My Sisters & Me

My Sisters & Me
ch 16 cinta Ryan



beberapa saat setelah ibu Rifana masuk ke kamarnya.


"eeh,tau tempat tinggalku dari siapa?",tanya Rifana tiba-tiba.


"tau sendiri lah!,"jawab Ryan pendek.


tak sabar memendam kerinduannya selama ini, Ryan menarik tangan Rifana, sehingga Rifana terjatuh dalam pelukan Ryan.


(adegan 18+)


"maafin sayang... aku terlalu lama menahan rindu",kata Ryan setelah sadar dengan apa yang telah mereka lakukan.


"tidak apa-apa,aku juga kangen koq,kita sama-sama kangen", jawab Rifana menutupi rasa bersalah Ryan.


"aku benar-benar tidak bisa lagi lebih lama menunggumu", Ryan mencium rambut Rifana pelan-pelan.


Ryan berusaha keras melawan keinginannya.


"apa rencana kamu selanjutnya?", tanya Rifana.


"menikah denganmu", Ryan menjawab pendek dan kembali mereka berciuman melepaskan kerinduan masing-masing.


(adegan 18+)


"aaaah ... sial...sial...!", Ryan meremas rambut kepalanya karena hampir saja mereka berbuat hal yang di larang dalam agama.


"maaf sayang ,sepertinya kamu harus pulang,akupun khawatir tidak akan bisa menolakmu lagi",kata Rifana sambil menunduk lesu.


Rifana mengusir Ryan pulang dengan cara halus.


meskipun jauh dari dalam hatinya Rifana pun sangat menginginkan Ryan, tapi Rifana bukanlah perempuan yang tidak mengerti agama.


"ya sudah,aku pulang dulu, kapan-kapan aku kesini bersama orang tuaku, untuk melamarnu!", kata Ryan sambil mencubit pipi Rifana dengan gemas.


Rifana hanya mengangguk tanda setuju,karena dia tidak ingin berbuat dosa lebih banyak lagi.


*******


beberapa hari kemudian.


sejak kedatangan Ryan hari itu dia memutuskan untuk tidak bertemu Rifana terlebih dahulu.


hal itu dilakukan atas permintaan Rifana.


Rifana takut tidak bisa mengontrol dirinya ketika mereka berdua bertemu.


Ryan sangat mencintai Rifana. Ryan hanya akan menikahi Rifana meskipun mamanya tidak menyetujuinya.


alasan mamanya tidak bisa menerima Rifana karena perbedaan umur.


usia Rifana 4 tahun lebih tua dari Ryan.


selain itu jenjang pendidikan juga berbeda.


Rifana seorang sarjana, sedangkan Ryan lulusan SMA.


apapun alasannya Ryan selalu mengatakan pada keluarganya bahwa dia hanya akan menikah dengan satu syarat, perempuan itu adalah Rifana.


Ryan yang memang keras kepala tetap akan menikahi Rifana meskipun tidak direstui mamanya.


namun pada akhirnya keluarga Ryan menyerahkan semua keputusan pada Ryan.


"kapan kamu akan melamarnya?",tanya mama Ryan.


"secepatnya mam!",jawab Ryan pasti.


"bagaimana dengan orang tua pararmu itu,apa mereka setuju?",mama Ryan kembali bertanya.


"apa ada alasan untuk tidak menerimaku?", Ryan bertanya balik pada mamanya.


"kamu lebih muda dirinya, kamu hanya lulusan SMA sedangkan dia sarjana, Ryan,tolong dengarkan Mama!", kata mamanya Ryan.


"mam,ada alasan yang lebih mendasar gak selain perbedaan umur dan jenjang pendidikan,kami berdua tidak pernah mempersoalkan masalah tersebut,bagi dia,aku bisa menafkahi lahir dan batin, itu sudah cukup!", jawab Ryan tegas.


"dengar,mama bukannya tidak menyetujui kamu mau menikahi pacarmu itu,mama hanya tidak mau kamu sakit hati nantinya!", mamanya berusaha memberikan Ryan pengertian.


"semua resiko, apapun itu, biar kami berdua yang menanggungnya,mama hanya perlu datang kerumahnya untuk melamar Rifana, itu saja", Ryan mengakhiri percakapannya dengan mamanya.


akhirnya keluarga Ryan mengalah.


lamaran datang dari keluarga Ryan di kota B untuk keluarga Rifana dikota M.


tanpa kendala yang berarti semua berjalan sesuai rencana Tuhan.


lamaran diterima,mereka akan menikah tahun depan yang tinggal beberapa bulan lagi.


menunggu uang tabungan hasil kerja Ryan terkumpul dan menunggu usia Ryan 20 tahun.


karena tidak ada keluarga besar Ryan yang menikah di bawah usia 25 tahun.


