My Snowy

My Snowy
Raja Petir Melesat ke Bumi



"Sial! Kenapa aku tidak bisa memejamkan mata malam ini? Apa yang akan terjadi? Kenapa hatiku risau banget?" Gumam Leo sambil berjalan mondar-mandir di depan ranjangnya. "Semoga Suli baik-baik saja. Kalau Suli kenapa-kenapa aku tidak terima. Suli adalah sahabat terbaikku setelah Chanan. Aku nggak mau kalau sampai Suki kenapa-kenapa" Leo kemudian menyugar kasar rambutnya dengan perasaan gelisah.


Ratih merasakan hal yang sama. "Kenapa aku tidak bisa tidur malam ini? Apa yang akan terjadi? Semoga Snowy nggak kenapa-kenapa" Gumam Ratih setelah ia berdoa, ia mengelus dadanya dan kembali bergumam, "Semoga menantu cantikku besok membuka mata dan tersenyum cantik lagi, amin"


Chanan pun merasakan hal yang sama. Pria tampan itu sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Beberapa kali ia turun dari ranjang untuk menghirup udara bebas di balkon. Dia merasakan dadanya sesak dan hatinya gelisah.


Chanan kemudian kembali baik ke ranjang dan memeluk istrinya. Dia menciumi kening Gandasuli cukup lama dan bergumam di sana, "Aku harap kegelisahanku ini hanya kegelisahan nggak penting. Kamu akan baik-baik saja. Kamu akan bangun esok hari dan tersenyum padaku lagi dengan wajah ceria dan cantikmu" Chanan lalu menciumi tangan Gandasuli tang tidak terpasang infus dan beberapa kali menghela napas panjang untuk mengusir kegelisahan yang masih saja ada menyiksa hatinya.


Ratu Zahwa berakhir tidur di dalam dekapan raja Akamu. Kedua kekasih gelap itu tersenyum bahagia di atas penderitaan orang lain yang sudah mereka berdua celakai.


Raja Jahanara kemudian berbalik badan dengan helaan kerinduan yang ia rasakan untuk wanita tercintanya yang sudah berada di Sorga dan helaan kerinduan untuk putri tunggal tercinta yang masih ada di luar sana entah di mana.


Sesampainya di kamar, raja Jahanara mengerutkan alisnya. Dia tidak menemukan ratu Zahwa di kamar. "Zahwa ke mana? Aku sudah berkeliling istana ratu, tapi ia tidak ada di mana pun. Ke mana dia? Tidak biasanya ia keluar selarut ini. Apa sebenarnya yang ia lakukan sampai selarut ini?"


Raja Jahanara kemudian melepas baju hangatnya yang terbuat dari bulu angsa. Kemudian raja yang naif itu merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


Keesokan harinya dia dibangunkan dengan wangi yang sangat familier. Raja Jahanara membuka mata dengan perlahan dan dia langsung melihat istri cantiknya duduk di tepi ranjang dan tengah tersenyum padanya


"Ke mana saja kamu semalam?" Raja Jahanara bertanya sambil bangun lalu duduk di tepi ranjang.


"A.......aku, emm, aku memetik Edible Flowers karena aku ingin membuat teh kesukaan kamu. Ini teh yang dicampur Edible Flowers. Minumlah!"


Raja Jahanara menerima cangkir teh dan menyesap teh itu sambil bergumam, dia berbohong. Baru kali ini aku menemukan dia berbohong. Aku akan diam dulu saja. Aku akan biarkan dan lihat apakah dia akan berbohong lagi nanti.


Syukurlah dia tidak menaruh curiga padaku. Dasar bodoh! Dia pria yang naif dan bodoh. Aku menikahimu karena ingin memiliki kerajaan kamu dan menguasai kahyangan. Cinta, cih! Aku nggak mungkin mencintai pria tua dan bodoh kayak kamu Batin Zahwa dengan seringai tipis.


Chanan dibangunkan suara seorang perawat tepat jam lima pagi.


Chanan menegakkan badan dan bersandar di ranjang lalu bertanya, "Ada apa?"


"Maaf membangunkan Anda, Dok. Istri Anda waktunya dimandikan. Saya akan memandikan Putri tidur yang sangat cantik ini, Dok. Anda bisa bangun dulu?"


