My Prilly

My Prilly
First Night



Sementara itu dikamar pengantin Ali dan Prilly...


Prilly terlihat sedang menyisir rambut panjangnya. Yaa, ia baru selesai membersihkan diri serta sudah lengkap dengan pakaian tidur yang kini dikenakannya. Sedangkan Ali? Ali masih dikamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


#Ceklekkk...


Suara pintu kamar mandi terbuka, dan keluarlah Ali hanya dengan memakai celana boxer dan kaos putih polos sambil menggosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil..


Ali melirik pada Prilly yang kini sedang duduk tepat di depan kaca rias, bukan melirik sihh sebenarnya tapi lebih ke memandang bahkan memperhatikan Prilly..


Prilly yang merasa ada yang memperhatikan dirinya pun kini turut melihat Ali lewat pantulan cermin.. Prilly mencoba memberanikan diri untuk membalas tatapan Ali yang sulit diartikan itu..


Namun seketika itu juga Ali mengalihkan pandangannya dari Prilly, kemudian beranjak menuju tempat tidur tanpa mengucapkan sepatah kata pun..


Prilly terus memandangi Ali lewat pantulan cermin dihadapannya..


"Kamu mau kemana??"tanya Prilly menoleh cepat kearah Ali karena melihatnya mengambil bantal dari tempat tidur..


"Aku tidur di sofa."jawab Ali dingin


"Tapi....."ucapan Prilly terpotong oleh Ali


"Kenapa ? Apa kamu yang mau tidur di sofa?"tanya Ali dengan tatapan dingin


"Bukan begitu, maksudku kita kan sudah menikah. Jadi tidak apa apa kalau tidur bersama."jelas Prilly


"Tidur bersama?"tanya Ali mengangkat sebelah alisnya


"Maksudku tidak apa apa kalau kita tidur satu ranjang."ucap Prilly dengan segera meralat ucapannya


"Aku tidak mau tidur denganmu!!"jawab Ali singkat, padat, dan sangat jelas


Prilly menghela napas sejenak, kemudian mengeluarkannya perlahan..


"Aku tau pernikahan kita terjadi bukan atas dasar cinta. Aku juga tau kamu terpaksa menikah denganku dan begitu juga sebaliknya.."ucap Prilly


Ali terdiam..


"Namun, aku harap setidaknya kamu bisa menghargai pernikahan ini.. Menghargai aku sebagai istri kamu, walau itu hanya sedikit saja. Kita mungkin tak bisa bersikap layaknya seperti pasangan suami istri lainnya, tapi bukan berati kita harus seperti orang bermusuhan jugakan? kita masih bisa berteman, kita sudah sama-sama dewasa.. Jadi tolonglah, tak usah seperti ini.."ucap Prilly melangkah mendekati Ali yang masih berdiri disamping tempat tidur.. Ali masih belum bergeming..


Prilly terduduk ditempat tidur berseberangan dengan posisi Ali berdiri..


"Lagipula aku pun tau kamu sudah memiliki Tania wanita yang sangat kamu cintai itu, kamu tenang saja aku takkan mengganggu hubungan kalian. Dan aku juga tak ada niat sedikitpun untuk merebutmu darinya."ucap Prilly tersenyum dan di akhir kalimat ia ucapkan dengan sedikit penekanan sebagai bentuk ketegasan atas apa yang ia ucapkan secara panjang lebar barusan.


Kemudian Prilly mengambil posisi tidur membelakangi Ali..


Ali masih terdiam, tak bersuara sedikitpun. Ia masih sibuk dengan pikirannya, mencerna setiap kata yang keluar dari Prilly, sang istri..


Tanpa sepatah katapun Ali mengurungkan niatnya.. Ia mulai naik keatas tempat tidur, mengambil posisi tidur tepat dibelakang Prilly dan membelakanginya..


Prilly yang memang belum tertidur, merasakan pergerakan pada tempat tidurnya. Namun ia mengacuhkannya begitu saja, yang terpenting baginya ia sudah mengutarakan niatnya pada Ali.. Tentang Ali menyetujuinya atau tidak itu kembali pada Alinya sendiri..


Dan diluar dugaan mungkin saja Ali type orang yang dapat diajak kerjasama juga.. Pikir Prilly..


Ali masih berposisi setengah duduk dan sesekali melirik kearah Prilly, sang istri.. Sampai pada akhirnya terdengar bunyi ponsel milik Ali..


"Halo, iya ini aku baru mau tidur.."ucap Ali pada seseorang di seberang sana


".................................................."


"Ya, tentu saja dia bersamaku. Dia sudah menjadi istriku sekarang."jawab Ali kembali


".................................................."


".................................................."


"Iya sayang aku janji.. Sekarang cepatlah tidur, jangan memikirkan apapun lagi.. Aku mencintaimu.."ucap Ali kemudian mengakhiri pembicaraannya dengan seseorang yang ternyata adalah Tania, kekasihnya..


