
Hari menjelang pagi, sinar mentari kini masuk melalui celah celah kamar pengantin baru. Mengusik tidur nyenyak Ali dan juga Prilly.
Prilly yang merasa terusik tidurnya kini mulai membuka kedua matanya, melirik seseorang yang saat ini memang sudah berstatus sebagai suaminya siapa lagi kalau bukan Ali. Ali tampak nyenyak sekali tertidur. Sampai - sampai tak merasakan silaunya cahaya sang mentari..
Prilly beranjak dari tempat tidurnya secara perlahan karena tak ingin mengganggu tidur nyenyak Ali walaupun itu sedikit karena pergerakan tubuhnya.. dan Berhasil!! Kemudian ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian bersiap - siap.. Tak lupa ia juga sekalian membawa pakaian ganti..
Tak butuh waktu lama, Prilly selesai mempersiapkan diri. Ia keluar sudah dengan pakaian rapi, namun......
"Ya ampun..."ucap Prilly refleks karena menemukan Ali tepat di hadapannya..
"Kenapa?"tanya Ali melihat Prilly yang masih terbengong
"Aku? aku....aku tidak apa - apa .."jawab Prilly sedikit gugup
"Lantas kenapa ekspresi wajahmu seperti itu? Seperti melihat hantu saja.."Ucap Ali
"Ahhh, tidak. Bukan seperti itu, aku hanya sedikit kaget saja. sedang apa kamu disini?"tanya Prilly
"Tidak ada. Ohh aku tahu, kamu mengira aku mengintip. Iyakan?"ucap Ali sambil menunjuk Prilly
"Tidakk!"jawab Prilly tegas sambil menggelengkan kepala dengan polosnya
"Lantas??"tanya Ali kemudian memajukan langkahnya. Dan itu sontak membuat Prilly mundur kembali masuk ke dalam kamar mandi
"Ti....tidak apa apa. Tadikan sudah aku bilang, aku hanya kaget saja melihatmu tiba - tiba ada di depanku.."jawab Prilly gugup sambil berjalan mundur
"Baiklah, asal kau tahu saja...."ucap Ali
Tiba - tiba Ali memegang erat bahu Prilly dan mendekatkan wajahnya..
"Jangan pernah bermimpi! Mengintipmu? hhhh, maaf aku tak tertarik pada tubuhmu yang kecil itu.."sambung Ali berbisik penuh penekanan sekaligus menghina fisik dari seorang Prilly Latuconsina
Ali melepaskan genggamannya pada bahu Prilly
"Bagaimana kalau aku memang menganggapmu seperti hantu? Hantu yang telah mengusik kehidupanku yang tentram dan damai. Rasanya ingin sekali dengan segera aku mengembalikanmu pada duniamu, kehidupan asalmu.."balas Prilly
"Apa kamu bilang?"rahang Ali mengeras
"Kamu tuli ya? Tadi aku bilang kamu memang seperti hantu. Lagipula aku juga tidak tertarik sedikitpun padamu, jadi jangan pernah kamu menghina fisikku."ucap Prilly
"Minggir, aku mau keluar!"ucap Prilly kemudian menyenggol tubuh besar Ali dan keluar dari kamar mandi
"Kau..... hhhhh!"balas Ali mengepalkan tangannya seakan hendak meninju Prilly
Ali menutup pintu kamar mandi dengan keras.. Dan seketika juga Prilly terlonjak kaget!
"Mengintipmu? Maaf, aku tak tertarik pada tubuh kecilmu!"ucap Prilly menirukan gaya bicara Ali, meledek lebih tepatnya
"Hhh, lalu kamu pikir aku tertarik padamu? jangan pernah berharap, kamu bukanlah typeku!! huhh..."ucap Prilly seorang diri kemudian dengan sengaja memukul pintu kamar mandi
"Hei Prilly!!"teriak Ali dari dalam
Prilly mengacuhkannya begitu saja kemudian melangkahkan kakinya menuju meja rias sedikit memoles tipis wajah cantiknya dengan makeup natural.. Setelah selesai ia pun keluar kamar bersama dengan tas yang berisi semua peralatan kebutuhannya..
Prilly keluar seorang diri tanpa menunggu Ali selesai..
Peduli setan dengan apa yang sedang Ali lakukan saat ini. Ia bertekad tak akan menunggunya!! Karena Ali telah sukses membuat Prilly kesal dan marah sampai ke ubun ubun pagi hari ini..
"Selamat pagi semua..."sapa Prilly pada semua anggota keluarganya yang tengah terduduk di meja makan
"Haii, selamat pagi sayang."jawab mama Ressy
"Pagi Bie, gimana tidurnya nyenyak semalam?"tanya mama Uly
Prilly hanya menganggukan kepalanya dan terasenyum..
"Nyenyak dong Mam, apalagi sekarangkan ada yang nemenin tidurnya.."goda Radit
"Apaan dehh kak Radit, lebay ahh.."ucap Prilly menanggapi perkataan sang kakak
"Ko apaan sih Prill, bener tau kata Kak Radit."ucap Alya seolah memberi dukungan pada Radit untuk terus menggoda Prilly
"Enggak ahh, biasa aja kaia. Gak ada bedanya ko semua sama - sama nyenyaknya.."jawab Prilly
"Ehh, sudah - sudah.. Berhenti dong godain adiknya, gak kasian apa. Tuhh lihat pipinya aja udah merah gitu.."ucap tante Dhilla
"Masa sihh tan?"repleks Prilly menyentuh kedua pipinya
Tante Dhilla mengangguk polos dan tersenyum meledek..
