My Snowy

My Snowy
Bahaya



Arabella berakhir remuk redam dan sambil merapikan kembali bajunya, wanita cantik mantan tunangannya Chanan itu berkata lirih, "Aku sudah memuaskan kamu, Mas. Tolong jangan celakai Chanan! Dia tidak bersalah apa-apa. Aku dan dia cuma teman sekarang ini dan kami tidak ada hubungan apa -apa"


Abram keluar dari dalam mobil sambil berteriak kesal, "Lupakan Chanan!" Blam! Abram kemudian menutup pintu mobil dengan kasar dan Arabella hanya bisa menangis terisak dan berdoa semoga Chanan selamat dan tidak kenapa-napa


Ratih kemudian berkata ke Dona, "Kita langsung pulang ke rumahku saja. Aku tidak ingin mengganggu Chanan dan menantu cantikku itu. Biarkan mereka bekerja keras membuatkan aku seorang cucu yang sangat cakep tanpa gangguan, hihihihi" Ratih kemudian terkikik bahagia dan Dona sang asisten pribadi sontak mengulum bibir menahan senyum melihat tingkah polos nyonya besarnya itu.


Gandasuli tersentak kaget saat ia melihat spion. Gadis cantik itu sontak menoleh ke belakang dan berkata, "Kak, kita sepetinya diikuti. Mobil Van hitam itu mengikuti kita dan aku baru menyadarinya sejak kita belok ke jalan ini"


"Iya. Kamu benar"


"Hah?! Kak Chan tahu dari tadi dan masih menyetir sesantai ini?" Gandasuli sontak mengerutkan keningnya.


Chanan menoleh sekilas ke istri cantiknya lalu berkata, "Itu karena aku masih memikirkan bagaimana caranya menyelamatkan kamu. Aku hanya memikirkan keselamatan kamu sedari tadi dan aku menyesal saat ini karena aku, membawa kamu pulang tanpa pengawalan. Aku sudah tahu kalau aku diikuti sejak belikan pertama kita tadi. Aku langsung menelepon Roy. Benda putih yang aku tempelkan di telingaku ini namanya headset nirkabel aku memulainya untuk menghubungi Roy, tapi Roy belum juga mengangkat teleponku" Sahut Chanan.


Gandasuli lalu menatap Chanan dari samping, "kalau begitu, Kak, Kakak percepat saja laju mobil ini! Lalu, belok ke tempat luas yang aman dan hentikan mobilnya di tempat itu nanti! Aku akan membuat alang-alang yang rimbun dan tinggi untuk menutupi mobil ini nanti"


Chanan menoleh sekilas ke Gandasuli kemudian berkata, "Ah! Iya, benar. Aku lupa kalau Istriku adalah Putri dari kerajaan bunga yang bisa sihir"


Chanan sontak memperdalam injakan kakinya di pedal gas mobil sport kesayangannya.


"Sial! Mereka sepertinya sengaja menggiring kita ke sini. Ini bahaya" Ucap Chanan dengan nada kesal bercampur panik.


Gandasuli menoleh ke Chanan dan bertanya, "Memangnya ini ke arah mana, Kak?"


"Dermaga" Sahut Chanan. "Siapa yang menyuruh mereka menggiring kita ke arah sini. Pastinya orang itu sangat mengenalku. Dia tahu kalau aku tidak bisa berenang"


"Hah?! Lalu, pas aku jatuh dari kahyangan kamu sedang apa di kolam renang? Semedi?" Gandasuli mendelik kaget lalu mengerutkan keningnya.


"Hahahahahaha. Iya, semedi. Aku semedi meminta bidadari turun dari kahyangan dan permintaanku dikabulkan, kan" Chanan menoel pucuk hidungnya Gandasuli.


"Aku serius nanya, kok, malah bercanda" Gandasuli sontak memonyongkan bibirnya dan bersedekap.


"Aku juga serius jawabnya, hahahahahaha!" Chanan tergelak geli.


"Jadi, kamu beneran semedi? Memangnya orang-orang di bumi kalau bersemedi itu di kolam renang, ya?"


"Hahahahahaha. Iya. Anggap saja begitu, hahahahahaha" Chanan kembali tergelak geli.


"Kalau begitu, kalau kamu tidak bisa berenang, cepat ngebut dan cari tempat untuk memarkir mobil ini. Aku akan langsung bikin rumput alang-alang yang tinggi dan rimbun untuk menyembunyikan kita" Sahut Gandasuli tak kalah paniknya.


Chanan akhirnya berhasil meloloskan mobilnya dari mobil Van hitam itu. dan langsung memarkirkan mobilnya di sebuah lapangan yang berada tidak jauh dari dermaga. Lapangan itu sepi dan jauh dari pemukiman warga.


Setelah Chanan mematikan mesin mobilnya, Gandasuli langsung membuka pintu mobil dan berkata ke Chanan, "Jangan ikut turun, Kak!" Setelah melompat dari dalam mobil, gadis cantik itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru lapangan itu, lalu ia membuat rumput alang-alang di sekeliling mobil sport milik suaminya. Lalu, Gandasuli kembali masuk ke dalam mobil.


