
Pagi ini Prilly tetap menyiapkan sarapan untuk suaminya, seperti biasanya. Meskipun ia tahu Ali mungkin kembali tak akan memakannya. Namun ia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri yang baik..
"Aku kan sudah bilang kamu tidak perlu....."ucapan Ali terpotong
"Aku hanya menjalankan kewajibanku saja sebagai seorang istri, sisanya terserah kamu mau makan masakanku atau tidak. Lagipula aku tidak pernah memaksamu untuk memakan semua masakan aku..."ucap Prilly datar sambil membawa hasil masakannya ke meja makan
Ali bungkam mendengar perkataan Prilly, ia hanya mampu memperhatikan istri cantiknya itu membenahi meja makan dengan berbagai macam masakannya..
Prilly melengos pergi begitu saja tanpa melihat Ali yang malah sedang memperhatikan pergerakannya..
"Ohh iya, habis ini aku mau izin pergi keluar.."ucap Prilly meminta ijin suaminya
"Terserah, bukan urusanku.."ucap Ali membuang muka mengalihkan pandangannya dari Prilly
Prilly hanya mengedikkan bahunya tanda tak masalah dengan jawaban Ali.
"Dan satu lagi, soal makanan yang selalu aku masak setiap pagi buat kamu aku tidak tahu kamu apakan makanan itu. Tapi aku harap kamu bisa bijak, dan tidak berperilaku seperti anak kecil."ucap Prilly panjang lebar kemudian pergi dari hadapan Ali
"Jadi kamu pikir aku membuang semua masakan kamu?"tanya Ali dengan nada bicara yang sedikit tinggi
Dan itu sukses membuat Prilly menghentikan langkah kaki mungilnya..
"Mmm, bisa saja. Karena kamu bilang tidak akan pernah mau memakannya bukan? Jadi di apakan lagi kalau tidak membuangnya. Itu hanya dugaanku."ucap Prilly membalikkan badan sekilas kemudian kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti
"Ahh, shit!!"ucap Ali mendengar ucapan Prilly
"Memangnya dia mau kemana pergi setiap hari? Apa tidak bisa berdiam diri saja dirumah menunggu suaminya pulang? Dasar wanita liar!"ucap Ali mengusap gusar wajahnya
"Ahh kenapa perutku lapar disaat seperti ini?"keluh Ali kembali
Prilly kembali berada ditempat yang akhir akhir ini sering ia kunjungi, tempat yang sekarang menjadi tempat kesukaannya, tempat yang bisa menenangkan hati dan pikirannya. Bisa dibilang tempat yang cocok untuknya dan mengerti keadaan dan juga perasaan Prilly..
Sedang asiknya melamun, tiba tiba Prilly mendengar sesuatu..
#cekrekk....
#cekrekk....
Prilly mengalihkan pandangannya kesana kemari mencari sumber suara tersebut. Dan ketemu!!
"Hei, akan lebih sopan jika kamu meminta izin untuk memotretku terlebih dahulu."ucap Prilly tepat di depan seseorang tersebut yang ternyata sedang memotretnya sedari tadi.
"Ehmm, maaf.. Aku minta maaf sebelumnya karena sudah mengambil foto kamu tanpa izin beberapa hari ini. Tapi aku tidak ber......."ucapan pemuda tersebut terpotong
"Apa? Beberapa hari ini?"ucap Prilly sedikit menaikan volume suaranya
"Iya, sekali lagi maaf. Tapi aku tidak memakai foto kamu untuk hal yang aneh aneh ko, dan aku juga bukan orang jahat. Bukan orang yang punya kepribadian yang aneh juga."ucap pemuda tersebut panjang lebar
Sedangkan Prilly hanya menatap tajam pemuda tersebut, tatapan menyelidik yang mematikan. Sangat mematikan!
"Kalau begitu, boleh aku lihat hasil foto foto kamu?" ucap Prilly kemudian menyodorkan tangannya meminta sebuah kamera yang sedang di genggam oleh pemuda tersebut
"Baiklah, tidak masalah.. ini.." jawabnya kemudian menyerahkan kameranya kepada Prilly
Prilly satu persatu melihat foto fotonya dan ternyata benar ada banyak fotonya disana.
Yang ditatap hanya tersenyum sambil menggaruk kepala dan juga tengkuknya yang sama sekali tak gatal seolah malu karena ketahuan mengikuti Prilly..
"Banyak sekali foto fotoku disini. Kamu sungguh berniat ya untuk mengambil fotoku?"ucap Prilly tidak percaya dengan apa yang di lihatnya
"Sekali lagi aku minta maaf, aku tahu mungkin kamu berpikir kalau aku sudah terlalu lancang sampai berani mengikuti kamu segala beberapa hari ini. Hanya saja.... aku juga tidak tahu kenapa aku begitu suka memotretmu, kecantikan kamu yang natural itu berhasil menarik perhatian kamera milikku.."ucapnya kembali panjang lebar sedangkan Prilly hanya melongo memperhatikan semua ucapannya
"Ya terus?"tanya Prilly singkat sesingkatnya
"Kamu mau kan menjadi modelku?"ucapnya spontan
"Ha, apa kamu bilang? Aku? Jadi...... model?"tanya Prilly kaget
"Iya model.."ucapnya kembali
"Maksud kamu aku jadi modelnya kamu begitu?"tanya Prilly lagi menunjuk dirinya kemudian beralih pada pemuda itu
"Iya! Oh iya... Kenalin nama aku Rizky, dan profesiku sebagai seorang photografer. Aku sedang mencari seseorang untuk di jadikan modelku. Apa kamu bersedia?"ucap pemuda tersebut yang ternyata bernama Rizky memperkenalkan dirinya pada Prilly sambil mengulurkan tangannya
Cukup lama mereka bersalaman, bukan hanya itu sesaat mereka juga saling menatap satu sama lain..