"Enggak ahh, tante mah sama aja ngeledekin aku juga.."ucap Prilly
Prilly hanya tersenyum..
"Prilly, mana suamimu?"tanya papa Rizal
"Ahh, suami?"ucap Prilly seolah bertanya dengan wajah polosnya
"Iya, mana Ali?"tanya papa Syarief
"Suami.. Ahh iya Ali ya, itu apa dia masih di kamar Pah.. Masih siap - siap, tadi bangunnya kesiangan soalnya.."ucap Prilly tergagap
"Ohh begitu, yasudah kalo gitu ayoo kamu makan juga sayang. Nanti biar Ali menyusul."ucap mama Ressy
Prilly mengangguk dan tersenyum..
"Mana piring kamu Bie, biar mama yang ambilkan nasinya."ucap mama Uly
"Makasih Mam.."ucap Prilly sambil memberikan piring miliknya
"Kamu lauknya mau apa sayang? Biar mama ambilkan untuk kamu.."ucap mama Ressy
"Apa yaa? Sayur boleh dehh Mam.."jawab Prilly sambil melihat - lihat menu yang tersedia di meja
"Udah itu aja, ko sedikit sekali? Kamu itu harus banyak makan, biar kamu sehat dan nantikan siap untuk dibuahi."ucap mama Ressy sambil mengambil satu persatu makanan dan mengalihkannya pada piring milik Prilly sang menantu..
Prilly hanya bisa mengedipkan kedua matanya dan menelan ludahnya kasar ketika mendengar kata 'dibuahi' sambil terus memperhatikan mama Ressy yang sibuk mengambilkan makanan untuknya..
"Nih sayang, kalau kurang nambah lagi yaa jangan malu - malu.."mama Ressy menyodorkan piringnya kembali pada Prilly
"Ahh, hhh.. Iya Mam.."ucap Prilly kemudian pandangan matanya beralih pada sang mama, dan mama Uly hanya mengangguk dan tersenyum. Prilly hanya merengut mendapatkan jawaban dari sang Mama..
Kemudian pandangan Prilly beralih pada sang kakak dan kakak iparnya beserta tante Dhilla yang sedang berusaha menahan tawanya karena melihat ekspresi wajah Prilly yang merengut..
Perlahan tapi pasti Prilly mulai memasukan makanan ke dalam mulutnya.. Suapan pertama, berhasil! Hendak menginjak suapan kedua, namun......
"Pagi semua.. Prill, kita berangkat sekarang yaa. Nanti telat lagi, takut kena macet soalnya.."ajak Ali tiba - tiba
"Ayoo!"jawab Prilly spontan dan beranjak dari duduknya. Setidaknya Prilly bisa terbebas dari semua makanan menyeramkan yang saat ini berada pada piringnya
"Ali makan dulu sebentarlah, itu kasian Prilly nya juga lagi makan. Gak akan ngabisin banyak waktu jugakan.."ucap Radit
"Iya juga sihh, yaud...."ucapan Ali terpotong
"Enggak, Ali bener. Kita berangkat sekarang aja, belum kena macet dijalankan.. Takut telat, iya bener kata Ali kita-harus-berangkat-sekarang.."ucap Prilly seolah mengeja rentetan kalimat yang dikeluarkannya kemudian menggandeng lengan Ali. Ali terheran? tentu saja, sangat heran..
"Ehh, ini kenapa lo yang ngebet gini sihh Prill?"tanya Radit sekaligus kembali menggoda Prilly
"Enggak, bukannya ngebet kakak. Tapi beneran takut telatkan yaa Al?"tanya Prilly menatap Ali sambil menyenggolnya
Yang ditanya hanya bengong memperhatikan wajah Prilly. Kemudian dengan sengaja Prilly mencubit pelan pinggang Ali dan mengedipkan matanya..
"Aww, iya.. Nanti kita takut telat.."ucap Ali memberikan jawaban kemudian tersenyum
"Iya juga sihh Mba, tahu sendirilah gimana macet Jakarta."ucap Tante Dhilla
"Yasudah kalau begitu, lebih baik kita berangkat sekarang saja. Ayoo.."ucap papa Syarief..
"Radit kamu bawa mobil kita yaa, papa biar sama om Syarief. Kamu sama Alya bareng Ali dan Prilly, biar pulang dari bandara kita bisa langsung pulang ke rumah."titah papa Rizal
"Ohh, iya Pah siap.."jawab Radit
Semuapun bergegas, karena untuk semua barang yang dibutuhkan Ali Prilly nanti di Bali sudah dipersiapkan dan berada di dalam mobil.
Benar apa yang dikatakan Ali, jalanan memang macet namun tidak terlalu parah. Sehingga mereka tiba di bandara tepat pada waktunya..
Baik keluarga Syarief maupun Latuconsina saling melepas kepergian anak dan menantunya.. Banyak amanat yang mereka sampaikan, baik Ali maupun Prilly hanya menanggapinya dengan anggukan kepala dan tersenyum..
"Ali nanti disana jagain Prilly nyaa yaa.."
"Prilly, kamu jangan telat makan.. Ali Prilly nya ingetin makan, dia mah suka kebiasaan soalnya, lupa makan.."
"Jangan lupa dede bayinya yaaa"
"Kalian harus jaga kesehatan pokonya, biar cepat dapat hasil. Awas aja kalau pulang masih berdua!"
"Gak mau tau pokoknya pulang harus bertiga, itu yang paling penting!"
Semacam itulah berbagai macam amanat yang diberikan, sampai akhirnya tiba saatnya Ali dan Prilly untuk berangkat.
Jangan lupa untuk tekan LIKEnya teman teman, terimakasih 🙏😊