
Ryan terus menciumi Rifana.
kali ini ciuman Ryan turun ke leher. Rifana di buat tidak berdaya dengan permainan Ryan.
usia boleh tuaan Rifana,tapi soal percintaan, sepertinya Ryan adalah ahlinya.
Rifana menahan nafas sejenak sebelum keduanya terlanjur terlalu jauh.
dengan sisa kesadarannya, Rifana mendorong tubuh Ryan agak keras.
"stop Ryan...!",pinta Rifana.
sementara nafas Ryan terus memburu,menahan sesuatu yang hanya bisa dia rasakan, sekuat tenaga Ryan menahan hasratnya.
"maaf kak....",jawab Ryan lirih.
Ryan berusaha menahan untuk tidak menunjukkan hasratnya yang belum padam.
Rifana memperhatikan raut muka Ryan yang terlihat menyedihkan,karena sedang berusaha keras agar tidak menyakiti Rifana.
"sebaiknya lu pulang aja,hari udah malam,...",kata Rifana mencairkan suasana yang sedikit tegang.
Rifana ingin marah tapi tidak bisa.
karena sejujurnya Rifana pun menginginkan apa yang di inginkan Ryan.
"apa lu marah?", tanya Ryan pelan,sambil memegang tangan Rifana.
Rifana hanya menggelengkan kepalanya.
"kak... gua sayang banget sama lu, dari sejak pertama gua liat lu di rumah kak Ika,gua merasa kalo lu adalah seseorang yang gua nanti selama ini,kak.... maukah menjadi pacar gua?", Ryan mengungkapkan perasaannya, selama ini Ryan hanya memendamnya saja, karena khawatir jika cintanya hanya akan bertepuk sebelah tangan.
sementara selama ini Rifana hanya merasakan kenyamanan ketika bersama Ryan.
baik pada saat Ryan belajar maupun pada saat Ryan hanya sekedar main-main saja.
Rifana menolak rasa yang ada dalam hatinya untuk Ryan, karena Ryan dianggapnya hanya anak ingusan, yang hanya mengerti pacaran itu untuk senang-senang saja.
kali ini Rifana benar-benar tidak sanggup lagi untuk menolak Ryan. dua tahun bukan waktu yang sebentar untuk memahami satu sama lain.
saat ini waktu yang tepat bagi Ryan untuk mengungkapkan perasaannya, setelah ciumannya tidak mendapatkan penolakan dari Rifana.
Rifana menghela nafas panjang, sebelum mengatakan keputusannya.
"lu masih kelas 3 SMA, sebentar lagi akan ujian nasional, sebaiknya kita sama-sama fokus saja, lu fokus belajar dan gua fokus mengajar!", jawab Rifana.
"setidaknya berikan gua kepastian kak,biar gua tenang menghadapi ujian nanti!",pinta Ryan pada Rifana.
"hmm, raihlah nilai yang bagus, karena gua gak mau punya cowok yang tidak smart!", kata Rifana sambil menunjuk kepalanya.
"apa itu artinya cinta gua diterima?", tanya Ryan lagi.
"semua tergantung nilai hasil ujian kelulusan lu bulan depan,kalo nilai lu bagus,kita bisa jalan bareng, kalo nilai lu pas-pasan maka ucapkan selamat tinggal saja!", jawab Rifana penuh dengan penekanan.
"okelah,gua rasa gua bisa mendapatkan nilai bagus,demi bisa jalan bareng dengan seseorang yang gua sayang!", jawab Ryan sungguh-sungguh.
"ya sudah, sekarang pulang dulu,besok siang belajar lagi seperti biasanya",kata Rifana datar.
sepertinya Ryan sudah bisa mengendalikan hasratnya, dia pun berdiri sambil memegang tangan Rifana,mencium singkat pipi Rifana tanpa permisi lagi.
"aiissh... lu neeh,sudah pulang dulu ya,bye...!", kata Rifana sambil melepaskan tangannya dari pegangan Ryan,dan melangkah masuk kemudian mengunci pintu kamarnya.
Rifana tidak mendengar ada langkah kaki yang pergi menjauh sehingga dia berfikir kalo Ryan memang belum pergi dari kost-an Rifana.
iseng Rifana mengintip dari balik hordeng kamarnya, untuk memastikan apakah Ryan sudah pergi atau belum.
"huaaaaa... !", teriak Rifana kaget bukan main ketika ternyata ada muka orang yang sedang mengintip juga dari luar.
