My Sisters & Me

My Sisters & Me
ch 27 kenangan murid baru



Siang ini suasana rumah ku agak ramai,karena ada teman sekolahku yang datang berkunjung,ada Dave,Rizky,dan Daniel.


Kami memang sudah janjian dari hari Sabtu untuk mabar di rumah ku hari Minggu.


Mama dan adek-adek ku sudah terbiasa dengan kedatangan teman-teman sekolah ku.


Adek-adekku bukan anak perempuan yang pemalu,mereka langsung akrab dengan teman-teman ku, meskipun mereka baru bertemu sekali saja,adekku pasti akan langsung mengajak mereka mengobrol.


Padahal tidak ada janjian sebelumnya,tetapi kami semua kompak memakai kaos hitam dan celana jeans pendek.


Tetapi Rizky memakai kaos merah, hanya dia yang berbeda di antara kami berempat.


Tiba-tiba datang Ica diantara kami,iseng banget dia nunjuk-nunjuk sambil mengucapkan kata-kata iseng khas pembulian yang biasa kami mainkan beberapa waktu yang lalu.


"Hitam....hitam... hitam... merah... buang!"jari telunjuk nya mengarah pada Rizky dan tangan di gibaskan tanda membuang sesuatu.


Ica mengulang-ulang kalimat hingga kami semua tertawa.


Tiba-tiba muncul niat iseng Rizky yang ingin membalas kata-kata Ica.


"Eeeh siapa yang ngajarin permainan konyol macam begitu?" tanya Rizky,dan Ica langsung menunjuk ke arah hidung ku.


"wooo dasar kakak sableng!"teriak Rizky.


"Nih dengerin Ca"masih kata Rizky.


"Ganteng... ganteng... ganteng... ganteng...jelek.. buang!" balas Rizky sambil menunjuk hidung Ica pas kata jelek dan buang.


Ica celingak-celinguk, bingung, kenapa dirinya di kata jelek,itu dia tidak terima.


"hueeee... ica jelek,huhuu!"Ica menangis sambil berlari ke arah mama.


Mama yang sedari awal melihat kami dari dalam pun hanya tersenyum.


"uuh cantik mama... gak boleh cengeng",jawab mama sambil menepuk-nepuk punggung Ica untuk menenangkan.


"Ica cantik koq!" kata mama lagi, dan itu sukses membuat dia tersenyum.


"Ibra,lu ajarin adek lu permainan konyol ini ya,hhhh,eeh jadi ingat kejadian pas lu di suruh keluar kelas sama pak Zen,guru Bahasa Indonesia kita ya!"kata si Dave ,di sahutin dengan ketawa bareng kami berempat.


*flashback on


Tahun ajaran baru masuk kelas 5.


Entah kenapa ada murid baru pindahan dari Bandung di kelas kami,SDN Arenjaya Bekasi.


Namanya Evelyn, wajahnya biasa saja,tapi anaknya mudah akrab dengan siapapun.


Dia berbeda dengan teman cewek sekelas lainnya yang enggan bermain bersama teman cowok.


Evelyn bermain dengan siapa saja.


Hari itu di jam istirahat dia mendekati kami yang sedang duduk santai di kelas.


"Eeh kalian tau permainan ini gak,nama permainan nya Kumpulkan yang sama buang yang beda!!" celoteh nya,dan kami kompak menggeleng dan tidak tertarik.


"Seru tau,dan lucu hahaha!" Evelyn tertawa sendiri, kami hanya memperhatikan kelanjutannya,apa yang akan dia katakan.


Karena tiba-tiba dia diam,aku iseng bertanya," Serunya dimana?"


"Nih...di siniii...!!! jawabnya sambil menunjuk hidungnya sendiri sambil nyengir.


"Sialan!",umpatku kesal.


"Lurus...lurus...lurus... kriwil,BUANG!",kata Evelyn lagi sambil menunjuk kami berempat,waktu itu ada aku, Daniel,Dave,sama Thomas.


Pas kata kriwil,dia menunjuk ke arah Thomas dan kata buang menunjuk keluar kelas.


Kami tertawa bersama selain Thomas,dia cemberut di katain kriwil dan harus keluar kelas.


Akhirnya kami faham,itu sebagai permainan yang intinya memojokkan salah satu fihak yang tidak sama dengan yang lain,agar keluar dari *kumpulan atau *kawanan .


Ternyata permainan konyol itu menjadi trend di kelas kami dan bahkan di mainkan di kelas lain.


