
Tania masih membelakangi Ali dengan posisi bersedekap dada..
"Tania, sayang jawab dong.."ucap Ali sambil berusaha meraih tangan Tania
"Apasih? Gak usah sentuh gue."ucap Tania menepis kasar tangan Ali
"Kamu ko jadi kasar gitu sama aku. Sayang, aku ini pacar kamu. Kamu kenapa sih?"ucap Ali
"Pacar? Kamu bilang apa barusan, pacar? Gak salah!!"ucap Tania sinis mulai menghadap Ali
"Ya enggaklah, kamukan emang pacar aku. Kamu satu satunya wanita yang paling aku cintai setelah Mama dan Kaia di dunia ini."ucap Ali
"Alahhh, bulshit! Semua kata cinta yang keluar dari mulut kamu itu semuanya bohong. Aku menyesal kenal kamu, cinta dan sayang sama kamu, bahkan percayain hatiku sama kamu."ucap Tania dengan mata yang mulai berkaca kaca
"Heii, dengerin aku.. Denger..."ucap Ali terpotong hendak memegang bahu Tania
"Gak usah sentuh aku!!"ucap Tania memotong ucapan Ali
Ali tak perduli, dengan sigap ia menarik tangan Tania.. Kemudian direngkuhlah Tania kedalam pelukannya. Tania berusaha melepaskan diri, berontak sekuat tenaga. Namun tak bisa, karena pada dasarnya tenaga Ali jauh lebih kuat..
"Kamu jahat Al, kamu jahat sama aku. Mana janji kamu, janji untuk selalu membahagiakan aku, gak akan pernah bikin aku nangis? Mana Al mana? Kamu bohong sama aku, kamu ingkari janji kamu dengan menikahi si Prilly wanita sialan itu.."ucap Tania terisak, menangis dalam dekapan hangat Ali sambil memukuli dada Ali
Ali masih terdiam, membiarkan Tania meluapkan emosinya terlebih dahulu.
Tania mulai terlihat tenang.. Namun masih terisak..
Ali melepaskan pelukannya kemudian beralih memegang kedua tangan Tania, dan berhasil.. Tania tak menolak..
"Aku memang menikahinya.."ucap Ali mulai berbicara
"Tapi hanya untuk beberapa bulan ke depan saja!"sambung Ali
Serasa tersambar petir, tersengat aliran listrik dengan kekuatan yang paling tinggi Prilly mendengar pernyataan yang baru saja keluar dari mulut Ali. Ya, Prilly masih disana. Dibalik tembok besar itu, ia masih setia mendengarkan kata demi kata yang keluar dari mulut Ali dan Tania. Sampai pada akhirnya ia mendengar rentetan kalimat yang kembali menyakiti hatinya, dan itu kembali ia dengar dari Ali yang kini berstatus sebagai suaminya sendiri..
"Apa kamu bilang? Untuk beberapa bulan ke depan, maksud kamu apa??"tanya Tania mendongak menatap Ali
"Iya beberapa bulan. Karena aku tak mungkin menceraikannya begitu saja dalam waktu dekat, apa tanggapan keluargaku nanti kalo aku sampai menceraikannya secepat itu. Oleh karena itu aku butuh waktu, jadi aku minta sama kamu untuk bersabar sebentar saja.."ucap Ali
"Beberapa bulan itu menurutku terlalu lama, dan kamu tahu sendirikan aku paling tak bisa menunggu.. Lagipula, tadi aku lihat kamu begitu lancar mengucapkan ijab qabulnya. Apa kamu telah mempersiapkan semuanya, seakan kamu memang menghendaki pernikahan terkutuk ini.."ucap Tania sinis
"Tidak, bukan begitu sayang.. itu semua tidaklah penting, yang terpenting sekarang adalah cinta kita, kebersamaan kita. Peduli setan dengan pernikahan ini. Pokonya kamu harus menunggu aku, hanya 3bulan sayang!! Itu cukup bagiku mencari alasan untuk menceraikannya, dan setelah aku menceraikannya aku akan segera menikahimu. menjadikanmu satu satunya wanita dalam hidupku."ucap Ali
Mendengar ucapan Ali senyum kini merekah di bibir Tania..
"Yaa baiklah, aku akan setia menunggumu. Selalu!!"ucap Tania
Ali kemudian memeluk Tania dengan erat, sangatlah erat.. Dan Tania pun membalas pelukan Ali, sang kekasih..
Sementara itu Prilly berusaha menahan rasa sesak di dadanya di balik tembok besar itu, menyenderkan tubuh mungilnya dengan tangan yang kini sedang menutup mulutnya agar tak menimbulkan suara. Matanya pun berkaca kaca dan kian memerah berusaha menahan airmata yang hendak keluar dari persembunyian.. bukan karena melihat Ali sang suami yang sedang memeluk gadis lain, melainkan masih terngiang ngiang semua rencana yang Ali ucapkan secara terang terangan pada Tania. Prilly menggeleng tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.. Semua perkataan yang Ali ucapkan barusan merupakan sebuah luka yang mungkin akan tertanam secara permanent bahkan membekas dihati Prilly..
