My Snowy

My Snowy
Kembali ke Kahyangan



Raja Akamu masih terus mencoba melacak keberadaan putri Gandasuli lewat cermin ajaibnya. Namun, tetap saja gagal. Dia tidak bisa melawan kehebatannya Dewa Petir Adrakhs.


Chanan lalu mengusap pipi Gandasuli, mencium pipi putih seperti salju itu, dan sambil menciumi Gandasuli, pria tampan berprofesi dokter bedah itu bergumam, "Aku akan bawa kamu ke Singapura. Iya, aku akan bawa kamu berobat di sana dan.........."


Chanan terkesiap kaget saat ia melihat ada cahaya kuning cerah mengelilingi tubuh Gandasuli dan pria tampan itu seketika tertegun saat ia melihat Gandasuli yang masih belum sadar dari tidur cantiknya, mendadak lenyap dari pandangannya.


Chanan langsung menyibak selimut dan dia terkejut melihat Gandasuli tiba-tiba berubah wujud menjadi seekor kelinci putih. Pria tampan itu kemudian metegjuh kelinci putih itu ke dalam pelukannya dan sambil menangis sesenggukan ia mengelus lembut kepala kelinci putih itu lalu bergumam lirih, "My Snowy, kau kenapa? Kenapa kau belum juga membuka kedua mata cantik kamu dan tersenyum manis padaku, tapi kau malah berubah wujud menjadi kelinci lagi? Apa aku harus menghubungi Leo. Leo, kan, dokter hewan. Siapa tahu dia bisa menyembuhkan Suli dalam wujud Snowy kayak gini"


Chanan mendekap kelinci putih yang merupakan perubahan wujud dari istri tercintanya, lalu ia menelepon Leo. Namun, tiba-tiba terdengar suara petir dan seketika Chanan menjatuhkan telepon genggamnya.


"Kau apakan Gandasuli?!" Suara menggelar keluar dari mulut seorang pria yang berdiri gagah di depan Chanan dengan outfit ala penyanyi rock Tempoe Doeloe.


Chanan mendekap erat Snowy, lalu ia menautkan alisnya dan bertanya, "Di sini rumah sakit. Kalau mau nge-rock bukan di sini tempatnya" Chanan mengulum bibir menahan tawa sambil memindai penampilan nyentrik pria tampan di depannya.


Pria dengan penampilan nyentrik ala penyanyi rock Tempoe Doeloe itu melotot ke Chanan dan langsung menyemburkan, "Serahkan Suli! Aku bisa rasakan kalau energi spiritualnya sudah hilang dan untuk bisa kembali menjadi manusia lagi, dia harus kembali ke kahyangan dan bersemedi lagi"


"Nggak! Temanku akan datang dan menyembuhkan Suli"


"Menyembuhkan Suli? Memangnya Putri Gandasuli kenapa? Katakan cepat!" Adrakhs bertanya dengan wajah panik.


"Suli menolongku waktu aku tenggelam di........."


"Kau!!!!!! Kenapa kau lancang membuat Putri Gandasuli celaka, hah?!" Adrakhs melotot ke Chanan.


"Halo?! Halo?! Chan! Kamu ngobrol dengan siapa, hah?! Kau nelpon aku,kok, malah ngobrol sama orang lain?! Halooooo, Chan!!!!!!" Leo berteriak dari seberang sana. Tanpa Chanan sadari, telepon genggamnya sudah tersambung dengan telepon genggamnya Leo saat telpon genggamnya terjatuh di atas lantai.


Saat tidak ada sahutan dari Chanan, Leo langsung cabut keluar dari rumahnya dan langsung melesat masuk ke dalam mobil. Leo, langsung meluncur ke rumah sakit dan terus berdoa semoga Chanan dan Gandasuli baik-baik saja. "Tunggu aku, Chan!" Ucap Leo sambil menekan lebih dalam pedal gas mobil sedan tuanya.


"Sebelum ke rumah sakit, kita mampir ke toko roti dulu, Don. Kata Chan, Snowy suka banget sama puding dan salah buah" Sahut Ratih.


"Baik, Nyonya besar" Sahut Dona.


Chanan menghela napas panjang untuk menepis kesedihannya, lalu ia berkata, "Suli menolongku tanpa aku memintanya. Yeeaaahhh! Aku juga patut disalahkan karena aku yang telah membuat Suli.........."


"Kau berani memanggil Putri Gandasuli dengan Suli saja? Kau siapa?! Lancang benar mulut kamu!" Adrakhs kembali melotot ke Chanan.


"Aku suaminya. Lalu, kau siapa, hah?! Kenapa kau lancang sekali ingin membawa pulang Suli ke kahyangan?" Chanan mendekap erat Snowy dengan kepemilikan mutlak.


"Su......suami?" Adrakhs terhenyak kaget dan mundur selangkah ke belakang.


"Iya! Aku dan Snowy sudah menikah sah.


