My Sisters & Me

My Sisters & Me
ch 9 i love me



kampus j


pagi ini mata kuliah Bahasa Inggris.


Rifana sudah sampai di kampus pukul 07:30 , sedangkan kuliah di mulai pukul 08:00


Rifana ada janji untuk mengerjakan tugas kelompok nya di kampus saja bersama teman-temannya,biar adil.


soal nya tiap mengerjkan di rumah salah seorang anak yang lain, pasti ada saja anggota yang tidak berpartisipasi,tapi tetap mendapatkan nilai yang sama. hal ini tentu saja memancing kecemburuan sosial.


sehingga untuk tugas kelompok hari ini di kerjakan secara bersama-sama dengan seluruh anggota ikutan menyumbangkan ide pikiran nya terhadap kelompok masing-masing.


semua berfikir dan semua mendapat nilai,itu baru adil namanya.


kira-kira jam 07:55 tugas kuliah yang di kerjakan secara kelompok selesai.


Rifana mengistirahatkan otak nya dengan membaca novel di kelas.


5 menit sudah berlalu,dosen bahasa Inggris selalu tepat waktu.


pukul 08:05 dosen sudah ada di dalam kelas.


'good morning class!"sapa dosen bahasa Inggris.


"good morning sir!" jawab seluruh kelas serempak


bla bla bla...


dosen menjelaskan materi nya untuk hari ini.


15 menit sebelum kelas berakhir dosen itu bertanya pada mahasiswa tentang kalimat *i love you* yang sering di ucapkan oleh setiap orang yang sedang jatuh cinta.


"apakah menurut kalian kalimat itu benar benar bermakna bahwa *aku cinta kamu* ?" pertanyaan di ajukan pada seluruh kelas.


si Ronny nyeletuk dari meja belakang.


" ya iyalah pak,masak i love you artinya Anda sedang gila?"


grrrrrr.... teman teman sekelas tertawa mendengar jawaban asal dari Ronny.


" eeh, siapa namamu?" tanya dosen.


"Ronny paaaak....!" serempak sekelas menjawab.


"Ronny ya....?"tanya dosen tersebut.


"saya pak,benar itu nama saya, Raden Ronny Setiawan!" jawab Ronny.


"Ok, sekarang jawab pertanyaan saya,apa kamu punya pacar?" tanya dosen.


"tidak pak,...!" jawab nya pasti.


"jones pak!" celetuk Hasan.


"apa itu jones?" tanya dosen bingung.


"Jomblo ngenes!" jawab satu kelas serempak.


kelas langsung gaduh, terdengar suara berisik mahasiswa yang lain.


"sudah,diam semuanya!" teriak dosen menenangkan kelas.


Rifana malah asik membaca novel yang diletakkan di pahanya.


dia tidak terpengaruh suara berisik temannya.


tiba-tiba dosen sudah ada di belakangnya.


"apa kamu punya pacar?" tanya dosen mengejutkan Rifana yang sedang asyik membaca novel nya.


padahal suara dosen itu tidak terlalu keras, namun karena tidak fokus, Rifana sangat terkejut, sehingga novel yang sedang di bacanya terjatuh.


"tidak pak,saya jopi!" jawab Rifana asal-asalan.


"maksudmu apa?" tanya dosen tersebut penasaran.


"saya tidak punya pacar tapi happy,jopi pak, jomblo happy!"


jawab Rifana lagi.


dosen itu tersenyum mendengar jawaban Rifana.


kembali dosen itu berjalan ke depan kelas.


kesempatan itu Rifana gunakan untuk mengambil novelnya yang tadi terjatuh.


"sebetulnya, Setiap dari kalian mengatakan kalimat " i love you "


terhadap pasangannya, kalian sedang berbohong!" kata dosen itu tegas.


"knapa saya bilang sedang berbohong?"dosen itu kembali bertanya dan seluruh kelas diam menunggu jawaban.


"sebetulnya yang kalian cintai itu diri kalian sendiri, bukan pacar ataupun kekasih Anda!"penjelasannya sengaja di gantung, hingga suasana kelas hening menunggu kelanjutannya.


"Benar Pak....!" jawab seisi kelas.


dosen itu kembali menerangkan,


"seandainya jawaban yang dia dapatkan sebaliknya, bagaimana rasanya,.....pasti kecewa dan mungkin sakit hati. karena jawaban yang dia dapatkan tidak sesuai dengan ekspektasi".


