
Rifana lupa dengan tujuannya untuk belajar
sepanjang malam dia cengar cengir membaca surat dari Sonny.
hal itu karena surat dari Sonny adalah surat cinta pertama yang Rifana terima dari seorang anak laki-laki.
Rifana merasa aneh saja, seperti tidak percaya ketika adek sahabatnya yang masih kelas 6 SD itu menyukainya.
sebetulnya tidak ada yang salah,karena meskipun sudah kelas 2 SMP tubuh Rifana terhitung mungil, seperti anak SD.
Rifana tidak bisa menerima cinta Sonny, karena orang tuanya melarangnya berpacaran sebelum berumur 17 tahun.
Rifana bingung bagaimana menyampaikan penolakannya pada Sonny.
bagaimanapun Sonny adalah adek sahabatnya.
Rifana tidak ingin menyakiti hati adek sahabatnya, tapi juga tidak ingin melanggar larangan orang tuanya.
dalam kegalauan nya Rifana memutuskan untuk berbicara langsung pada Sonny besok setelah pulang sekolah.
akhirnya malam itu Rifana tertidur tanpa belajar.
******
di sekolah Rifana benar benar gelisah, terbayang bayang wajah Sonny dan kekecewaan yang akan diterima karena penolakan nya.
ulangan hari itu akhirnya dapat diselesaikan dengan susah payah karena Rifana tidak belajar sama sekali, dia hanya mengingat ingat materi yang telah lewat .
Anna pun sama saja, biasanya dia mengandalkan sahabatnya itu,tapi kali ini Anna harus berusaha sendiri untuk menyelesaikan ulangannya sendiri.
"Anna,nanti sore aku main ke rumahmu ya?".
Rifana meminta persetujuan Anna.
"boleh aja, tapi ada apa ya, bukannya kamu itu gak boleh kemana mana ya kalo tidak ada tugas skolah?".jawab Anna
"iya,aku ada perlu sama Sonny".
" hah...mau ngapain Fa?
"ada yang mau aku bicarakan sama dia"
"kalau boleh tau ada apa antara kamu dan adekmu?'
"hmm, adekmu meminta balasan surat dariku, sedang aku tidak bisa menulis surat balasan nya,mending aku ngomong langsung sama orang nya".
Anna tidak tahu jika adeknya telah mengirimkan surat cinta pada sahabat nya itu.
"hah,.... jangan bilang adekku menyuratimu!"
Anna tidak menyangka adeknya akan senekat itu.
Rifana memberikan sepucuk surat yang ditulis Sonny pada Anna.
Anna membaca tulisan adeknya, tidak percaya tapi itu yang terjadi.
selesai membaca di kembalikannya lagi surat itu pada Rifana.
"aku harap kamu tidak menerima cinta Sonny,sebentar lagi dia ujian kelulusan". kata Anna datar.
"tau,iya kali aku macarin adekmu sih?" kata Rifana.
" ya sudahlah nanti aku yang bilang sama Sonny,kamu tenang aja". Anna memutuskan untuk menyampaikan penolakan Rifana pada adeknya.
"oke lah kalo bgitu aku tidak jadi ke rumahmu". kata Rifana sambil mengakhiri percakapan mereka.
******
di rumah Anna...
sepulang sekolah Anna langsung mencari Sonny.
"dek,..kakak mau bicara".
Sonny menoleh pada kakaknya...
"ada apa kak ?".
Anna berfikir sebentar sebelum memulai kata kata nya
"emmm.... lu kasih surat buat Rifa ya?"
Sonny kaget dengan pertanyaan Anna,dia tidak tau harus menjawab apa.
akhirnya Sonny hanya menganggukan kepalanya.
" ya ampun deeeek..... lu itu masih kecil,ngapain mikirin cewek sih? kata Anna
Sonny masih diam saja.
"Rifa itu best friend kakak,lu tau itu,dia tidak boleh punya pacar sebelum 17 tahun, Rifa sendiri pernah bilang soal itu".
Anna berusaha memberikan penjelasan pada adeknya.
Sonny memang tidak mendapatkan balasan surat nya.
tetapi dari kata-kata Anna bisa di simpulkan bawa Sonny telah mendapatkan penolakan dari Rifana.
Sonny berjalan meninggalkan Anna masuk ke dalam kamarnya.
