
Mama sedang mengajar anak-anak les,aku menjaga adek-adekku.
"Ibra,tolong jaga adek dengan benar, jangan di bikin nangis!",kata mama memperingatkan aku.
Seperti biasa,aku selalu gemas dengan adekku,dan belum puas kalau belum dengar adekku menangis.
Oleh sebab itu mama selalu berpesan supaya aku tidak membuat adekku menangis.
Tiada hari tanpa membuat menangis adek,itu adalah prinsip hidupku.
(hihihi kakak yang jahil ya)
"Kak... ini tepung buat apa?", tanya Nissa sambil membawa sebungkus tepung terigu ukuran satu kilogram.
"Buat bikin kue nanti sore, katanya kamu mau donat kan?",aku bertanya balek pada adekku.
"ooh.... iya... donat ya?", tanya Nissa sambil mengangguk-angguk seolah mengerti kalau tepung itu akan di buat makanan kesukaan Nissa.
Tiba-tiba ponselku berbunyi, seperti ada bunyi WA masuk.
Klunting... (bunyinya seperti itu).
Bergegas aku mengambil ponselku,aku baca si pengirim,*Parmin*.
Horeeeee,hatiku bersorak mendapatkan wa dari Parmin.
Parmin adalah nickname yang aku berikan untuk nomor ponsel cewek aku, Nay.
Terakhir aku tidak ingat chat apa dengan Nay, yang sudah resmi menjadi cewekku sejak beberapa bulan yang lalu.
Aku cuma ingat tiba-tiba adek-adekku berebut mainan.
Bergegas aku menghampiri mereka untuk melerai.
Sebelum menangis salah satu pasti tetap ngotot masih saja saling tarik dan saling dorong.
Aku yang berusaha melerai malah kena gigit dan kena cubit.
Ampun bener adekku ini, sudahlah, tanggung banget,aku ambilkan saja keduanya guling kecil,"sono saling gebug sepuasnya!".
Setelah itu mereka kembali berantem,saling gebuk menggunakan guling kecil yang aku berikan.
Mereka tertawa senang apabila guling nya bisa tepat sasaran.
Aku melihat dari kejauhan.
Sambil melanjutkan chat dengan Nay.
Aku tersenyum melihat tingkah laku adek-adek kecilku yang terkekeh-kekeh bermain gebug guling.
"Ibraaaa... adekmu!", teriak mama yang baru melihat kepala Ianna kena gebug Nissa.
Karena kaget mendengar teriakannya mama, Anissa menoleh ke arah mama,daaan bluugh.... headshot..... Nissa kena gebug kepalanya oleh Ianna.
Spontan aku tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Ianna yang sok-sok an seperti aku kalau sedang senang karena berhasil mengalahkan musuh.
"Yesss.... hedcoooot....kena Ica!",kata Ianna sambil loncat-loncatan.
(headshot maksudnya,tapi yang Ianna bilang hedcot)
"Adek.... apa itu,gak boleh pukul kepala kakak Ica,nanti kakak Ica sakit bagaimana!",seru mama dengan penuh kekhawatiran.
"Ica juga pukul adek tadi!",jawab Ianna mengadu pada mama.
"ooh yaaa,.... siapa yang mengajarkan saling pukul begitu?",tanya mama sambil mengusap kepala kedua adekku.
"Kakaaaak ..... !",jawab mereka kompak banget.
Mama memandangiku sambil geleng-geleng kepala.
Pelan-pelan mama berjalan ke arahku,daaaaaan ....mama menjewer telingaku seperti biasanya.
"Kamu nih ya, apa gak ada lagi mainan yang bisa di berikan pada adekmu, sampai kamu harus adu adekmu?", tanya mama agak kesal.
"Besok kasih aja adekmu sapu satu-satu!",kata mama.
"Buat nyapu ya mam?",kataku sambil nyengir.
"Buat gebugin kamu!"jawab mama sambil menoyor kepalaku.
"Aduuh sakit mam,barusan dah di jewer, sekarang di toyor!", jawabku.
"Makanya jadi kakak yang baik,bukan malah ngajarin adeknya yang tidak-tidak!",kata mama lagi.
Aku cuma menggaruk-garuk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal.
Salah aku dimana ya', maksud hati kan baik ya,biar mereka tidak berebut mainan dan mengganggu mama mengajar,tapi tetap saja aku salah dimata mama.
*********************
"Bra....Ibraaaa ...!"teriak mama dari kamarnya.
Bergegas aku lari menghampiri mama.
"Mama kenapa?", tanyaku penasaran.
"Mama boleh pinjam hapemu tidak?",tanya mama sedikit lembut dibuat-buat.
"Boleh mam... sebentar ",jawabku datar.
Aku bermaksud keluar dari kamar mama untuk mengambil ponsel yang akan dipinjam mama.
"Mau kemana kamu?",tanya mama.
"Lah kata mama mau pinjam hapeku,apa gak jadi?", tanyaku lagi.
"Ini hape punya siapa?", tanya mama sambil menyodorkan hapeku.
"Kok bisa sama mama,itu kan hapeku?",kataku sambil mengambil hape yang disodorkan mama.
Entah mengapa perasanku menjadi sangat tidak enak.
Semoga mama tidak menemukan jejak chat aku bersama Nay.
