My Prilly

My Prilly
Confused



"Kamu dengar itu? Lebih baik kamu urus saja kekasihmu, jangan ikut campur urusanku."ucap Prilly kembali melangkahkan kakinya


"Ali sudahlah, biarkan saja dia pergi."ucap Tania kembali


"Tidak bisa, aku tidak akan membiarkannya pergi begitu saja."ucap Ali kemudian mengejar Prilly kembali dan meninggalkan Tania


"Tapi Al.... Aliii..."panggil Tania setengah berteriak namun tak di hiraukan oleh Ali


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja. Ikut aku!"ucap Ali kembali menarik Prilly


"Aku tidak mau, lepaskan aku."ucap Prilly mencoba melepaskan genggaman tangan Ali


"Bagaimana kalau aku juga tidak mau? Kamu itu istriku jadi harus ikuti semua perintahku."ucap Ali menyeret Prilly


"Istri? Kamu lupa apa yang kamu bilang waktu itu? Adik kakak, itulah hubungan kita saat ini. Kakak beradik tidak sepantasnya saling mencampuri urusan masing-masing. Aku juga tidak pernah turut ikut campur soal urusan kamu dengan Tania. Jadi lepaskan aku!"ucap Prilly menepis tangan Ali yang memegang pergelangan tangannya


"Tidak bisa. Kamu harus ikut aku pulang. SEKARANG!!"ucap Ali dan kembali memegang pergelangan tangan Prilly dengan lebih erat


"Aww sakit. Apa apaan sihh, lepaskan aku.."ucap Prilly meringis kesakitan


"Tidak akan. Pokoknya ikut aku pulang sekarang. Aku tidak akan membiarkan kamu pergi dengan lelaki brengsek seperti dia."ucap Ali hendak melangkahkan kakinya namun tertahan dikarenakan Prilly juga berusaha menahan Ali yang mencoba menariknya


"Aku lebih baik pergi bersamanya daripada aku harus pergi bersama lelaki yang lebih brengsek lagi seperti kamu. Dasar egois!!"ucap Prilly menatap tajam Ali namun dengan matanya yang berkaca kaca


Seketika itu Ali menatap dalam mata indah Prilly yang hendak meneteskan buliran airmatanya.


Entah apa yang berhasil Ali tangkap dari tatapan itu, sehingga membuat Ali melepaskan cengkaraman tangannya pada Prilly.


Tess~


Airmata Prilly sukses menetes di pipi kanannya dan Ali melihatnya. Namun dengan segera Prilly mengusapnya dan pergi dari hadapan Ali.


Prilly menghampiri Rizky dan segera pergi dari tempat tersebut..


Ali masih terdiam di tempatnya..


"Ali kamu sebenarnya kenapa sihh? Kamu sebegitu marahnya lihat Prilly bersama lelaki itu. Bahkan kamu tidak pernah seperti itu ketika aku dekat dengan lelaki lain. Jangan bilang bahwa kamu mulai menyukai Prilly."ucap Tania kesal melihat perilaku Ali yang begitu possesif pada Prilly


"Ada apa denganku? Aneh, kenapa aku harus semarah ini melihat Prilly bersama lelaki lain? Perasaan apa ini, apakah ini yang dinamakan cemburu?"batin Ali


"Kenapa diam? Jawab.."ucap Tania


Namun tanpa merespon Tania, Ali pergi begitu saja dari hadapan Tania.


Tania tidak tinggal diam, ia mengikuti langkah Ali..


"Ali? Kamu mau kemana? Alii?"tanya Tania sambil mengekori Ali


"Aku mau pulang."ucap Ali sambil membayar makanan yang telah dipesannya dikasir


"Tapi Al....."ucap Tania


"Ini kamu bawa mobilku. Aku bisa naik taksi. Berhati hatilah."ucap Ali menyerahkan kunci mobilnya dan mengusap puncak kepala Tania sekilas


Ali benar benar hilang dari pandangan Tania..


"Perasaan itu sudah tumbuh, namun kamu masih belum menyadarinya Ali. Tapi tenang saja, aku akan membantu kamu untuk menghilangkan kembali perasaan itu. Sebelum perasaan itu tumbuh semakin besar. Karena kamu selamanya hanya akan menjadi milikku. Tidak ada yang boleh memiliki kamu selain aku!"ucap Tania tersenyum sinis.


-------------


Sesampainya dirumah Ali terus saja memikirkan semua hal yang terjadi padanya hari ini. Lebih tepatnya memikirkan alasan kemarahannya melihat kebersamaan Prilly dan Rizky. Bahkan ketika mandi dan makan pun ia memikirkan itu semua.