"aihhh kaget gua setaaan...!",teriak Rifana.
"bhahahaha ....!", terdengar tawa Ryan terbahak-bahak dari luar.
"aiiiih ... pulang uy,sudah malam neh!",teriak Rifana dari dalam kamarnya.
"iyaaaa,ini juga mau pulang... bye ?", teriak Ryan dari luar kamar sambil berlalu pergi meninggalkan kamar kost Rifana.
suasana kembali sunyi, Rifana segera masuk kamar tidurnya.
**********
sebentar lagi ujian kelulusan SMA.
Ryan berusaha untuk sungguh-sungguh belajar,supaya mendapatkan nilai yg bagus.
Ryan dan Rifana menjalani kehidupan seperti biasanya.
mereka tetap belajar bersama hingga hari ujian itu tiba.
Minggu siang.
"kak,besok gua ujian...!", kata Ryan.
"iyaa,... sekarang mau belajar apa?", tanya Rifana.
"besok hari Senin,gua matematika, sekarang kek nya gua minta tolong di jelasin materi yang ini kak!", kata Ryan sambil menyodorkan buku matematika.
"oke,siapain semuanya,ayuk kita mulai saja... seperti biasanya,lu baca per bab,tanyakan materi yang belum mengerti dan nanti gua jelasin!",kata Rifana.
"oke,siaap!",jawab Ryan.
akhirnya Ryan mulai membaca bukunya.
semuanya berjalan lancar,terjadi belajar mengajar yang seharusnya.
Ryan serius menyimak segala penjelasan Rifana. sekali-sekali Ryan bertanya Dan Rifana menjelaskan dengan sabar.
"kak, doakan gua ya, biar besok gua bisa ngerjain tugas ujian dengan mudah!", punya Ryan.
"pastinya gua doakan, lu dapat yang terbaik!",jawab Rifana
"thanks ya kak", kata Ryan.
mereka melanjutkan belajar bersama lagi, hingga waktu menjelang sore hari.
akhirnya Ryan pamit pulang, Ryan ingin fokus belajar lagi.
Ryan ingin mendapatkan nilai maksimal, demi Rifana.
*********
akhirnya selesai juga ujian nasional Ryan.
nilainya belum keluar,tapi rasanya sudah lega banget.
yang ada dalam pikiran Ryan adalah bisa mendapatkan cinta Rifana, dia malah tidak memikirkan melanjutkan sekolah di mana.
rasa cinta Ryan untuk Rifana benar-benar sudah maksimal.
**********
kediaman Ryan.
"eh lu mau lanjut kmana setelah lulus?", tanya Ika.
"tau',blom kepikiran!",jawab Ryan asal.
"lah lu, bukannya mikir besok mo lanjut kemana,malah mikirin Rifana melulu yang ada,dasar kucrut!",ledek Ika.
Ryan cuma nyengir saja, tanpa menjawab apa-apa.
"kucrut,lu seriusan napa!"kata Ika lagi.
"eeh, gua serius lah, gua gak mikirin lanjut kemana karena gua pengen kerja,biar cepet nikah!", jawab Ryan tegas.
"ehh kucrut,lu neh belom juga 20tahun lah,udah mikir mau nikah aja,memang ada anak kucing yang mau nikah ama lu gitu??",kata Ika menyindir Ryan yang kekeh tidak mau melanjutkan sekolah lagi karena ingin segera menikah.
"satu lagi ya, kucrut pinter anak sholeh,yang lu sukai itu mahasiswa, sebentar lagi sarjana,trus lu cuma lulusan SMA,memangnya dia mau sama elu,gitu??", sambung Ika lagi.
Ryan hanya diam,dia tidak peduli ocehan sepupunya itu, bagi Ryan nilainya lebih penting karena itu yang akan menentukan apakah cintanya di terima atau di tolak.
"Rifana itu mahasiswa yang pintar,gak mungkin dia mau sama elu!"kata Ika lagi.
"aiih knpa jadi elu yang rempong sih kak?", sahut Ryan.
"ya karena gua gak pengen lu kecewa, seandainya aja ntar Rifana nolak cinta elu, kucruut!",,jawab Ika pada akhirnya.
"hemm,santai kak, yang penting nilai gua bagus, dia pasti nerima cinta gua!"jawab Ryan bangga.
************
besok lagi ya...mata saya sudah 5 watt 🙏🙏
minta tolong like, komen nya ya all, thanks.