"Snowy?" Adrakhs sontak mengerutkan keningnya.


"Tapi, di pergelangan tangan bagian dalam Putri tidak ada tanda merahnya, kan? Kalau tidak ada tanda merahnya, maka pernikahan kalian tidak sah. Putri Gandasuli hanya akan memiliki pernikahan yang sah jika ia menikah di kahyangan. Kalau di bumi, pernikahannya tidak sah" Adrakhs menaikkan sudut bibir sebelah kanan.


"Sah! Tentu saja sah! Ada buku nikahnya!" Chanan berteriak kesal.


Karena kesal melihat sikap ngeyel pria yang ada di depannya, Adrakhs langsung mengangkat tangannya dan menunjuk bed. Seketika terdengar bunyi geledek dan bed rumah sakit telah berubah menjadi abu.


Chanan terlonjak kaget dan sontak melangkah mundur beberapa langkah sampai punggungnya membentur nakas. Chanan lalu bertanya, "A.......apa kau dewa petir Adrakhs?"


Dewa petir Adrakhs menyeringai dan berucap, "Akhirnya kau tahu. Maka serahkan Putri Gandasuli. Biarkan aku membawanya ke kahyangan dan........"


"Pppffttt! Aku membayangkan dewa petir itu gagah, pakai jubah hitam dan mirip sama tokoh Marvel si Thor. Tapi, kenapa kau muncul dengan celana panjang ketat, kaos polos ketat tak berlengan dan jaket hitam tanpa lengan pula. Kau tahu, baju kamu lucu banget, pfftttt!" Chanan mengulum bibir menahan tawa.


Zzzzrrrrrrttttttt!!!!!! Adrakhs menembakan ujung jarinya ke bangku yang ada di samping bed. Chanan sontak melompat ke samping saat ia melihat bangku tersebut gosong.


"Masih berani kau menghina penampilanku, hah?!" Adrakhs melotot ke Chanan.


Chanan menggelengkan kepalanya dengan cepat dan dokter bedah itu mulai bergidik ngeri saat ia melihat kehebatan Dewa petir Adrakhs. Pria tampan berprofesi dokter bedah itu seketika mematung di tempat ia berdiri.


"Serahkan Putri Gandasuli atau aku akan memaksa kamu menyerahkannya? Putri semakin lemah dan hanya aku yang bisa memulihkannya" Adrakhs berucap dengan wajah tegas dan dingin.


"Ta.....tapi kalau kamu membawanya ke kahyangan bagaimana denganku?" Chanan berucap sambil mencium pucuk kepala kelinci putih yang masih ia dekap erat.


"Aku nggak ada urusan dengan kamu? Aku juga nggak kenal denganmu. Untuk apa aku memikirkan kamu, hah?!" Dewa petir mendelik ke Chanan


"Tapi aku suaminya Suli! Dosa besar kalau kamu sampai memisahkan kami. Suami Istri tidak boleh dipisahkan" Chanan mendelik ke Adrakhs.


"Baiklah. Karena kamu ngeyel dan nggak mau menyerahkan Putri secara baik-baik, maka aku terpaksa memakai kekerasan" Adrakhs mendelik ke Chanan.


"Aku akui aku takut sama petir. Tapi, demi melindungi Istriku, aku akan lakukan apapun dan..........arrrrghhhhhhhh!!!!!" Tiba-tiba Chanan berteriak kencang dan jatuh tergelak pingsan di atas lantai.


Adrakhs lalu merengkuh Gandasuli ke dalam pelukannya. Lalu, ia menebarkan cahaya kuning ke seluruh kota J dan cahaya kuning itu sontak menghilangkan memori tentang keberadaan Gandasuli di bumi.


Seketika itu juga, Chanan, Ratih, Leo, Roy, dosennya Gandasuli, dan seluruh dokter maupun perawat di rumah sakit milik Grup Rahardian, lupa akan Gandasuli.


Adrakhs kemudian terbang melesat kembali kekahyangan dengan memeluk erat kelinci putih perwujudan dari putri Gandasuli. Adrakhs mengabaikan Chanan yang masih tergeletak di lantai rumah sakit.


Sementara itu, berat Edible Flowers yang dia makan semalam, membuat raja bunga mulai mewaspadai ratu Zahwa. Dia mulai membuang minuman yang Zahwa berikan ke pot bunga dan setelah seharian tidak mengonsumsi minuman yang diberikan oleh Zahwa, raja bunga mulai bisa berpikir jernih, tenaganya pun menjadi pulih, dan dia tidak ketiduran lagi di jam-jam kerja.


Adrakhs langsung membawa Gandasuli ke dalam kamar pribadinya dan memberikan Gandasuli energi spiritualnya.


Pelayan pribadinya Adrakhs langsung merengut dan bergumam, "Lihat saja! Aku akan bikin kelinci putih itu tidak kerasan tinggal di sini"