My Prilly

My Prilly
Bersikap Dingin



Setelah sampai di villa, dengan segera Ali menyeret Prilly dengan sedikit kasar. Tangan Prilly yang di genggam olehnya mulai memerah..


"Ali lepas. Tanganku sakit."ucap Prilly berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Ali


Ali tidak menghiraukannya, sampai pada akhirnya mereka memasuki kamar.. Ali melepaskan genggaman tangannya dengan sendirinya..


"Sekarang kamu jelaskan semuanya padaku tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Jelaskan dengan jujur dan sejelas mungkin, aku tidak ingin mendengar sedikit ada kebohongan dari mulutmu."ucap Ali seakan memerintah


"Tadikan sudah aku jelaskan semuanya, tidak ada lagi yang harus aku katakan. Tidak ada yang aku tutupi, sungguh hanya itu yang terjadi. Aku berani bersumpah, aku tidak berbohong."ucap Prilly


"Lalu selama beberapa hari kemarin kamu kemana? Apa yang kamu lakukan? Apa karena ini kamu selalu pergi pagi pagi dan pulang sore hari?"ucap Ali mengeluarkan semua pertanyaan yang ada di dalam pikirannya


"I....iya.."jawab Prilly


"Awalnya aku hanya berniat pergi jalan jalan, lalu secara tidak sengaja aku bertemu dengan Rizky yang tengah memotretku secara diam diam saat itu. Bisa di bilang dia menguntitku karena dia mengambil semua fotoku tanpa izin dariku, tentu saja aku marah karena sikap lancangnya. Tapi kemudian kami berkenalan, dan dia bercerita bahwa dirinya seorang photografer yang sedang mencari seorang model. Dia menawariku pekerjaan itu, dan setelah aku lihat hasil dari foto dia juga bagus. Jadi aku putuskan untuk menerima tawarannya."jelas Prilly


"Tanpa meminta izin dariku? Prilly aku ini suamimu."ucap Ali menatap kecewa Prilly


"Aku hendak meminta izin darimu, tapi setelah aku memikirkannya kembali kurasa kamu pun tidak akan perduli dengan semua urusanku, mengingat semua perjanjian kita bahwa kita tidak akan turut ikut campur dengan urusan masing masing. Jadi kuputuskan untuk menerimanya tanpa bilang padamu. Aku minta maaf. Aku sungguh meminta maaf padamu."ucap Prilly


"Sudahlah, aku sangat kecewa padamu. Terserah dengan apa yang akan kamu lakukan, aku tidak akan perduli lagi."ucap Ali kemudian mengambil kopernya dan mulai memasukan semua pakaiannya


"Tunggu, hanya karena ini kamu....."ucapan Prilly terpotong melihat gerak gerik suaminya


"Apa yang kamu lakukan Al?"tanya Prilly heran melihat apa yang sedang dilakukan suaminya saat ini


"Cepat bereskan semua pakaianmu. Kita pulang hari ini."titah Ali


"Apa? Tapikan seharusnya kita pulang minggu depan. Lagipula aku......."ucapan Prilly terpotong


"Jangan membantahku. Turuti saja apa yang aku katakan.."ucap Ali menatap tajam Prilly


Pada akhirnya Prilly menuruti semua perkataan Ali. Ia membereskan semua pakaiannya ke dalam koper miliknya dengan wajahnya yang ditekuk tentu saja.


"Dia itu kenapa sebenarnya? Dan apa yang sedang aku lakukan sekarang ini? Kenapa juga aku menuruti semua perkataannya?"dumel Prilly


"Ahh, padahal aku masih ingin disini. Menikmati suasana disini, bukan malah terus terusan menerima amarah dari Ali. Liburanku jadi terganggu karena ulahnya, aku sangat membencinya!"batin Prilly sambil terus mengemas barang bawaannya


-----------------


Kini Ali dan Prilly sudah berada di dalam pesawat, yang mereka lakukan hanya saling terdiam. Ali masih enggan membuka mulutnya.


Prilly terkadang bertanya ini dan itu pada Ali, namun Ali tidak menjawab satupun pertanyaan Prilly. Entah ia tidak mendengarnya karena headset yang tertempel di telinganya, atau ia hanya pura pura tidak dengar dan menjadikan headset sebagai alasannya saja..


