My Snowy

My Snowy
Kenapa?



Chanan terkejut bukan main saat ia melihat di teras samping ruang kerjanya, semua sangkar burung kosong. Maka dengan segera ia berlari ke ruang CCTV untuk mencari tahu siapa yang sudah berani membuat semua burung mahal koleksi almarhum papanya kabur.


Beberapa menit Kemudian, Chanan tertegun di depan layar CCTV. Chanan sendirian di ruang CCTV karena petugas jaganya belum datang sepagi itu dan pria tampan itu memajukan wajahnya ke layar TV saat ia melihat gadis cantik itu menghilang dan dari tumpukan baju muncul seekor kelinci putih. "Gadis tadi sama persis dengan wajah gadis yang berfoto denganku di buku nikah. Tapi, kenapa dia tiba-tiba menghilang dan muncul kelinci putih itu? Keanehan apa ini?"


Chanan lalu menghapus semua rekaman CCTV agar tidak menimbulkan kehebohan jika ada yang melihat rekaman itu. Lalu, pria tampan itu melangkah kembali ke ruang kerjanya dengan wajah penuh tanda tanya.


Sementara itu di kahyangan,


"Salam Ayah. Saya adalah........."


Ayahnya Gandasuli tersenyum lebar dan berkata, "Saya tahu. Anda adalah dewa petir Adrakhs dan........"


"Dan saya sudah suaminya Suli. Salam Ayah mertua" Dewa petir Adrakhs langsung memeluk raja bunga dengan perasaan bahagia.


Ibu tirinya Gandasuli sontak bangkit berdiri dengan wajah panik saat ia mendengar Gandasuli sudah menjadi istrinya dewa petir Adrakhs.


Raja bunga sontak mendorong kedua bahu dewa petir untuk bertanya dengan wajah tidak percaya, "Su.....suami? Ka.....kalian adalah?" Raja bunga menoleh ke Gandasuli dan saat Gandasuli mengangguk pelan, raja bunga memeluk dewa petir dan dengan tawa bangga sekaligus bahagia, raja naif dan berhati lembut itu kemudian berkata, "Terima kasih sudah menolong Suli, menikahi Suli, dan membawa Suli kembali ke sini"


Adrakhs menarik diri dari pelukan raja bunga untuk berkata, "Saya ke sini juga untuk memberikan fakta mengerikan kepada Anda. Maafkan saya kalau saya harus mengatakan semuanya dengan bukti-bukti yang saya miliki"


Dewa Adrakhs kemudian mengangkat kedua tangannya ke ibu tirinya Gandasuli untuk mengurung ibu tirinya Gandasuli dengan kerangkeng petir agar penyihir itu tidak melarikan diri di saat ia menampilkan bukti-bukti kejahatan wanita iblis itu , lalu ia menyibakkan jubahnya untuk menampilkan semua kejahatan ibu tirinya Gandasuli lewat awan kejujuran yang ia tampilkan di depan raja bunga.


Setelah awan kejujuran menampilkan semua kejahatan ibu tirinya Gandasuli, awan kejujuran itu lenyap dari hadapan raja bunga dan raja yang naik dan berhati lembut itu berbalik badan dengan cepat untuk menghunus tatapan tajam ke istrinya sekaligus berteriak, "Tega benar kau menipuku selama ini, hah?! Aku akan........Aaaaaaaa!!!!!!!"


Sebuah pedang tajam mengenai dada kiri raja bunga dan raja bunga itu langsung jatuh terjengkang ke belakang di dalam pelukannya Gandasuli. Gandasuli sontak berteriak, "Ayaaahhhh!!!!!! Jangan tinggalkan aku!!!!!!"


"Kau!!!!! Berani benar kau melukai ayah mertuaku dan muncul di depanku, Akamu!!!!!" Adrakhs melotot tajam ke Akamu sembari mengeluarkan pedang petirnya.


Raja Akamu menyeringai di depan Adrakhs dan berkata, "Aku akan mengambil alih istana bunga dan memimpin istana bunga ini bersama dengan kekasih dan anak Perempuanku"


"Kau!!!!!!! Kau selingkuh dariku selama ini ternyata" Raja bunga masih bisa berteriak dan melotot ke istrinya.


"Aku memang tidak pernah mencintaimu dasar bodoh!" Teriak ibu tirinya Gandasuli dari balik kerangkeng petir.


