My Sisters & Me

My Sisters & Me
ch 18 adek kecil mau punya adek



flash back masa lalu Rifana off


kejadian menyembunyikan kertas ulangan di dalam kulkas yang memancing kemarahan papa benar-benar membekas di hati dan jiwaku.


ntah apa yang aku fikirkan saat itu sehingga melakukan perbuatan yang tidak baik seperti itu.


menyesalnya aku,kenapa waktu itu tidak aku sobek atau aku buang saja, sehingga kemarahan papa tidak perlu terjadi.


"sayang, melamun yaa?", tanya mama mengagetkan lamunanku.


"aiish mam... bikin kaget aja!", kataku bersungut-sungut.


"lah, artinya kamu memang sedang melamun,masak mama tanya pelan,kamunya kaget, gimana kalo tadi benar-benar di kagetin mama,bisa jantungan kamu ya, hehehe", mama tertawa meledekku.


"ada apa mam....?",aku mengalihkan pembicaraan.


"mama minta tolong jagain adek sebentar ya,mau ke pasar,gak lama koq", kata mama.


"iya mam, jangan lama-lama, soalnya aku mau ke rumah temen", aku beralasan biar mama tidak lama-lama di pasarnya.


jiwa emak-emak yang selalu lupa waktu ketika bertemu dengan teman grupnya,bilangnya sebentar itu bisa seharian.


bukan sekali dua kali begini,mama bilang mau ke warung Bu Surti, sebentar, cuma beli sabun cuci piring, katanya.


aku menunggu mama pulang dari warung,dari menjemur baju,sampai baju mau kering,kagak balik-balik.


oleh sebab itu hari ini aku bilang untuk tidak lama-lama di pasarnya.


"mam, jangan lupa jajan ya... hehehe!",kataku meminta oleh-oleh pada mama.


"iya,tapi janji adeknya jangan dibikin nangis ya?",mama mengajukan syarat padaku.


"oke mam... beres!",kataku menjawab syarat yang diajukan mama.


Nissa kecil waktu itu umur satu setengah tahun.


ngomong juga masih cadel.


adek kecilku yang lucu.


hari ini aku harus menjaganya dan aku kehilangan waktu bermainku.


mama ke pasar lama banget, Nissa sudah mulai gelisah.


"biba...biba...mam... ana?",tanya Nissa sambil menarik-narik ujung bajuku.


(Ibra...ibra...mama dimana, begitu maksud pertanyaan Nissa)


Nissa tidak bisa mengucapkan huruf l dan r,hanya mengucapkan mama dan papa saja yang tidak cadel.


"mama lagi beli barbie buatmu", jawabku.


aku membohongi adekku, supaya tidak menanyakan mama lagi.


adek bawelku sudah bertanya dengan pertanyaan yang sama lebih dari sepuluh kali.


"lama bet sih mama neh,aku kan pengen maen juga",aku merutuk di dalam hati.


tiba-tiba datang temanku si Onil sama Dony ke rumah ingin mengajakku bermain.


"ayolah kita main bola,di lapangan belakang!",ajak Dony dan Onil.


"bentar tunggu nyokap balek pasar,gua jaga adek gua dulu,kalian maen sini aja dulu ya?",pintaku pada mereka.


"lama kaga',kalo lama kita maen dulu,ntar lu nyusul!", jawab Onil.


"kaga'lah,bentar juga balek, soalnya dah lama bet perginya",jawabku sambil melihat jam dinding.


tiba-tiba si Nissa muncul menghampiriku yang sedang ngobrol bersama teman-temanku.


"biba...biba...mam ana?"itu pertanyaan ke sekian kalinya adekku.


karena kesal menjawab pertanyaan adek,saat itu aku tidak terlalu menanggapinya.


aku tetap ngobrol dan bercanda bersama Onil dan Dony.


"bibaaaaa...!", Nissa kesal karena merasa tidak diperhatikan.


"apa dedek,iish...!",aku merasa terganggu dengan teriakan dan rengekan Nissa.


"babiiiiii..... hiiiks ....hiiiks ... huaaaa.... huaaaaa.....!", Nissa menangis menjerit-jerit memekakkan telinga.


( barbie,karena cadel,kata yang keluar menjadi mirip-mirip babi)


entah kenapa dua orang temanku tertawa terbahak-bahak mendengar adekku berteriak sambil menagis.


