
Keesokan harinya Prilly memutuskan untuk menemui Rizky. Setelah semalaman ia memikirkan tawaran Rizky yang diajukan kepadanya, akhirnya Prilly mengambil keputusan yang menurutnya cukup bijak. Yaitu mencoba mengambil kesempatan tersebut. Karena sesuai pepatah bahwa kesempatan tidak akan datang untuk kedua kali. Ia juga tidak ingin melihat raut kekecewaan di wajah tampan milik Rizky~
Yang harus Prilly lakukan hanyalah berusaha dengan sebaik mungkin agar tidak mengecewakan orang yang telah memberikan kesempatan tersebut kepadanya..
Dan soal izin dari Ali selaku suaminya? Prilly tak ambil pusing soal itu, toh Ali juga tak akan perduli kepada setiap urusan Prilly.
"Aku pergi dulu, ada urusan. Maaf aku gak sempat masakin sarapan buat kamu, aku buru-buru" -Prilly
Ya, Ali menemukan secarik kertas yang terletak di meja makan. Dan kurang lebih sepert itulah isi dari kertas tersebut.
"Benar benar gila, dia pergi begitu saja. Bahkan tanpa membuatkan aku sarapan. Aku jadi penasaran kemana sebenarnya dia pergi setiap hari? Sok sibuk sekali!"ketus Ali setelah membaca isi surat Prilly
--------------------
"Rizky......."panggil Prilly sambil melambaikan tangannya melihat orang yang ditunggunya telah datang
"Ehh, hai Prilly.."balas Rizky melambaikan tangannya juga dan menghampiri Prilly yang tengah duduk disalah satu kursi yang terdapat di cafe tersebut.
"Maaf aku terlambat, sudah lama menunggu?"ucap Rizky sambil menggeser kursi dan kemudian duduk
"Mmm, tidak juga. Aku juga baru sampai. Mau minum apa?"tawar Prilly
"Samakan saja denganmu.."jawab Rizky
"Ohh baiklah.."Prilly
Prilly pun memesankan minuman untuk Rizky yang sama persis sepertinya.
"Jadi bagaimana, yes or no?"tanya Rizky to the point
"Mmm, I think yes. I will try it.. but help me, always. Because it's the first time for me, jadi aku tidak tahu harus bagaimana dan kamu harus membantuku. Okay?"ucap Prilly
"Yess, good decision Prill. I'm so happy to hear that. Of course I will help you, so don't worry."jawab Rizky dengan senyum merekah di bibirnya.
Banyak hal yang mereka bicarakan, Rizky juga sedikit menjelaskan tentang bagaimana itu dunia entertaint. Dan Prilly dengan senang hati mendengarkannya..
Terkadang mereka tertawa bersama. Bahkan Prilly lebih sering tertawa, Rizky pandai berkata kata dan dengan mudahnya ia membuat Prilly tertawa.
Tanpa mereka sadari ada 2 pasang mata yang memperhatikan mereka sedari tadi..
Ali dan Tania? Yaa, tanpa sengaja pasangan kekasih ini pun ada di cafe yang sama dengan Prilly dan Rizky..
Sedari tadi Ali terus memperhatikan Prilly. Prilly yang dengan bebasnya berbicara, Prilly yang tersenyum dan tertawa riang, Prilly Prilly Prilly. Seakan semua otak Ali hanya terisi oleh Prilly. Berulang kali pula Tania sang kekasih mencoba untuk mengalihkan pandangan Ali dari Prilly, namun gagal.
"Kamu tahu tidak kalau kamu itu cantik Prill?"ucap Rizky
"Mmm, apa? Maksud kamu...?"tanya Prilly
"Ehh, maksudku apa kamu menyadari kalau kamu itu sangat cantik."ucap Rizky
"Biasa saja. Kamu terlalu berlebihan memujiku."jawab Prilly
Ucapan Rizky tersebut sukses membuat kedua bola mata Ali hampir saja keluar. Entah kenapa ucapan itu membuat Ali terganggu dan tanpa sadar ia mengepalkan tangannya.
Prilly yang mendengarnya hanya bisa tersenyum dan tersipu malu..
Ekspresi yang ditunjukkan Prilly malah semakin membuat emosi Ali memuncak. Tunggu, emosi? Seorang Ali? Tapi kenapa? Tidak mungkin!!!!
"Kenapa aku marah? Kenapa aku merasa kesal melihat Prilly bersama dengan lelaki lain? Sebenarnya apa yang terjadi denganku? Dasar bodoh kamu Li. Apa ini yang di namakan rasa cemburu? Ohh, tidak tidak. Tidak mungkin aku cemburu padanya, aku bahkan tidak mencintainya sedikitpun.."Ali sibuk bergelut dengan pikirannya, tak sadar ia pun menggeleng gelengkan kepalanya. Dan saat itu Tania melihatnya~
"Sayang....kamu kenapa?"tanya Tania
"Apa? Aku? Aku tidak apa apa."jawab Ali tersadar dari pergelutan batinnya
"BOHONG!! Kamu tidak sedang melihatnya bukan? Kamu tidak sedang memperhatikan mereka bukan?"tanya Tania sambil melihat kearah Prilly
"Iya, ehh maksudku tidak... aku sungguh tidak apa apa Tania. Lagipula untuk apa aku memperhatikan mereka? Tidak ada untungnya bagiku. Kepalaku sedikit pusing, mungkin karena tidurku tidak nyenyak semalam."jawab Ali beralasan tentu saja
Tania terdiam melihat reaksi Ali yang menurutnya sedikit mencurigakan..