Chanan menoleh ke Gandasuli sambil berkata, "Kamu hebat banget, Sayang! Aku harus memberimu hadiah" Chanan lalu menarik tengkuk Gandasuli dan langsung memagut bibir Gandasuli. Ia mengajak Gandasuli berciuman dan di saat ia merasakan Gandasuli ingin mengambil napas dan mulai gelagapan, Chanan menarik bibirnya dan langsung mengulas senyum di wajah tampannya.


Gandasuli sontak mendelik dan memukul pelan dada suaminya sambil berkata, "Ini lagi tegang, Mas. Bisa-bisanya Mas dengan santainya menciumku"


"Justru karena tegang, maka aku harus mencium kamu" Chanan memperlebar senyumannya.


Gandasuli kembali memukul pelan dada bidang suami tampannya dengan mendelik dan berkata, "Dasar mesum!"


"Hahahaha. Nggak papa, dong, mesum sama Istri sendiri"


Chanan kembali tergelak geli lalu pria tampan berprofesi dokter itu menoleh ke belakang dan berkata, "Kau hebat sekali, Sayang! Rumput bikinan kamu membuat kita aman. Roy juga sudah bisa aku hubungi dan dia sudah meluncur ke sini dengan anak buahku"


"Bagus lah" Sahut Gandasuli masih dengan kerucut di bibirnya dan Chanan kembali menunduk mengecup kerucut di bibir Gandasuli.


Gandasuli tersentak kaget dan sontak menoleh sambil mendaratkan pukulan ringan di bahu Chanan.


Chanan tergelak geli dan Gandasuli sontak menutup mulut suami tampannya itu dengan telapak tangan sambil mendelik, "Jangan tertawa terlalu keras! Kita sedang bersembunyi saat ini"


Chanan mengulum bibir dan menganggukkan kepalanya beberapa kali.


Gandasuli menarik telapak tangannya dari bibir Chanan dan Chanan langung menahan tangan itu, menariknya hingga Gandasuli jatuh ke dalam pelukannya. Lalu, pria tampan itu memeluk erat tubuh ramping istrinya sambil berkata, "Ternyata asyik juga berpelukan di balik rumput ilalang seperti ini. Membuat hati berdesir hebat dan jantung berdebar kencang. Bagaiman dengan kamu? Apa kamu juga merasakan hal yang sama?"


Gandasuli langsung menyusupkan wajah merah malunya di dada Chanan lalu ia menggoyang-goyangkan kepalanya di sana.


Chanan sontak menggeram, "Suli, jangan gerak-gerak terus seperti ini. Kalau kamu tidak berhenti bergerak-gerak seperti ini, maka aku tidak peduli lagi dengan situasi dan kondisi kita saat ini. Aku akan memakan kamu saat ini juga"


Gandasuli langsung membeku dan mematung. Chanan sontak menunduk, mengulum bibir menahan geli, lalu ia menghujani pucuk kepala istri cantiknya itu dengan ciuman.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan di kaca jendela.


Chanan tersentak kaget dan langsung melepaskan pelukannya untuk menoleh ke belakang.


Gandasuli dan Chanan seketika menghela napas lega saat mereka melihat wajah Roy menempel di kaca jendela mobil sportnya Chanan.


Chanan lalu membuka pelan pintu mobil dan saat Roy melangkah mundur, Chanan melompat turun sambil berkata, "Gimana keadaan di luar?"


"Anak buah kita mencoba mengecoh mobil Van itu, Tuan, jadi lebih baik kita segera pergi dari sini"


"Siapa yang menyuruh mereka membuntuti aku dan sepetinya mereka ingin mencelakai aku"


"Itu benar, Tuan. Jadi, mari kita pergi agar bisa bebas dari bahaya, Tuan. Mereka tidak akan menyerah sepertinya" Sahut Roy dengan wajah panik.


Gandasuli yang masuk duduk di dalam mobil ikut panik mendengar kata bahaya meluncur lirih dari mulut Roy.


Chanan sontak mengetikan kening. Lalu, pria tampan itu berkata, "Baiklah! Bawalah Istriku ke mobil kamu dan antar Snowy pulang!"


Roy sontak mengerutkan keningnya, "Lalu, Anda?"


"Aku akan mengecoh mereka. Aku akan tenang dan akan baik-baik saja kalau Snowy kamu antar pulang dan......"


Gandasuli langsung melompat turun dari mobil dan berlari mengitari mobil sport kesayangan suaminya sambil berteriak, "Nggak! Aku nggak mau meninggalkan kamu sendirian di sini?"


"Pulang atau aku tidak akan memperbaiki kalung kamu" Chanan menoleh tajam ke Gandasuli.


Roy berkata, "Mari, Nyonya muda"


Gandasuli terus menoleh ke Chanan dan terpaksa mengekor langkahnya Roy.


Chanan kemudian masuk kembali ke dalam mobilnya dan bergumam, "Aku akan menghadapi bahaya ini sendirian dan aku sakan berusaha untuk selamat demi Suli. Sekarang aku tidak hidup sendiri. Aku sudah punya Istri dan harus berjuang untuk tetap hidup demi Suli"