My Prilly

My Prilly
Kali Pertama



"Apa maksud kamu?"tanya Prilly


"Aku yakin kamu pasti mengerti apa maksudku Prilly."ucap Ali kemudian mendekatkan wajahnya


"A..aaa..aku.. aku tidak mengerti apa maksudmu."jawab Prilly menolehkan wajahnya, mengalihkan pandangannya


"Haruskah aku......"Ali menggantungkan ucapannya


"Melakukannya saja padamu agar kamu mengerti apa yang aku maksud?"sambung Ali, kini tangan kanannya merengkuh pinggang Prilly dan semakin mendekatkan wajahnya


Prilly terdiam, ia menundukan kepalanya~


"Kenapa menunduk? Aku tidak ada di bawah sana."ucap Ali. Hembusan nafas Ali kini terasa di permukaan wajah Prilly


"Lantas aku harus bagaimana?"tanya Prilly namun masih dengan wajah yang menunduk


"Lihat aku, tatap mataku."titah Ali


"Aku tidak mau."jawab Prilly


"Kenapa? Apa kamu takut?"tanya Ali


"Tidak, kenapa aku harus takut?"tantang Prilly kini memberanikan diri menatap Ali


Ali tidak menjawab, ia hanya menatap dalam mata Prilly~


Tanpa Prilly sadari Ali semakin mendekatkan wajahnya..


5cm..........


4cm...........


3cm............


2cm..............


1cm................


Dan......


.


.


.


.


.


"Minggirlah, aku mau mandi."ucap Prilly tersadar dan segera mendorong Ali


Ali yang saat itu sedang lengah langsung terdorong ke belakang tanpa pertahanan yang kuat.


Prilly dengan segera masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya.


"Aaaarrrggghhhhh, sebenarnya apa yang terjadi padaku? Kenapa aku seperti ini? Bisa gila aku jika terus terusan seperti ini.."dumel Ali


"Tidak bisa aku biarkan. Aku harus memastikannya!"tekad Ali


---------------


Keesokan paginya Ali terbangun dari tidurnya dengan keadaan Prilly sudah tak ada di sampingnya..


"Ohh tidak, aku terlambat bangun lagi, dia sudah pergi.. Sial!!"rutuk Ali mengacak frustasi rambutnya


Ali beranjak dari tempat tidurnya dengan malas. Selang beberapa detik ponselnya berdering pertanda panggilan masuk..


"Ya hallo.."ucap Ali


"Kau dimana? Cepatlah kemari."ucap seseorang disebrang telepon sana


"Masih di villa, aku baru saja bangun tidur. Ada apa?"tanya Ali


"Apa? Bangun tidur? Kau lupa sekarang ada pemotretan..?"ucapnya membentak Ali


"Tidak, aku tidak lupa."jawab Ali enteng


"Lantas?"tanyanya


"Tidak apa apa. Sudahlah, aku akan bersiap."ucap Ali kemudian langsung menutup telponnya begitu saja


1 jam kemudian Ali sudah sampai di tempat pemotretannya.


"Kau kenapa? Tidak biasanya kau seperti ini.."tanya managernya Ali


"Tidak apa apa. Mungkin karena kelelahan."jawab Ali


"Yasudah kalo begitu kita mulai saja pemotretannya."ucap manager Ali yang bernama Martin


"Tunggu dulu, siapa yang akan menjadi pasanganku hari ini?"tanya Ali


"Seperti biasa, Tania kekasihmu."jawab Martin


"Kenapa harus dia lagi? Apa tidak ada yang lain?"tanya Ali dengan wajah malasnya. Baru kali ini ia tak bersemangat di pasangkan dengan Tania kekasih hatinya


"Tidak biasanya kau mengeluh mengenai partner kerjamu. Kau paling senang jika bekerja bersama Tania, kenapa sekarang seperti ini?"tanya Martin dengan wajah herannya


"Tidak apa apa, aku hanya merasa bosan saja karena terlalu sering di pasangkan dengannya."ucap Ali


Martin hanya menatap Ali dengan tatapan menyelidiknya~


"Ahh sudahlah, ayo."ucap Ali mengacuhkan tatapan sang manager dan meninggalkannya begitu saja


"Dia kenapa? Aneh sekali hari ini."dumel Martin


*************


Ditempat yang berbeda ternyata Prilly juga akan melakukan pemotretan untuk pertama kalinya..


Prilly tengah bercanda dengan Rizky, sesekali ia dibuat tertawa oleh rekan kerja barunya itu.