Aku dan genk ku ngumpul dalam satu meja,kami bercanda dan tertawa bersama.


Aku mulai iseng."Rapi.. rapi... rapi...rapi...rapi... (jari telunjuk ku berputar mencari yang beda),kusut,buang!"aku tunjuk si Alfin yang memang baju seragam nya sudah kusut,dan kami tertawa bersama diikuti Alfin yang sedikit memerah menjadi pusat perhatian.


Sambil menunduk,mataku melihat-lihat sepatu,dan aku mulai lagi"Hitam.... hitam...hitam...hitam...( tiba-tiba mataku melihat warna berbeda,dan tanpa mengangkat kepalaku aku langsung menunjuk nya), COKLAT, BU.!" aku menghentikan kalimat ku karena sepertinya ada kejanggalan.


"Bu....ang ?" tanya pak Zen melanjutkan kalimat yang belum sempat ku selesaikan.


" Maaf pak,ampun pak!" jawabku sambil menangkupkan kedua tanganku sebagai tanda permintaan maaf ku.


"Hmm kalian apa tidak mengerjakan tugas?!" suara pak Zen sedikit meninggi.


"Tidak ada tugas pak,jam kosong dan tidak ada tugas yang harus kami selesaikan!" jawabku mewakili teman-temanku.


"Ibra,kamu kan bisa minta tugas pada guru piket,bukan malah ngajarin ribut teman sekelas semacam ini!"kata pak Zen lagi.


"Kebetulan mata pelajaran setelah ini Bahasa Indonesia, sebagai hukumannya kamu belajar di luar!" kata pak Zen lagi.


"Lah kenapa pak?" tanya ku agak pelan.


maksud ku yang ramai sekelas koq aku doang yang di suruh keluar.


Belum di jawab pertanyaan ku,tapi Pak Zen malah mengangkat tangan dan telunjuk nya sambil berkata..


"Duduk...duduk....duduk...duduk... semua duduk...yang berdiri...?pak Zen menunjuk ke arahku dan di jawab serempak teman sekelasku semua "BUANG!!!!! duh kenceng banget suara mereka karena di iringi dengan suawa tertawa sebagian teman satu genk ku.


"Sialan,di kerjain guru!" aku merutuk dalam hati.


*flashback off*


Bhahahaha ... kami tertawa lagi mengingat semua itu.


"Eeh jadi ingat Pak Zen ya gaess?" kataku.


"Iya,ingat banget,karena beliau guru yang sangat perhatian sama murid-murid nya",Dave berkomentar.


"Niel,lu tau gak rumah Pak Zen,kapan-kapan kesana kita kalo dah tau rumahnya!" kataku kepada Daniel.


"Pak Zen sudah pindah ke kota Cirebon, beliau di mutasi kesana tahun lalu!",jawab Daniel,tidak heran jika Daniel tahu tentang pak Zen karena memang mereka tinggal di perumahan yang sama sebelum nya.


"yaaaah ..." serempak kami menjawab kecewa.


"Eeh gimna kabar si Evelyn itu?"tiba-tiba Rizky bertanya tentang Evelyn.


"Bukannya dia cuma setahun ya sekelas sama kita, karena pas kenaikan kelas 6,dia pindah lagi ke Medan mengikuti ayahnya dinas di sana", jawabku datar.


"Cieeee yang pernah jadi gebetan Evelyn, sepertinya masih ingat aja hahaha!" jawaban Dave di iringi ketawa dari dua temanku yang lain sukses membuat ku merasa risih.


"Diih apa'an sih kalian ini, Evelyn bukan tipe gua,catet itu,baik dahulu, sekarang, maupun masa yang akan datang!" jawabku.


"Iya.. iyaaaa... gitu aja ngegas, seperti mau di paksa apa aja hhh!" kembali jawaban Dave membuat ku menjadi serba salah.


"Ahh sudah lah,itu hanya kenangan lucu-lucuan aja di masa lalu, jangan di ambil hati",Rizky menengahi.


Tidak terasa hari telah sore,dan ponsel masing-masing sudah terdengar panggilan di suruh pulang oleh orang tua sendiri-sendiri.


"Kami pulang dulu Tante!"kata mereka bertiga berbarengan.


"Iya, hati-hati di jalan, jangan bercanda di jalan!",pesan mama pada mereka.


#############################


Dahlah garing gak ada ide... hehehe.


thanks semua yang udah sempetin buat baca ya, sehat selalu,tetap jaga jarak dan taati protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.


bye bye 🤚


typo bertebaran mohon di maafkan 🙏