Sonny kecewa,dia merasa kondisi dirinya yang berada dua kelas di bawah Rifana yang menjadi kendala hubungan mereka.
"pasti kak Rifa menolak ku karena aq masih SD, padahal secara usia kan cuma selisih 2 sampai 3 tahun?" Sonny bermonolog dalam hatinya.
entah apa yang ada dalam pikiran Sonny,yang jelas Sonny kecewa dengan penolakan Rifana.
"huh....gua sumpahin lu ntar dapat cowoknya yang usianya jauh lebih muda dari gua!", rutuk Sonny dalam hati.
****
haaaachu hhaaaachuu hhaaaachuu.... Rifana bersin bersin di kamarnya.
"aish,siapa sedang menyebut namaku ini?"
Rifana mengosok gosok hidungnya dengan kasar untuk menghilangkan efek gatal pada hidungnya.
tiba-tiba Rifana ingat Sonny,adek sahabatnya itu.
Sonny anak laki laki yang lumayan tampan untuk anak seumurannya.
tampan dan cerdas,itu yang ada dalam pikiran Rifana.
semakin di pikirin Rifana semakin merasa bersalah.
"kenapalah aku harus menolak cowok sepintar dan seganteng Sonny?"Rifana bertanya dalam hati.
hmmm,kalau saja Sonny itu teman sekolahnya dan tidak ada larangan dari orang tuanya,tentu Rifana tidak akan menolak Sonny.
"maafkan aku Sonny".. kata Rifana dalam hati.
Rifana berjanji dalam hati untuk patuh pada nasehat orang tuanya.
Rifana hanya bisa berharap Sonny akan dapat memaafkan nya.
ntah mengapa Rifana merasa sangat menyesal dan juga merasa bersalah karena sudah menolak cowok sebaik Sonny.
berharap Sonny akan bisa mengerti alasan menolaknya.
Rifana tidak tahu jika berawal dari penolakan nya kepada Sonny lah ( mungkin kebetulan saja ) untuk selanjutnya dia tidak pernah mendapatkan teman dekat ataupun pacar yang usianya diatas Rifana meskipun selisih hanya sehari.
hari-hari selanjutnya dilalui seperti remaja pada umumnya.
Rifana, Anna dan Sonny sudah melupakan kejadian itu.
tapi kutukan Sonny terus berlanjut.
setahun kemudian Rifana dan Anna lulus dari SMP dan sama sama masuk ke sebuah SMA negeri di kota M sedangkan Sonny naik kelas 2 SMP.
mereka tetap bersahabat meskipun Rifana dan Anna tidak sekelas lagi.
Sonny sudah menjadi remaja yang keren.
postur tubuhnya yang jangkung membuat orang berpikir Sonny seperti remaja yang lebih dewasa meskipun usianya baru menginjak 14 tahun.
satu hal yang membuat Anna heran dengan adek semata wayangnya itu.
Sonny selalu mencintai cewek yang umurnya lebih dari dirinya.
seperti saat ini, Sonny yang duduk di kelas 2 SMP, mempunyai kekasih teman sekelas Anna yang bernama Angelina.
Sonny selalu menyukai teman kakak nya.
beruntung bagi Sonny karena cintanya untuk Angelina di terima.
secara logika tidak akan ada cewek yang sanggup menolak Sonny.
ganteng,keren dan pintar.
lain halnya dengan Anna dan Rifana yang masih jomblo meskipun sudah kelas 1 SMA.
Anna berprinsip seperti Rifana, sekolah tetap nomor satu sedangkan pacaran nomor 27 .
padahal bukan karena tidak ada cowok yang mau sama mereka.satu hal yang selalu terjadi pada Rifana adalah selalu mendapat surat cinta dari cowok yang usianya di bawah usia dirinya. ( karena kutukan Sonny kah?, ntahlah)
sampai mereka berdua lulus SMA, Anna dan Rifana tetap setia pada predikat nya,yaitu Mrs Jojoba
(jomblo jomblo bahagia).
memasuki tahun kuliah, mereka mengambil universitas yang berbeda.
Anna tetap tinggal di kota M dan kuliah di kota Y.
Rifana kuliah di kota B dan tinggal bersama tantenya di kota tersebut.
*******************************************
Sonny, Rifana, Anna