
Rifana mengambil jurusan ekonomi manajemen di universitas swasta yang ada di kota B.
di kota B, Rifana tinggal bersama tantenya..
sebetulnya bukan Tante sodara kandung sih,tapi tante sodara angkat ayah Rifana..
namanya Tante Yani.
Tante Yani orang yang ramah,tetapi rumahnya terlalu ramai dengan 4 orang anak cowok semua.
Rifana sering tidak bisa fokus belajar bila anak-anak Tante Yani tiba tiba berantem berebut sesuatu.
namun Rifana belom mempunyai alasan yang tepat apabila ingin keluar dari rumah Tante Yani tersebut.
lagipula sudah banyak tetangga yang mengenal Rifana.
ada beberapa remaja yang suka bermain di rumah Tante Yani kalau hari libur atau hari Minggu.
alasannya pasti macam macam, tetapi tantenya mengetahui jika mereka hanya ingin mengobrol dengan Rifana.
satu bulan sudah Rifana tinggal di rumah tantenya.
sore itu hari Sabtu malam,ada seorang remaja laki-laki datang ke rumah tantenya.
namanya Aron, usianya 17 tahun, kelas 2 STM (SMK kalau zaman sekarang).
ternyata Aron masih saudara Tante Yani,karena Aron adalah anak sepupu nya Oom Jeff swami Tante Yani.
dengan berbasa-basi Aron pura pura mencari Oom Jeff, padahal Aron tahu jika Oom Jeff masih di luar kota.
Rifana sedang membaca novel ketika tantenya berteriak dari kamarnya
"Fa... tolong bukakan pintu,ada tamu!"
Rifana yang berada di lantai atas tidak mendengar ada orang yang telah mengetuk pintu.
"iya Tan... bntar,!"
Rifana menuruni anak tangga untuk membuka pintu.
"hai kak Rifa,...". sapa nya sok ramah
"hai juga,cari siapa ya?" Rifana berusaha ramah juga.
"Oom Jeff nya ada?" tanya Aron.
"mmm Oom Jeff masih di Surabaya Minggu depan baru balik sini". jawab Rifana datar.
tiba tiba muncul Tante Yani dari dalam kamarnya.
"eeh Aron,ayo masuk...!" kata Tante Yani.
" terimakasih Tante,apa tidak merepotkan?"
Aron berbasa-basi.
"Santai saja, bsok libur sekolah kan? ya udah ayo masuk dulu,biar di temani Rifana ya, Tante mau nemenin anak anak dulu"".
" iya Tante...".jawab Aron sambil mulai duduk di ruang tamu.
Rifana terpaksa menemani Aron.
"knapa sih harus ada ubur-ubur ini, ganggu orang lagi seru baca novel aja".
rutuk Rifana dalam hati.
" emm, ganggu ya kak?". Aron berbasa-basi.
"ah enggak ...".jawab Rifana pendek.
"kak Rifa betah gak di sini?" tanya Aron.
"masih beradaptasi..." jawab Rifana singkat
" apa kakak tidak ada rencana untuk kos di dekat kampus?" tanya Aron.
"sempat kepikiran juga sih untuk kos dekat kampus,biar gk terburu-buru kalo pas bangun kesiangan" jawab Rifana.
"mmm,ntar kalo kaka mau kos bilang aku ya, sekolah ku sama kampus kaka itu dekat,aku punya teman yang kos di sekitar daerah itu,nanti aq bantu carikan tempat kos buat kaka".kata Aron bersemangat.
"kenapa dengan ubur-ubur ini ya,koq semangat banget mau nyariin tempat kos buat aku". batin Rifana.
"iya deh,ntar ya kalo aku perlu tempat kos,aku bilang sama kamu".kata Rifana.
"asek asek asek... kalo kakak tidak tinggal di sini,ntar aku sering-sering maen ke kosan kaka..!" Aron seperti mendapatkan harapan untuk bisa mengenal Rifana lebih dekat lagi.
"ooh, memangnya kenapa kalo main kesini,tidak bolehkah?" tanya Rifana.
"ooh,... iya juga sih..eeh tapi... kenapa sepertinya kamu senang sekali kalo aku bisa kos?? tanya Rifana lagi.
