My Sisters & Me

My Sisters & Me
ch 1 mama dan masa remajanya



nama mamaku Rifana Riva


usia 38 th,dia guru les private sejak masih kuliah.


mama berasal dari kota M, sebuah kota kabupaten di daerah Jawa Tengah.


nama papaku Ryan Fauzan


usia 34 th,dia pekerja serabutan.


papa lulusan SMA.


asal kota M dari sebuah kota di wilayah Jawa Timur.


readers pasti mikir koq mama sama papa tuaan mama??


ya iyalah,mama kan masuk komunitas ulet daun, pecinta daun muda hehehe.


sebetulnya mama pernah cerita ketika memutuskan untuk menikah dengan papa bukan karena cinta.


melainkan takut nantinya akan menikahi pria yang usianya akan jauh lebih muda lagi daripada usia papa Waktu itu.


hal ini di sebabkan karena mama selalu di cintai oleh laki laki yang usianya jauh di bawahnya.


hal ini seakan menjadi kutukan bagi mamaku.


cerita dimulai.....


**************


*flashback on


remaja 14 th itu bernama Rifana Riva,duduk di bangku kelas 2 SMP pada zaman itu,(kalau sekarang kelas 8).


susana didalam kelas begitu gaduh,jam pelajaran biologi akan segera di mulai.


Riva sibuk mencari sesuatu untuk menutupi mukanya.


dengan alasan yang tidak masuk akal Rifana sangat membenci guru biologi nya yang bernama pak Eko Sutrisno.


akhirnya Rifana menemukan sampul buku untuk menutupi mukanya.


teman sebangku nya yang bernama Anna melihat kelakuan Rifa cuma bisa menggelengkan kepala sambil berkata


"aish Rifa,apa apaan sih kamu ini ya, ntar dimarahin pak Eko tau rasa!"


"bodo amat,aku sebel liat muka chaby nya pak Eko". jawab Rifana sekenanya.


tak tak tak ...


terdengar langkah kaki guru biologi memasuki kelas.


"selamat pagi anak-anak".sapa pak Eko ramah.


"selamat pagi pak guru".jawab anak anak teman sekelas Rifana.


semua menjawab sapaan pak Eko kecuali Rifana.


dia sibuk membetulkan sampul buku yang digunakan untuk menutupi mukanya.


seperti dugaan Anna,hal itu justru akan menarik perhatian gurunya.


"Rifa, mukamu kenapa?" tanya pak Eko tanpa ekspresi curiga.


Rifana hanya diam saja,dan Anna yang akhirnya menjawab pertanyaan guru tersebut.


"Rifa jerawatan pak, muka nya biar tidak di lalerin makanya di tutup sampul buku".


kata Anna memberikan penjelasan tanpa di minta Rifa.


"benarkah begitu Rifa??" pak Eko mencoba mencari kebenaran jawaban Anna pada orang yang bersangkutan.


Rifa hanya mengangguk mengiyakan jawaban Anna..


**huh iya kali aku mesti bilang kalo mukaku aku tutup karena tidak mau melihat mukanya... bisa kena BK aku (rutuknya dalam hati).


"ya sudahlah,mari kita siap kan buku untuk ulangan hari ini!" kata pak Eko tiba tiba.


kelas menjadi gaduh karena tiba tiba ada ulangan harian tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


"hadeeeh alamat remidi nih,gua gak belajar semalam!" kata Agus Triyono sang ketua kelas


"iya,****** gua... gimana ini?"... saut yang lain sama cemasnya.


Anna berbisik bisik pada Rifa " lu harus contekin gua, kalo tidak gua bongkar rahasia lu"


"hmmm" jawab Rifa singkat.


Rifana tidak mengeluh karena dia anak yang cukup cerdas (banyak yang bilang begitu hehe).


60 menit berlalu, Rifana selesai terlebih dahulu,dia menitipkan tugas ulangannya pada Anna agar di kumpulkan di depan kelas.


"bagi yang sudah selesai boleh istirahat!" kata pak Eko.


"horeee..... !!!" sorak anak anak yang telah selesai mengerjakan tugas.


mereka akan meminjam buku cerita.


kebetulan hari Sabtu jadi bisa untuk bacaan di hari Minggu nya.