Entahlah, hanya Ali yang tahu~


Selama di dalam pesawat yang bisa Prilly lakukan hanyalah tertidur, berusaha untuk tertidur lebih tepatnya. Sampai pada akhirnya ia benar benar terlelap tidur.


Sesekali Ali melirik pada Prilly. Direngkuhnya kepala Prilly dan di sandarkan di pundaknya. Ali juga membenahi rambut Prilly yang kini menutupi wajahnya..


Dipandangnya sejenak wajah cantik istrinya, segurat senyum terukir di bibir Ali. Namun kemudian ia kembali memasang wajah datarnya dan mengalihkan pandangan dari objek cantik di hadapannya.


Akhirnya mereka turun dari pesawat dan sudah ada yang menjemput mereka disana.. Supir tersebut langsung memasukkan semua koper ke dalam bagasi dan mempersilahkan Prilly masuk..


"Kalau boleh aku tahu, darimana keluargaku tahu bahwa kami akan pulang hari ini? Dan tujuan kita kemana yaa Pak?"tanya Prilly sebelum masuk mobil


"Nyonya menerima telpon dari den Ali yang katanya nona dan den Ali akan pulang hari ini, oleh karena itu nyonya menyuruh saya menjemput nona Prilly dan Den Ali lalu membawanya ke rumah non."jawab bapak supir tersebut yang ternyata bernama pak Dadi


"Rumah? Rumah siapa maksudnya?"tanya Prilly lagi


"Rumah kediaman den Ali non."jawab Pak Dadi


"Ohh begitu, baiklah pak."ucap Prilly kemudian masuk mobil dan terduduk disamping Ali yang sudah berada di dalam mobil lebih awal.


"Ali......."panggil Prilly


Ali hanya terdiam~


"Al...... Ali...."panggil Prilly sekali lagi


Dan Ali pun tetap diam..


"Kamu mau sampai kapan seperti ini terus Al?"tanya Prilly


Ali hanya menatap layar handphonenya tanpa menjawab pertanyaan Prilly, seolah ia tidak mendengar pertanyaan Prilly itu.


Prilly menghembuskan napasnya kasar. Ia bingung harus berbuat apa..


Ternyata diamnya Ali tidak sampai di pesawat saja, itu berlanjut ketika mereka berada di dalam mobil yang menjemput mereka. Prilly sudah tidak tau lagi apa yang harus ia perbuat, Ali benar benar marah padanya. Kini Prilly dibuat frustasi olehnya~


Sesampainya di rumah lebih tepatnya kediaman keluarga Ali, mereka disambut dengan hangat disana.. semua keluarga Prilly juga ada disana..


Semua anggota keluarga menyambut hangat kedatangan mereka. Prilly juga memamerkan senyuman bahagianya sebagai balasan untuk sambutan hangat keluarga untuknya. Namun berbeda dengan Ali, wajahnya yang terlihat kusut ditambah tatapan matanya yang dingin membuat keluarga saling bertanya ada apa dengan Ali sebenarnya. Senyum yang Ali ciptakan juga terlihat di buat buat..


"Prilly kangen mama.."ucap Prilly pada mama Uly dan memeluknya


"Mama juga sayang.."jawab mama Uly


"Sayang, Ali kenapa?"tanya mama Ressy menghampiri Prilly


"Mmm, itu... Aku tidak tahu. dia cape mungkin mam.."jawab Prilly memberikan sedikit alasan dan melepaskan pelukannya pada sang mama


Mama Ressy hanya mengangguk pertanda mengiyakan..


"Ali kamu......"ucapan mama Ressy terpotong


"Baiklah, beristirahatlah.."jawab mama Ressy


"Kamu juga Prilly, istirahatlah. Temani suamimu..."ucap mama Ressy


"Tapi aku....."ucap Prilly


"Pergilah, temani suamimu."ucap mama Ully yang memotong perkataan Prilly


"Baiklah."jawab Prilly dengan tidak semangat


Kemudian Prilly berpamitan pada semuanya untuk menyusul Ali..


Terlihat Ali tengah terduduk di sofa yang terdapat di dalam kamarnya dan sedang memainkan handphonenya.


Perlahan Prilly mulai mendekatinya..


