My Sisters & Me

My Sisters & Me
ch 7 first kiss



30 menit berlalu.


"dah beres nih,moga Rifana senang karena gua udah selesai merapikan kamarnya, timbang buku-buku segini mh cepil".


Aron bangga dengan hasil kerjanya.


tiba-tiba Rifana muncul membawa sekantung belanjaan dari minimarket.


"hah....cepat amat lu kerja, jangan bilang kalo lu di bantuin jin piaraan lu, atau jangan-jangan tadi lu panggil gang pethakilan temen sekolah lu itu ya''? kata Rifana.


"aiish....lu nih bukannya terimakasih pekerjaan sudah beres, malah berisik macam kaleng rombeng!" sahut Aron dengan muka masam.


"habisnya kerja lu cepet dan rapi,gua sampai gak sadar kalo udah nyerocos dengan pertanyaan yang ada di otak gua,sorry, jangan ngambeg ya... hehehe, thanks Aron ...". kata Rifana berusaha mencairkan suasana.


kruyuuuk.. kruyuuuk.. kruyuuuk...


"lah..lu laper?" tanya Rifana.


"iya,apa lu tadi membeli makanan atau apalah sebagai pengganjal perut gua".jawab Aron tanpa malu-malu.


Aron sangat kelaparan karena memang dia belom makan malam,di tambah dengan pekerjaannya merapikan kamar Rifana.


mendengar perkataan Aron, Rifana tersenyum sambil mengeluarkan roti dari dalam tas belanjaan yang memang sengaja dia beli untuk *Aron, sambil memberikan minuman dingin yang juga di belinya dari minimarket.


"nih makanlah!" kata Rifana sambil meletakkan roti dan minuman di samping tempat duduk Aron.


"waaah... kebetulan nih roti kesukaan gua , lu tau aja sih!" sahut Aron bersemangat sambil menyomot rotinya.


" ya udah lu makan dulu,gua ke kamar mandi sebentar". kata Rifana.


karena mulutnya sedang mengunyah roti Aron hanya mengacungkan ibu jarinya tanpa menjawab.


ntah karena kecapekan atau karena kekenyangan, Aron tertidur di karpet lantai kamar Rifana.


Rifana terkejut melihat Aron sudah tertidur pulas,dia berusaha membangunkan Aron karena waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.


haissssh bisa menikah muda gua kalo keciduk sekuriti, batin Rifana.


"uyy... bang haji... bangun uyy!" Rifana biasa mencandai Aron dengan sebutan bang haji, semenjak dirinya tahu kalau Aron pernah naik haji beberapa tahun yang lalu.


berulang kali Rifana membangunkan Aron sambil mengguncang-guncangkan badan Aron,tetapi Aron tidak terusik sedikitpun.


posisi Rifana jongkok di samping Aron yg tertidur pulas...sambil terus mengguncang-guncangkan badan Aron,tiba tiba Aron membuat gerakan yang mengagetkan Rifana dan itu sukses membuat Rifana terjungkal ke depan menindih badan Aron,muka bertemu muka.


karena kejatuhan Rifana mengagetkan Aron, sehingga refleks Aron membuka matanya sambil menahan sakit di dadanya karena tertindih siku Rifana....sambil mengerjap- ngerjapkan matanya menyesuaikan masuknya cahaya lampu kamar.


posisi jatuhnya Rifana sangat pas dengan posisi muka Aron,bahkan di awal jatuhnya tadi bibir Rifana dan Aron saling bersentuhan.


blush...merah padam muka Rifana menahan malu.


"senang benar lu ada di atas gua,apa mau di lanjutkan??" tanya Aron agak jahil meskipun sambil menahan sakit di dadanya


buru-buru Rifana bangkit lalu mengatur posisi untuk duduk di lantai dimana disebelahnya ada Aron yang masih dalam posisi tidur sambil meringis memegangi dadanya entah karena sakit atau pura pura sakit karena terkena suku Rifana tadi.


"lu kenapa tiba-tiba membuat gua terjatuh sih?" tanya Rifana sambil bersungut-sungut.


"lah,gua kan tertidur ...mana sadar dengan semua gerakan gua". Aron membela diri.


"ya sudahlah, terimakasih sudah membantu merapikan kamar gua,dari tadi gua bangunin elu, tapi elu nya kaga bangun bangun,lu sengaja ya'pengen di tangkap sekuriti sini?" kata Rifana.


