
Keesokan harinya.....
"Aku izin mau pergi ya hari ini?"izin Prilly sambil mengikat asal rambutnya di depan meja rias
"Mau kemana?"tanya Ali yang langsung menghentikan langkahnya saat akan masuk kamar mandi
"Mau bertemu dengan Rizky, membicarakan soal kontrak pekerjaanku yang kemarin."jawab Prilly menatap Ali dari pantulan cermin
Tatapan Ali seketika menajam!
"Aku temani."jawab Ali tegas
"Tidak perlu, aku bisa berangkat sendiri. Lagipula kamukan....."ucapan Prilly terpotong
"Pokoknya kamu pergi sama aku!"jawab Ali kemudian melangkah masuk ke dalam kamar mandi
"Hhhh, pasti cemburuannya kumat. Kenapa dia sangat posesif seperti ini? Apa pada Tania juga ia bertindak hal yang sama?"dumel Prilly
Ali sudah berpakaian rapi saat ini, namun berbeda dengan Prilly. Ia dibuat kesal oleh suaminya saat ini..
"Jangan pake yang itu, terlalu pendek.. gantilah..."
"Ini juga sama saja terlalu pendek, ganti pakai celana jeans saja.."
"Jangan yang itu bajunya, terlalu ketat.. lekuk tubuh kamu sampe terlihat jelas seperti itu. ganti ganti!!"
"Rambutnya jangan di gerai, ikat saja. Nanti terbang terbang dan laki-laki banyak yang melihat kamu. Aku tidak suka kamu di pandang laki laki lain!"
Prilly dibuat kesal oleh Ali saat ini. Pasalnya Prilly beberapa kali berganti pakaian karena suaminya itu selalu berkomentar ini itu tentang apa yang dikenakannya..
"Aku bilangkan....."ucapan Ali terpotong
"STOP!"ucap Prilly langsung memotong ucapan Ali
"Sudah cukup Al, kamu sebenarnya ingin aku berpakaian seperti apa? Ini salah, itu salah. Aku capek ganti ganti terus."ucap Prilly memberanikan diri protes pada suaminya
"Tapi yang ini......"ucapan Ali kembali dipotong Prilly
"Aku rasa ini yang terbaik dari semua yang tadi aku pakai. Jadi ayo kita berangkat. Se...ka...rang!"ucap Prilly dengan tegas kemudian mengambil tasnya di meja rias
"Ya.....ya ma...maksudku juga begitu, yang ini jauh lebih baik dari yang tadi kamu pakai. Aku menyukainya.."ucap Ali pada akhirnya padahal bukan itu yang ingin ia ucapkan sebenarnya
"Tapi rambut kamu......."sambung Ali hendak kembali protes
"Rambutku belum kering jadi aku tidak bisa mengikatnya...."
"Lagipula apa kamu tidak lihat bagaimana kondisi leherku saat ini? Kamu mau melihatku ditertawakan orang orang."sambung Prilly sambil menunjukkan lehernya yang merah merah karena ulah Ali semalam~
Ali memang tidak sampai menyentuh 'intinya' Prilly, ia hanya sekedar bermain main saja di leher Prilly. Dan Prilly dibuat kesal oleh hasil karya suaminya yang kini terpampang jelas di lehernya itu.
"Memangnya kenapa?"tanya Ali dengan polosnya
"Kenapa kamu bilang? Ini apa? Ini? Lalu ini?"ucap Prilly sambil menunjuk satu persatu kissmark hasil karya suaminya
"Itu sengaja aku lakukan."jawab Ali enteng
"Sengaja? Maksud kamu?"tanya Prilly heran
"Iya sengaja aku lakukan. Maka dengan begitu semua orang akan tahu bahwa kamu sudah ada yang memiliki. Oleh karena itu aku meninggalkan jejakku disana, agar bisa dilihat oleh orang lain.."jawab Ali datar dan panjang lebar
Prilly hanya mampu terdiam mengatupkan mulutnya, tidak tahu harus berkata apa. Benar benar keterlaluan suaminya itu.. Kekanak kanakan sekali, pikir Prilly pada suaminya~
"Yasudah ayo pergi.."ucap Ali dan memegang tangan Prilly, menautkan jemarinya pada jemari istrinya. Menggenggamnya~
Prilly hanya mengikuti langkah suami posesifnya..