"Fa ... benarkah yang kamu ceritakan kemaren itu?"tanya Anna.


"cerita yang mana?"... Rifa tidak tahu arah pertanyaan Anna.


"cerita tentang mimpi mu,yang menyebabkan kamu benci guru biologi itu". jawab Anna.


"aish kamu ini mengingat kan ku pada mimpi buruk ku saja Anna !" kata Rifa sedikit tidak suka.


"itu cuma mimpi Fa, jangan lah di pikirin ". nasehat Anna.


"hmm mimpi yang menjengkelkan". jawab Rifa.


Awal mula Rifana membenci guru biologi nya adalah karena dia bermimpi menikah dengan guru gendut itu.


Anna tertawa ktika Rifana bercerita tentang mimpi nya.


tapi Rifana merasa jengah, sungguh menjijikkan....


padahal menurut Rifana, dia hanya mimpi duduk di pelaminan dengan guru itu,tanpa ada adegan apa apa tapi itu menjadi suatu hal yang menjijikkan karena Rifana tidak pernah berpacaran atau mempunyai teman dekat laki laki sebelum nya.


"Fa bsok aku mau ke rumah mu,kamu jangan kemana-mana ya!"kata Anna sepulang sekolah


"iya,bye Anna..."Rifa melambaikan tangannya menuju gerbang sekolah,sedang Anna menuju ke parkiran motor.


Rifana selalu jalan kaki setiap hari untuk berangkat dan pulang sekolah.


jarak dari rumah ke sekolah nya hanya 500 meter.


sekitar 15 menit perjalanan biasa di tempuh dari rumah ke sekolah atau sebaliknya.


******


Minggu pagi yang cerah, Anna datang ke rumah Rifana bersama adek nya yang masih kelas 6 SD.


,


"assalamualaikum,...!" Anna mengucapkan salam di depan rumah


"wa'alaikum salam,.. ". Rifana menjawab salam sambil berlari keluar menyambut kedatangan temannya yang memang sedang di tunggunya.


"sama siapa An?? tanya Rifana sambil melihat sosok remaja laki-laki yang masih duduk di atas motornya.


"ooh,dia adek ku," jawab Anna sambil melambai tangan memberi kode pada adeknya untuk turun dan mendekati kakaknya.


"Sonny,kesini lah....!" kali ini Anna agak berteriak karena Sonny masih mematung di atas motornya.


"iya kak Anna." jawab Sonny pelan sambil berjalan mendekati Anna.


"Fa,,,,,kenalin adek gw, Sonny'. kata Anna mulai mengenal kan adek nya kepada sahabat nya.


"Rifana".


"Sonny".


mereka bersalaman.


setelah proses perkenalan itu, mereka bertiga duduk di teras rumah.


Sonny lebih banyak diam sebagai pendengar saja,hanya Rifana dan Anna yang asyik mengobrol dan bercanda.


Sonny hanya ikutan tersenyum apabila kakaknya dan sahabat nya itu bercerita kejadian yang lucu di sekolah.


waktu cepat berlalu, Anna dan Sonny pamit pulang.


Rifana pun masuk ke kamar nya Untuk melanjutkan membaca buku cerita yang kemaren di pinjam dari perpustakaan bersama Anna.


"kak....kak Anna".... tanya Sonny setelah mereka berada di rumah.


"hmm...". sahut Anna malas malasan.


"kak Rifa cantik ya". kata Sonny, yang di abaikan oleh Anna."aish kaka neh...". kata Sonny memprotes keacuhan kakak nya.


"iya cantik,kalo cantik memang nya kenapa heh??" Anna mulai sedikit meninggikan volume swara nya.


"sudah punya cowok apa belom kak??" pertanyaan Sonny berhasil mengagetkan Anna.


"lu tuh yaaa',masih kelas 6 SD sudah ngurusin urusan orang gede!" jawab Anna agak meninggi.


"kak,gw cuma tanya, apa kak Rifana sudah punya cowok apa belom...?


Hanya itu....kenapa kak Anna jadi sewot??


tanpa basa-basi lagi Anna pergi ke kamarnya meninggalkan Sonny sendirian di ruang santai keluarga.


*******


#maaf kalo banyak typo, karena masih belajar.