"coba saudara Ronny,jawab pertanyaan saya, seandainya Anda mencintai seseorang,lalu Anda mengungkapkannya..apa kira-kira harapan Anda?"pertanyaan dosen itu di tujukan untuk Ronny.


"saya sih berharap perasaan yang sama pak!"jawabnya.


"maksud saya,pada saat saya bilang i love you sama dia,saya pun ingin dengar dia mengucapkan i love you,too".


imbuh Ronny.


"nice...artinya,siapa yang anda cintai saudara Ronny??


"dia, perempuan itu tentunya".jawab Ronny masih belum mengerti.


sejujurnya Rifana juga sama bingungnya dengan yang lain, tetapi dia berusaha untuk tidak menunjukkan muka kelihatan bodohnya.


"baiklah, sebetulnya Anda hanya mencintai diri Anda sendiri, kalau Anda mencintai seseorang,maka Anda tidak akan peduli apakah jawaban orang itu sama dengan perasaan kita atau tidak,... maka sebaiknya lain kali Anda katakan... i love me,do you love me,too?..begitu baru benar!" dosen itu mengakhiri penjelasannya.


karena memang waktunya sudah selesai maka mata kuliah Bahasa Inggris pun segera berakhir.


Rifana memberesi buku-bukunya bersiap untuk pulang ke kost an.


"Fa,.. boleh ikutan ke rumah lu gak,ada materi yang gua mau tanyakan ke elu!" kata Anton tiba-tiba.


"hmmm.... ". tanpa mengiyakan Rifana hanya bergumam sendirian.


bagi Anton hal itu dia anggap sebagai mengiyakan atau menyetujui.


"thanks Fa..... eeh iya,gua beli bakso dulu,ntar langsung ke kostan elu!' kata Anton sambil berlalu pergi dari hadapan Rifana.


"jangan lupa bungkus buat gua,.... kaga' pake sayuran ya''...!" teriak Rifana,yang masih bisa di dengar oleh Anton meskipun jarak nya sudah lumayan jauh.


"lumayanlah,... hemat uang jajan..." kata Rifana dalam hati.


*********


sampai di kostan Rifana segera membereskan kamarnya, merapikan semua barang miliknya yang berantakan.


waktu menunjukkan pukul 11 siang,namun Anton belum muncul juga.


sambil menunggu kedatangan Anton, Rifana duduk-duduk di teras kost-an nya.


tidak lama kemudian orang yang di tunggunya muncul membawa pesanannya.


"nih bakso tanpa sayur pesanan lu....!" kata Anton sambil mengulurkan keresek yang di tentengnya.


"wuiiiih.. sedap neeh, makasih Ton....gua makan dulu ya,ntar keburu dingin gak enak lagi... hehee". kata Rifana sambil tertawa kecil.


"iya dah,makan geh...gua tunggu sini!' jawab Anton singkat.


"ya udah, duduk dulu, jangan kemana-mana,gua makan tidak lama,oke?" kata Rifana sambil mengangkat ibu jarinya.


Anton hanya mengangguk saja.


dia sedang asyik mengeluarkan buku catatan kuliahnya yang masih mulus karena memang belum ada coretan sedikitpun.


10 menit berlalu, Rifana keluar kamarnya membawa sebotol air putih dan 2 gelas kosong lalu meletakkan di meja.


"busyeeet...itu buku mulus banget Ton,lu kagak niat kuliah apa gimana sih?" kata Rifana sambil membolak-balik buku kosong milik Anton.


"justru itu gua kemari,mau pinjam buku catatan matematika sama minta tolong jelasin sekalian!" jawab Anton.


"haduuuuh Antoon....!" teriak Rifana agak kesal.


"lah....salahkah gua minta tolong sama elu,elu kan yang paling mengerti dan juga paling baik satu kelas?"jawab Anton santai sambil tersenyum menggoda Rifana.


"aisshh lu ini gak ada akhlaq,giliran begini lu deketin gua!" Rifana pura-pura marah.


"eeh enggak ya,tiap hari juga gua dekati lu... kalo lu mau,lu nya kan kaga mau ama gua!" jawab Anton


"Haha...iya,gua bercanda!"jawab Rifana.


mendengar jawaban Rifana, Anton sangat senang.


"oke,mari kita mulai aja...ntar keburu hujan". kata Rifana sambil mengeluarkan buku bukunya dan alat tulisnya.


mereka asyik belajar bersama sampai sore hari.


**********************************


selesai juga Alhamdulillah.


mungkin agak berantakan ya'😁😁 maaf lagi sedikit flu.


minta like komennya ya...terimakasih.🙏🙏