Ali dan Prilly kini telah tiba ditempat yang telah disetujui untuk bertemu. Dan sudah ada Rizky menunggu disana..
"Kamu tunggu disini saja."ucap Prilly saat Ali hendak ikut turun dari mobilnya
"Aku tidak akan lama."baru saja Ali hendak menjawab namun Prilly lebih dulu berbicara kembali
"Baiklah, aku tunggu disini. Tapi ingat, aku mengawasi kalian dari sini."ucap Ali memperingatkan
Prilly hanya memutar bola matanya malas~
Terlihat Prilly bersalaman dengan Rizky..
"Oke, itu wajar Ali.. hanya bersalaman.."ucap Ali menarik napas mencoba tetap berpikiran positif
Kemudian Prilly dan Rizky terlihat saling menempelkan pipi mereka dan kemudian duduk saling berhadapan..
Mata Ali membola dengan sempurna melihatnya, seakan matanya hendak keluar dari tempatnya~
"Mmm, itu juga masih wajar, semua orang melakukan hal itu ketika saling bertemu. Tenanglah Ali tenang.."ucap Ali sambil mengusap dadanya
Mata Ali tidak pernah lepas mengawasi dua manusia disana.. Prilly tersenyum dan tertawa bersama Rizky, sedangkan Ali sedang berusaha mengontrol emosinya yang mungkin sewaktu waktu bisa saja meledak. Boom~
"Apa yang sebenarnya mereka bicarakan? Kenapa Prilly terlihat bahagia sekali bersamanya?"tanya Ali pada dirinya sendiri
Tak lama kemudian Prilly beranjak dari duduknya kemudian di ikuti oleh Rizky..
Entah sadar atau tidak Prilly kini berani memeluk Rizky, dan Rizky pun membalas pelukan itu. Mereka terlihat saling tersenyum bahagia disana, tidak tahu bahwa ada yang sedang melihat dan terbakar api cemburu..
Sontak Ali mengepalkan tangannya dan memukul stir mobil dengan keras. Wajahnya memerah menahan amarah yang kini sedang memuncak, ia mencengkram stir mobil dihadapannya meluapkan segala emosinya. Amarahnya sudah sampai di ubun ubun..
"Brengsek!!"umpat Ali
Prilly kembali ke dalam mobil tanpa tahu apa yang terjadi pada Ali saat ini..
Begitu Prilly memasang seatbeltnya Ali langsung melajukan mobilnya tanpa berkata apapun. Namun Prilly masih belum menyadarinya..
Prilly mulai merasa ada yang aneh terhadap suaminya, ia pun mengikuti langkah Ali yang ternyata menuju ke kamar mereka..
Baru saja Prilly membuka pintu, tangannya di tarik secara mendadak oleh seseorang. Siapa lagi kalo bukan suaminya, Ali..
Ali juga langsung menutup pintunya dengan kasar, kemudian menghimpit Prilly disana..
"Kamu kena....."Prilly
*CUPSS
Ali mengecup Prilly sekilas~
Tanpa berkata apapun..
Prilly heran dengan apa yang kini dilakukan oleh suaminya..
"Lepas, ini sakit Al.."ucap Prilly berusaha melepaskan tangannya yang masih di genggam erat oleh Ali
Ali masih tidak bergeming
"Ali kamu......."Prilly
*CUPSS
Lagi dan lagi Ali kembali mengecup Prilly meski hanya sekilas..
"Kamu kenapa? Bicaralah. Aku tidak mengerti apa maksudmu bersikap seperti ini.."ucap Prilly
Masih dengan keadaan yang sama, lagi lagi Ali diam~
Namun kemudian......