"Benar, ini bukanlah cemburu. Untuk apa aku cemburu? Wanita yang aku cintai itu Tania, dan dia ada disini di hadapanku sekarang. Aku malah membencinya, karena menikah dengan Prilly aku harus menyakiti wanita yang aku cintai.. Tidak, ini bukanlah rasa cemburu!"batin Ali kembali menegaskan
Ali mencoba menenangkan dirinya~
"Maaf, ada cokelat di bibir kamu Prill."ucap Rizky
"Ohh ya, dimana? Sebelah mana, kiri atau kanan? Apa dimana?"tanya Prilly sedikit memajukan kepalanya kearah Rizky
"Bisa tolong bantu aku membersihkannya? Kumohon.."ucap Prilly memohon
"Tidak apa apa?"tanya Rizky
"Of course. Help me, please? Just take it for me.."ucap Prilly
"Okay okay, I will, wait.."jawab Rizky
Rizky bangun dari duduknya dan sedikit mencondongkan tubuhnya kearah Prilly. Sedikit menepis jarak diantara mereka, dan itu membuat mata mereka bertemu. Prilly dan Rizky saling melemparkan senyum. Kemudian...............
#BRAAAAAKKKKKKKKK
Semua mata tertuju kearah sumber suara, termasuk Prilly dan juga Rizky..
"Ali?"ucap Prilly membulatkan matanya kemudian langsung memundurkan kepalanya
Yaa, suara itu berasal dari meja Ali dan Tania. Ali yang sedari tadi terus memperhatikan istrinya akhirnya meluapkan amarah dengan memukul meja yang berada didepannya. Ali pikir Rizky melakukan hal 'itu' pada Prilly. Mencium istrinya~
Tania pun melonjak kaget..
"Sayang, kamu kenapa?"tanya Tania
Tanpa menjawab Tania, Ali beranjak dari tempat duduknya menuju ke tempat Prilly..
"Sayang... Ali.... kamu mau kemana?"tanya Tania kembali melihat kepergian Ali kemudian mengikuti langkahnya
"Bagus, bagus sekali. Kamu pergi pagi pagi ternyata untuk berduaan dengan lelaki ini. Bilangnya ada urusan. Urusan pacaran disini begitu."ucap Ali sedikit meninggikan suaranya
"Tidak, bukan begitu.. aku bisa jelaskan semuanya."ucap Prilly kemudian beranjak dari duduknya
"Sudahlah, tidak perlu dijelaskan. Aku sudah tau semuanya, aku sudah melihat semuanya dengan mata kepalaku sendiri."ucap Ali dengan tatapan sinisnya
"Sayang sudah. Malu di lihat banyak orang."Tania mencoba mencegah Ali
Ali menatap tajam kearah Prilly dan Rizky secara bergantian.
"Tunggu tunggu.. Kamu itu siapa datang-datang langsung membentak Prilly seperti itu?"tanya Rizky berdiri saling berhadapan dengan Ali
"Seharusnya aku yang bertanya itu. Kau siapa?"tanya Ali menunjuk ke arah Rizky
"Perkenalkan, aku Rizky teman sekaligus partner kerjanya Prilly."ucap Rizky memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya namun Ali tidak menjabat tangannya
"Partner kerja? Aku Ali, sua........"ucapan Ali terpotong
"Dia kakaknya Prilly."jawab Tania yang memotong ucapan Ali
Seketika Ali dan Prilly menoleh ke arah Tania~
"Maafkan kekasihku, dia memang terlalu over protektif terhadap adiknya karena rasa sayangnya yang terlalu besar. Harap maklumi semua sikapnya,."sambung Tania dan merangkul lengan Ali
Mendengar hal itu Ali membulatkan matanya, berbeda dengan Prilly yang hanya menatap acuh tak acuh..
"Ohh jadi kau kakaknya Prilly, maafkan aku tadi sedikit......."ucapan Rizky terpotong
"Rizky aku sudah selesai, ayo kita pergi."ucap Prilly kemudian pergi begitu saja meninggalkan Ali yang sedang terdiam mematung
"Aku permisi."ucap Rizky
"Tunggu, kamu mau kemana?"tanya Ali yang mengejar Prilly dan berhasil meraih tangan Prilly
"Bukan urusanmu."ucap Prilly singkat dan menepis tangan Ali yang menggenggamnya
"Jelas ini urusanku. Kamu itu istri aku."ucap Ali sedikit menekankan pada kata istri
Tania yang memang mengikuti Ali dapat mendengar semuanya..
"Ali sudah, biarkan saja dia pergi. Dan berhentilah memanggilnya 'istriku' di tempat umum seperti ini, karena aku tidak suka!"ucap Tania penuh penekanan
"Aku tidak ingin semua orang tahu bahwa dia adalah istrimu."sambung Tania
Jangan lupa tekan Likenya teman teman, terimakasih sudah mau baca My Prilly 🙏😊
Baca juga Fall in Love yaa, aku baru buat soalnya. Tekan like juga untuk Fall in Love nya. Terimakasih banyak, dan mohon maaf untuk segala kekurangannya 🙏😊😍