My Sisters & Me

My Sisters & Me
ch 14 keberhasilan Ryan



kediaman Ryan.


Ryan dan keluarga besarnya sedang berkumpul.


adek perempuan Ryan satu-satunya juga ada di situ.


sepupu-sepupunya semua ada di ruang keluarga.


"kamu mau kuliah di mana Le?",tanya mama Ryan.


"gak pengen kuliah mam,aku pengen kerja aja, nantilah gampang,kalo tiba-tiba pengen kuliah kan bisa kuliah sambil kerja seperti mas Putra",jawab Ryan.


Putra adalah kakaknya Ika, saudara sepupu Ryan.


"si kucrut gak pengen kuliah Tante,karena dia mau cepat menikah!",sahut Ika.


jawaban Ika mengagetkan seisi ruang keluarga. Semua mata tertuju pada Ryan, seolah-olah minta penjelasan.


"aiiih dasar kakak gak ada akhlaq, jangan gitu napa kak, lihat noh....semua jadi menuntut penjelasan gua kan!",jawab Ryan dengan perasaan yang benar-benar tidak nyaman karena perhatian semua keluarga ke arahnya dan sedang menunggu keterangan dari mulutnya.


"kenapa gua jadi kek maling ayam sih!", rutuk Ryan dalam hati.


"hemm,bukan gitu juga mam,aku cuma gak pengen nyusahin mama aja!", Ryan berusaha membela diri.


"dengan modal ijazah SMA, kamu pengen kerja apa dan di mana Ke?", tanya mama Ryan dengan penuh keraguan.


"saat ini lapangan kerja makin sulit, apalagi kalo cuma lulusan SMA, OB di kantor kak Putra itu lulusan SMA loh!", jawab Ika.


"aku pengen ke Jawa, teman SMA ku ada yang dari Jawa,terus katanya dia mau pulang kampung setelah lulus SMA, keluarga besarnya punya perusahaan tekstil,aku pengen melamar kerja di pabriknya", jawab Ryan.


"lah temen lu kaga kuliah juga?", tanya Ika.


"kuliahlah kak,mau sekolah di Jawa karena banyak kampus bagus di sana katanya", jawab Ryan


"apa kamu sudah mantap ingin merantau ke Jawa?",tanya mamanya Ryan.


"iya mam", jawab Ryan pendek.


"ngomong-ngomong, pengumuman kelulusan kapan Le?"tanya mamanya lagi.


"pengumuman Minggu depan mam,tapi kata gurunya lulus seratus persen kok!", jawab Ryan dengan antusias.


"apakah nilai kelulusan tidak penting, soalnya kamu kan gak pengen kuliah?", tanya sepupu Ryan yang lain.


"ya pentinglah,karena nilai hasil ujian kelulusanku akan menentukan masa depanku!",jawab Ryan lagi.


"eeh bukannya itu syarat lu untuk bisa jadi pacar Rifana ya crut?"", tanya Ika tiba-tiba.


"hmm!", jawab Ryan sambil melotot ke arah Ika.


"aish ember benar nih mulut nenek bawel!",geram suara hati Ryan.


"aishhhh,kaga usah melotot juga keles,awas loncat tuh mata!", ledek Ika sambil tersenyum meledek.


*********


tempat kost Rifana.


satu Minggu lagi pengumuman kelulusan SMA, Rifana cemas memikirkan Ryan.


ada banyak yang Rifana pikirkan yang berkaitan dengan janjinya tempo hari.


Rifana berharap Ryan tidak akan menagih janjinya untuk menjadi pacarnya jika nilainya nanti benar-benar bagus.


Rifana tidak ingin menjalin hubungan dengan orang yang usianya lebih muda dari dirinya.


namun Rifana juga khawatir,jika kali ini dia menolak Ryan,maka nantinya akan ada laki-laki lain yang usianya jauh lebih muda lagi dari Ryan.


"bagaimana jika nilai dia bagus dan menagih janji gua untuk jadi ceweknya, sedangkan gua tidak pernah berharap hubungan gua dengannya akan semakin jauh,jujur gua kaga pede jalan sama dia,...gua berasa jalan sama adek gua,bukan sama cowok gua", batin Rifana penuh dengan kebimbangan.


*******


pengumuman kelulusan SMA.


"horeeeee,,,luluuus....!" teriakan Ryan memenuhi seisi ruangan keluarganya.


"nilai lu gimana?",tanya Ika tiba-tiba.


"eem, lumayan,gua masuk 10 besar lulusan terbaik!",jawab Ryan penuh semangat.