"Aww...."Prilly meringis karena tiba tiba Ali menghisap lehernya dan sedikit mengigitnya sehingga kembali terciptalah tanda kepemilikan lainnya disana
"Kamu ini......"Prilly kemudian terdiam
"Baiklah baiklah, aku minta maaf."ucap Prilly pada akhirnya
"Kamu sadar akan kesalahanmu sekarang?"tanya Ali akhirnya bicara
"Tidak.."jawab Prilly seadanya
Tatapan Ali kembali menajam..
"Lalu kenapa meminta maaf?"tanya Ali kembali
"Ya aku juga tidak tahu. Tapi aku meminta maaf jika memang aku berbuat salah, meskipun aku tidak tau apa kesalahanku padamu."ucap Prilly
Ali menghela napas dalam dan mengeluarkannya kasar..
"Kenapa kamu memeluknya?"tanya Ali pada akhirnya
"Memeluk? Apa maksud......."Prilly
Seketika Prilly sadar apa yang membuat suaminya menjadi seperti ini..
"Ali, kamu benar benar mengawasiku dan Rizky tadi?"tanya Prilly tak percaya
"Tentu saja.."jawab Ali masih dengan posisi menghimpit tubuh mungil istrinya
"Apa yang kamu pikirkan Ali? Lagipula apa yang bisa kami lakukan di tempat terbuka seperti itu?"Prilly tidak habis pikir pada suaminya
"Kami?"tanya Ali rahangnya mengeras genggaman tangannya pada Prilly pun semakin erat
Prilly meringis~
"Maafkan aku. Maksudku apa yang bisa aku dan Rizky lakukan di tempat umum seperti itu Ali. Kamu tidak percaya pada istrimu sendiri?"ucap Prilly
"Apapun bisa saja terjadi Prilly, buktinya saja tadi kamu memeluknya."jawab Ali
"Ya, aku memang memeluknya. Terus kenapa?"ucap Prilly menantang, ia terlalu lelah menghadapi sikap cemburu Ali yang menurutnya terlalu berlebihan
"Kenapa? Kenapa kamu memeluknya? Ayo katakan padaku apa alasannya!"ucap Ali
"Tidak ada alasan apapun."jawab Prilly
"Apa? Tidak ada alasan? Jadi kamu memeluknya hanya karena ingin, begitu maksud kamu?"tanya Ali menatap tajam Prilly
"Bukan begitu juga maksudnya.."jawab Prilly
"Lalu apa?? Prilly kamu itu istriku. Aku benci ketika ada laki laki lain yang menyentuhmu, selain aku."ucap Ali penuh penekanan
"Ali aku tidak ada hubungan apapun dengan Rizky, aku memeluknya karena itu pertemuan terakhir ka.... aku dengan Rizky. Dia akan keluar negeri, pindah bekerja disana. Oleh karena itu kontrak kerjaku dengannya juga bisa dibatalkan tanpa aku harus membayar dendanya. Percayalah padaku.."hampir saja Prilly menyebutkan kata 'kami' yang dibenci Ali. Ya Ali benci saat Prilly mengatakan kata kami jika dengan pria lain
"Benar begitu?"tanya Ali begitu mendengarkan penjelasan Prilly
Prilly mengangguk.. Seketika Ali melepaskan cengkramannya..
"Lihat tanganku memerah.."ucap Prilly menunjukkan tangannya yang kini memerah akibat cengkraman tangan Ali
"Maafkan aku."ucap Ali kemudian memeluk Prilly. Dengan senang hati Prilly membalas pelukan itu
"Melihat sikap posesifnya, sepertinya aku harus lebih bersabar dan mencoba lebih memahaminya lagi"batin Prilly
Baikan lagi marahan lagi, terus aja gitu yaa.. Tenang gaes, konflik akan segera hadir. Sekarang sihh kita anteng dulu aja liat sikap posesif dan cemburuannya Ali 😆😆
Jangan lupa tekan LIKEnya setelah membaca ya teman teman, terimakasih ❤🙏😊