"Mmm, maaf..tangannya..."ucap Prilly
"Ehh iya, sorry sorry."ucap Rizky salah tingkah
Sesaat suasana menjadi canggung..
"Aku..."ucap Prilly dan Rizky bersamaan
"Kamu duluan..."ucap Rizky dan Prilly kembali berbarengan
"Ehh, kamu saja lebih dulu. Mau bicara apa?"ucap Rizky mempersilahkan sambil tersenyum
"Aku permisi.."pamit Prilly singkat
"Oh iya silahkan. Mmm...ucapan aku yang tadi tolong dipikirkan yaa."ucap Rizky
Prilly terdiam dan mengangkat sebelah alisnya~
"Soal aku minta kamu untuk menjadi modelku."jawab Rizky
"Oh itu, tadikan aku sudah bilang aku tidak bisa menerima tawaranmu.. Karena aku rasa aku tidak ada bakat di dunia modelling."tolak Prilly secara halus
"Tidak, kamu salah besar. Kamu itu cocok buat jadi seorang model, kamu ada bakat di dunia entertaint. Hanya saja kamu belum menyadari hal itu. Aku minta kamu pikirkan terlebih dahulu, dan aku harap bukan jawaban penolakan yang aku dapatkan."ucap Rizky
"Tapi aku..."ucap Prilly
"Pokoknya tidak ada tapi tapian, kamu pikirkan dulu baik - baik. Ini kartu namaku, kalau kamu sudah punya jawabannya kamu bisa hubungi aku ke nomor yang tertera di kartu itu.. Aku harap kamu berubah pikiran dan menghubungi aku secepatnya!"ucap Rizky menyodorkan sebuah kartu nama miliknya
Prilly menerima kartu tersebut dan kemudian menganggukan kepalanya pertanda setuju.
"Baiklah, akan aku pikirkan.."jawab Prilly
"Yasudah kalau begitu aku permisi yaa, Rizky.."pamit Prilly tak lupa dengan senyuman manisnya beserta lambaian tangan indah dan jari lentiknya
"Jangan lupa untuk menghubungi aku yaa Prilly."ucap Rizky setengah berteriak
"Dan pastikan kamu memberi jawaban iya untuk aku."sambung Rizky kembali
Prilly hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawabannya, kemudian iya kembali melangkah pergi..
"Perfect!! Dia yang aku cari selama ini. Kalau memang dia tidak bisa menjadi model ku, akan aku jadikan dia kekasihku saja. Prilly, nama yang cantik.."ucap Rizky tersenyum dengan wajah yang berseri dan tatapan matanya yang terlihat berbinar sejak pertemuannya dengan Prilly. Pertemuan yang sebenarnya, pertemuan dimana matanya bisa saling bertatapan langsung dengan mata hazel milik Prilly. Bukan malah memotretnya secara diam diam~
-Sesampainya di villa-
Prilly melihat villa yang ia tempati bersama Ali itu kosong.. Berarti Ali pergi dan belum kembali sampai saat ini, karena terlihat dari lampu villa yang belum menyala..
Terduduklah Prilly disofa ruang televisi, dengan pikiran yang entah kemana..
"Rizky Nazar, mmm sepertinya dia orang yang baik.. Aku harus bagaimana? Terima atau tidak ? Bilang sama Ali tidak yaa?"tanya Prilly pada dirinya sendiri sambil memegang kartu nama milik Rizky dan sesekali memandangnya
"Tidak tidak, Ali jangan sampai tau. Pokoknya dia tidak boleh tahu soal ini.. Aku tidak perlu bilang kepadanya, lagipula percuma saja pasti dia tidak akan perduli juga.. Kalaupun dia perduli pasti hanya jawaban 'terserah kamu, itu hak kamu mau terima atau tidak!' "Ucap Prilly menirukan gaya bicara Ali
"atau bisa saja dia malah mengejekku dengan bilang 'ehh, kamu itu tidak pantas menjadi model - model seperti itu.. yang namanya model itu harus cantik dan bertumbuh tinggi.. Nahh kamu? yaa, kamu tau sendirilah bagaimana fisikmu. Sadar dirikan yaa.."ucap Prilly kembali memperagakan gaya bicara Ali seandainya ia bilang kepada Ali tentang tawaran menjadi seorang model
"NO...NO....NO!!!!!"ucap Prilly sedikit berteriak kembali mempertegas keputusannya untuk tidak memberitahu Ali, suaminya..
"Kamu sedang? Bicara sendiri, sudah gila?"ucap Ali sambil menyeringai dan itu sontak membuat Prilly kaget dengan kedatangannya yang secara tiba tiba
"Kamu? Sejak kapan kamu disitu? Kamu mendengarkan pembicaraan aku ya?"tuduh Prilly bertubi tubi
Bukannya menjawab.. Yang ditanya malah dengan seenak hati berlalu begitu saja tanpa menjawab satupun pertanyaan Prilly, tidak sepatah katapun..
"Heii Ali! Kamu mau kemana? Aku belum selesai bicara.."ucap Prilly sedikit berteriak
"Dasar pria menyebalkan. Ohh Tuhan, aku sudah tidak tahan lagi menghadapi semua sikap pria satu itu. Tolong berikan aku kesabaran yang lebih besar."keluh Prilly sambil menyibakkan rambutnya ke belakang
Jangan lupa tekan likenya teman teman, terimakasih 🙏😊