"Ayo kita mulai pemotretannya. Pasangan Prilly hari ini sudah datang. Ayo Prilly siapkan dirimu."ucap salah satu crew disana


"Iya.."jawab Prilly


"Semangat Prill."ucap crew yang lain


"Iya terimakasih."ucap Prilly


"Mba, ini aku sudahkan makeupnya?"tanya Prilly pada bagian riasan wajahnya


"Sudah, orang cantik mah gak usah tebal tebal makeupnya juga udah cantik."ucap Jenny sang perias


"Ahh mba Jenny bisa aja.."ucap Prilly


"Emang iya ko."jawab Jenny


Prilly yang memang type orang yang mudah berteman, dengan mudahnya beradaptasi bersama para crew disana. Hanya dalam beberapa jam saja ia sudah akrab dengan orang orang di lokasi pemotretan itu..


Ditambah lagi para crew disana yang memang welcome dengan kedatangan Prilly. Sesekali mereka saling mengejek melihat kedekatan Prilly dan Rizky, mereka mengira Prilly dan Rizky memiliki hubungan khusus.


Namun baik Prilly dan Rizky hanya menanggapinya dengan senyum. Mereka hanya mengaggapnya candaan belaka.


Terkadang Rizky juga meladeni para crew dengan sekadar bilang "Ya doain aja, semoga lancar hubungannya"sambil tersenyum dan menggoda Prilly


Lantas bagaimana reaksi Prilly?


Seperti biasa ia hanya tersenyum sesekali ia juga memukul pelan bahu Rizky. Dan yang dipukul malah tertawa melihat reaksi malu malu Prilly..


Sontak Prilly dan Rizky menoleh ke arah sumber suara..


"Prilly....."


"Arbani....."ucap Prilly dan Arbani bersamaan


"Kalian sudah saling mengenal?"tanya Rizky


Masih ingat dengan Arbani? Lelaki yang ditemui Prilly di bandara beberapa hari yang lalu. Kini Prilly dan Arbani dipertemukan kembali dalam situasi dan kondisi yang berbeda~


"Ya, aku mengenalnya. Aku bertemu dengannya beberapa hari yang lalu."jelas Prilly


"Kamu sedang apa disini?"tanya Prilly


"Seharusnya aku yang bertanya. Aku ada pemotretan disini."jawab Arbani


"Tunggu, jangan bilang kalau kamu....."Prilly menunjuk Arbani danย  menoleh ke arah Rizky


Dan Rizky pun mengangguk mengiyakan..


"What?"ucap Prilly kemudian menutup mulutnya tak percaya


"Jadi maksudnya kamu partner wanitaku di pemotretan kali ini?"tanya Arbani seolah tidak percaya juga


"Iya benar."jawab Rizky singkat


"Aku bersumpah demi apapun, aku sangat senang mendengarnya. Aku merasa lebih tenang sekarang mengetahui kamu yang menjadi pasanganku. Sedari tadi aku gugup sekali, karena ini kali pertamaku."jelas Prilly


"Aku jauh lebih senang karena tahu itu kamu. Tidak perlu gugup, anggap saja kamu tidak sedang melakukan pemotretan. Bukan hanya kamu, terkadang aku pun merasakan hal yang sama. Rasa gugup yang mematikan."ucap Arbani sambil bergidik ngeri


Rizky menatap tidak suka melihat kedekatan Prilly dan Arbani..


"Yasudah kamu cepat bersiap siap, kami tunggu diluar backstage. Ayo Prill.."ucap Rizky kemudian menarik tangan Prilly


"Aku tunggu diluar yahh.."ucap Prilly kemudian melambaikan tangannya


"Oke..."jawab Arbani dengan mengacungkan jempolnya


Dengan segera Bani bersiap~


Para crew banyak yang memuji Prilly, dikarenakan di kali pertama ia melakukan pemotretan ini tapi sudah bisa melakukannya dengan sangat baik..


Memang pada awalnya Prilly terlihat canggung dan merasa tidak nyaman, apalagi ada saat dimana ia dan Arbani harus saling berdekatan dengan jarak yang sangatlah minim. Ditambah lagi dengan adanya kontak fisik yang cukup intim diantara mereka berdua.


Terkadang Rizky membantunya dengan mengarahkannya sedikit demi sedikit. Sampai Prilly mengerti apa yang harus ia lakukan, agar setiap pose yang ia buat menjadi terlihat senatural mungkin.


