
Prilly menatap bayangannya pada cermin meja riasnya. Ditatapnya dengan dalam dalam pantulan dirinya.
"Apa aku bisa menjadi istri yang baik? aku tak menyangka akan menikah secepat ini, menjadi istri dari seorang artis terkenal Ali Syarief yang memiliki banyak fans dimana mana, digilai banyak wanita. Ya ampun, tak pernah aku bayangkan sedikit pun."ucap Prilly sambil terus bercermin
"Beruntung pernikahan ini bersifat pribadi, dilakukan secara tertutup jadi hanya orang orang terdekat saja yang menghadirinya. Hhh, aku sangat gugup untuk acara besok.. Bismillahirohmanirahim, aku percaya pada takdir yang telah Engkau gariskan untukku Tuhan. Aku akan mencoba menjalaninya sebaik mungkin.."sambung Prilly
---------------
Akhirnya hari itu pun tiba, hari dimana Ali dan Prilly menyatu dalam sebuah ikatan. Ikatan pernikahan.. Membangun rumah tangga yang sakinah mawwadah dan warohmah, menjadi sepasang suami istri yang saling menyayangi, saling menjaga dan saling melengkapi satu sama lain. Seharusnya!!
Prilly sudah tampil cantik dengan kebaya putihnya, rambut yang disanggul dengan ukuran tak terlalu besar namun tak juga kecil dengan mahkota diatas kepalanya serta tak lupa dengan hiasan bunga melati yang dibiarkan tergerai pada bahu kiri Prilly.. riasan makeup Prilly yang tak seperti biasanya, karena dihari pernikahannya ini dia tak merias wajahnya seorang diri. Memang sedikit terlihat kerlap kerlip diwajahnya, namun tak terlihat menor juga. Justru itu semua menambah kecantikan Prilly..
Sementara itu Ali juga terlihat sangatlah tampan dengan setelan jas berwarna putih serasi dengan kebaya Prilly. Pilihan Radit dan Alya memanglah sangat pas, karena menurut mereka warna putih adalah warna yang melambangkan ketulusan hati. Dan semoga dengan adanya pernikahan ini, cinta dan kasih sayang yang tulus akan menghampiri Ali dan Prilly suatu saat nanti.. Itulah sedikit harapan sekaligus alasan Radit dan Alya memilih warna putih untuk baju pengantin Ali Prilly..
Para tamu undangan terus berdatangan, diantaranya ada teman teman terdekat Prilly, teman teman terdekat Ali juga dan tanpa disangka Tania yang menyandang status sebagai kekasih Ali juga turut hadir dalam pernikahan sang kekasih. Entahlah, padahal jelas jelas Ali telah melarangnya untuk hadir karena itu sama saja ia menyakiti hatinya sendiri dengan melihat Ali menikah dengan oranglain. Namun bukan Tania namanya kalau ia tak keras kepala. Begitu Ali biasa menyebutnya.
Semua kolega bisnis dari keluarga Syarief dan Rizal pun juga hadir, memang kedua papa yang keren ini paling bisa memanfaatkan keadaan.. Mereka ingin semua kolega bisnisnya mengenal anak serta menantunya yang bak seorang pangeran dan permaisuri hari ini..
Ali sudah duduk berhadapan dengan bapak penghulu, begitupun dengan mama dan papanya serta calon mertuanya.. tak lupa pula dengan Radit yang turut menjadi saksi melihat Ali calon adik iparnya mengucapkan rentetan kalimat yang penuh arti itu..
Sedangkan Prilly? Prilly masih berdiam diri di dalam kamar pengantinnya ditemani oleh Alya calon kakak iparnya.. Yaa, Prilly akan keluar begitu Ali selesai mengucapkan kalimat ijab qabulnya..
"Tenanglah, kamu benar benar terlihat tegang adik iparku. Tenangkan dirimu, minumlah terlebih dahulu."ucap Alya menenangkan Prilly dan memberinya segelas air mineral agar setidaknya memberi ketenangan pada Prilly
"Iya kak, ini aku berusaha tenang ko.. Ya ampun, aku aja yang masih di dalam kamar gini deg degan sekali. Apalagi Ali yang saat ini diluar sana. Haduhh, tenang Prilly tenang.."jawab Prilly sambil menenangkan dirinya sendiri dengan menarik napas dalam dalam dan mengeluarkannya perlahan. Itu terus Prilly lakukan berulang ulang..
"Ali malah keliatan biasa aja, gak ada tegang tegangnya. Dia malah keliatan siap banget gitu buat nikahin kamu."ucapan Alya membuat Prilly terdiam dan menunduk. Ia teringat perkataan menyakitkan itu lagi
"Kamu tenang saja, kakak yakin ucapan Ali waktu itu tidak akan terjadi.. Percaya dehh! Kamu lupain aja yaa, tidak perlu di pikirkan lagi.. jangan diambil pusing sendiri.."ucap Alya sambil mengangkat dagu Prilly agar wajahnya tak menunduk.
