
Prilly mulai menggeliat dari tidurnya, ia menolehkan kepalanya dan mendapati Ali masih tertidur pulas di sampingnya dengan keadaan tangan Ali yang berada di perut Prilly.
Dengan perlahan Prilly mulai memindahkan tangan tersebut, ia tidak ingin mengganggu tidur nyenyak suaminya. Setelah bersusah payah akhirnya Prilly dapat terbebas dari dekapan hangat Ali, sesekali Ali menggeliatkan tubuhnya.
“Untunglah aku tidak membangunkannya.”ucap Prilly kemudian beranjak dari tempat tidur hendak membersihkan tubuhnya
***
“Kamu sudah bangun sayang?”tanya mama Ressy yang mendapati Prilly sedang berkutat di dapur
“Mama, selamat pagi. Iya sudah..”sapa Prilly
“Iya pagi, kamu sedang apa?”tanya mama Ressy
“Menyiapkan sarapan. Tapi maaf yaa Prilly hanya bisa membuatkan sarapan yang simple saja. Kemampuan masak Prilly tidak sehebat mama soalnya.”ucap Prilly sambil mengiris bawang
“Tidak apa apa, semuanya butuh proses. Dahulu mama juga seperti kamu, malah lebih parah. Mama tidak bisa masak sama sekali, kalau kamu kan bisa sedikit sedikit tapi mama? Mama benar benar tidak tahu bagaimana memasak itu. Tapi mama terus dan terus belajar, dan akhirnya seiring berjalannya waktu mama jadi bisa memasak beragam makanan. Seperti sekarang ini.”jelas mama Ressy
Prilly hanya mengangguk angguk mengiyakan mendengar apa yang dikatakan oleh ibu mertuanya itu..
“Sayang, Apa Ali sudah bangun?”tanya mama Ressy sambil membantu Prilly memasak
“Aku tidak tahu Mam. Tadi ketika aku tinggal sihh belum bangun, tapi tidak tahu sekarang. Mungkin sudah..”ucap Prilly sambil menyicipi makanan yang sedang dimasaknya
Mama Ressy hanya mengangguk mengiyakan sambil tersenyum melihat kelakuan Prilly yang sedang sibuk menyicipi semua hasil masakannya namun dengan mulut yang juga terus mengoceh.
“Mmm, mama?”panggil Prilly
“Iya sayang, kenapa?”jawab Mama Ressy
“Aku mau minta tolong mama untuk mencicipi ini, menurut mama apa ada bumbu yang kurang?”ucap Prilly sambil memberikan masakannya
Mama Ressy pun mengambilnya dan mulai mencicipinya
"Yang ini enak. Yang ini juga sudah pas menurut lidah mama, yang ini juga enak. Menurut mama rasanya sudah pas semua sayang ”jawab Mama Ressy setelah mencicipi satu persatu masakan tersebut
"Benarkah?"tanya Prilly sumringah dengan mata yang berbinar binar
"Iya tentu saja benar. Kamu sudah pintar memasaknya nak."ucap Mama Ressy memuji keahlian memasak Prilly
Prilly tersenyum senang mendengar komentar ibu mertuanya, ia juga tersipu mendengar pujian sang ibu mertua.
“Baiklah, kalau begitu akan aku letakkan di meja makan semua masakannya.”ucap Prilly
“Biar mama saja yang hidangkan semua masakan kamu ini. Sekarang lebih baik kamu bangunkan suami kamu itu.”ucap Mama Ressy mencegah dan mengambil alih hasil masakan yang saat itu berada di tangan Prilly
“Tapi Mam....”ucapan Prilly terpotong
“Sudah sana, cepat bangunkan suamimu. Biar mama yang akan lakukan sisanya.”ucap Mama Ressy
“Tapi ini akan merepotkan mama, biar Prilly bantu hidangkan dulu. Setelah itu baru Prilly bangunkan Ali.”ucap Prilly lagi
“Apanya yang merepotkan? Ini tidak merepotkan mama sama sekali, hanya menghidangkannya saja di meja makan bukanlah pekerjaan yang sulit. Tidak sebanding denganmu yang membuat semua masakan ini.”ucap mama Ressy
“Ahh mama.. Baiklah kalau begitu, terimakasih sudah membantuku. Prilly permisi sebentar membangunkan Ali.”ucap Prilly
“Iya samasama sayang. Cepat pergilah, dan bangunkan suamimu..”jawab mama Ressy
Prilly mengangguk dan mulai melangkah meninggalkan mama Ressy..
***
“Ali bangun... Ali.....”ucap Prilly sedari tadi berusaha membangunkan suaminya
“Ali cepatlah bangun. Mama dan papa sudah menunggu kita di bawah untuk sarapan bersama.”ucap Prilly lagi
“Ayo bangun.... Ali bangunlah..”Prilly menggoyang goyangkan tubuh Ali
Namun Ali sama sekali tidak bergeming, ia tetap memejamkan matanya meskipun sesekali tubuhnya menggeliat dan berganti posisi tidur
“Ya Tuhan....”keluh Prilly karena tidak berhasil membangunkan Ali
“Kenapa susah sekali membangunkan manusia satu ini? Apa yang harus aku lakukan agar dia bangun?”tanya Prilly pada dirinya sendiri
“Cium aku.”ucap Ali spontan menjawab pertanyaan Prilly namun masih dengan mata terpejam
“Apa?”tanya Prilly setengah berteriak, ia refleks menoleh dan menatap ke arah Ali
“Ayo cium aku. Morning kiss.”ucap Ali lagi
“Kamu sudah bangun sedari tadi?”tanya Prilly
“Tidak, aku masih tidur..”jawab Ali kembali berpura pura tidur
“Aliiiii.... aku tahu kamu sudah bangun, jadi cepatlah mandi dan segera turun. Kita sudah di tunggu oleh mama dan papa di bawah.”ucap Prilly
“Enak saha, aku tidak mau.”ucap Prilly kemudian hendak pergi
“Kalau begitu aku akan memaksamu saja.”ucap Ali sambil menarik Prilly dan membuatnya jatuh tepat di atas tubuh Ali
Sejenak mata Ali dan Prilly saling bertemu. Tak lama kemudian Prilly mengalihkan pandangannya..
