
Minggu pagi Rifana sudah bangun dan merapikan kamar nya...
ini hari pertama Rifana tidur tanpa teman.
biasanya tiap pagi ada Suara gaduh dari anak laki-laki Tante Yani.
Rifana melihat jam dinding,sudah jam 10 siang.
hari pertama bagi Rifana untuk belajar mandiri.
"haduuuuh.... laper tapi males masak gua".
kata Rifana dalam hati.
ketika tiba-tiba ada seseorang yang sudah menenteng keresek di depan pintu kost nya.
seseorang yang membuat Rifana semalaman kurang tidur.
"kenapa harus ubur-ubur ini lagi sih.... !"
Rifana merutuk dalam hati.
"hai sayang..,!" Aron menyapa Rifana dengan panggilan sayang.
"hah... sayang?,lu bocil panggil gua sayang...gak salah lu?? jawab Rifana.
"hmm,lu gak mau jadi sayang nya gua ya kak?" kata Aron dengan muka melasnya.
"haiiish,lu sekolah dulu napa jangan mikir cewek dulu,lu baru kelas 2 SMA ,masih harus nunggu setahun lagi untuk lulus, blom lu kuliah...jalan masih panjang ,kalem aja"
jawab Rifana santai.
"apa itu artinya lu nolak gua ya?"
kata Aron.
"hemm,... iya". jawab Rifana singkat
nampak jelas kekecewaan di muka Aron.
"apa karena gua tidak masuk kriteria cowok idaman lu?" tanya Aron penasaran.
"haissssh, masalah nya adalah karena elu nya lebih muda dari gua,itu saja" jawab Rifana.
"artinya hanya karena faktor usia, bukan karena ada masalah lainnya?" Aron tidak menyukai jawaban Rifana, yang mempersoalkan perbedaan usia mereka,karena sebetulnya hanya selisih 2 tahun.
" lu itu cowok baik,pasti banyak yang mau sama lu,tapi gua gak bisa terima lu,maaf ya, kita tetap berteman koq". jawab Rifana sambil tersenyum.
tetapi Aron tetap kecewa,
dia memberikan keresek pada Rifana dan langsung pamit pulang.
" ya sudahlah, kalau gitu gua langsung pulang ya,ini ada nasi uduk buat lu,gua yakin lu belum sarapan kan,dah sana cepat makan,bye kak Rifa" kata Aron sambil melambaikan tangan pamit pulang.
" eeh napa langsung pulang sih, haduuuuh jadi gak enak hati gua,ya udah makasih ya nasi uduk nya,bye bye bang haji..." balas Rifana sambil melambaikan tangan nya.
Rifana makan dengan lahap, karena kelaparan dia menghabiskan nasi uduk itu tanpa sisa.
hari ini tidah ada kegiatan apapun di tempat kost.
kamar kostnya sudah rapi,karena bantuan Aron.
******
hari Senin pagi Rifana sudah rapi. dia ada kuliah pagi jam 7.
ada mata kuliah ekonomi mikro.
jam 06:55 dia berangkat kampus.
sampai di kelas sudah ramai teman -temannya. seperti biasa Rifana selalu duduk paling depan. tiba- tiba Anton menghampiri Rifana.
"hai Fa,... kapan mulai ngajarin gua matematika?" tanya Anton.
" eeh iya, lupa gua kan pernah janji ama elu ya', hehehe... ntar pulang kampus siap enggak?" jawab Rifana.
" wokey,siaap bosku...!" Anton nampak bahagia sekali.
bersemangat sekali Anton hari itu, untuk datang ke kostan Rifana.
tiba-tiba masuk dosen ekonomi mikro, seketika hening suasana kelas.
**********
jam satu siang Rifana sudah duduk manis di kostan.
hari ini sengaja dia duduk di teras karena sudah ada janji dengan Anton untuk mengajari mata kuliah matematika.
seperti biasa sambil membaca novel, Rifana sebentar sebentar melihat jam tangannya.
Anton belum datang juga, padahal waktu sudah menjelang Ashar.
ternyata Anton baru datang pukul 5 sore, kebetulan sore itu hujan turun lumayan derasnya.
Anton memarkir mobilnya di depan halaman kost.
lumayan jauh dari kamar Rifana.
basah kuyup Anton berdiri di depan kamar Rifana.
"eeh gak papa lah...itu knpa gak bawa payung lu??"kata Rifana.