"Aku tak menyangka dia type orang yang seperti itu.. Tenang saja Ali, aku pun akan turut membantu semua rencana mu itu, bahkan aku akan membuatnya berjalan lebih cepat dari yang engkau perkirakan."ucap Prilly
"Hanya beri aku waktu 1bulan saja, dan setelah itu ku harap kamu segera pergi dari kehidupanku dan keluargaku kemudian meraih kebahagiaanmu bersama Tania. Tanpa adanya aku sebagai penghalang."tekad Prilly
Prilly kembali membalikan badannya melihat Ali dan Tania, namun masih dengan posisi di belakang tembok.. Dan betapa kagetnya Prilly melihat pemandangan yang saat ini berada di hadapannya, pemandangan yang begitu menjijikan!!
Ya, Prilly melihat semuanya. Ali dan Tania saling bercumbu di taman belakang rumahnya sendiri.
"Sungguh menjijikan! Apa mereka tak mempunyai pikiran sehingga melakukannya di tempat seperti ini? Setidaknya carilah tempat tertutup, bukan malah melakukannya ditempat umum seperti ini, apalagi kini semua orang tahu bahwa Ali berstatus sebagai suamiku. Bagaimana kalau ada yang melihat selain aku disini, tamu undangan atau bahkan keluargaku dan keluarga Ali.. Ini sungguh memalukan!!"batin Prilly sambil menatap jijik pada sepasang sejoli yang saat ini sedang memadu kasih
Akhirnya Prilly memilih pergi dari tempat persembunyiaan dan kembali kedalam, tempat dimana semua orang sedang merasakan kebahagiaan atas pernikahannya dengan Ali. Tidak seperti dirinya! Ia juga takut salah satu dari keluarganya atau keluarga Ali menyusulnya dan kemudian melihat semua kejadian itu..
Semua mata kini tertuju pada Prilly setelah ia tiba dan kembali terduduk di kursi pelaminan namun hanya seorang diri..
"Sayang kenapa lama sekali? Terus mana Alinya?"tanya tante Ressy
"Itu...Apa... mmm, Ali nya dikamar tante. Iya dikamar, katanya kepalanya sedikit pusing. Karena kecapean mungkin yaa.."jawab Prilly sedikit tersenyum canggung karena dia telah berbohong
"Ohh gitu, yasudah tidak apa apa. Terus kamu kenapa balik lagi kesini? bukannya temani suami kamu sana.."ucap mama Uly
"Ahh, gak usahlah Mam. Aku gak enak ninggalin acara juga, lagian kalo aku temani Ali aku takut malah ganggu istirahat dia."ucap Prilly
"Ya enggaklah, justru kalo kamu temani nanti sakitnya dia bakal cepat sembuh sayang.."ucap tante Ressy
"Apa dehh, ahh tante bisa aja. Udah jangan godain aku terus, aku malu."ucap Prilly tersipu dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya
"Cie malu.. Udah sana temani Ali terus nanti cepat - cepat bikin keponakan buat Kaia dehh.."timpal Kaia
Semuanya tersenyum mendengar ucapan Alya pada Prilly, dan lihat wajah Prilly saat ini pipinya merah merona menandakan ia sedang menahan malu karena terus terusan di goda oleh keluarganya ..
"Prilly, manggilnya jangan tante. Panggil Mama seharusnya, kan udah resmi jadi istrinya Ali. Jadi sekarang kamu juga anaknya mama sama kayak aku dan Ali."sambung Kaia
"Ohh iya, maaf maaf Prilly masih belum terbiasa."ucap Prilly
"Gapapa sayang, mama ngerti ko.. Wajar kalau masih canggung. Nanti juga terbiasa."ucap mama Ressy
Alya kemudian berpamitan pergi untuk kembali mengurus sesuatu namun masih ada hubungannya dengan Ali dan Prilly, membantu Radit juga tentunya..
Tak lama setelah kepergian Alya, tiba - tiba Ali hadir di tengah - tengah keluarga..
"Kamu katanya sakit kepala, ko sekarang malah balik lagi? udah sana istirahat di kamar."ucap mama Ressy
Ali yang mendengarnya pun hanya cengo, karena jelas - jelas ia tak merasakan sakit apapun dan juga tadi ia pergi untuk menemui Tania bukan karena alasan sakit kepala..
"Tapi Mam, Ali...."ucapan Ali terpotong
"Apa kepala kamu udah baikan ? tadi pas aku nemuin kamu dikamar katanya masih pusing.. Yaudah jadinya aku bilang sama keluarga kalo kamu mau istirahat aja dikamar, ehh ternyata kamu malah balik lagi."ucap Prilly memotong ucapan Ali sambil beranjak dari duduknya dan menghampiri Ali memegang tangannya membawanya agar duduk dikursi pelaminan, disampingnya..
Padahal dari lubuk hati Prilly yang paling dalam ia sangat benci bersandiwara seperti saat ini, ia benci berbohong!
"Iya Li, tadi Prilly abis nyusulin kamu dan dia bilang kamu sakit kepala."ucap papa Syarief
"Prilly nyusulin aku? Apa dia melihat semua kejadian ditaman belakang tadi?"batin Ali
Jangan lupa tekan Likenya, terimakasih 😊🙏