
"Perlu kamu tau, bahwa aku mencintaimu Prill."ucap Ali pada akhirnya
"Apa?"tanya Prilly
"Jangan bercanda seperti itu padaku Al, itu tidak lucu sama sekali."sambung Prilly
"Apa kamu bilang? Hal seperti ini kamu sebut bercanda, wahh sungguh wanita yang luar biasa kamu Prill."ucap Ali tersenyum getir
"Ali, aku tau kamu begitu mencintai. Jadi sangatlah tidak mungkin untukku mempercayai kata katamu yang menyatakan bahwa kamu mencintaiku."ucap Prilly
"Sebenarnya aku sungguh bosan kembali membahas tentang hal ini denganmu. Bisakah kamu hanya mempercayainya dan membalas perasaanku saja terhadapmu?"tanya Ali
"Aku tidak bisa hanya langsung mempercayainya saja, aku sama sama wanita jadi aku tau bagaimana perasaan Tania jika mengetahui hal ini. Dia sangat mencintaimu Ali, ingatlah itu!"ucap Prilly
"Tapi aku kini mencintaimu, entah kemana perginya rasa cintaku itu terhadapnya. Aku pun tidak tau."ucap Ali
"Baiklah, kamu bilang kamu mencintaiku, lalu bagaimana dengan Tania? Apakah kamu memikirkan bagaimana dia nanti?"tanya Prilly kembali
"Aku akan berbicara padanya agar dia mau melepaskanku. Itu semua tanggung jawabku, kamu hanya perlu menerima dan membalas perasaanku padamu."ucap Ali
Ali menggenggam tangan Prilly dan menatap dalam matanya seolah berusaha meyakinkan Prilly bahwa apa yang baru saja ia katakan adalah kebenaran yang sesungguhnya.
Prilly masih terdiam, menimbang nimbang keputusan apa yang harus ia ambil. Ia takut salah mengambil keputusan, sungguh takut~
"Baiklah, aku akan mencoba untuk percaya dan........"ucap Prilly menggantung kata katanya
"Dan?"tanya Ali
"Dan........ mem.....membalas perasaanmu terhadapku."sambung Prilly
"Benarkah?"tanya Ali
Prilly hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban 'iya'.
"Kamu tidak bercanda bukan?"tanya Ali lagi memastikan
"Tentu saja tidak. Apa wajahku terlihat seperti sedang bercanda?"tanya Prilly
"Mmm, kurasa tidak."ucap Ali tersenyum dengan begitu sumringah
Dengan tiba tiba Ali memeluk Prilly dan itu membuat Prilly kaget seketika. Ia mematung dengan tangan yang semakin kuat memegang selimut yang saat ini masih dikenakannya.
"Terimakasih Prill."ucap Ali masih memeluk Prilly kemudian mengecup puncak kepala Prilly
Prilly hanya mengangguk~
Baik Ali dan Prilly hanya terdiam sesaat, sampai pada akhirnya.......
"Al?"panggil Prilly
"Hmm?"jawab Ali hanya dengan sebuah deheman, ia terlalu terhanyut memeluk tubuh mungil istrinya
"Bisakah kamu keluar dari kamar sebentar?"tanya Prilly
Ali yang semula menutup kedua matanya kini langsung membuka matanya mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Prilly.
"Kenapa?"jawab Ali namun dengan sebuah pertanyaan
"Itu....aku... aku ingin memakai baju."ucap Prilly tertunduk malu
Ali tersenyum melihat tingkah laku Prilly saat ini. Menurutnya itu begitu menggemaskan, sehingga timbul ide untuk kembali menggoda Prilly~
"Memangnya kenapa?"tanya Ali
Prilly menatap penuh kebingungan~
"Maksudku jika kamu ingin memakai baju, maka pakailah. kenapa aku harus keluar darisini?"tanya Ali menggoda Prilly tentu saja
"Tapikan aku......"ucapan Prilly terpotong
"Kamu bisa memakainya dihadapanku jika kamu ingin, aku sama sekali tidak keberatan."ucap Ali semakin gencar menggoda istrinya
"APA?"Prilly refleks membolakan matanya
"Kenapa? Kenapa kamu memoloti aku seperti itu?"tanya Ali dengan nada menantang
"Tidak, aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya.....aku..... aku hanya kaget saja."ucap Prilly
Ali tidak bisa lagi menahan senyumannya..
"Ahh, senang sekali bisa menggodamu seperti ini. Kamu mudah sekali terintimidasi Prilly, itu membuatku jadi semakin sering menggodamu."ucap Ali sambil mengusap lembut pipi tembam Prilly
Prilly tersenyum dan memegang tangan Ali yang mengusap pipinya..
