
keluarga Tante Yani....
Oom Jeff sudah kembali dari Surabaya,malam ini semua berkumpul di ruang keluarga,duduk santai sambil menonton acara TV.
Rifana ada di antara mereka, dengan buku novel di tangan.
"Tan, Oom..... saya mau minta ijin untuk kos di dekat kampus".
Rifana membuka suara nya.
Oom Jeff dan Tante Yani sama-sama terkejut mendengar ucapan Rifana.
"kenapa tiba-tiba mau kos? ada yang salahkah dengan keluarga disini?" tanya Tante Yani.
Oom Jeff Hanya menganggukkan kepala sebagai tanda setuju dengan pertanyaan istrinya.
" tidak Tan,..saya senang tinggal di sini,tapi disini cukup jauh dari kampus,belom lagi kalau saya kesiangan dan macet di jalanan". Rifana berusaha menjelaskan supaya tidak menyinggung perasaan oom dan tantenya.
"memang benar,disini jauh dari kampusmu.. tapi kalau kamu tinggal di luar nanti siapa yang akan mengawasimu?"tanya Tante Yani
"saya bisa jaga diri Tan...". Rifana meyakinkan tantenya.
"hmm,ya sudahlah,... Tante percaya sama kamu,kapan rencana mau kos?" tanya Tante Yani selanjutnya.
"Minggu depan Tan, kalo diijinkan".sahut Rifana.
"apa kamu sudah mendapatkan tempat kosnya? tanya Oom Jeff.
"sudah Oom, kemaren di bantu Aron mencari tempat kost". jawab Rifana.
"Aron?"tanya Tante dan Oom nya secara bersamaan.
"iya...". jawab Rifana singkat.
"kok bisa sama Aron cari kostannya?" tanya Tante Yani.
"kebetulan aja Tan,temen sekolah Aron juga banyak yang kost di daerah situ, Tante bukannya tau kalo sekolah Aron sama kampus saya berdekatan?" Rifana balik bertanya.
"tau juga sih,cuma tante gak nyangka kamu dekat dengan Aron, apa kamu punya hubungan khusus dengan Aron?" Tante Yani bertanya penuh selidik.
"hah,apa?...tidak... tidak...!" Rifana menjawab sambil mengibaskan tangannya, sebagai tanda penolakan.
"eeh,..tapi pipimu merah Fa...apa kamu menyukai Aron?" tanya Tante Yani masih belum puas dengan jawaban Rifana dan senang dengan candaannya yang bisa membuat Rifana merah padam mukanya.
"whah.... tidak Tante, Aron masih kelas 2 SMA....kami tidak selevel!" jawab Rifana.
"Aron itu sudah haji loh,waktu kelas 3 SMP dia berhaji bersama kedua orang tuanya". Tante Yani menjelaskan. tiba-tiba Rifana melamun mengingat Aron
Rifana sebetulnya penasaran dengan sosok Aron, tapi mengingat dirinya lebih tua,maka rasa penasarannya itu diabaikan.
Rifana tidak ingin menjalin hubungan dengan Aron, meskipun akhir akhir ini Aron sering menemani Rifana,baik untuk sekedar mencari buku atau sekedar makan bakso di luar.
beberapa hari yang lalu Rifana ditemani Aron mencari tempat kost.
pindah **dari tempat satu ke tempat yang lain hingga akhirnya Rifana menemukan tempat kost yang cocok dengan hatinya.
lokasinya dekat dengan kampus dan tidak terlalu ramai.
"lah...kok melamun Fa?lagi ingat Aron ya?" tanya tante Yani membuyarkan lamunannya.
"enggak Tan..!" jawab Rifana singkat.... menyembunyikan rasa terkejutnya.
"ya sudah, Tante ijinkan kamu kost,tapi janji ya, kamu harus bisa jaga diri".. pesan Tante Yani.
"iya Tan, insyaallah saya bisa jaga diri ". jawab Rifana datar.
"emm bulan depan di awal tanggal kan ya pindah kost nya, nanti tante belikan perlengkapan kost nya terlebih dahulu".kata Tante Yani.
sepertinya hari sudah larut malam, semua anggota keluarga Tante Yani sudah mulai mengantuk.
akhirnya mereka semua pergi ke tempat tidur masing-masing
*******
tiba saatnya Rifana pindahan. dengan menggunakan mobil Oom Jeff, Rifana menempati tempat kost baru nya.
