
Gandasuli langsung mendorong Chanan dan bertanya, "Kamu ingat sesuatu?"
Chanan menggelengkan kepala dengan wajah kebingungan. Dan di saat pria tampan itu ingin memagut bibir gadis cantik di depannya yang ia yakini adalah istrinya walaupun tidak ingat apapun tentang gadis itu, gadis itu mendorong Chanan cukup keras dan melompat turun dari atas ranjang, lalu berlari keluar dari dalam kamar sambil berteriak, "Kalau gitu aku akan cari cara yang lainnya lagi!"
Chanan langsung memukul-mukulkan keningnya di bantal sambil menggeram, "Kenapa dia suka banget menyiksaku? Dia mau cari cara apa lagi coba, arrghhhhhh!"
Sementara itu di kahyangan, Dewi hujan teman masa kecil sekaligus sahabatnya Dewa petir datang ke istana petir. Dia duduk di tepi ranjang dan langsung memberikan pengobatan untuk Adrakhs.
Dewi hujan selalu bisa merasakan di saat Adrakhs kehilangan separuh energi. "Aku harap aku belum terlambat menolongmu, Adrakhs" Gumam dewi hujan yang kecantikannya melebihi Gandasuli. Dewi hujan terus mengarahkan kedua telapak tangannya di atas kening Adrakhs untuk mentransfer energi intinya.
Tiga hari kemudian, Dewi hujan tersenyum lega, dewa petir Adrakhs telah membuka mata dan bisa duduk tegak dengan kondisi badan segar bugar.
"Fero?"
"Syukurlah kamu sudah sadar"
"Terima kasih sudah menyelamatkan aku. Tapi, lebih baik aku tidur aja untuk selamanya karena Istriku telah hilang"
Dewi hujan hanya tersenyum menatap Adrakhs.
Adrakhs menghela napas panjang kemudian bertanya, "Kenapa kau turun dari meditasi kamu?"
"Karena aku merindukanmu" Dewi hujan tersenyum ke Adrakhs.
"Jangan bercanda! Aku sudah menikah"
"Kamu menikah dengan cara yang sangat licik, Adrakhs dan itu tidak sah di mata pimpinan dewa. Pernikahan kamu dan Gandasuli telah dibatalkan" Sahut Dewi hujan.
"Apa?! Kenapa dibatalkan?" Adrkahs sontak mengepalkan kedua tangannya.
"Karena kamu merebut Gandasuli dari manusia bumi yang sudah menikahi Gandasuli dengan cinta yang tulus dan kamu membuat semua manusia bumi yang pernah mengenal Gandasuli, hilang ingatan, bukan? Itu cara licik, Adrakhs dan pimpinan dewa langsung membatalkan pernikahan kamu dan Gandasuli karena, putri bunga yang lamang itu menikah denganmu dalam keadaan hilang ingatan"
"Tapi, aku mencintainya, Fero. Sangat mencintainya. Gandasuli juga mencintaiku. Dia tidak mencintai manusia bumi itu"
"Cinta boleh dirasakan, tapi tidak boleh dipaksakan, Adrakhs. Aku akan ajak kamu ke suatu tempat"
"Ke mana?"
"Ikut saja dan kamu akan tahu apa itu cinta sejati"
Dewi hujan mengajak Adrakhs turun ke bumi dan mereka ada di rumahnya Chanan. Dengan awan sembunyi, Dewi hujan dan Adrakhs bisa menyaksikan kebersamaannya Chanan dan Gandasuli tanpa terlihat dan suara mereka pun tidak bisa didengar oleh siapapun.
Adrakhs meradang melihat Gandasuli tengah menyuapi manusia bumi dengan penuh senyum. Dan di saat dewa petir itu ingin keluar dari dalam awan sembunyi untuk melabrak manusia bumi itu karena sudah berani bermesraan dengan istrinya, Dewi hujan. menahan lengan Adrakhs sambil berkata, "Kau jangan emosi! Lihatlah Gandasuli! Dia begitu telaten membuat manusia bumi itu ingat kembali pada dirinya. Itulah cinta sejati, Adrakhs. Cinta sejati itu sabar dan penuh pengorbanan"
"Gandasuli adalah istri manusia bumi dan bukan istri kamu. Ingat,kan, pernikahan kamu dan Gandasuli sudah dibatalkan"
"Aku akan rebut kembali Gandasuli dan.........."