"emmm ... biar aku bisa lebih dekat sama kaka". jawab Aron malu-malu.
"hadeeeh..jujur banget sih gua!" rutuk Aron dalam hati.
dia takut kejujuran nya akan membuat Rifana tidak nyaman.
secara Aron masih kelas 2 SMA sedangkan Rifana sudah semester 1 di perguruan tinggi.
"hah.... hadeeeh kenapa selalu begini, selalu saja ada berondong jagung suka sama aku dimanapun aku berada,apa aku tidak bisa mendapatkan cowok yang pas buat aku ya?" Rifana bergumam dalam diam nya.
Aron adalah cowok ke sekian yang hadir dalam kehidupan Rifana yang usianya di bawah Rifana.
" emm,memangnya kenapa kamu ingin dekat sama aku,disini kan lebih dekat?" pancing Rifana.
"kalo disini selalu diawasi Tante Yani,nanti di bilangin sama Mama kak". kata Aron terus terang.
"memangnya ada yang marah ya kalo aku dekat sama kaka?" lanjut Aron.
"tidak...tidak... bukan seperti itu, tidak ada yang marah kok!" jawab Rifana.
"teruuus.... kenapa?" tanya Aron penasaran.
"haduuuuh.... kenapa harus ada pertanyaan macam ini sih??" Rifana merutuk dalam hati.
Rifana tidak mungkin menjelaskan bahwa dia tidak ingin mendapatkan cowok atau pacar yang usianya di bawah Rifana.
"aish gimana cara menjelaskannya ya...?" ujar Rifana pelan, tapi ternyata di dengar oleh Aron.
"jelasin aja biar aku tidak penasaran...", jawab Aron tiba-tiba.
"emm tidak ada yang harus aku jelaskan,kamu boleh main ke tempat kos aku, kalo nanti aku pindah dari sini,puas?"
tanya Rifana.
" belom apa-apa masak udah puas aja? ya belom lahh!" jawaban Aron penuh nada jahil pada Rifana.
"aish... kamu nih, penjelasanku tadi loh,apa sudah cukup memuaskan mu??" kata Rifana sambil melotot karena kesal.
"ooh,itu...iya...sudah...aku mengerti, tapi belom puas!" jawab Aron.
"maksudmu gimana?"tanya Rifana
"aku ingin lebih dekat sama kamu kak, boleh enggak?,aku udah gede koq,udah kelas 2 SMA loh!" kata Aron penuh percaya diri.
" hmm,.....jujur aja,to the poin maumu apa sih??"kata Rifana.
"aku mau jadi pacar kak Rifa, boleh ya kak, please!" kata Aron sambil menangkupkan kedua tangannya penuh harapan.
"hmm, ini sudah malam,lebih baik kamu pulang" kata Rifana datar tanpa ekspresi.
Aron kecewa karena tidak mendapat jawaban dari Rifana. sementara waktu memang sudah menunjukkan pukul 10 malam.
tiba-tiba Tante Yani keluar dari kamarnya dan menyuruh Aron untuk pulang.
"Ron,ini udah malam loh,nanti mamamu bingung nyariin kamu!".kata Tante Yani.
"iya Tante, Aron pulang dulu..." pamit Aron.
"huh... akhirnya bebas juga gua dari si ubur-ubur ini" batin Rifana.
setelah Aron pamit pulang Tante Yani dan Rifana juga masuk kamar masing-masing.
di dalam kamarnya Rifana ingin melanjutkan membaca novelnya.
segala yang telah di ucapkan Aron tidak di masukkan dalam hati meskipun agak kepikiran.
"sepertinya aku harus jadi jomblo forever kalo begini ceritanya, kenapa harus selalu berondong yang menyukaiku ?" gumam Rifana dalam hati.
"aggrrrrhhhh...!" makin di pikirin makin kesal jadinya.
akhirnya Rifana mengantuk dan tertidur dengan buku novel masih di tangan.
***************************
hmm, selesai juga nih.
maaf ya gaess,bahasanya masih belepotan.
like, rate, komen ya 🙏
tunggu ch berikutnya 😀.