
Hari ini aku pergi ke sekolah agak pagi,pukul 06:00 harus sudah siap di sekolah.
Aku aktif di PMR,jadi hari ini dapat jatah jaga dan menyiapkan segala perlengkapan untuk gelar karya di sekolah yang memasuki hari kedua.
Berjaga-jaga apabila ada kejadian yang tidak di inginkan.
Seperti anak-anak PMR yang jaga hari kemarin di sibukkan oleh kejadian anak kelas Xll yang kesurupan.
Untungnya aku bukan tim jaga saat kejadian tersebut,karena orang kesurupan itu ternyata merepotkan sekali.
Bagian teman PMR yang jaga pada mengeluh merasa di kerjain si korban kesurupan,aku hanya diam saja menyimak pembicaraan mereka.
Ternyata permintaannya adalah minta di adakan pertunjukan topeng monyet di sekolah,apa yang merasukinya jin bocah balita ya?aku tersenyum saja mengetahui apa yang telah di lakukan para petugas PMR untuk menenangkan si korban.
Sebut saja Anton ya anak kelas Xll yang kesurupan tersebut, biar aku lebih enak untuk menceritakan kejadian selanjutnya.
#flash back on
Tiba-tiba Anton berguling-guling di aula sewaktu latihan gelar tari topeng ireng.
Topeng ireng adalah salah satu kesenian tradisional Jawa Tengah,dimana penari nya memakai topeng dan kerincingan yang di pakai di kaki.
Lucunya, sambil berguling kesana kemari tuh Anton bilang kalau gak mau pulang sebelum nonton topeng monyet.
Semua dibuat heran oleh sikap Anton yang mendadak bersikap layaknya bocah lima tahun.
Namun akhirnya ada yang menyadari kalau ada yang tidak beres dengan Anton.
Ternyata dia kerasukan jin anak-anak.
Hari gini dimana mau nyari topeng monyet??
Namum akhirnya ada yang memiliki ide untuk membuat pertunjukan topeng monyet sendiri, kebetulan perlengkapan gamelan kan tersedia di aula tersebut.
Tinggal mencari sukarelawan yang mau ber cosplay jadi monyet dan seorang pawang monyet.
Ternyata tidak mudah untuk mendapatkan kostum monyet, yang ada kostum gorila.
Ya sudahlah dari pada jin nya gak keluar-keluar maka kostum gorila pun tak apa.
Maka jadilah pentas topeng gorila buat nyenengin anak jin tersebut.
Untungnya kejadian tersebut tidak berlangsung lama, karena ada salah seorang staf tata usaha yang mampu menyembuhkan orang kesurupan.
Akhirnya Anton pun sadar dari kesurupannya namun dia tidak sadar dengan apa yang telah terjadi padanya selama dia kesurupan.
#flash back off
Aku berharap hari ini tidak ada kejadian seperti kemaren.
Jam 12:45, setelah sholat dhuhur kita istirahat di ruang PMR,ada aku,Arya,Panji, Yusuf,dan Nabila.
Tiba-tiba seorang murid kelas XI berlari ke ruangan kami.
"Eeeh bro tolongin teman gw pingsan di masjid,jatuh dari kamar mandi!", katanya dengan nafas ngos-ngosan.Jarak masjid dengan ruang PMR sekitar 300 meter, soalnya masjid nya berlokasi di luar gedung sekolah utama.
Kami ber empat yang memang sedang bertugas PMR segera berlari membawa tandu ke arah masjid,di bantu dua orang dari kelas Xl.
Anehnya....anak yang tadi menghubungi kami malah tidak ikut mengantar ke masjid tempat temannya di letakkan, alasannya sedang ke kantor guru untuk menghubungi wali kelas nya.
Kebetulan kami berenam melihat seorang siswa berseragam tergeletak di dalam masjid,jadi tanpa ragu-ragu kami menghampiri dan mengangkat badan siswa tersebut.
Setelah berada di tandu,kami bermaksud membawa nya dari masjid ke ruang UKS.
"Duh... berat amat sih badannya,makan apa lah nih orang!",keluh Nabila.
Wajar dia mengeluh karena hanya dia perempuan yg bertugas saat itu.