"payung kebawa nyokap tadi,dah lah gak papa".jawab Anton.
"gimana kita mau belajar bareng kalo kondisi lu kek gini?? lu mirip tikus kecebur got tau!" kata Rifana.
Anton hanya bisa nyengir mendengar perkataan Rifana.
"apa iya gua semenyedihkan itu??, seperti tikus kecebur got" kata Anton dalam hati.
"emm,apa tidak sebaiknya lu pulang aja, belajar nya bisa besok atau kapan-kapan". kata Rifana.
"iya juga sih... ya udah gua pulang dulu, terus tugas dosen kemaren itu, bisakah lu buatin buat gua juga?"pinta Anton pada Rifana.
"iya,ntar gua buatin,lu tinggal kumpulkan aja besok".jawab Rifana.
"ya udah,gua pamit dulu,makasih sebelumnya ya Fa.."Anton berpamitan.
"hati-hati di jalan Ton,see you tomorrow'. jawab Rifana.
*************
hari ini tidak ada kuliah pagi.
Rifana bebas melakukan apa saja.
jadwal kuliah baru ada jam 10.
sepanjang pagi hari Rifana hanya rebahan sambil membaca novel.
tugas kuliah sudah di selesaikan semua.
"hai kak...." Aron sudah ada di depan pintu kamar Rifana.
Rifana tidak pernah menutup pintu kamarnya jika sedang ada di kostan.
"hai bang haji,jam segini sudah sampai sini aja, lu bolos ya? tanya Rifana penuh selidik.
"haissssh jangan panggil gua bang haji napa kak,risih tau!" Aron berkata sambil bersu*ngut-sungut.
"lah kenapa, bukannya lu emang sudah pergi haji?" jawab Rifana.
"iya kak,tapi gua gak suka kalo lu yg panggil gua kek gitu,berasa tua banget gua" jawab Aron.
"hehehe.. lu maunya gua panggil apa?"kata Rifana sambil terkekeh lucu.
"eeh, mendingan lu panggil gua sayang, atau kalo enggak, panggil gua cinta,gitu". Aron menyarankan sambil tertawa jahil.
"hah?? sayang?? cinta??... eh lu kebanyakan makan jengkol ya sampai mabok gini?!" kata Rifana.
"lah kan lu yang nawarin,gua pengen di panggil apa tadi, salah gua dimana?" jawab Aron membela diri.
"hadeeeh, tapi ya bukan panggilan kek gitu lah,emang lu siapanya gua hah?"tanya Rifana sambil monyong
"gua calon imam lu..." jawab Aron singkat padat dan membuat Rifana tersedak saliva nya sendiri mendengar jawaban Aron yang tidak pernah dia sangka.
.gleeeek...
"apa lu bilang, calon imam?? hadeeeh lu jangan ngehalu deh...maren bukannya gua udah nolak lu ya'?" kata Rifana
Aron malah cengengesan, dia sudah tahu kalau Rifana pasti akan kembali menolak nya jika Aron kembali mengungkapkan isi hatinya.
sebetulnya Aron hanya ingin meledeknya saja.
bagi Aron,bisa melihat senyum Rifana saja sudah cukup puas tanpa harus memiliki ikatan apapun.
"iya, gua juga tahu,lu kaga bakalan mau jalan bareng gua" kata Aron.
" sudah balik geh sono,gua ada kuliah jam 10,maaf ya bang haji, sengaja ngusir....". ledek Rifana.
"iya... gua tau...gua juga mo balik ini".kata Aron sambil berlalu
"bye.... bang haji!!!" teriak Rifana sengaja ingin membuat Aron kesal.
tiba-tiba Aron balik lagi ke arah Rifana sambil mengancam...
" panggil gua bang haji lagi,gua cium lu!" kata Aron sambil menunjuk bibir Rifana.
"eeh...napa balik lagi seeh!" kata Rifana sambil mendorong tubuh Aron menjauhi dirinya.
"muehehehe... berjanjilah untuk tidak panggil gua bang haji lagi" kata Aron.
"iya iya...gua janji!" jawab Rifana.
"nah gitu dong... bye kak!" kembali Aron melambaikan tangannya
setelah kepergian Aron, Rifana pun bersiap pergi ke kampus.
*********************************************
Alhamdulillah selesai juga, meskipun tidak dalam kondisi yang bagus.
maaf ya gaess,sering terlambat up 😂.
.