My Prilly

My Prilly
Terhanyut



*toktoktok


"Iya?"tanya Prilly dari dalam kamar mandi


"Apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa lama sekali di dalam."ucap Ali


"Mandi, sebentar lagi juga selesai. Ini sedang pakai baju. Kenapa?"tanya Prilly


"Aku masuk yaa?"tanya Ali namun dengan tangan yang sudah memutar knop pintu


"Jangaaaaaan!"


"Kenapa dikunci?"


Ucap Ali dan Prilly bersamaan namun dengan kata yang berbeda..


"Pasti gila jika ada orang yang mandi tanpa mengunci pintu. Aku tahu kamu akan seperti ini, oleh karena itu aku kunci pintunya.. hehe...." ucap Prilly sambil tertawa setengah mengejek Ali di dalam sana


"Sial...."ucap Ali menggerutu dan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal


"Awas saja kamu.."ucap Ali kemudian


"Aku tidak takut..."jawab Prilly menantang


*Ceklek


Keluarlah Prilly dan sudah berpakaian tidur lengkap.. Ia keluar dengan santainya sambil mengelus ngelus rambutnya menggunakan handuk, berniat mengeringkannya..


"Cepatlah mandi.."ucap Prilly pada Ali yang berdiri mematung memandanginya


"Aku sudah mandi.."jawab Ali singkat dengan mata yang masih menatap Prilly


"Sudah? Kapan? Aku tidak melihatnya."Prilly yang saat itu tengah duduk sambil bercermin langsung membalikkan tubuhnya pada Ali yang saat itu tengah menyender pada dinding dengan bersidekap dada


"Memangnya kamu ingin melihatku mandi?"tanya Ali menggoda Prilly


"Apa? Tidak, untuk apa aku melihatnya. Tidak penting sekali."jawab Prilly sambil mengalihkan pandangannya


Ali tersenyum melihat kekesalan Prilly akibat ulahnya.


"Aku hanya bercanda. Begitu saja marah. Tadi, aku mandi sebelum kamu masuk kamar."jawab Ali tanpa mengalihkan pandangannya dari Prilly


"Bercandamu sungguh tidak lucu."jawab Prilly masih merasa kesal


Ali berjalan menuju Prilly, sedikit membungkukan tubuhnya kemudian memeluk Prilly dari belakang.. menempatkan dagunya di leher Prilly..


Ali terus memandangi wajah cantik Prilly yang saat ini polos tanpa polesan makeup sedikitpun, sedangkan Prilly sibuk melakukan ritual perawatan wajahnya tanpa menghiraukan Ali..


Sesekali Ali meniup telinga dan tengkuk leher Prilly yang membuat istrinya itu kemudian menggeliat, merinding.. Namun setelah itu Prilly kembali bersikap biasa seperti tidak terjadi apa apa..


Merasa tak ada respon dari Prilly, Ali kemudian mengecupi leher Prilly. Berusaha mengalihkan perhatian istrinya..


"Ali tolong hentikan.."sambil menggeliat hanya kata itu yang keluar dari mulut Prilly


Namun lagi dan lagi gangguan Ali tidak membuat Prilly menghentikan aktivitasnya saat ini..


Ali geram tentu saja!!


Dengan sengaja Ali menggigit kecil daun telinga Prilly..


"Aaaaaaaaa...!!"teriak Prilly meringis kesakitan


Dan cara itu berhasil..


Prilly langsung memegangi telinganya dan menatap tajam Ali melalui pantulan cermin dihadapannya..


Tatapan membunuh Prilly~


Namun itu sama sekali tidak membuat Ali takut..


Ali malah tersenyum tanpa dosa disana..


"Apa?"tanya Ali dengan wajah yang sedang menahan senyumnya


"Kamu yang apa?"tanya balik Prilly sambil membalikkan tubuhnya menghadap pada Ali


"Aku? Memangnya aku kenapa?"tanya Ali lagi dengan wajah sok polosnya


"Ya kamu kenapa gigit telinga aku? Sakit tahu.."ucap Prilly sambil mengelus telinganya


"Salah sendiri kenapa kamu mengabaikan aku? Lagipula aku menggigitnya juga pelan pelan. Sudahlah, tidak usah di lebih lebihkan seperti itu."jawab Ali seenaknya


Ali tersenyum senang disana, merasa puas telah berhasil mengganggu istri mungilnya itu.. Entah kenapa akhir akhir ini Ali senang sekali mengganggu dan menggoda Prilly. Ali tidak akan berhenti sampai Prilly benar benar kesal padanya, melihat Prilly yang kesal menjadi kebahagiaan tersendiri untuk Ali.