Prilly mengangguk dan tersenyum manis pada Alya..
"Tuhkan cantik, udah ahh jangan ditekuk terus itu muka. Masa pengantin wanitanya cemberut sihh, nanti kalah cantik lagi sama kakak iparnya.."ucap Alya dengan candanya
"Pokonya kamu harus kuat ngadepin Ali, kakak yakin kamu bisa menaklukan Ali dan hatinya."ucap Alya menyemangati Prilly
"Iya kak terimakasih.."ucap Prilly kemudian memeluk Alya
"Udah jangan lama lama, nanti riasan pengantinnya rusak lagi.. Ehh, denger dehh Prill.."Alya mendengar samar samar suara pak penghulu
#DILUAR KAMAR
"Saudara Ali apa anda sudah siap??"tanya pak penghulu
Dengan ragu Ali mengangguk..
"Baiklah, mari kita mulai.."ucap pak penghulu
Dan seketika itu juga suasana menjadi hening..
Ali pun menjabat tangan Om Rizal..
"Silahkan Pak.."ucap pak penghulu mempersilahkan Om Rizal sambil menyodorkan microfonnya pada Om Rizal
"Muhammad Ali Syarief bin Syarief Abdullah saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri saya Prilly Mahatei Latuconsina binti Rizal Latuconsina dengan mas kawin seperangkat alat shalat, sebuah kitab Al-Qur'an, dan sebuah kalung berlian. Di bayar tunai.."ucap Om Rizal dengan tegas dan jelas
Ali menarik napas panjang ..
"Saya terima nikah dan kawinnya Prilly Mahatei Latuconsina binti Rizal Latuconsina dengan mas kawin yang tersebut. Dibayar tunai.."suara lantang milik Ali terdengar sangat jelas apalagi saat itu ditambah dengan adanya sebuah microfon yang mengarah pada Ali sehingga suaranya terdengar ditelinga Prilly dan Alya yang masih berada dalam kamar..
Dan tidak disangka ternyata Ali hanya cukup mengucapkan rentetan kalimat itu dalam satu kali saja.
"Bagaimana para saksi..sah??"tanya pak penghulu
"SAHH!!"ucap para saksi termasuk kedua orangtua pengantin dan juga Radit..
"Alhamdulillah.."ucap Pak penghulu dan semua para tamu undangan
Berbarengan dengan menetesnya air mata Tania, kekasih Ali.. Hatinya merasakan sakit yang teramatlah dalam melihat orang yang sangat ia cintai menikahi oranglain. Namun sebisa mungkin ia tetap berusaha terlihat kuat dan tegar. Karena Tania yakin meskipun kekasihnya itu telah menikahi gadis lain, namun hatinya hanya akan mencintai Tania seorang~
Kemudian pak penghulu membaca doa doa.. Dan semua yang disana mengaminkan..
"Alhamdulillah, kamu sekarang sudah resmi menjadi istri sahnya Ali sekaligus adik iparku.. Selamat datang dikeluarga Syarief yaa nyonya Prilly Syarief.." ucap Alya memeluk Prilly
Prilly tersenyum...
"Iya, terimakasih kak."jawab Prilly tersenyum, padahal sangat berbanding terbalik dengan keadaan hati dan perasaannya saat ini menolak untuk tersenyum..
"Iya samasama, yaudah ayo kita keluar. Masa pengantin wanitanya mau di sembunyikan terus."ajak Alya
Prilly keluar dan mulai menuruni anak tangga dengan di gandeng oleh Alya kakak iparnya. Semua mata tertuju padanya.. Termasuk Mata Tania yang tertuju pada Prilly. Tapi tidak dengan Ali, ia malah enggan memandang Prilly sedikitpun..
"Wahh, itu pengantin wanitanya. Cantik yaa, cocok sekali mereka. Yang satu tampan dan yang satu cantik."
"Mereka memang pasangan yang sangat serasi.."
"Semoga secepatnya di berikan momongan."
"Aku harap mereka akan selalu bersama hidup berdampingan dengan di kelilingi oleh kebahagiaan sampai kelak hanya mautlah yang dapat memisahkan."
Itulah doa dan harapan sekaligus pujian yang dilontarkan para tamu undangan kepada Prilly dan juga Ali.
Prilly hanya menanggapinya dengan senyuman sambil terus melanjutkan langkahnya dengan terus ditemani Alya disampingnya..
Jangan lupa tekan LIKEnya.. Terimakasih 🙏😊