Rifana hanya membawa buku-bukunya dan beberapa alat masak yang sederhana dari Tante Yani.
Sabtu sore Rifana pindahan, berharap pada hari Minggu bisa beres-beres kamar kostnya.
jarak tempat kost dengan rumah Tantenya kurang lebih 5 km.
sedangkan jarak tempat kost dengan kampus hanya sekitar 100 meter.
gedung kampusnya kelihatan dari teras kost-an Rifana.
setelah sampai di tempat kostnya, Oom Jeff menitipkan Rifana pada pemilik kost.
secara kebetulan Oom Jeff mengenal pemilik kost nya.
setelah berbasa-basi, dengan berat hati Oom dan tantenya meninggalkan Rifana di tempat kostnya sendirian.
sabtu sore yang melelahkan bagi Rifana.
malam pertama di tempat kost, Rifana merasa canggung sekali.
biasanya anak-anak Tante Yani gaduh dan ribut memperebutkan sesuatu.
terdengar teriakan-teriakan Tante nya menasehati anak-anak untuk tidak bikin ribut.
tapi malam ini sepi.... memang ada kamar kamar kost yang lain.
tetapi biasanya penghuni kost pulang ke rumah orang tua di hari Sabtu dan akan kembali ke tempat kost di hari Senin sekalian berangkat sekolah atau kuliah.
Rifana sedang melamun ketika terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
Rifana beranjak untuk membuka pintu.
cekleek... pintu di buka...dan muncul wajah yang cukup membuat Rifana terkejut.
"haiiish kau ini,,,,, baru juga pindah,belom beberes,maen nongol aja,apa lu mau bantuin gua beberes hah??
tanya Rifana menunjukkan wajah kesalnya.
"eeh, jangan marah dong... ini kan malam Minggu, bukannya biasanya juga gua maen ke rumah Tante Yani kalo malam Minggu?" kata Aron.
"lah lu tau itu, biasanya maen ke rumah Tante, kenapa sekarang malah ke kostan gua?" tanya Rifana.
"lu tuh ya... jadi cewek gak peka banget sih,iya kali gua ngapelin Tante lu ?!" Aron sedikit kesal dengan ucapan Rifana.
Aron kecewa karena Rifana tidak pernah mau mengerti perasaannya.
selama ini Aron selalu mencari alasan agar bisa bertemu Rifana di rumah Tante Yani.
Rifana bukannya tidak menyadari perasaan Aron terhadap dirinya, Rifana hanya tidak ingin terjebak cinta dengan seseorang yang usianya lebih muda dari dirinya.
"maaf,... sepertinya lu harus pulang,gua lelah banget nih,besok baru mau gua beresin kamar ini, lu lihat kan,buku-buku gua dan benda-benda ini masih berserakan?"Rifana bermaksud mengusir Aron dengan cara halus.
"gampang itu,kalo lu mau,lu duduk aja,gua yang beresin, toh besok libur sekolah, gua besok bisa tidur seharian kalo capek". Aron menawarkan bantuannya.
"hmm, sepertinya tawaran yang menarik, tapi gua gak punya uang untuk ngasih lu upah".jawab Rifana.
"lumayan lah ada yang mau bantuin, semoga aja ubur-ubur ini gak aneh-aneh" Rifana berkata dalam hati.
"hilliiih...lu neh kek ngomong sama siapa aja,lu tinggal duduk manis, biar gua yang beresin,dan lu gak usah mikirin mo ngupahin gua, lu bolehin gua bantuin lu kek gini aja gua udah seneng tau!" kata Aron bersemangat.
"ya udah,lu cepetan beresin,gua keluar sebentar cari minuman dingin sama camilan ya,gua harap,pas gua balik semua udah beres,setuju?" Rifana mengusulkan.
"okeeh ....!" saut Aron sambil mengangkat ibu jarinya.
**************
apa yang akan di lakukan Aron??
kita tunggu ch berikutnya ya gaesss.
maaf terlambat up.
suka lupa waktu kalo sudah main.😀