My Prilly

My Prilly
Aku Cinta Kamu



Ali melihat baju Prilly kini berserakan dimana mana..


"Apa yang sebenarnya sedang dia lakukan?"tanya Ali


Ia melihat sosok dihadapannya dengan tanda tanya besar..


"Prilly apa yang sedang kamu lakukan?"tanya Ali


Namun Prilly kembali tidak menjawab pertanyaan Ali.


Kemudian Ali mulai mendekati Prilly yang saat ini sedang berbaring di dalam bathup yang dipenuhi dengan busa sabun sehingga tubuh Prilly pun tertutup oleh busa tersebut.


"Prilly?"panggil Ali


Ali berjongkok tepat dihadapan Prilly, dilihatnya mata Prilly terpejam disana.


"Apa dia tertidur ketika sedang mandi?"tanya Ali


"Tapi bagaimana seseorang bisa tertidur seperti ini disaat ia sedang mandi?"heran Ali


Ali tersenyum tak menyangka dengan apa yang ia saksikan saat ini..


"Sulit dipercaya, kamu tidur ketika kamu mandi atau justru kebalikannya kamu mandi ketika kamu sedang tertidur. Prilly. kamu sungguh wanita yang sangat unik. Aku semakin penasaran sosok seperti apa dirimu yang sebenarnya."ucap Ali dan mengusap lembut wajah Prilly


"Sekarang apa yang harus aku lakukan? Tidak mungkin aku membiarkanmu terus disini, kamu bisa sakit. Tapi......"ucap Ali


"Jika aku membawamu dari sini, aku tidak yakin dapat menahan diriku untuk tidak menyentuhmu. Aku laki laki normal."sambung Ali


"Aku harus bagaimana?"tanya Ali menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal


Ali hendak bangun namun ia malah terpeleset dan secara tidak sengaja tangan kanannya masuk kedalam bathup. Ali kembali tercengang disana, ia menyentuh sesuatu~


Perlahan ia mengangkat tangannya dan menatapnya..


"Apa yang kamu sentuh di dalam?"ucap Ali bertanya pada tangannya sendiri


"Prilly, maafkan aku. aku tidak bermaksud untuk....."ucap Ali


"Tunggu, kenapa aku harus meminta maaf? Dia istriku, lagipula semua yang ada pada dirinya adalah milikku. Jadi aku berhak melakukan apapun padanya karena dia istriku. Jadi menyentuhnya juga bukan sebuah kesalahan, tapi itu adalah hakku."ucap Ali, ia menyeringai disana


"Baiklah, mari kita pergi dari sini. Aku tidak akan membiarkanmu merasa kedinginan lebih lama lagi."ucap Ali kemudian mengangkat begitu saja Prilly dari dalam bathup


***


Prilly menggeliat, perlahan membuka matanya. Ia menatap jam yang berada di nakas di samping tempat tidurnya..


"Apa? Jam 11?"ucap Prilly membolakan matanya dan refleks terbangun dari tidurnya. Secara tidak sengaja Prilly melihat pantulan dirinya dari cermin meja rias


"Aaaaaaaaaa....."teriak Prilly


Dengan segera ia menutupi tubuhnya dengan bedcover..


"Sudah bangun?"tanya Ali yang sudah rapi dengan pakainannya


"Ali apa yang terjadi?"tanya Prilly


"Terjadi apa...?"jawab Ali namun dengan pertanyaan


"Itu... apa.... maksudku apa yang terjadi padaku? Kenapa aku.......?"Prilly menggantungkan ucapannya


"Telanjang. Maksudmu kenapa kamu terlanjang seperti itu, begitu?"tanya Ali tanpa ragu sedikitpun


Prilly hanya mengangguk~


"Kenapa tanya padaku? Ya aku tidak tahu."jawab Ali sambil mengangkat kedua bahunya


"Ali, apa yang kamu lakukan padaku?"tanya Prilly langsung


"Aku? Apa kamu mengira aku yang sudah melakukan ini padamu? Tidak, Aku tidak melakukan apapun terhadapmu."jawab Ali


"Sungguh?"tanya Prilly memastikan


"Tentu saja. Untuk apa aku berbohong."jawab Ali


"Seingatku, semalam aku menunggu Ali pulang di sofa. Kenapa sekarang aku berada di tempat tidur dan dengan keadaan tanpa baju seperti ini?"batin Prilly


Ali menatap Prilly yang sedang melamun..


"Ketika aku pulang, aku menemukanmu di dalam kamar mandi."ucap Ali mulai bercerita dengan sedikit kebohongan tentu saja


"Kamu sedang berendam di dalam bathup, aku tidak tahu sejak kapan kamu disana. Yang pasti aku melihatmu menggigil kedinginan, karena tidak tega akhirnya aku mengangkatmu ke tempat tidur."ucap Ali menjelaskan panjang lebar dengan menahan senyuman yang sulit untuk di artikan


"Apa? Me.....me....mengangkatku? Dengan keadaan seperti ini?"ucap Prilly kemudian menyilangkan kedua tangannya di dadanya


Ali tersenyum....