“Lepaskan aku, berhentilah bercanda. Aku sedang tidak ingin bercanda.”ucap Prilly berusaha melepaskan diri
“Aku juga sedang tidak bercanda. Aku benar benar meminta itu darimu, itu adalah permintaanku untuk pagi hari ini.”ucap Ali semakin mengeratkan pelukannya
“Meminta apa?”tanya Prilly dengan tatapan polosnya
“Itu.....”ucap Ali kemudian mata dan bibirnya menunjuk ke arah bibir Prilly
“Sudah aku bilang aku tidak mau. Sekarang lepaskan aku.”ucap Prilly tetap bersikeras ingin melepaskan diri dari pelukan suaminya yang semakin mengerat
“Tidak akan. Sampai aku mendapatkan apa yang aku inginkan.”ucap Ali masih dengan kondisi memeluk Prilly
“Tolonglah, jangan seperti anak kecil seperti ini.”ucap Prilly lagi
“Aku tak perduli, yang penting aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan. Terserah kamu mau bilang aku seperti anak kecil atau apa. Terserah terserah.....”ucap Ali
Prilly hanya mendengus kesal..
CUPSS~
Prilly mengecup pipi kiri Ali secepat kilat dan itu membuat Ali tersenyum sejenak dan kemudian memasang wajah datarnya lagi.
“Sudahkan? Sekarang lepaskan aku.”pinta Prilly
“Tidak tidak tidak.”ucap Ali menggeleng gelengkan kepalanya
“Kenapa tidak? Aku sudah memenuhi pemintaanmu itu. Kenapa kamu tetap tidak melepaskanku?”tanya Prilly dengan nada tingginya
“Bukan morning kiss ini yang aku inginkan.”ucap Ali
“Bukan? Lalu yang kamu maksudkan itu morning kiss yang bagaimana?”tanya Prilly dengan begitu polosnya
"Kamu tahu pasti apa yang aku maksudkan Prilly."jawab Ali
Prilly hanya terdiam~
Ali tersenyum nakal disana..
“Kamu yakin ingin aku beritahu? Kamu bertanya seperti ini karena memang kamu tidak tahu atau pura pura tidak tahu?”tanya Ali terus menggoda Prilly
“Untuk apa aku pura pura tidak tahu? Aku memang tidak tahu. Oleh karena itu aku bertanya.”jawab Prilly dengan rasa kesalnya yang semakin memuncak
“Aku menginginkan ini.”jawab Ali sambil menyentuh bibir tipis milik Prilly
Prilly terkesiap, jantungnya berdetak dengan sangat cepat. Ia tidak tahu harus berkata apa dan harus melakukan apa. Pikirannya benar benar kosong seketika, Prilly seakan akan mendadak menjadi orang bodoh karena mendengar permintaan suaminya..
“Aku akan memenuhi permintaanmu, tapi dengan satu syarat.”ucap Prilly pada akhirnya setelah lama berpikir
“Baiklah, apa syaratnya?”tanya Ali
“Jangan melakukan lebih dari ini.”jawab Prilly
Ali menatap heran ke arah Prilly..
“Memangnya kenapa jika aku melakukan lebih dari ini? Akukan sudah menjadi suamimu.”ucap Ali dengan tatapan menyidiknya
“Bukan begitu, hanya saja kamu selalu melampaui batas jika sudah bersentuhan denganku. Aku......aku..... sedikit terkejut saja.”ucap Prilly
Seketika itu juga Ali langsung tertawa..
“Kenapa tertawa? Apa yang lucu?”tanya Prilly melihat Ali yang tiba tiba saja tertawa tanpa Prilly tahu apa yang Ali tertawa
“Kamu. Kamu sangatlah lucu, dan itu membuatku gemas.”ucap Ali sambil memegang kedua pipi tembam milik Prilly
“Aduhh, sakit.. Lepaskan, nanti pipi aku rambah tembem.”ucap Prilly protes sambil menepiskan kedua tangan Ali dari pipinya
Ali perlahan mendekatkan wajahnya, tangan kanannya memegang dagu Prilly dan menariknya. Prilly hanya terdiam memerima perlakuan Ali, sepenuhnya ia benar benar tidak tahu apa yang harus ia perbuat. Karena memang benar Ali adalah suami sahnya, dan ia berhak melakukan itu terhadap istrinya. Sedangkan Prilly memang sudah kewajibannya sebagai seorang istri. untuk melayani apapun keinginan sang suami.
Bersambung...
Maaf beribu maaf aku baru up lagi, dikarenakan kemarin kemarin situasi dan kondisiku yang tidak memungkinkan untuk next chapter 🙏🙏
Maaf untuk segala kekurangannya dan membuat kalian menunggu sangat lama. Terimakasih sudah mau membaca My Prilly. Ke depannya aku tidak bisa berjanji bisa up setiap hari yaa, tapi kalau aku ada waktu luang pasti aku post next chapter ko. 😉
Jangan lupa tekan LIKEnya teman teman, boleh juga kasih komentarnya. Aku tunggu yaa. Terimakasih ❤💋😊