Gandasuli yang sudah berderai air mata, semakin histeris menangis saat ia melihat ayahnya terkulai lemas di dalam pelukannya lalu raja bunga menghembuskan napas terakhirnya. Gandasuli langsung berteriak, "Tidaakkkkkkk!!!!! Ayaaahhhhh!!!!!!" Gandasuli yang masih hilang ingatan bisa merasakan kalau pria paruh baya yang dia peluk adalah ayahnya. Ayah yang sangat mencintai dan sangat ia cintai.


Melihat Gandasuli berderai air mata dan melihat ayah mertuanya telah wafat, Adrakhs langsung mengamuk dan hanya dalam waktu sepuluh menit saja, dia membuat ibu tirinya Gandasuli dan raja iblis gosong dan mati. Putri kandung raja iblis bersama dengan ibu tirinya Gandasuli yang melihat dan mendengar semuanya, langsung kabur ke bumi dengan membawa beberapa emas yang bisa ia bawa.


Dua tahun kemudian.......


Gandasuli sudah bertahta di kerajaan bunga menggantikan ayahandanya dan dewa petir Adrakhs mengalah. Dewa petir Adrakhs tinggal di istana bunga demi untuk menemani istri tercintanya.


Dewa petir Adrakhs hidup bahagia bersama istrinya dan tetap mencintai istrinya meskipun istrinya tidak mau lagi diajak bercinta sejak malam pernikahan mereka.


Seperti di malam ini, saat Adrakhs memeluk Gandasuli dari arah belakang, lalu menciumi leher istri cantiknya itu, Gandasuli berputar badan, menghadap suaminya untuk berkata, "Maafkan saya, Dewa. Saya masih belum bisa. Saya masih belum bisa melakukannya dengan pria yang belum saya ingat dengan benar"


"Tapi, sampai kapan Suli? Kamu adalah Istriku. Kita sudah menikah selama dua tahun dan kamu selalu menolakku"


"Maafkan saya. Saya benar-benar belum bisa melakukannya kalau saya belum ingat semuanya" Gandasuli menatap kedua bola mata dewa Adrakhs dengan sorot mata sedih.


Adrakhs kemudian mencium kening Gandasuli, memeluk erat tubuh ramping istri cantiknya itu kemudian berkata, "Baiklah. Aku akan selalu menunggumu, Sayang. Aku tidak akan memaksa kamu"


Sementara itu Chanan masih terus memikirkan gadis cantik yang sudah membuat semua burung mahal koleksi almarhum Papanya kabur dan dia terus mencari keberadaan gadis cantik itu karena gadis cantik itu adalah gadis yang sama dengan gadis yang berfoto dengan dirinya di buku nikah. "Kenapa aku tidak bisa menemukan Istriku selama dua tahun ini? Aku sudah kerahkan semua anak buah dan koneksiku yang sangat luas dengan. menghasilkan biaya yang tidak sedikit, tapi kenapa aku belum bisa menemukannya? Kenapa Istriku pergi dariku? Kenapa dia bersembunyi dariku dan memilih persembunyian yang sangat rapat sampai aku tidak bisa menemukannya? Kenapa?"


Gandasuli kemudian mencium pipi suami tampannya, melepaskan diri dari pelukan suaminya sambil berkata, "Saya mau mandi dulu, Dewa"


Adrakhs dengan sangat terpaksa melepas Gandasuli dan menyahut, "Hmm. Mandilah! Aku tunggu kamu di meja makan"


Gandasuli tersenyum dan mengangguk pelan.


Di dalam kamar mandi, Gandasuli menangis dan bergumam, "Maafkan aku suamiku. Aku benar-benar tidak bisa memberikan diri dan hatiku untukmu. Entah kenapa tapi hatiku terus berbisik kalau ada orang lain yang sangat aku cintai. Tapi, siapa itu aku nggak ingat. Kenapa aku nggak ingat sama orang itu? Kenapa? Hiks, hiks,hiks. Kalau aku mencintainya seharusnya aku akan terus mengingatnya, tapi kenapa aku bisa lupakan dia?"


Sementara itu, Adrakhs termenung di meja makan dan berkata di dalam hatinya, kalau aku kembalikan semua ingatan Suli, apa Suli bisa mencintaiku dan menyerahkan diri juga hatinya sepenuhnya untukku? Tapi, bagiamana kalau dia justru kabur dan mencari pria bumi itu?