"Ohh begitu. Jadi, cepat keluarlah dari sini. Se-ka-rang!"ucap Prilly kemudian dengan tiba tiba mengubah ekspresi wajahnya dari tersenyum menjadi datar
"Hei, kenapa ekspresi wajahmu bisa cepat berubah seperti itu?"tanya Ali
"Jangan terus mengajakku berbicara, ayo cepat keluar."ucap Prilly sambil mendorong dorong kecil Ali agar beranjak dari duduknya dan segera keluar
"Iya, aku akan keluar."ucap Ali
"Iya cepatlah."ucap Prilly
"Mmm, Prilly... Jika kamu membutuhkan bantuan aku bisa membantumu mengenakan baju."ucap Ali kembali membalikkan badannya dan menggoda lagi istrinya
"NO! Aku bisa mengenakannya sendiri. Jadi cepat pergi dari sini."ucap Prilly sedikit meninggikan suaranya dan hendak melemparkan salah satu bantal disana
"Haha......Baiklah baiklah, aku akan keluar."ucap Ali sambil di selingi tawa dan mulai melangkahkan kakinya kembali benar benar keluar dari kamar dan menutup rapat pintunya
"Kenapa dia sangat menyebalkan? Aku hampir kehilangan kesabaranku."keluh Prilly sambil beranjak dari tempat tidur dengan selimut yang membalut tubuhnya mendekati pintu dan segera menguncinya dari dalam
"Dasar mesum!"ejek Prilly
***
"Aku dan Prilly ingin memiliki rumah sendiri."ucap Ali di sela sela makannya
Ya, saat ini Ali dan Prilly sedang makan malam bersama dengan keluarga besarnya..
Prilly yang saat itu sedang menikmati makannya langsung tersedak. Dengan sigap Ali memberinya segelas air minumnya dan mengusap punggung Prilly.
"Terimakasih.."ucap Prilly setelah meminum air tersebut
"Kalian serius?"tanya Papa Syarief
"Tentu saja, bukankah begitu sayang?"tanya Ali menatap Prilly dan menggenggam tangannya
"Ha, apa? Ohh iya benar Pah."jawab Prilly setelah diberi isyarat oleh Ali
"Bagus kalau begitu, Papa setuju."ucap Papa Rizal
"Tapi apakah tidak terlalu cepat? Kalian baru saja menikah."ucap Mama Uly
"Iya benar apa yang dikatakan mamamu sayang. Lebih baik kalian tinggal dulu saja disini bersama kami, atau sewaktu waktu jika kalian merasa bosan kalian bisa tinggal juga di rumah papa Rizal."sambung mama Ressy
"Justru kami ingin belajar untuk mandiri Mam, jadi tolong beri kami izin yaa.."jawab Ali
"Iya, Prilly ingin belajar mengurus suami maupun keperluan rumah tangga kami sendiri mam. Aku tidak ingin terus terusan bergantung kepada kalian."sambung Prilly ikut membantu Ali
"Baiklah, jika itu memang sudah menjadi keinginan kalian. Kami tidak bisa memaksa kalian."ucap Papa Syarief
"Kalian berencana tinggal di daerah mana?"tanya Alya membuka suara
"Yang dekat dengan tempat kuliahku Kak."ucap Prilly dengan cepat sehingga membuat Ali kini langsung menatapnya
"Ohh disana, baiklah kalau begitu aku akan membantu kalian mencari rumah disana. Kebetulan aku tau daerah sana."ucap Alya sambil mengunyah makanannya
"Tapi kami bisa......."ucapa Prilly terpotong
"Tidak, aku dan Alya yang akan mencarikannya. Percayakan saja pada kami, kalian tinggal tunggu beresnya saja dan langsung bisa menempatinya. Lebih baik kamu dan Ali persiapkan barang barang apa saja yang akan kalian bawa."ucap Radit ikut bersuara
"Iya, kak Radit benar. Kalian bisa percayakan itu pada kami berdua. Secepatnya kami akan dapatkan rumah untuk kalian tempati."ucap Alya lagi
"Baiklah, aku minta tolong pada kalian. Kami percayakan urusan rumah pada Kaia dan kak Radit."ucap Ali akhirnya menyetujui
***
Di dalam kamar Ali dan Prilly~
"Kenapa kamu tidak bilang dulu kepadaku?"tanya Prilly
"Tentang apa?"tanya Ali
"Ingin memiliki rumah sendiri."jawab Prilly
"Ohh itu, aku pikir kamu juga akan setuju tanpa aku harus bilang terlebih dahulu."ucap Ali sambil naik ke tempat tidur sedangkan Prilly masih sibuk dengan ritual kecantikannya sebelum tidur
"Tapikan aku kaget mendengar kamu berbicara seperti itu, sedangkan aku tidak tau apa apa tentang keinginanmu ingin memiliki rumah sendiri."ucap Prilly kemudian mendekati tempat tidur dan duduk disana
"Untung saja aku mengerti isyarat yang kamu berikan."sambung Prilly
"Baiklah, aku minta maaf."ucap Ali
"Tapi Al, kenapa kamu ingin segera memiliki rumah sendiri?"tanya Prilly
"Kamu sungguh ingin mengetahui alasannya?"ucap Ali balik bertanya
Prilly mengangguk dengan polosnya~
"Kemarilah.."titah Ali agar Prilly mendekat
Prilly mendekatkan kepalanya..
"Agar aku bisa dengan bebas melakukan apapun terhadapmu, meskipun kamu harus berteriak sekalipun."bisik Ali dengan suara sensualnya
"APA? Kamu......"Prilly membolakan matanya
"Ahh sudahlah, lebih baik kita tidur saja."ucap Ali memotong perkataan Prilly sambil menarik tubuh istrinya agar ikut berbaring bersamanya dan memeluknya erat
Maaf yaa kalau kurang ngefeel, aku kurang jago kalau soal yang romantis romantis soalnya.. hehe 😁
Jangan lupa tekan Likenya setelah membaca yaa teman teman. terimakasih ❤🙏😊