"Jangan seperti ini Al. Aku bingung harus berbuat apa agar kamu tidak marah lagi padaku."ucap Prilly lalu terduduk disamping kiri Ali


Ali meletakkan handphonenya di sofa kemudian menatap lurus ke depan.. namun masih belum membalas perkataan Prilly.


Prilly masih menatap Ali menunggu jawabannya..


"Apa saja yang sudah kalian lakukan selama ini?"tanya Ali tiba tiba


"Maksud kamu apa bertanya seperti itu? Kamu pikir aku perempuan yang......."ucapan Prilly terpotong


"Aku tanya apa saja yang sudah kamu lakukan bersamanya?"tanya Ali kembali dengan suara yang sedikit meninggi..


"Tidak ada, aku tidak melakukan apapun dengannya. Kami sungguh tidak melakukan hal apapun kecuali dalam urusan pekerjaan."jelas Prilly


"Kami?"tanya Ali dan menatap tajam Prilly


"Iya, maksudku aku dengan Rizky maupun dengan Arbani. Kami bertiga hanya bekerja, hanya itu saja."jelas Prilly kembali


"Kamu lebih banyak menghabiskan waktu dengan lelaki lain daripada dengan suamimu sendiri. Kita kesana untuk berbulan madu Prilly."ucap Ali


Prilly tercengang mengingat rencana awal kepergian mereka adalah memang untuk berbulan madu.


"Aku pikir setelah kamu mengetahui bagaimana perasaanku terhadapmu, kamu akan berhenti pergi keluar dan menemaniku di villa. Tapi kenyataannya tidak, kamu masih tetap saja bertemu dengan mereka."sambung Ali


"Ali, jangan salahpaham. Sekarang kamu tahu betul bagaimana situasinya, kamu sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku beberapa hari kemarin. Jadi kumohon percayalah dengan apa yang aku katakan, lagipula aku sudah meminta maaf padamu atas semuanya."ucap Prilly kemudian meraih tangan kiri Ali dan menggenggamnya


"Maafkan aku, kumohon."ucap Prilly kembali masih menggenggan tangan kiri Ali lalu diletakkan di pipi kanannya


"Aku akan mencoba percaya padamu, tapi untuk ke depannya jangan pernah lagi kamu berbohong padaku. Karena aku paling tidak suka dibohongi."ucap Ali mulai menghilangkan tatapan dinginnya


"Aku janji tidak akan lagi membohongimu."ucap Prilly


"Juga jangan pernah membiarkan lelaki lain menyentuhmu, apalagi jika sampai aku melihatnya sendiri."ucap Ali


"Tapi Al, kurasa itu terlalu........."ucapan Prilly terpotong


"Apa? Terlalu apa? Berlebihan maksudmu?"ucap Ali menyambung kata yang akan di ucapkan oleh Prilly


Dan Prilly pun mengangguk polos mengiyakan..


Prilly melepaskan genggaman tangannya, namun sekarang berbalik Ali yang menggenggam tangan Prilly..


"Menurutku itu hal yang wajar. Tidak ada yang berlebihan."ucap Ali


"Jadi sekarang kamu sudah memaafkan aku?"tanya Prilly tanpa menghiraukan ucap Ali sebelumnya


"Tidak, kamu akan menerima hukuman dariku. Persiapkan saja dirimu."ucap Ali tersenyum sinis


"Apa, hukuman? Hukuman apa? Ayolah jangan seperti anak kecil..."ucap Prilly


"Terserah padaku, jika kamu ingin maaf dariku maka jalanilah hukuman dariku."ucap Ali


"Yasudah terserah padamu saja.."ucap Prilly pasrah pada akhirnya


"Jadilah milikku seutuhnya, malam ini!"ucap Ali penuh keseriusan


"Maksud kamu?"tanya Prilly tak mengerti


"Aku ingin memilikimu seutuhnya.."ucap Ali


Prilly terdiam~


"Malam ini..............."


"Aku..........."


"Ingin................."


"Menyentuhmu sebagaimana lelaki lain menyentuh istri mereka....."ucap Ali menyelesaikan kalimatnya


Ohh tidakkkkkk 😱🙈


Akankah first night itu benar benar terjadi kali ini? Terus tunggu kelanjutan ceritanya yaa teman teman... 😘


Jangan lupa tekan LIKEnya setelah membaca, terimakasih 🙏❤😊