"Jangan memikirkan apapun lagi, aku mencintaimu. Uwekk!"bisik Prilly menirukan ucapan Ali, ia baru saja mengejek pria yang kini berstatus suaminya itu


Ali mengubah posisinya menjadi tidur terlentang, namun kepalanya menoleh pada Prilly..


"Aku tau kamu belum tidur, dan aku juga tau kamu mendengarkan semua pembicaraanku dengan Tania barusan. Berbaliklah, aku ingin bicara."Ucap Ali


Prilly sempurna membuka matanya dengan lebar.. Tak butuh waktu lama Prilly langsung terbangun dan menghadap kearah Ali..


"Bicara apa? Cepatlah aku sudah mengantuk."ucap Prilly sambil sedikit menguap


"Baiklah, Aku menyetujuinya.."ucap Ali to the point


"Menyetujuinya? Apa maksudmu, menyetujui apa?"tanya Prilly heran.


"Menyetujui semuanya. Semua yang kamu katakan tadi. Aku akan mencoba untuk menghargai pernikahan kita, menghargaimu sebagai istriku dan kamu pun harus sebaliknya. Dan satu lagi, kita tidak boleh saling mencampuri urusan pribadi. Kamu tak boleh mencampuri urusan pribadiku, termasuk semua hal yang ada sangkut pautnya pada Tania.. Dan begitupun denganku aku tak akan mencampuri segala urusan pribadimu. Hanya di depan keluarga kita saja kita bersikap seolah sepasang suami istri, selebihnya kita tidak punya hubungan apa apa. Bagaimana, deal?"ucap Ali panjang lebar sambil mengulurkan tangan kanannya


"Baiklah, deal.."jawab Prilly sambil membalas uluran tangan Ali


"Mmm, sudahkan? Apa aku boleh lanjutkan proses tidurku sekarang?"tanya Prilly sambil melepaskan kaitannya


"Oh yaa tentu, silahkan.."ucap Ali


"Kamu juga tidur .." jawab Prilly kemudian kembali berbaring dan membalikkan badannya kembali membelakangi Ali


Tak jauh berbeda dengan Prilly, Ali pun melakukan hal yang sama. Ia pun membaringkan tubuh atletisnya membelakangi Prilly.


Namun ternyata baik Prilly maupun Ali tidak langsung memejamkan matanya, mereka terlalu sibuk pada pikiran masing - masing..


Sesekali Prilly menggeliat mencoba mencari posisi yang pas agar dapat terlelap, namun tak berhasil.. Ali yang saat itu sedang dalam posisi tidur terlentang merasakan pergerakan di tempat tidurnya yang disebabkan oleh Prilly hanya menoleh kearah Prilly tanpa berucap apapun.


Sampai akhirnya Prilly membalikkan tubuhnya dan menemukan Ali sedang memperhatikannya..


Prilly kaget bukan main matanya melotot dengan sempurna, karena ia sangka suaminya itu sudah terlelap tidur. Namun ternyata dugaannya salah!


"Ka... kamu belum tidur?"tanya Prilly gugup


"Bagaimana aku bisa tidur kalau tempat tidur ini terus saja kamu goyang - goyangkan?"tanya Ali


"Maaf, aku mengganggu tidurmu yahh? aku tak bermaksud seperti itu, kalau begitu biar aku tidur disofa saja. Agar kamu bisa tidur."ucap Prilly dan hendak beranjak


"Tidak, tidak. Tidak usah, tak apa kamu tidur disini saja. Lagipula aku memang belum mengantuk.."ucap Ali sambil meraih pergelangan tangan Prilly


"Aku juga sedang mencari posisi yang pas agar bisa tidur.."ucap Prilly


Hening seketika, baik Ali maupun Prilly hanya terdiam seribu bahasa. Mereka benar - benar terlihat sangatlah canggung..


"Sudah larut malam, aku tidur duluan.."ucap Ali pada akhirnya meninggalkan Prilly tidur, kembali membelakanginya.


Sikap dingin Ali kembali, bersikap seolah ia tak mengenal Prilly. Tak memperdulikan Prilly.


Prilly heran melihat sikap Ali yang kembali berubah terhadapnya, sikap suaminya itu sangat sulit di prediksi. mudah sekali berubah ubah, membuatnya bingung saja.


Tak mau ambil pusing, Prilly hanya menggelengkan kepalanya dan mengedikkan bahunya.. Kemudian ikut terlelap disamping Ali..


First night mereka sangat jauh berbeda dengan kebanyakan pengantin baru lainnya.. Bukan keromantisan yang mereka ciptakan, melainkan hanya terlelap bersama dengan posisi tubuh yang saling membelakangi..


Jangan lupa tekan Likenya teman teman, terimakasih sudah mau baca My Prilly 🙏😊