"Apa benar aku mulai menyukai Prilly? Tapi bagaimana mungkin? Jelas jelas aku mencintai Tania. Tidak, ini salah. Aku tidak menyukai Prilly, aku mencintai Tania. Semua sikapku tadi hanya karena rasa tanggungjawabku sebagai seorang suami, tidak lebih. Iya benar begitu. Aku mencintai Tania, aku mencintai Tania. Bukan Prilly!!"ucap Ali panjang lebar pada dirinya sendiri


"Tapi ucapan Tania juga benar, bahkan aku tidak pernah semarah itu jika melihat Tania bersama lelaki lain."sambung Ali


"Atau aku hanya terbawa perasaanku saja, karena merasa seolah Prilly itu benar istri yang aku cintai."ucap Ali kembali


"Arghhh, aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku!"ucap Ali frustasi


Prilly memasuki kamarnya dan disana gelap. Dengan meraba raba ia berhasil menekan saklar lampu yang terdapat di dinding dan bersamaan dengan menyalanya lampu tersebut Prilly dikagetkan oleh sosok Ali yang tengah terduduk di sofa dengan tangan yang bersidekap di dadanya dan menatap tajam Prilly.


"Aaaaa, ya ampun."ucap Prilly refleks berteriak dan mengelus dada mencoba menenangkan rasa kagetnya


"Kamu sedang apa duduk disana gelap gelapan? Membuat aku kaget saja."dumel Prilly kemudian mondar mandir meletakan tas dan juga wedges yang digunakannya


"Darimana saja kamu? Jam segini baru pulang."tanya Ali dingin


"Cuma jalan jalan saja."jawab Prilly singkat


"Darimana? Bersama lelaki tadi?"tanya Ali kembali. 'Lelaki' yang dimaksud adalah Rizky


"Tadikan kita bertemu, dan kamu tahu aku pergi dengan siapa. Kurasa aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu itu."ucap Prilly enteng


"Aku kan sudah bilang......"ucapan Ali terpotong


"Aku malas berdebat, aku mau mandi."ucap Prilly mencoba mencoba menghentikan pembicaraan yang akan mengarah pada pertengkaran itu


Saat Prilly hendak membuka pintu kamar mandi.....


#BRUKKKKKKK


"Aaaaaaaaa.."teriak Prilly


Ali menarik tangan kiri Prilly, dan tangan kanan Prilly yang saat itu memegang gagang pintu membuat pintu kamar mandi kembali tertutup karena tarikan Ali yang secara tiba - tiba itu..


Direngkuhnya pinggang Prilly sehingga menepis jarak diantara mereka.. Ali menatap dalam mata Prilly, dan tanpa sadar Prilly pun menatap mata Ali.


Prilly mengerjap ngerjapkan matanya~


Seketika Prilly tersadar dan segera memalingkan pandangannya. Namun Ali menarik dagu Prilly sehingga membuatnya kembali menatap Ali.


"Aku tidak suka kamu mengabaikanku seperti ini."ucap Ali dengan jarak yang begitu dengan wajah Prilly


"Aku tidak pernah mengabaikanmu. Minggirlah."dengan segenap keberanian yang ada Prilly menjawabnya dan balas menatap tajam, ia juga berusaha mendorong tubuh Ali agar menjauh dari tubuhnya


Ali tersenyum sinis~


"Aku tidak suka melihatmu pergi dengan lelaki lain apalagi hanya berdua saja seperti hari ini."ucap Ali dan semakin mendekatkan wajahnya sedikit demi sedikit


"Aku tidak pernah protes ketika kamu pergi dengan wanita manapun, apalagi dengan Tania. Tapi kenapa kamu........."ucap Prilly terpotong


"Jangan mengalihkan pembicaraan!"ucap Ali masih menatap tajam Prilly


Prilly terdiam~


"Aku tidak suka melihatmu tersenyum bahagia apalagi tertawa lepas dengannya."ucap Ali kemudian


"Lantas aku harus bagaimana? Menangis dihadapannya? Sedangkan kamu boleh berbahagia dengan kekasihmu itu. Setiap orang berhak bahagia dengan siapapun itu Ali. Jangan egois!!"jawab Prilly


Ali menghembuskan napasnya kasar dan kemudian mendorong Prilly atau lebih tepatnya menyudutkan Prilly pada dinding. Dikuncinya Prilly dengan kedua tangannya yang diletakan di sebelah kanan dan kiri kepala Prilly.


Prilly hanya mampu terdiam dan mengatur napasnya, berusaha menyembunyikan kegugupannya..


Ali menundukan kepalanya agar lebih dekat dengan wajah Prilly..


"A...apa yang kamu lakukan?"tanya Prilly dengan suara bergetar


"Kamu pikir apa yang bisa aku lakukan di dalam kamar ini jika sedang berdua denganmu?"tanya Ali dengan senyum misteriusnya


Jangan lupa tekan Likenya teman teman, terimakasih 🙏😊


Baca juga "Fall in Love" nyaa yaa, kasih like juga 😘😍


Selamat membaca~