"Oke bagus, pertahankan itu Prilly."ucap Rizky


^CEKREKK (anggaplah suara kamera)


"Letakkan kedua tangan kamu di lehernya Bani, seolah kamu sedang berdansa dengannya."ucap Rizky kembali mengarahkan Prilly


"Ya bagus seperti itu. Sekarang lebih dekatkan wajahmu, tataplah Bani dengan tatapan lembutmu. Senyum... ya tersenyumlah sealami mungkin."sambung Rizky


"Iya bagus, pertahankan seperti itu. oke bagus.."ucap Rizky lagi


^CEKREKK


"Bahkan aku belum pernah sedekat ini dengan Ali yang berstatus sebagai suamiku."batin Prilly


"Apa yang kamu pikirkan Prilly? Kamu berharap Ali menyentuhmu seperti ini? Sudah gila kamu! Sadarlah Prilly sadar."batin Prilly kembali tersadar, ia menggeleng gelengkan kepalanya


"Tapi bagaimana jika Ali marah padaku karena aku melakukan pekerjaan ini tanpa meminta izinnya? Melihatku seperti ini dengan lelaki lain, apa Ali juga akan marah? Ahh terserah, aku tak perduli."Prilly kembali membatin


Jika dipikirkan Ali juga pasti melakukan hal yang sama, ia pasti bebas bersentuhan juga dengan wanita manapun. Nanti pasti ia akan mengerti keadaannya, pikir Prilly~


Otak Prilly saat ini sedang benar benar bekerja keras karena banyak yang sedang ia pikirkan tapi satu sisi ia juga harus tetap fokus pada pekerjaannya..


"Oke, selesai. Bagus Prilly.."ucap Rizky selaku photografer Prilly dan Arbani


Semuanya bersorak..


"Terimakasih untuk kerjasamanya."jawab Prilly


"Ya, terimakasih atas kerja kerasmu hari ini."jawab salah seorang crew


Prilly hanya mangangguk dan tersenyum..


"Apa ini sudah selesai? Jika sudah aku permisi pulang. Sua.....maksudku kakakku pasti sedang menungguku."ucap Prilly hampir saja membocorkan statusnya yang sebenarnya


"Iya sudah selesai, berkat kerja kerasmu semua berjalan lancar jadi pemotretannya selesai dengan cepat."ucap Rendy salah satu crew disana


"Ahh tidak, ini berkat kerja keras kita semua. Oleh karena itu bisa berjalan dengan lancar."ucap Prilly


"Pulanglah, atau nanti kakakmu mengkhawatirkanmu."ucap Rendy


"Ya benar, jangan sampai dia melaporkanmu ke pihak kepolisian dengan laporan orang hilang."ucap salah satu crew lainnya


"Baiklah, kalau begitu aku permisi."pamit Prilly


"Biarkan aku mengantarmu."


"Biarkan aku mengantarmu."


Ucap Rizky dan juga Arbani bersamaan


Prilly cengo seketika..


"Hmm, sepertinya ini urusan pribadi kita tidak perlu ikut campur. Ayo teman teman kita pergi, kita tidak boleh ada disini."ajak Rendy pada crew yang lainnya


Prilly melemparkan tatapan tak mengertinya pada Rendy. Rendy hanya membalasnya dengan senyuman meledek..


Rendy dan yang lainnya mulai melangkah pergi, namun tiba tiba Rendy kembali menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Prilly


"Tentukan pilihanmu Prilly."ucap Rendy dan tersenyum kemudian kembali berjalan pergi dari sana..


"Pilihan? Pilihan apa?"ucap Prilly perlahan dengan wajah bingungnya


"Ayo Prill, biar aku antar."ucap Arbani


"Tidak, tidak. Pulang bersamaku saja."ucap Rizky


"Apa kamu tahu dimana Prilly tinggal?"tanya Arbani dengan senyum sinisnya seolah meledek Rizky


"Tidak, tapi Prilly bisa memberitahukan aku kemana arahnya."jawab Rizky


Rizky memang belum mengetahui kediaman Prilly, karena Prilly yang selalu meminta untuk bertemu diluar di suatu tempat.


"Lebih baik aku saja yang mengantarnya, karena aku sudah tahu dimana rumahnya."ucap Bani tak mau kalah


"Tapi aku yang mengajaknya pergi, jadi aku juga yang harus mengantarkannya pulang."jelas Rizky


"Tidak usah, tidak apa biar aku saja yang mengantarnya."ucap Bani


"Tidak, biar aku saja."ucap Rizky


"Aku saja."jawab Bani


"Prill, biar aku...."ucapan Rizky terpotong


"Kalian tidak perlu mengantarku. Aku bisa pulang sendiri.. sampai nanti, byeee..."ucap Prilly kemudian langsung pergi


Rizky dan Arbani hanya mampu terdiam. Karena keduanya gagal membawa Prilly bersamanya~


Jangan lupa tekan LIKEnya ya teman teman, terimakasih ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š