"ahahahaha... adek kecil lu


... hahaha... masak dia nangis manggil babi... ?!",si Onil menjelaskan sambil tertawa-tawa.


"astaghfirullah,heh...dasar kalian neeh!",aku tersenyum melihat dua orang temanku tertawa terbahak-bahak.


Nissa justru terhibur mendengar tawa dari teman-temanku, tangisnya diam seketika.


tapi mulut bawelnya kembali bersuara,dan itu membuat kedua temanku semakin tertawa geli.


"bibaaa .... bibaaa.... mama bui babi ama ya'?", pertanyaan Nissa seketika membuat temanku diam,namun hanya sesaat,setelah itu mereka tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perut, mungkin hal sepele menurutku,menjadi hal yang sangat lucu menurut temanku.


(Ibra..Ibra... mama beli barbie lama ya,itu maksud dari pertanyaan Nissa,dan itu tidak ada yang lucu menurutku)


"Bra,gak salah tuh mama lu mau beli babi,hhhhh!",kali ini Dony tertawa lepas.


"hehehe...serah kalian dah!",aku membiarkan mereka terus tertawa.


tiba-tiba mama muncul dari luar membawa kantong belanjaan.


Nissa yang melihat mama terlebih dahulu langsung berlari kecil menyambut mama seperti seorang anak yang sudah setahun tidak melihat ibunya.


"mama nen...!",kata Nissa sambil menarik baju gamis mama.


"eeh anak cantik mama kehausan ya,... kasihaaan...?",kata mama mencubit pipi Nissa dengan gemas.


Nissa hanya manggut-manggut tanda mengiyakan.


"mama.....babi...ana?", tanya Nissa sambil melongok kantung belanjaan mama.


(mama,barbie mana, begitu msksud pertanyaan Nissa)


aku sudah faham, perkataan adekku pasti akan menjadi bahan tertawaan Onil dan Dony.


"ahahahaha,waduh,parah adek lu Bra... masak mama lu sendiri di katain babi, wekekekek!",kembali terdengar tertawa mereka berdua.


bagi aku yang sudah terbiasa menghadapi kecadelan adekku, kata-katanya tidak ada yang lucu sama sekali.


karena aku selalu tahu apa yang Nissa katakan.


berbeda dengan teman-temanku,mereka tidak biasa mendengar ocehan Nissa.


"huuush... lu itu yg ngatain mama gua ya, orang adek gua nanyain barbie, bukan babi... !", kataku menjelaskan.


"wekekekek... eits jangan-jangan,kalo adek lu nanyain bonekanya sama elu,kek ngatain elu dong... akak..babi..akak...babi.. ahahahaha!", lagi-lagi mereka tertawa meledekku gara-gara kecadelan adekku.


"hisss kalian ini... !",aku tidak menghiraukan ledekan mereka.


"mam,aku main dulu ya...!",aku meminta ijin pada mama.


"iya sayang... jangan terlalu sore pulangnya!",jawab mama.


"enggak mam, cuma main bola di lapangan belakang,kalo mama ada perlu, panggil aja!"kataku sambil beranjak pergi bersama teman-temanku.


mama tidak menyahut.


mama masih sibuk mendiamkan Nissa yang rewel karena tidak dibelikan boneka barbie oleh mama.


"ma,babi.. ana!",kata Nissa terus merengek meminta barbie' nya.


(ma,barbie mana)


"sayang,cantik mama, maaf ya,mama lupa belikan barbie kesukaanmu, lagipula barbie yang kemaren beli juga masih ada kan?",jawab mama berusaha menghibur Nissa.


Nissa mengangguk menyetujui perkataan mama.


"sini ***** aja,adek haus kan?", kata mama sambil menggendong Nissa masuk kamar.


"adek,maafin mama ya... kamu Sepertinya akan menjadi kakak kecil!",kata mama pelan sambil mengusap-usap kepala Nissa yang sedang tertidur di pangkuannya.


rupanya mama tadi keluar rumah tidak hanya pergi ke pasar, tetapi juga memeriksa kehamilannya.


mama menangis menatap adek kecilku yang beberapa bulan ke depan harus menjadi kakak.


adek kecilku akan memiliki adek.


**********************************


Alhamdulillah, terimakasih semua yang sudah menyayangiku.


selamat membaca,bantu rate komen nya ya.🙏🙏🙏🙏🙏


.