
Kini sudah tiba waktunya keluarga Latuconsina berangkat menuju salah satu restaurant ternama di Jakarta..
Namun entah kenapa Prilly masih belum menunjukan batang hidungnya.. Ia masih asik merias diri di dalam kamarnya..
"Bagaimana semua sudah siap?"tanya papa Rizal pada mama dan Radit
"Sudah Pah.."jawab mama Uly
"Aku juga udah ko.."timpal Radit
"Lohhlohh, ini yang Punya acaranya mana? Mah Prilly nya mana ??"tanya papa Rizal
"Masih siap siap kali pah.. Kita tunggu bentar lagi."jawab mama Uly
--TAP.....
---TAP......
----TAP.......
Suara wedges dengan tinggi 10cm milik Prilly berbenturan dengan anak tangga. Prilly melangkahkan kaki indahnya menuruni anak tangga dengan begitu anggunnya..
Baju yang dipakainya pun bisa dibilang sederhana namun tetap terlihat elegant dan terkesan simple.. Riasan makeup natural yang terpoles diwajahnya sangatlah pas.. Prilly terlihat sangatlah cantik malam ini, tak ada yang kurang dan juga tak berlebihan penampilannya.. Baik kedua orangtua Prilly maupun kakaknya saling memuji penampilan Prilly malam ini..
Radit menduduki kursi kemudi, Prilly dikursi depan mendampinginya. Sedangkan kedua orangtuanya duduk di kursi belakang..
Hanya butuh waktu ±45 menit untuk sampai ke tempat yang mereka tuju.. Karena kebetulan Jakarta tidaklah begitu macet malam ini.
Dibukakannya kembali pintu mobil Prilly oleh sang kakak, Radit juga dengan senang hati menyuruh Prilly untuk menggandeng lengannya..
Ditelusuri setiap sudut restaurant itu mencari meja yang telah mereka boking. Dan tepat, mereka menemukannya.. Disana juga telah ada beberapa orang..
Keluarga Prilly pun menghampiri meja tersebut..
"Syarief, maaf sekali kami sedikit terlambat. Biasalah perjalanan di Jakarta.."ucap papa Rizal menyalami seseorang yang disebut Syarief itu.. Kemudian mereka berpelukan..
"Ahhh, tak apa Rizal. Lagipula kami juga baru sampai.."ucap Pak Syarief
"Sudah Lama tidak bertemu, mbak Ressy apa kabar?"tanya mama Uly pada Ibu Ressy istri dari Bapak Syarief
"Alhamdulillah baik, kamu sendiri bagaimana? ahh ini putra dan putri mu Uly??"jawab tante Ressy sekaligus kembali bertanya sambil memandang kearah Radit dan juga Prilly
"Alhamdulillah aku juga baik, iya ini Radit putra pertama kami sedangkan gadis cantik disebelahnya itu adalah Prilly putri bungsu kami .."jelas mama Uly memperkenalkan Radit dan Prilly
"Radit, Prilly ayo salam sama tante Ressy.."ucap mama Uly
"Radit tante.."ucap Radit memperkenalkan diri dan mencium tangan tante Ressy
"Haloo tante, Prilly.."ucap Prilly memperkenal dirinya secara langsung sambil mencium tangan tante Ressy
"Yaa ampun, sudah besar besar yaa padahal dulu pas ketemu pada masih kecil. Kamu cantik sekali sayang. Waktu memang begitu cepat berlalu.. Sini sayang."tante Ressy menarik lembut tangan Prilly. Prilly menurut..
Tante Ressy tersenyum kemudian merangkul lembut Prilly..
"Oh iyaa, dan ini putri pertamaku perkenalkan namanya Alya dan juga putraku Ali...."ucap tante Ressy terhenti sejenak dan melirik ke arah Alya
"Ke toilet mam.."jawab Alya
"Ohh iya, Alinya lagi ke toilet sebentar.." ucap tante Ressy
Tak lama Ali pun datang dan kini ikut bergabung..
"Maaf aku lama.."ucap putra bungsu dari keluarga Syarief, siapa lagi kalau bukan Ali
Semua menoleh ke arah sumber suara, termasuk Prilly. Ali dan Prilly saling pandang sejenak..
"Ahh, ini dia yang ditunggu sudah datang.. Ali ayo perkenalkan dirimu.."ucap Om Syarief sambil merangkul Ali..
"Ali Om, tante..." ucap Ali memperkenalkan diri sambil mencium tangan mama Uly dan papa Rizal
"Ahh, ini dia calon menantuku.." ucap papa Rizal sambik menepuk pelan pundak Ali. Ali tersenyum...
"Ali, kak....."ucap Ali
"Radit..."seakan mengerti Raditpun menjawab. Pasalnya Ali memang belum mengetahui nama Radit, saat tadi Radit memperkenalkan diri Ali tak ada disana..