Adrakhs menghentikan ucapannya saat ia mendengar Gandasuli berkata ke manusia bumi itu, "Mas, apa kamu sudah ingat? Aku masak masakan ini khusus untuk kamu dan dulu kamu sangat menyukainya"
Adrakhs langsung berjongkok lemas dan sambil memegang kepalanya dia bergumam sedih, "Suli tidak pernah memasak untuk aku selama aku menikah dengannya"
"Itulah cinta sejati, Adrakhs. Cinta sejati yang ada di hati Gandasuli membuat ia ingat kembali akan suaminya dan dia kembali ke sini. Terimalah Adrakhs, cinta sejatinya Gandasuli bukan untuk kamu, tapi untuk manusia bumi itu dan mereka berjodoh. Dewi asmara telah menyetujui hubungan mereka dan kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk memisahkan mereka. Maka, relakan lah Gandasuli" Dewi hujan berkata sembari membantu Adrakhs bangkit berdiri.
"Iya, kamu benar. Lalu, apa kau ada acara nanti malam?" Adrakhs tersenyum penuh arti ke Dewi hujan.
"Kenapa kau tanya seperti itu?"
"Aku butuh teman untuk menghiburku. Tinggallah di istanaku sampai aku bisa melupakan Gandasuli"
"Baiklah. Tapi, ada syaratnya"
"Apa syaratnya?"
"Kembalikan semua ingatan manusia bumi! Biar mereka ingat kembali akan Gandasuli.dan biarkan mereka hidup bahagia"
"Huuffttt!!! Baiklah. Daripada Dewi asmara memanah pantatku dan kau akan pergi meninggalkanku sendiri, maka aku memilih mengembalikan semua ingatan mereka" Adrakhs kemudian mengangkat kedua tangannya dan setelah terdengar suara petir menggelegar sebanyak dua kali, Manusia bumi itu langsung menarik Gandasuli ke pangkuannya dan memagut bibir Gandasuli. Seketika Adrakhs mendengus kesal dan langsung mengajak Dewi hujan kembali ke kahyangan.
Gandasuli mendorong dada Chanan untuk bertanya, "Kenapa Mas tiba-tiba menciumku? Apa Mas sudah ingat semuanya?"
"Iya. Semua cara yang kamu pakai untuk mengembalikan ingatanku, sudah berhasil. Aku rasa masakan kamu yang sudah membuatku ingat kembali akan semuanya. Aku mencintaimu, Suli, My Snowy" Chanan menatap Gandasuli dengan tatapan penuh kerinduan dan cinta.
"Ah, syukurlah! Aku sangat merindukan dan sangat mencintaimu, Mas" Gandasuli memekik riang kemudian gadis cantik itu memagut bibir Chanan dengan penuh cinta.
Namun, Dewi hujan kembali selama beberapa detik untuk berbisik di telinga Gandasuli, "Kamu nggak akan berubah jadi kelinci lagi. Aku sudah ubah kamu jadi manusia seutuhnya. Salam Dewi hujan"
Gandasuli tersentak kaget dan langsung mendorong dada Chanan. "Ada apalagi? Kenapa akhir-akhir ini kamu hobi banget mendorong dadaku pas kita berciuman?"
"Mas! Aku udah nggak jadi kelinci lagi! Dewi hujan sudah merubahku menjadi manusia seutuhnya" Pekik Gandasuli dengan wajah cerah ceria.
Chanan tersenyum penuh arti, lalu dengan segera ia membopong Gandasuli dan berlari ke kamar sambil berkata, "Kalau begitu, ayo kita bikin anak sebanyak-banyaknya karena anak kita sudah bisa dipastikan bukan anak kelinci"
Gandasuli langsung menepuk dada Chanan dengan tersipu malu.
...❤️❤️❤️❤️❤️Tamat❤️❤️❤️❤️❤️...