
Jum'at sore yang menenangkan.
Rifana sedang menikmati secangkir capuccino dan sebungkus biskuit di teras sambil membaca novel kesukaannya.
sore itu agak gerimis, suasananya benar-benar menenangkan, membuat orang malas bergerak (mager).
tiba-tiba seorang remaja laki-laki menghampirinya.
"selamat sore kak,....kakak ingat saya tidak?"kata remaja itu pada Rifana.
"emmm.... maaf,kamu siapa ya?"balas Rifana.
"saya Ryan kak, sepupunya ika, teman kampus Kaka!" remaja itu bernama Ryan,yang ternyata adek sepupu teman kampus Rifana.
"ooh,... bukannya kamu masih kelas 1 SMA ya?" tanya Rifana.
"iya Kak!" Ryan menjawab senang karena ternyata Rifana masih mengingatnya.
"oke,... sekarang, katakan apa keperluan kamu datang ke sini?" kata Rifana tanpa basa-basi.
."boleh saya duduk,.kak??" tanya Ryan yang masih berdiri dari tadi.
"maaf,lupa... hehe, silahkan duduk!" kata Rifana.
"begini kak,kata kak Ika, kak Rifa bisa mengajar privat, kebetulan saya memerlukan nilai tambah untuk mapel matematika dan bahasa Inggris,apa Kak Rifa bersedia mengajari saya?" kata Ryan sambil memelas.
"aisssh... kenapa pasang muka melas gitu lah,aku kan jadi gak bisa nolak kamu!" jawab Rifana bercanda.
"eeeh... benarkah itu kak?" tanya Ryan sambil tersenyum
"hmmm" Rifana hanya bergumam.
"okelah, kapan mau mulai belajar?" tanya Rifana.
"kalau hari Minggu siang gimana kak?" jawab Ryan.
"hmm,boleh, dengan satu syarat, belajar harus serius!" kata Rifana mangajukan syaratnya.
"siap kak,...uang bulanan gimana kak?" tanya Ryan tiba-tiba.
"haissssh... gampanglah itu,kamu belajar dulu yang rajin,nilai rapot bagus, baru kamu bayar sama aku,oke?" jawab Rifana sambil mengacungkan ibu jarinya.
Ryan pun membalasnya dengan mengacungkan ibu jarinya juga.
"oke kak!" katanya.
"ya sudah, pamit dulu kak Rifa,bye...!"Ryan pamitan pulang.
"oke, hati-hati di jalan,kalo jatuh bangun sendiri ya!" teriak Rifana.
Ryan berlalu sambil tersenyum ceria.
"ada-ada saja ya,ada cowok datang tapi selalu bocil aaaiiih ....kapan mau ketemu pacar lah kalo kek gini terus". Rifana merutuk dalam hati.
******
flash back on.
kediaman Ryan.
"kak .... kak Ika... bantuin tugas gua napa,dari pada nonton sinetron mulu dari tadi... ayolah kak...!" Ryan sedang merajuk pada kakak sepupunya, Ika.
Ika hanya diam sambil terus melihat acara televisi kesukaannya, sinetron ikan terbang, yang berjudul Azab Komentator Julid.
(makanya kasih komentar yang asyik ya, biar gak kena azab, hihihi)
"aisshh...kak Ika niiih, dengerin gua ngomong napa kak!"teriak Ryan di telinga Ika.
"eeh bocah gendeng, teriak-teriak deket telinga, kalo gua budeg bagaimana?" balas Ika sambil mengusap kasar telinganya.
"habisnya lu kaga mau dengerin omongan gua sih,,,, malah asyik nonton tv dari tadi,gua dikacangin,kak Ika gak asyik tau!" kata Ryan bersungut-sungut.
"lah, emangnya lu ngomong sama gua ya? aelaaaah gua kira lu lagi latihan drama heh!" jawab Ika santai.
"hoh... enak aja... ooh iya,gua lagi latihan drama,mau bikin pentas seni di sekolah,judulnya "Azab Kakak Sepupu Dzalim,di Gebukin Massa"...puass?!" jawab Ryan kesal.
Ika terkekeh mendengar jawaban adek sepupu nya itu.
"wkekekekek.... eeh dzalim bagaimana itu, sampai di gebukin massa?" Ika pura-pura bertanya.
"ngacangin adeknya yang lagi kesulitan mengerjkan tugas matematika!" jawab Ryan dengan muka di tekuk.
"haissssh bilang aja lu minta di bantuin kucrut!"jawab Ika sambil mengacak-acak rambut Ryan.