Namun tiba-tiba siswa tersebut bangun, karena kaget kami pun kompak melepas tandu,dan menggelinding lah dia masuk selokan.
Kamipun cuma melongo,kompak cuma ngeliatin dia yg merangkak naik dari selokan sambil mengeluarkan seluruh isi kebun binatang.
"Bajingan,brengsek... ganggu orang tidur aja kalian ini,mana gw lagi enak mimpi naik pesawat...eeh tiba-tiba berakhir di selokan, bangsat kalian semua!",dia terus memaki.
"Haaaah...tiduuur??lu bukan nya pingsan tadi??",kata Nabila.
"Gw tidur,bukan pingsan.... mungkin yang kalian maksud bukan gw!", jawabnya masih sambil ngegas.
"Eeeeh...salah angkut orang kita gaess!",aku menyahut.
Aiiish...koq bego kita wkwkwk...
Ngakak kami berenam
Akhirnya kami kembali ke masjid dan mendapati ada seorang siswa lain yang tergeletak di pojokan.
Rupanya dia yang jatuh di kamar mandi dan pingsan.
Aiish koq bisa salah angkut pasien ini bagaimana 🤭
Akhirnya kami bawa anak yang pingsan tadi ke ruang UKS dan sudah ada wali kelasnya menunggu di sana.
Setelah melakukan tindakan sementara, akhirnya siswa yang pingsan tersebut di bawa ke rumah sakit karena tidak kunjung siuman.
Rupanya terdapat sedikit luka memar di kepalanya yang menyebabkan pingsan.
Aku merasa lucu saja dengan kejadian tersebut, ketika kami salah mengangkut pasien dan berakhir orang itu masuk selokan dan habis kami di maki-maki dengan isi kebun binatang.
Kami tidak ada yang tersinggung karena sadar semua ini salah kami.
Lagi pula sudah biasa bagi kami di sekolah mendengar kata-kata makian khas orang terminalan.
Bagaimanapun, sekolah kami di dominasi laki-laki,dan mungkin setengah dari kami adalah anak-anak yang bisa di bilang sedikit bandel.
Tawuran, nongkrong dan merokok adalah kebiasaan anak-anak SMK seperti kami.
Untungnya peraturan disekolah lumayan ketat,jadi bagi yang suka tawuran tidak ada ampun, biasanya langsung di drop out dari sekolah.
Kalau cuma bahasa binatang mungkin itu sudah biasa,jadi di sekolah kami hal tersebut tidak terlalu di permasalahkan.
Jajaran tim pengajar dan kepala sekolah nya masih muda semua,usia kisaran 25 tahun sampai 40 tahun.
Ada wali kelas Xll namanya Pak Didin, beliau merangkap bidang kesiswaan, orangnya sangat humoris, usianya mungkin sekitar 35 tahun.
Beliau jika berpapasan dengan muridnya ,di luar jam sekolah akan memanggil muridnya dengan sebutan "bro" untuk murid laki-laki dan "sis" untuk murid perempuan.
Dan terpaksa kami memanggilnya dengan sebutan Pak "Bro" 🤭
Hal ini makin mempererat hubungan dengan siswa siswi di sekolah, karena beliau tidak pernah membuat jarak dengan muridnya.
Main game bersama bila ada jam kosong dan kebetulan beliau sedang tidak mengajar,makan bersama di kantin sekolah dan tidak segan membantu murid yang kesulitan dalam memahami mata pelajaran.
Beliau adalah lulusan terbaik di sekolah nya dulu,dan berasal dari keluarga tidak mampu, itulah alasan beliau menjadi sosok yang low profil di sekolah kami,karena beliau bisa mencapai gelar sarjana karena beasiswa dari pemerintah.
Sungguh sosok yang sangat membanggakan bagi sekolah kami, sikapnya yang penuh perhatian dan kasih sayang terhadap murid menyebabkan rasa hormat kami pada beliau menjadi lebih tulus.
Semoga akan banyak sosok pengajar seperti Pak Didin ini di sekolah lainnya.
Kehadiran sosok seperti beliau ini sangat membantu siswa siswi yang memiliki kadar kepercayaan diri yang rendah.
Sehingga tidak akan ada siswa siswi yang terbulli lagi.
########################
Typo bertebaran 🙏🏻
TBC or end???