**********


yang usianya empat tahun di bawahnya.


Rifana menyerahkan segalanya pada takdir hidupnya.


dia selalu yakin, segalanya terjadi karena memang harus terjadi.


sore itu Ryan berkunjung ke rumah Rifana, untuk memantapkan lagi rencana pernikahan mereka.


kedatangan Ryan ke rumah Rifana sudah di anggap biasa oleh keluarga Rifana.


"sayang,koq sepi,pada kemana?", tanya Ryan membuka obrolan.


"mereka sedang ada acara di rumah pakde,di kampung sebelah",jawab Rifana.


"asek... gak ada yang ganggu kita nih!", kata Ryan sambil tersenyum manis.


"Hem, memang kenapa?", tanya Rifana.


"sayang,aku ingin,kita cepat menikah...., menikahlah denganku, jadilah ibu bagi anak-anakku...!",pinta Ryan dengan muka memelasnya.


Rifana mengangguk pelan, sebentar lagi mereka akan menikah, tidak ada yang harus di khawatirkan lagi.


Ryan menatap mata Rifana, entah apa yang ada dalam pikiran Ryan, tetapi Rifana merasakan ada pandangan penuh kerinduan disana


Rifana menunduk, jantungnya berdegup kencang.


tiba-tiba Ryan meraih tangan Rifana dan menariknya hingga Rifana jatuh dalam pelukan Ryan.


Ryan tidak sanggup lagi menahan keinginannya,dan Rifana tidak sanggup untuk menolaknya.


hanya ada mereka berdua di rumah Rifana dan yang ketiga sudah pasti ada setan.


(adegan 18+)


" aaaaagh.... Stop sayang, stop...!",kata Rifana yang tersadar ketika hampir saja melakukan perbuatan terlarang.


"huh... aah.. maaf sayang..maaf!', suara Ryan terdengar putus asa,karena lagi-lagi dia tidak berhasil menyalurkan hasratnya.


"sial...,maaf sayang,aku selalu lepas kontrol ketika dekat denganmu!", Ryan meminta maaf kembali atas tindakannya,dia meremas rambutnya, terlihat sangat putus asa.


Rifana pun tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, pakaiannya sudah tidak karuan, sementara Ryan... mukanya memerah menahan hasratnya.


"sayang,aku ke kamar mandi sebentar!", Ryan minta ijin untuk ke kamar mandi.


"iiiii...iiiya ....", jawab Rifana pelan sambil membenahi pakaiannya yang berantakan dan rambut yang acak-acakan.


"hadeeeh... hampir saja... !", Rifana menepok keningnya sendiri menyadari kebodohannya.


Lima belas menit kemudian Ryan sudah terlihat segar keluar dari kamar mandi.


"sayang,aku pamit dulu ya, maafkan segala kekhilafan ku ya sayang... !", Ryan mencium kening Rifana dan berpamitan untuk pulang.


"iya, hati-hati di jalan", jawab Rifana.


"sebenarnya aku malas pulang,ada yang ingin aku selesaikan denganmu malam ini", Ryan berbisik-bisik di telinga Rifana.


"dasar mesum yaaa...!", Rifana melotot sambil mencubit lengan Ryan.


Rifana tahu kalau Ryan hanya ingin menggodanya saja.


"aauuh... sakit iih ...!', Ryan menggosok-gosok kasar lengannya yang terasa panas karena cubitan Rifana.


"mau lagi haaah?!", Rifana bersiap untuk mencubit lagi.


"ampuuuuuuun...!", Ryan bergegas lari menuju pintu sambil tertawa.


"heh... jangan lari...sini kalo mau yang lebih pedas lagi!", Rifana berteriak namun tidak ada nada marah di dalamnya.


Rifana terlihat senyum bahagia menatap kepergian Ryan.


"ya Tuhan... semoga dia akan selalu manis seperti ini setiap hari,ketika kami sudah menikah nanti", Rifana memanjatkan doa di dalam hati.


tidak lama lagi mereka akan menjadi sepasang suami istri.


perbedaan usia diantara keduanya kini bukan masalah lagi bagi keluarga kedua belah fihak.


semuanya bisa menerima, karena mereka orang-orang yang beriman kepada Tuhan sehingga percaya bahwa jodoh sudah ada yang memilihkan.


**********************************


Alhamdulillah akhirnya selesai juga.


maaf jika adegan 18+ tidak di tulis secara transparan.


saya sebagai penulis hanya memperoleh informasi dan referensi dari novel dan komik yang saya baca.🙏🙏🙏🙏