My Snowy

My Snowy
Penuh Tanda Tanya



Chanan tanpa sengaja menemukan sebuah kalung yang unik. "Kalung apa ini? Apa ini kalung kelinci putih itu?" Pria tampan itu kemudian memencet tombol di tengah liontin dan seketika hati Gandasuli yang berada di kahyangan bergetar hebat.


Gandasuli sontak berteriak, "Aaaaaaaa!!!!!!" Dan ada sinar keemasan mengelilingi tubuhnya.


Dewa Adrakhs yang duduk di depan Gandasuli terkejut dan bangkit berdiri dan berlari mendekati istrinya. Namun, di saat dewa Adrakhs ingin memeluk istrinya, tubuh Gandasuli lenyap di depan matanya.


"Tidaaaakkkkk!!!!!! Suli jangan tinggalkan aku!!!!!!" Dewa Adrakhs berteriak histeris dan jatuh bersimpuh di atas lantai keramik istana bunga.


Gandasuli terbang di lorong gelap dan di dalam lorong gelap itu, ia melihat gambaran kehidupannya sejak ia pertama kali bertemu dengan Chanan hingga ia dibawa ke kahyangan oleh dewa Adrakhs.


Beberapa menit kemudian Gandasuli terjatuh di atas rumput dengan cukup keras sehingga ia mengaduh dan setelah ia bangkit berdiri ia mengelus-elus pantatnya.


Putri bunga yang masih mengenakan setelan baju ratu bunga dan mahkota masih bertengger di kepalanya, berkacak pinggang dan mengedarkan pandangannya, "I.....ini ....aku ingat ini di mana. Ini teras yang ada di samping ruang kerjanya Mas Chanan. Di mana dia sekarang ini? Apa dia ada di kantornya?" Gandasuli langsung berlari menuju ke pintu masuk dan saat ia membuka pintu itu, kedua bola mata indahnya yang dibingkai kelopak mata berbulu lentik bertabrakan dengan kedua bola mata hitam pekatnya Chanan yang dingin.


"Ka.....kamu?" Chanan sontak bangkit berdiri dari kursi kerja berodanya.


Gandasuli tersenyum lebar lalu melambaikan kedua tangannya dengan dan dengan penuh semangat ia berkata, "Hai! Kita bertemu lagi. Aku sangat merindukanmu dan ............" Blub! Gandasuli berubah menjadi seekor kelinci.


Chanan terkejut melihat gadis cantik di depannya tiba-tiba menghilang dan yang ada di depannya hanyalah tumpukan baju dan bunyi mahkota emas yang terjatuh di atas lantai.


Gandasuli merangkak cepat dari tunjukan baju dan melompat, lalu berdiri di depan Chanan dengan kedua kaki depan terangkat.


Chanan sontak menarik lebar rahang bawahnya dan mengangkat kedua alisnya.


Sementara itu, dewa Adrakhs yang hendak bangkit berdiri, tiba-tiba merasa pusing dan dewa nomer satu di kahyangan itu, yang gagah perkasa dan tidak terkalahkan, jatuh pingsan.


Chanan kemudian melangkah pelan mendekati kelinci putih itu. Lalu, ia berjongkok dan memasangkan kalung yang sedari tadi ia pegang.


"Pas banget. Jadi, kalung ini milik kamu" Chanan menatap kedua bola mata kelinci putih itu.


"Iya. Ini kalungku. Akhirnya kamu berhasil memperbaiki kakungku. Apa kamu mencet tombol yang ada di tengah liontin ini?" Tanya kelinci putih itu.


"Iya" Sahut Chanan masih dengan wajah yang penuh tanda tanya.


"Terima kasih. Berkat kamu aku bisa mengingat semuanya dan berkat kamu, aku bisa kembali lagi di sini. Aku sangat merindukanmu, Mas" Kelinci putih itu kemudian melompat dan Chanan relfeks memeluk kelinci putih itu.


Gila! Kenapa aku bisa menikah dengan seekor kelinci? Batin Chanan sambil menatap lekat kedua bola mata kelinci putih itu.


"Kenapa Mas diam saja? Apa Mas tidak merindukan aku? Aku Istri kamu. Apa Mas juga hilang ingatan selama ini? Sama seperti aku?" Tanya kelinci putih itu.


Chanan melangkah sambil memeluk kelinci putih itu dalam diam. Beberapa menit kemudian, Chanan meletakkan kelinci putih itu di dalam mobil dan langsung melajukan mobil tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Apa benar dia hilang ingatan? Apa benar aku hilang ingatan? Tapi, kalau aku hilang ingatan, kenapa Mama, Leo, dan orang-orang di sekitarku juga hilang ingatan? Aku nggak boleh percaya begitu saja dengan kelinci putih ini. Aku akan mengujinya dulu. Cih! Enak saja dia tiba-tiba muncul di depanku dan berkata aku merindukanmu dan seenaknya dia memanggilku, Mas, cih! Dia sudah membuatku kehabisan banyak uang dan hampir gila mencarinya selama ini. Maka aku akan mengujinya dulu. Batin Chanan.