"Kamu itu kalau marah tambah cantik. Aku bukannya takut, malah jadi tambah suka.."gombal Ali


"Tahu ahh, terserah.."jawab Prilly kemudian kembali menghadap pada cermin


"Hei..hei... jangan marah. hmmm..?"Ali dengan segera mendekat pada Prilly dan memegang tangannya


"Jangan sentuh aku, aku sedang kesal."ucap Prilly dan menepis tangan Ali yang memegang tangannya


"Aku kan sudah bilang, kalau kamu sedang kesal dan galak seperti ini aku tambah suka.."gombal Ali lagi untuk kedua kalinya


"Bullshit..!"jawab Prilly tetap ketus sambil melihat telinganya yang memang memerah dari pantulan cermin


"Tuhkan telinga aku mer......"ucapan Prilly terpotong karena dengan cepat Ali merengkuh tubuh Prilly dan mengecup sekilas bibir tipis Prilly


"Tidak apa, lagipula malam ini aku memang berencana membuat seluruh tubuh kamu merah merah.."ucap Ali dengan senyum nakalnya


"Apa? Aku tidak mau. Lihatlah, yang kemarin saja masih belum hilang. Jadi kumohon jangan melakukannya lagi."jawab Prilly refleks melepaskan rengkuhan Ali sambil menunjukkannya tanda 'merah' dilehernya


"Menurutmu apa aku akan turuti keinginanmu itu?"tanya Ali


"Tentu saja tidak, karena kamu selalu saja melakukan apa yang justru aku larang."jawab Prilly


"Syukurlah jika kamu sudah tahu. Kalau begitu aku akan melakukannya sekarang. Jadi bersiaplah."ucap Ali dengan senyum nakalnya


"Berhentilah melakukan ini padaku Ali, kenapa tidak kamu lakukan pada Tania saja yang sudah jelas jelas adalah kekasihmu?"tanyaPrilly


"Tania memang kekasihku, tapi kamu adalah istri sahku. Jadi aku lebih berhak melakukannya padamu daripada Tania."jawab Ali


"Tapi kamu tidak mencintaiku, kamu mencintai Tania. Kamu harus ingat itu."ucap Prilly


"Kenapa sedari tadi kamu terus saja membicarakan Tania, Tania, dan Tania? Kamu tidak mau bersamaku? Kamu mau aku pergi pada Tania dan melakukan 'itu' dengannya? iya begitu?"tanya Ali dengan suara yang sedikit meninggi


"Ya silahkan, aku tidak akan melarangmu. kalau begitu aku juga bisa bertemu dengan Rizky atau bahkan Arbani sesuka hatiku.. Bukankah begitu?"balas Prilly enteng


Ali yang awalnya berniat membuat Prilly cemburu tapi kini malah ia yang terbakar api cemburu..


"Apa kamu bilang? Tidak akan aku biarkan kamu menemui dua laki laki brengsek itu!"ucap Ali dengan mata yang menyala


Mendengar itu Prilly hanya terdiam, ia tidak tau apa yang harus dikatakannya. Prilly hanya mampu menatap mata Ali, ada rasa takut kehilangan disana~


Ali menjadikan itu kesempatan untuknya kembali menyentuh Prilly..


Tangan kanan Ali terangkat mengusap pipi kiri, namun kemudian tangan itu menelusup ke tengkuk leher Prilly, dan tangan kirinya merengkuh tubuh kecil Prilly agar semakin mendekat padanya..


Prilly terdiam, menuruti~


Perlahan Ali memiringkan wajahnya ke sebelah kanan, dan tangan Ali yang kini berada di tengkuk leher Prilly membuatnya memiringkan wajah ke arah yang berlawanan dengan Ali..


Deru nafas Prilly kini begitu terasa diwajah Ali begitupun sebaliknya..


Tak sanggup menatap mata Ali, Prilly pun memejamkan kedua matanya..


Ali tersenyum senang melihatnya, dengan begitu Ali berpikir ia dapat kembali melakukan hal yang lebih kepada Prilly


Bibir Ali mendarat dengan sempurna di bibir Prilly, menyecap setiap inci bibirnya.. Dengan spontan Prilly juga mengalungkan kedua tangannya dileher Ali, ia juga membalas ciuman mesra Ali. Ini membuat Ali semakin berani berbuat lebih jauh lagi..


Diangkatnya Prilly dan dibaringkannya di tempat tidur, kemudian menindihnya..


Dielusnya wajah cantik Prilly. Ali mulai menciumi seluruh wajah Prilly, dimulai dari kening kemudian turun ke kelopak mata, kembali turun ke hidung kemudian kedua pipi tembem Prilly dan berakhir di bibir manis Prilly yang kini telah menjadi candunya.. Ali benar benar sudah tidak bisa lagi menahan gejolak di dalam dirinya.


Ciuman Ali perlahan tapi pasti mulai menurun ke arah leher dan dua buah dada Prilly yang sedikit terekspos karena ulah tangan Ali. Namun kemudian suara handphone Ali menghentikan segala aktifitasnya..


"Shit!!"dumel Ali


"Angkatlah dulu. Mungkin saja itu penting."ucap Prilly dengan napas yang masih terengah engah


Prilly mencoba membenahi bajunya, namun ditahan oleh Ali.


"Tidak usah di benahi, akan aku lanjutkan setelah selesai menerima menelpon ini. Aku malas jika harus kembali membukanya dan memulai semuanya dari awal."ucap Ali kemudian beranjak dari tempat tidur dengan membawa ponselnya.


Prilly hanya terdiam tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Membenahi bajunya atau membiarkannya tetap terbuka seperti saat ini~


Nanggung banget ya gak sihh? Kalian penasaran gak? Terus tunggu kelanjutan ceritanya ya 😉


Jangan lupa tekan Likenya setelah membaca My Prilly dan Fall in Love, terimakasih ❤🙏😊