Wah! Aku nggak nyangka setelah lepas dari model Arabella, Dokter Chan malah menikah dengan gadis yang masih sangat muda dan jauh lebih cantik dari Arabella, Batin suster tersebut.


"Tinggalkan saja semuanya di meja itu! Aku yang akan memandikan Istriku" Sahut Chanan.


"Baik, Dok" Sahut perawat tersebut. Kemudian perawat itu keluar dari kamar rawat inap VVIP dengan bergumam di dalam hatinya, wah! Dokter Chan ternyata romantis juga dan dia sangat mencintai Istrinya. Wah! Jomblowati di luar sana, silakan merintih perih karena Dokter Chan yang tampan sudah memiliki Istri yang sangat cantik dan Dokter Chan sangat mencintai Istrinya, hihihihi.


Chanan memandikan istri cantiknya dengan. penuh kelembutan dan mengajak istrinya mengobrol, "Sayang, kau tahu kalau kau sangat cantik tidur begini ini. Tapi, kau jauh lebih cantik pas marah, pas kesal, dan pas kamu melotot berdebat denganku. Kau jauh lebih cantik kalau kamu tertawa lepas dan merona malu. Aku merindukan semua itu, Sayang. Sangat merindukan semua itu. Kau tahu, beberapa jam saja kau tidur serasa berabad-abad bagiku"


Setelah mengoleskan bedak dan minyak kayu putih di sekujur tubuh istri cantiknya, Chanan memakaikan dress hijau dengan motif melati putih. Chanan memasangkan kancing baju paling atas sambil berkata, "Kau suka warna hijau, kan? Maka bangunlah dan lihatlah dirimu sendiri di cermin, Sayang. Kamu cantik banget pakai dress hijau ini"


Chanan lalu menegakkan badannya untuk menatap Gandasuli dan pria tampan itu langsung menghela napas panjang saat ia belum melihat Gandasuli membuka mata.


Seorang perawat tergopoh-gopoh masuk ke dalam kamar dan langsung bertanya, "Ada apa, Dok?"


"Bawa keluar semua peralatan mandi! Aku sudah selesai memandikan Istri cantikku" Sahut Chanan.


"Iya, Dok. Baiklah" Sahut perawat itu.


Sepeninggalnya perawat itu, seorang dokter dan asistennya masuk ke kamar dan Chanan langsung berkata, "Kenapa wajah kamu aneh? Katakan langsung ada apa dengan Istriku!"


Dokter dengan nametag Pramono itu, menghela napas panjang dan berkata, "Saya tidak menyangka kalau kondisi Istri Anda sangat parah, Dok"


"Katakan saja ada apa? Jangan bertele-tele seperti ini! Sial! Chanan mulai gusar dan pria tampan itu berkali-kali menyugar kasar rambut lurusnya.


"Kamu sudah memompa habis air laut yang masuk ke dala. paru-parunya, tapi ternyata ada luka dalam dan........."


"Apa intinya? Katakan cepat!"


"Istri Anda harus dioperasi sekarang juga. Tapi, kemungkinan berhasil sangat kecil. Istri Anda..........."


"Keluar! Jangan lanjutkan! Keluar!" Chanan berteriak dengan tetesan air mata.


"Tapi, Istri Anda harus segera dioperasi, Dok"


"Keluar!!!!!!!" Chanan berteriak semakin keras dan melotot ke dokter tersebut.


Dokter dan asistennya bergegas keluar dan membiarkan Chanan menenangkan diri sejenak.


"Bagaiman burung gagak hitam? Dia parah atau bagaimana?" Tanya dewa petir Adrakhs ke tabib kepercayaannya.


"Burung gagak hitam hanya mengalami luka memar di sekujur tubuhnya. Kondisinya baik-baik saja pagi ini dan sudah stabil" Sahut tabib tersebut.


"Bagus kalau begitu.Oantau terus kondisi kesehatan gagak hitam itu"


"Baik, Dewa" Sahut tabib tersebut.


"Oke. Pergilah! Aku akan turun ke bumi sebentar untuk menjemput calon istriku"


"Baik, Dewa" Sahut tabib tersebut.


Setelah bertukar baju ala orang bumi, dewa petir terbang turun ke bumi dengan cepat.