"Sejak kapan kamu berhubungan sama Parmin?",mama emosi seketika.
"Hah....... Parmin,... Parmin siapa mam?", tanyaku pura-pura penasaran.
"Ini ada chat dari Parmin,.... bebh.. ini maksudnya panggil kamu, dengan sebutan bebh?",tanya mama.
"Mama tidak mau tau, yang jelas mama marah, sangat marah, Parmin itu pasti laki-laki,apa anak mama ini pacaran dengan anak laki-laki!?",mama menginterogasi aku.
"Weeh.... kaga mam,eeh itu Parmin tukang kebun tetangga sebelah mam,masak mama lupa?",aku mencoba membela diri.
"Ooooh ,oke, mama ingat,iyaa ada Parmin tukang kebunnya Pak Joko, tetangga sebelah kita,lalu ada hubungan apa kamu sama Parmin?", tanya mama lagi.
"Astaghfirullah mama.... kami gak ada hubungan apa-apa,sengaja aku simpan nomornya supaya mama gampang kalau akan meminta tolong seseorang untuk membersihkan rumah kita!",jawabku berusaha menjelaskan tujuanku menyimpan nomor Parmin, padahal jelas-jelas Parmin yang ada di dalam ponselku adalah Nay, yang aku samarkan.
Mama tidak percaya begitu saja, soalnya ada jejak chat yang lupa aku hapus, karena hape keburu di pegang mama.
"Apa kamu mau membodohi mama,sejak kapan Parmin panggil kamu dengan sebutan bebh!",bentak mama.
"Eeh aah... mama salah baca mungkin atau Parmin yang salah ketik,maksud Parmin mungkin mau ngetik bang,tapi jadinya bebh!", gelagapan aku tetap berusaha membela diri.
"Ooh... mama curiga, siapa Parmin ini sebenarnya,karena tadi mama mencoba telpon dan yang menjawab seorang anak perempuan!", akhirnya mama mangaku kalau sudah menghubungi nomor yang aku beri nickname Parmin.
Wadidaaaw.. akhirnya mama tau juga.... tapi mama hanya menguji kejujuranku saja.
"Kamu milih jujur apa milih tidak memegang hape lagi?",mama memberiku pilihan.
"Ampun mam, maafin mam... itu nomor Nay mam!",jawabku cepat.
"Mama sudah tau,... ada hubungan apa kamu sama Nay, bukannya mama sudah sering ingatkan kamu untuk tidak pacaran,kamu masih kelas enam, Nay juga masih kelas empat,kamu tahu kan kalau orang tuanya Nay menitipkannya pada mama, supaya Nay bisa mengikuti pelajaran di sekolahnya?",mama menjelaskan panjang lebar.
Aku hanya bisa menunduk saja merasa bersalah,aku yakin mama pasti sudah tahu semuanya dari Nay.
Nay tidak akan berani membohongi mama,aku tahu kenapa mama marah sama aku.
Selama ini aku pura-pura acuh dan tidak peduli sama Nay kalau di depan mama.
Mama kecolongan,aku sudah beberapa bulan pacaran sama Nay tanpa ketahuan.
"Jawab mama, kenapa kamu melanggar larangan mama?",tanya mama lagi agak sedikit tenang.
"Maaf mam,aku gak tahan diledekin teman melulu, katanya Ibra ganteng tapi gak laku, padahal aku memang tidak tertarik dengan mereka,pas ada Nay,aku suka Nay karena dia tipe cewek yang gak ngejar-ngejar aku,gak seperti teman sekelas aku yang lain",aku memberikan alasan pada mama.
"Ooh jadi hanya karena kamu malu di bilang gak laku makanya kamu pacaran sama Nay?",tanya mama lagi.
"Tapi bukan sepenuhnya benar begitu mam, sejujurnya aku memang suka Nay dari awal melihat dia mam,tapi mama kan selalu melarang aku untuk berpacaran, mengatakan kalau aku masih kecil!",aku menjawab sambil menunduk.
Mama mendekatiku dan mengusap kepalaku.
"Tolong, bantu mama, jangan membuat masalah,hape boleh kamu gunakan untuk bermain game,tapi tidak boleh menyimpan nomor siapapun selain nomor penting milik saudara atau keluarga", kata mama datar dan penuh permohonan.
"Untuk nomor teman sekolah kamu, biar mama simpan nomor orang tuanya,kalau ada apa-apa,kamu bisa pakai hape mama untuk menghubungi teman kamu",kata mama lagi.
Ya sudahlah,aku memang salah, makanya aku terima semua keputusan mama,aku tidak simpan nomor siapapun selain nomor saudara dan keluarga sendiri.
Tapi untuk putus dari Nay,itu tidak mungkin,jadi aku gunakan cara aman,aku hafalkan nomornya,dan tidak aku simpan.
Setiap habis chat, langsung aku hapus.
Nay juga aku ingatkan untuk menunggu aku yang membuka obrolan, supaya jangan terciduk untuk kedua kalinya.
***********************************
Alhamdulillah, bisa up lagi.
Semoga kalian bisa terhibur ya.
Selamat membaca, tolong bantu berikan vote nya ya,yang geratis saja... supaya tidak membebani readers semua.
Terimakasih 🙏🙏.