
kost Rifana.
hari ini Rifana ada janji untuk memberikan les private sama Ryan.
karena hari Minggu, Rifana lebih santai.
dia hanya duduk-duduk saja setelah merapikan kamarnya.
semua buku dan peralatan tulisnya tertata rapi.
kamar cewek pasti selalu harum dan tertata rapi.
begitupun dengan kamar Rifana.
terlihat rapi,bersih dan harum tentunya. hari ini jadwalnya mengajar Ryan.
Rifana belum tahu jam berapa Ryan akan datang ke kostnya.
"semoga tidak merepotkan tuh bocah", harapan Rifana dalam hati.
"hai kak Rifa,.... nunggu gua ya!" sapa Ryan yang sudah berdiri di depan teras.
"eeh panjang umur lu,baru aja gua membatin dalam hati... tau-tau dah nongol aja!" kata Rifana.
"hehehe, kayaknya kita sehati ya'!' jawab Ryan asal.
"sehati pala lu....aihhh!"jawab Rifana.
"jangan marah kak....jadi ngajarin enggak neh?" tanya Ryan mencairkan suasana.
"hmm lu udah siap belom? keluarin buku lu dan siapkan alat tulisnya!" perintah Rifana.
"kak... ini ada PR matematika buat besok Senin,apa kita kerjakan PR dulu apa kakak mau jelasin dulu?"tanya Ryan sambil menyodorkan buku PR nya.
"apa materinya lu udah kuasai?"tanya Rifana pada Ryan sambil mengetuk-ngetukkan pulpennya ke meja.
"ya belom kak". jawab Ryan pendek.
"kalo bgitu lu baca dulu, lu tanya yang lu kagak ngarti,faham?" Rifana memberikan instruksi.
"siap kak...!" jawab Ryan tegas.
Ryan tampak serius membaca buku paketnya.
sekali-sekali Ryan melirik ke arah Rifana yang sedang duduk manis di depannya sambil membaca buku juga.
"kak Rifana punya pacar gak ya,gemes banget iiih pengen cubit pipinya".batin Ryan... sepertinya Ryan mulai menyukai Rifana.
padahal dia masih kelas 1 SMA dan Rifana paling tidak suka kalau harus disukai laki-laki yang usianya lebih muda dari dirinya.
Ryan juga tau Rifana tidak akan tertarik dengannya.
kakak sepupunya sudah mengingatkan Ryan untuk tidak mengambil kesempatan yang di berikan Rifana.
Ryan di larang keras untuk jatuh cinta dengan Rifana, karena Rifana alergi dengan berondong.
itu pesan dari kakak sepupunya sebelum berangkat ke kostan Rifana tadi.
flashback on.
"kak Ika,gua mo berangkat les ke tempat kak Rifana sekarang ya'".
Ryan pamitan pada Ika.
"eeh.. bentar dulu, kucrut.... tunggu woy, jangan maen kabur aja lu!" seru Ika sebelum Ryan beranjak keluar pintu.
"iissh apalagi sih baweeeel!" jawab Ryan.
"ingat baek-baek, lu gak boleh suka sama Rifana,gua tau,jiwa play boy lu itu paling gak bisa liat cewek bening dikit!" kata Ika sambil menunjuk hidung Ryan.
"eeeh... kenapa bilang begitu, dah tau kali, lu pasti mo bilang, dia teman kampus lu bukan teman SMA gua....iya kan?"jawab Ryan.
"lah kan emang iya,emang salah yang gua bilang,dasar kucrut play boy!"balas Ika sambil menoyor kepala Ryan.
"haiiish gak usah noyor kaliii!" jawab Ryan sambil mengusap kepalanya.
"lah elu kalo di bilangin suka ngeyel, tinggal iya'in apa susahnya sih!" kata Ika lagi.
"gua cuma gak mau,gegara mata lu yang pecicilan itu ntar malah membuat Rifana jadi kagak mau ngajarin lu lagi,satu lagi yang lu harus tau, Rifana alergi sama berondong bocil macam elu!" Ika menjelaskan alasannya melarang Ryan mendekati Rifana.
"hah? alergi? kenapa memangnya,issh memang bocil itu debu?"tanya Ryan penasaran.
"aiiish dasar kucrut.... Rifana kaga mau cowoknya lebih muda dari dirinya, karena selalu saja cowok yang dekati dia berondong bocil macam elu!"jawab Ika penuh penekanan.