" waaah,bagus dong... terus rencananya gimana,jadi kerja ke Jogja,apa mau lanjut kuliah?",tanya Ika lagi.


"gua kan udah bilang dari maren hari, kalo gua kaga mau kuliah,gua mau kerja biar cepet nikah sama pujaan hati gua!", jawab Ryan sambil berlari keluar rumah.


"woy, kucruuuut... main kabur aja lu!",teriak Ika.


"aiish,kakak ini loh,gua mau ke rumah pujaan hati gua,mau nagih janjinya!", Ryan berhenti sejenak sambil tersenyum ceria ke arah Ika.


"hemm,dasar si kucrut, kalo sudah punya kemauan,susah untuk di kendalikan",suara hati Ika.


*****


"kakaaaak.... gua luluuus..!", Ryan berteriak di depan pintu kamar kost Rifana.


cekleek... (suara pintu di buka dari dalam).


Rifana membuka pintu,sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk memberikan ucapan selamat atas keberhasilan Ryan lulus ujian.


entah kenapa Ryan justru menarik tangan Rifana sehingga Rifana jatuh ke dalam pelukan Ryan.


tanpa meminta ijin Rifana, Ryan langsung menciumi pipi Rifana berulang kali saking bahagianya.


Rifana bengong tanpa reaksi.


setelah beberapa detik tersadar, Rifana mendorong Ryan perlahan sehingga Ryan menghentikan ciumannya.


"aiiiih... apa'an sih lu,main cium aja!",kata Rifana dengan wajah sedikit cemberut, menutupi kegugupannya karena ciuman Ryan yang tiba-tiba tersebut.


"janjinya mana, kalo gua lulus dengan nilai bagus, lu mau jadi cewek gua?",kata Ryan sambil menarik tangan Rifana,dan lagi-lagi Rifana berada dalam pelukan Ryan.


"aishhhh,memang lu lulus dengan nilai berapa?", tanya Rifana sambil sambil mendongakkan wajahnya. postur tubuh Ryan yang jangkung membuat Rifana harus selalu mengangkat wajahnya setiap berhadapan dengan jarak dekat.


Rifana tidak berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Ryan, karena Ryan memeluknya terlalu erat.


Rifana terus mendongak menunggu jawaban Ryan untuk menjelaskan nilai ujiannya.


"matematika delapan puluh, IPA tujuh puluh sembilan, bahasa Indonesia sembilan puluh!",jawab Ryan sambil tersenyum manis dan langsung me****t ***** Rifana.


Rifana tidak berusaha menolaknya,dia hanya memejamkan matanya, berusaha untuk tetap sadar.


ciuman Ryan semakin liar, Rifana kesulitan untuk bernafas.


sehingga mau tak mau Rifana mendorong tubuh Ryan agar menjauh karena Rifana memerlukan oksigen untuk bernafas.


"uuh maaf..., gua terlalu lama menunggu semua ini!",kata Ryan berusaha untuk menetralkan suasana.


"tidak apa-apa, gua sudah berjanji,pasti gua tepati", jawab Rifana datar.


"oke,... apakah mulai sekarang kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih?",tanya Ryan.


kedua tangannya memegang tangan Rifana menunggu jawaban Rifana.


"lu sudah tau jawabannya,gua orang yang selalu menepati janji, mulai sekarang lu akan jadi cowok gua,tapi bolehkah gua mengajukan syarat?", pinta Rifana.


"tentu saja sayang,lu boleh ajukan syarat apapun, yang penting lu jadi cewek gua!",jawab Ryan bersemangat,dia mulai memanggil Rifana dengan panggilan sayang.


"hmm,jaga gua selama kita pacaran,gua tidak mau gaya pacaran yang tidak sehat,gua sebentar lagi lulus kuliah,dan lu juga bukannya mau lanjut kuliah?", kata Rifana penuh penekanan.


"ooh, tenang aja sayang,gua tunggu sampai lu kelar kuliah,baru kita nikah,gua gak mau kuliah,gua mau kerja cari modal buat kita nikah!",jawab Ryan tegas.


Rifana hanya melongo mendengar jawaban Ryan.


"aiih malah bengong...ya sudah,gau pulang dulu, besok malam Minggu gua datang lagi,bye sayang!", Ryan mengecup singkat kening Rifana.


"bye....", jawab Rifana pelan.


**********************************


HAPPY NEW YEAR GUYS, SUKSES SELALU DAN SEHAT SELALU UNTUK KITA SEMUA.