sendiri di Jakarta ?Kau 'kan baru pertama kali datang ke Jakarta?" Tanya Aurelia semakin heran.
"Aku tidak mungkin melamar pekerjaan dengan mengendarai mobil lamborghini karena aku bisa tak dapat pekerjaan yang ku inginkan."Jawab Bryan Lin yang ternyata memilih mengendarai sepeda motor yamaha Mio sederhana.
"Lalu bagaimana kau bisa mengendarai motor di Ibukota Jakarta yang amat asing bagimu?"Tanya Aurelia yang semakin penasaran dengan Bryan.
"Itu ada Si Bram yang akan memandu." Jawab Bryan ringan dan artinya Bram yang mengendarai motor yamaha Mio sedangkan Bryan penumpang.
"Ouh..Aku mengerti." Kata Aurelia nyengir.
"Kau nanti di sekolah harus rajin belajar dan patuh kepada guru mu ,ya? Tapi jangan genit dengan teman -teman cowok di sekolah mu..!Dah sampai jumpa nanti sore jam 6.!" Kata Bryan sebelum Bram membawanya keluar dari rumah graha Lin.
Bersambung.