"ooh begitu rupanya,oke deh,ya udah... bye kak!" kata Ryan sambil pergi menuju kost-an Rifana tidak lupa menenteng tas sekolahnya.
flash back off.
"kenapa melirikku seperti itu?" tanya Rifana tiba-tiba.
rupanya Ryan tidak sadar kalau Rifana mengawasi segala gerak-gerik Ryan.
"haiiish ketahuan.....". Ryan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"bagaimana,sudah selesai membaca materinya?" tanya Rifana tanpa mempedulikan ekspresi wajah Ryan yang masih canggung karena ketahuan mencuri pandang ke arah Rifana.
"sudah selesai membaca kak, tapi belum memahami". jawab Ryan jujur.
"bagian mana yang belom faham?" tanya Rifana lagi.
"yang ini....!" jawab Ryan sambil menunjukkan materi tentang fungsi logaritma.
"oooh,apa PR mu juga tentang ini?" kembali Rifana bertanya.
"iya kak...ini soalnya, di kumpulkan besok pagi kak!" jawab Ryan sambil menyodorkan buku tulis matematikanya.
sejenak Rifana melihat soal-soal di buku Ryan, kemudian dia mengambil buku tersebut.
"emmm,gua jelasin pelan-pelan sambil gua kerajakan ya,karena soal ini memang sedikit sulit"
. kata Rifana.
"iya kak, terimakasih sebelumnya,karena kak Rifa mau ngajarin gua" jawab Ryan senang.
pelan-pelan Rifana memberikan penjelasan tentang materi soal yang sedang dia kerjakan, sekali-sekali mulutnya mengajukan pertanyaan pendek pada Ryan...
"sampai sini ngerti kan?" tanya Rifana.
Ryan hanya mengangguk saja.
ntah apa yang Ryan pikirkan.
bagi Ryan,apapun yang Rifana katakan terdengar sangat merdu hingga membuat Ryan melamun.
(ingat gua, dikelas melamun pada saat di ajari guru matematika,dan spidol melayang whuuuzz,sesi curcol).
"aiiiih ...sumpah ya,gua udah habis ludah se ember,buat jelasin semua ini ke elu,dan elu nya cuma manggut-manggut kek lagi nonton konser dangdut!" kata Rifana membuyarkan lamunan Ryan.
"haduuuuh...maaf kak Rifa,habis suara kak Rifa enak sih,gua jadi ngantuk!" jawab Ryan spontan.
"apa?!... lu kira gua lagi konser?" tanya Rifana.
"hadeeeh, untungnya sodara Ika lu,kalo gua kaga kenal kakak lu,gua kaga mau ngajarin lu lagi!" Rifana berkata sedikit keras.
Ryan tertunduk merasa bersalah.
"maaf kak...". kata Ryan lirih.
"habisnya kak Rifana cantik,gua jadi susah fokus kalo memandang kak Rifa". kata Ryan mulai mengeluarkan jurus tokek merayu peri,jurus andalan dia kalo lagi merayu cewek di sekolahnya.
"heleeeh...kaga mempan!" jawab Rifana ketus.
(padahal hatinya melompat-lompat).
"ya maaf...". jawab Ryan dengan muka melasnya.
"aiiiih... muka lu biasa aja napa,jangan kek gitu... gua kan jadi gak bisa marahin lu kalo begini?" kata Rifana.
"hehehe... baguslah, sebentar lagi lu harus gua miliki"batin Ryan dalam hati.
"ya sudahlah, sekarang ini tolong di salin... pelajaran hari ini cukup sekian,kalo sudah selesai,lu boleh pulang". kata Rifana datar.
"kak Rifa, bolehkah gua telfon kalo ada pertanyaan?" kata Ryan sebelum pulang.
"boleh aja, telfon lah ke nomer pemilik kost,nanti pasti di panggilin, nomernya lu bisa minta sama Ika", jawab Rifana.
"okelah... kalo gitu,saya pamit dulu kak, terimakasih banyak untuk bantuannya",kata Ryan sambil pamitan pulang.
"oke,bye!", Rifana melambaikan tangannya.
"huh, akhirnya kelar juga,eeh Ryan ini kok beda ya,gua merasa ada kenyamanan duduk bersamanya", batin Rifana.
sepertinya Rifana sudah mulai termakan jurusnya Ryan.
*********************************
Alhamdulillah... up sedikit-sedikit ya gaesss.
jangan lupa like komennya ya 🙏🙏.