"helleeeeeh...gua ngomong dari jaman Fir'aun keles!" jawab Ryan sarkas.
"weeeee.... ngomong sama mummy dong?" jawab Ika masih menggoda Ryan yang terlihat masih kesal.
"haduuuuh kucrut,elu kan tau, nilai matematika gua kek orang kasih aba-aba lari maraton?" jawab Ika
"apa'an?" tanya Ryan.
"one two three...go!, hahahaha!" jawab Ika sambil tertawa terbahak-bahak.
"heleeeh... bilang aja kaga mau ngajarin!' jawab Ryan.
"aisshh... bukannya kaga mau,iish si kucrut nih kaga ngarti juga ya',lu mau,gua yang ngajar terus ntar nilai matematika lu kek nilai gua one two three gitu?"tanya Ika sambil berusaha memberikan pengertian pada Ryan.
" ya kaga lah, jangan sampe nilai gua kek gitu,bisa kena BP gua!" jawab Ryan tegas.
"ya udah,karena gua sayang elu,gua kasih solusi aja ya... teman kampus gua ada yang pinter matematika,dan anaknya juga baik,lu bisa minta tolong dia, kebetulan dia tinggal di kost-an dekat rumah kita" kata Ika memberikan solusinya.
"eemm teman kaka cowok apa cewek?" tanya Ryan penasaran.
"waria...!" jawab Ika menggoda Ryan.
"aiih... kaga, mendingan nilai gua hancur dah daripada harus di ajarin bencong,hiii!" Ryan menjawab sambil bergidik ngeri.
"lah, emangnya kenapa kalo di ajarin bencong?" tanya Ika.
"hadeeeh, di ajarin kaga di gerayangin iya!" jawab Ryan tegas.
"wkekekekek.... pengalaman ya?" ledek Ika sambil mengedipkan matanya.
"haissssh... sepupu gak ada akhlaq, seneng banget lu gangguin gua!" jawab Ryan sambil menggerutu.
"aaissh jangan marah sepupu gua tersayang,temen gua cewek tulen dan jomblo!" kata Ika memberikan penjelasan.
mendengar kata cewek tulen dan ada tambahan jomblonya, membuat mata Ryan berbinar terang.
"weeeeh... yang benar kak, siapa namanya, cepetan kasih tau alamatnya,gua pengen cepet-cepet ke rumahnya!" kata Ryan tidak sabar.
"lu nih memang adek gak ada akhlaq ya,dengar kata cewek aja langsung jiwa play boy lu kambuh!" jawab Ika.
"lu pasti entar lupa dah sama tujuan lu datang ke rumah dia buat belajar tuh!" Ika masih melanjutkan kata-katanya.
"Ingat ya,dia teman kampus gua,bukan teman sekolah lu yang biasa lu PHP in,lu macem-macem sama dia,gua bikin lu jadi bubur!" lanjut Ika lagi.
"eeeh...lu bikin gua jadi bubur,nanti mama biar beli ayamnya,biar gua jadi bubur ayam dan enak di makan wkekekekek!" Ryan terkekeh lucu.
"Hem,lu ingat temen kampus gua yang beberapa hari lalu datang ke rumah kaga?"tanya Ika pada Ryan yang masih tertawa geli.
"yang mana kak, kemaren kan ada beberapa orang itu!" jawab Ryan serius.
"yang rambutnya sebahu,pake rok,.....ingat tidak?" kata Ika menjelaskan ciri-ciri orang yang dia maksudkan.
"ooh,kak Rifana ya!" jawab Ryan cepat.
"iya...!" jawab ika pendek sambil
mengangguk.
"ya udah ayok kita kerumahnya!" kata Ryan bersemangat.
"eeh kucrut...pede banget sih lu,kata siapa kiat mau kesana?"tanya Ika.
"lah, kakaaak... jangan bercanda napa kak!" jawab Ryan.
"eeh,gua gak bilang kita ya,elu aja ndiri sono berangkat,gua mah kaga!" kata Ika sambil berlalu.
"dah sono cepetan berangkat!" teriak Ika.
"iyaaa,ini juga lagi mau jalan, baweeeel!" jawab Ryan sambil berjalan meninggalkan rumahnya.
flash back off
**********************************
Rifana
Alhamdulillah, selesai juga..
(✯ᴗ✯)
BK\=bimbingan dan konseling
PHP\=pemberi harapan palsu
selamat membaca gaess.
kasih like dan komen ya 🙏🙏