"eeh... kaga'lah... lu aja kali pengen buru-buru nikah sama gua ya hahaha ?" ledek Aron sambil tertawa senang.


"haiiish,gua nikah sama elu? sorry ya,lu kan lebih muda dari gua!" jawab Rifana.


Rifana kembali mengingat adegan singkat posisi jatuhnya tadi,tanpa terasa wajahnya memerah karena malu...


haduuuuh kenapa first kiss gua harus terjadi dengan cara seperti ini... gumamnya dalam hati.


Aron yang melihat perubahan muka Rifana tiba-tiba ingin menggodanya.


"haissssh muka lu kek kepiting rebus,apa lu belom pernah di cium cowok ganteng sebelumnya ya?" tanya Aron sambil mengedipkan mata nya


"aaoow... sakit issh!" kata Aron sambil memegang keningnya.


"rasain lu...dah sana pulang,dah malam!" kata Rifana sambil menunjuk ke arah pintu.


"iya...iya.... gua pulang... tapi jangan kangen gua ya!" Aron bangkit dan berjalan keluar.


Rifana diam saja menyaksikan kepergian Aron dari kamar kost nya.


"bye...sampai besok!" teriak Aron.


"bye..." jawab Rifana yang entah masih bisa di dengar atau tidak oleh Aron.


Rifana menutup pintu kamarnya.


bayangan ciuman singkat yang tidak di sengaja itu terus berulang dalam memori otak nya...


"kenapa first kiss gua harus bersama ubur- ubur itu".


gumam Rifana sendirian sambil mengusap bibirnya dengan kasar seolah tidak terima.


"ya Tuhan... tidak adakah pangeran tampan di kampus yang bisa mengambil first kiss gua sehingga gua harus melakukannya dengan anak SMA?" bertanya tapi lebih mirip mengeluh terhadap nasibnya.


*****


kamar Aron


"Alhamdulillah, akhirnya gua berhasil mendapatkan ciuman darinya hihihi" sendirian Aron cengengesan di kamar mengingat kejadian bersama Rifana di kamarnya.


Aron sudah merencanakan sesuatu untuk hari esok sepulang sekolah.


Aron yakin dalam hati jika sebenarnya Rifana mempunyai perasaan terhadap dirinya.


Hanya karena Aron masih SMA dan lebih muda usianya Rifana selalu menolak kehadiran Aron di dalam hatinya.


"haiiish kenapa tadi dia panggil gua bang haji ya'? apa dia pikir gua ini penyanyi dangdut yang terkenal dengan kata "terlalu" itu...heh menyebalkan". tiba-tiba Aron mengingat panggilan Rifana ketika tadi samar-samar dia dengar waktu membangunkannya.


"awas aja besok kalau ketemu lagi" Aron bergumam dalam hati.


Aron selalu di panggil bang haji oleh anak-anak sekitar rumahnya. tetapi dia tidak pernah mempersoalkan panggilan itu.


hal itu cukup wajar karena Aron memang keluarga terpandang dan tetangga menghormati setatus sosialnya.


sebelum Aron di ajak kedua orang tuanya pergi haji, anak-anak di sekitar rumahnya cukup memanggil dia bang Aron.


lambat laun panggilan itu berubah sendiri ketika Aron pulang berhaji.


awalnya Aron menolak panggilan "bang haji" tersebut,karena dia tidak mau di ledekin teman teman sekolahnya dengan embel-embel "bang haji si raja dangdut" ,hal itu dirasa menjatuhkan martabat nya sebagai cowok ganteng di kampungnya.


(narsis abiis hihihi)


lama kelamaan panggilan itu menjadi biasa di telinganya,dan Aron mengabaikan rasa tidak sukanya dengan panggilan tersebut.


tetapi Aron merasa aneh ketika tiba-tiba Rifana ikut ikutan memanggilnya bang haji.


hadeeeh ... kenapa juga dia mesti ikutan panggil gua bang haji,gua pengen dia panggil gua sayang atau honey atau baby...yang penting jangan bang haji. Aron sangat menginginkan panggilan sayang dari Rifana untuk dirinya.


**************************************


akhirnya selesai juga.


disela-sela PAS gua bisa up ch ini.


Alhamdulillah.


jangan lupa kasih like rate favorit, syukur ada kasih poin.hehehe.


sehat sehat semua ya kalian.🙏🙏