"Kenapa? Lagipula aku sudah melihat semuanya, tanpa ada yang terlewat sedikitpun."ucap Ali mulai menggoda Prilly


"Aliiiiii..."ucap Prilly sedikit meninggikan suaranya.


"Tidak, aku hanya bercanda. Aku membawamu kemari dengan selimut yang sudah membalut tubuhmu, ya aku membalut tubuhmu dengan selimut terlebih dahulu kemudian mengangkatmu ke tempat tidur. kalau tidak percaya lihat saja selimut itu sekarang ada di mesin cuci karena basah, dan aku mengganti selimut itu dengan yang sedang kamu pakai. Aku sama sekali tidak melihat tubuhmu. Kalau aku sudah melihatnya, kenapa tidak sekalian saja aku memakaikan baju padamu."ucap Ali menjelaskan secara detail kepada Prilly


"Benar juga."batin Prilly


"Baiklah, aku percaya. kalau begitu terimakasih, maaf telah merepotkanmu."ucap Prilly


"Tidak masalah. Tapi bolehkah aku bertanya...?"tanya Ali


"Apa? Pastikan kamu tidak bertanya hal hal yang aneh aneh."ucap Prilly memperingatkan sebelum berbagai pertanyaan keluar dari mulut Ali


"Aneh bagaimana maksudmu?"tanya Ali


"Ya begitu..."jawab Prilly memutarkan bola matanya


"Tidak, aku berjanji."ucap Ali


"Mmm, bagaimana kamu bisa tertidur di dalam bathup?"tanya Ali


"Aku juga tidak tau. Tapi kurasa kebiasaan burukku terjadi semalam."jawab Prilly


"Kebiasaan buruk? Kebiasaan buruk bagaimana maksudnya?"tanya Ali heran


"Ya kebiasaan buruk. Terkadang aku tidur sambil berjalan. Seingatku semalam aku tidur di sofa, dan mungkin aku berjalan kemari dan berakhir di dalam bathup."jelas Prilly


"Aku baru tahu ada hal seunik itu."ucap Ali


"Itu juga sudah lama sekali aku tidak mengalaminya, dan semalam mungkin bisa jadi aku kembali pada kebiasaan burukku itu."jelas Prilly


Ali mengangguk pertanda ia mengerti..


"Apa ada lagi...?"tanya Ali


"Ada lagi apa?"tanya Prilly


"Hal lain pada dirimu yang belum aku ketahui tentu saja."jawab Ali


"Memangnya kenapa kalau masih ada?"tanya Prilly


"Cepat beritahu aku."jawab Ali terlihat antusias kemudian duduk di samping ranjang agar lebih dekat dengan Prilly


Refleks Prilly mengeratkan pegangannya pada bed cover yang kini membalut tubuhnya. Ia menatap Ali penuh keheranan..


"Kenapa kamu begitu tertarik dengan segala hal yang berhubungan denganku?"tanya Prilly


"Memangnya tidak boleh aku mengetahuinya? Kamukan istriku. Jadi aku berhak tau apapun tentangmu yang belum aku ketahui."jawab Ali


"Bukan begitu maksudku, hanya saja dulukan kamu bilang........"ucapan Prilly terpotong


"Jangan samakan dulu dengan sekarang. Aku sudah jauh berbeda sekarang, bahkan perasaanku terhadapmu juga sudah berubah. Apa kamu masih belum mempercayainya...?"ucap Ali


Prilly terdiam mendengar ucapan Ali, ia masih bimbang. Jika ia percaya, takut Ali hanya mempermainkannya. Tapi di sisi lain setiap ucapan dan perbuatan yang Ali lakukan kepadanya seolah membuat pertahanan yang ia buat runtuh seketika.


"Ceritakan padaku tentang dirimu, cobalah untuk percaya padaku Prilly."ucap Ali mengambil salah satu tangan Prilly dan menggenggamnya


Ali ingin secara lambat laun ia mulai mengetahui hal hal tentang Prilly. Tentu saja ia bahagia bisa mengetahui salah satu kebiasaan buruk Prilly saat ini. Itu tandanya Prilly sudah mulai terbuka padanya~


"Bagaimana ini, apa aku bisa percaya padanya? Bagaimana jika dia hanya berniat untuk bermain main saja denganku? Aku benar benar bingung, harus percaya padanya atau tidak."batin Prilly masih bergelut dengan pikirannya


"Perlu kamu tau, bahwa aku mencintaimu Prill."ucap Ali pada akhirnya


"Apa?"tanya Prilly


Prilly kaget dengan pernyataan yang diberikan oleh Ali secara tiba tiba ini. Terlebih lagi wajah Ali terlihat sangat serius saat mengatakannya. Ohh tidak, ini bisa membuat pertahanan Prilly seakan runtuh~


Aku usahakan up setiap hari ya demi kalian, satu hari satu chapter. Harap maklum, soalnya aku juga harus membagi waktuku untuk kerja juga.. Terimakasih yang sudah mau baca My Prilly.. 😘😘


Jangan lupa tekan LIKEnya setelah membaca teman teman ❤🙏😊