"Ahh iya kak Radit.."ucap Ali tersenyum
Dan terakhir Ali dan Prilly saling berkenalan satu sama lain..
"Haii, aku Ali.."ucap Ali menjulurkan tangan kekarnya terlebih dahulu
"Prilly..."ucap Prilly kemudian membalas uluran tangan Ali
"Baiklah, semua sudah berkumpul. Lebih enak kalo kita langsung makan sepertinya, setelah itu kita fokus pada tujuan awal kita berada disini.."ucap Om Rizal
"Iya itu aku sangat setuju. Biar lebih fokus pada topik pembicaraan, lebih baik kita isi perut dulu.."jawab Om Syarief kemudian diiringi tawa oleh semuanya. Kecuali Ali yang memasang wajah datar
Sedangkan tante Uly dan tante Ressy hanya mengangguk sambil tersenyum tanda setuju juga..
Prilly? Hanya terdiam..
Menuruti saja~
Acara dinner malam itu berjalan dengan lancar. Baik keluarga Prilly, maupun keluarga Ali mereka telah setuju untuk menjodohkan Ali dan Prilly..
Reaksi Prilly ? Kaget tentu saja.. Sangatlah kaget, tidak menyangka kedua orangtua beserta kakaknya menyetujui perjodohan yang menurut Prilly sangatlah konyol ini.. Begitupun dengan Ali, ia juga merasa kaget bukan main.. Ali dan Prilly pun sempat melakukan aksi penolakan secara kompak, namun apa daya aksi itu sama sekali tidak dapat merubah keputusan keluarga dari kedua belah pihak.. And finally, mereka menerima perjodohan itu.. Tanggal pernikahan Ali dan Prilly pun telah ditentukan. Ya, acara dinner malam itu bukan hanya untuk mempertemukan Ali dan Prilly. Namun juga untuk menentukan kapan tanggal yang pas untuk pernikahan mereka..
Sebuah kesepakatan bersama pun telah diambil.. Dan keluarga Ali dan Prilly telah memutuskan untuk mempercepat pernikahan tersebut. Lebih tepatnya akan dilaksanakan minggu depan..
"APA, MINGGU DEPAN?? Tapi aku belum siap jika harus secepat itu.."ucap Prilly membantah pertama kali
"Jangan minggu depan jugalah. Kita bahkan baru berkenalan, kita butuh proses untuk saling mengenal satu sama lain terlebih dahulu.."sambung Ali seakan membantu Prilly
"Proses saling mengenal bisa dilakukan setelah menikah." itulah jawaban singkat yang diberikan om Syarief untuk pernyataan Ali
"Dan untuk sebuah kesiapan, cepat atau lambat pernikahan itu pada akhirnya akan menghampiri setiap pasangan bukan? Jadi apa bedanya sekarang atau nanti?"jawaban Om Rizal untuk Prilly
"Tapi Papa......"Prilly mencoba untuk kembali membantah
"Cukup Prilly, tidak ada lagi alasan. Tidak ada lagi penolakan. Papa paling tidak suka dibantah, kamu tau itu."ucap om Rizal penuh ketegasan
Ali dan Prilly terdiam sejenak.. Namun........
"Lagipula kita juga belum ada persiapan sedikitpun kan? Ini pernikahan, tidak mungkin semua kebutuhannya dapat selesai dalam waktu satu minggu.. Ayolah, jangan minggu depan."ucap Prilly masih belum menyerah. Ali pun mengangguk tanda ia juga dengan perkataan Prilly
Namun baik perkataan Ali maupun Prilly itu sama sekali tidak digubris oleh keluarganya..
"Kata siapa? Semuanya sudah kami persiapkan. Hanya tinggal beberapa persen lagi yang masih belum sempurna.."jawab tante Ressy
"Pokonya kalian berdua tidak usah memikirkan itu semua.. Karena semua telah kami urus.. Dan untuk sisanya, Radit dan Alya pun bersedia untuk membantu dan menyempurnakan semuanya.."jelas tante Uly lebih detail
"Udah kalian tenang aja, semua pasti beres. Kalian gak usah capek capek persiapkan semuanya, biar semua kakak dan Alya yang urus sampe tuntas sesempurna mungkin.."timpal Radit
"Gini dehh, kalian cukup menyetujui perjodohan ini saja dan semua bereskan."ucap Alya penuh keyakinan
Ali dan Prilly menghela napas.. FIX!! Mereka menyerah..
"Hh, baiklah..."hanya itu yang keluar dari mulut Ali dan Prilly
Keluarga Ali Prilly tersenyum mendengarnya.. Karena bagi mereka menyerahnya Ali dan Prilly adalah sebuah kemenangan yang mutlak bagi mereka ....
Jangan lupa tekan likenya. Terimakasih 🙏🙏