My Prilly

My Prilly
Leave



Alya menangkap sosok seseorang yang dikenalnya dan melewatinya begitu saja..


"Tania, ngapain dia kesini? Dia kan gak diundang.. Hmm, pasti ulah Ali nihh ." batin Alya sambil terus melanjutkan langkahnya untuk mengantarkan Prilly pada Ali


Alya malah semakin bersemangat untuk menyatukan Ali dan Prilly, karena dari awal keluarga Ali memang tak menyukai Tania.. terutama Alya, ialah yang paling menentang keras hubungan Ali dan Tania..


Tibalah Prilly, ia kemudian duduk di samping Ali. Pak penghulu pun sedikit memberikan penjelasan perihal pernikahan. Ali Prilly hanya mengangguk angguk..


Ali dan Prilly saling memasangkan cincin pernikahan mereka. Kemudian Prilly mencium tangan Ali yang kini berstatus suaminya untuk pertama kali dan mungkin sekaligus terakhir kalinya..


Setelah itu Ali juga mencium kening Prilly yang kini berstatus istrinya itu untuk pertama sekaligus terakhir kali, karena bagi Ali menyentuh Prilly sangat di haramkan baginya meskipun status Prilly adalah istrinya sendiri.. Prilly memejamkan matanya, begitu pun dengan Ali..


Terdengar riuh tepuk tangan para tamu undangan dengan senyuman penuh kebahagiaan melihat Ali dan Prilly..


"Nikmatilah masa masa bahagiamu saat ini Prilly. Karena kemudian penderitaanmu akan segera tiba, dan itu akulah yang akan mengirimnya untukmu. Special hanya untukmu! Tunggu aku Prilly, tunggu aku untuk membunuhmu. Aku pastikan nasibmu akan berakhir ditanganku ini.."ucap Tania sambil mengepalkan tangannya dengan amarah yang menggebu gebu


Pak penghulu juga menuntun Ali Prilly pada proses penyerahan mas kawin..


"Prilly istriku, yang akan menemani aku.....dalam setiap detik hidupku....serta menjadi ibu dari anak anakku kelak, bersediakah kamu... untuk menerima alat shalat, sebuah al-qur'an, serta kalung berlian ini.... sebagai mas kawin....dalam pernikahan kita? Semoga, dapat kamu gunakan dengan sebaik mungkin.."ucap Ali mengikuti kata demi kata yang diucapkan oleh pak penghulu sambil memegang bingkisan yang akan diserahkan pada Prilly


"Ali suamiku, yang akan menjadi imamku, pemimpin, dan membimbingku dalam menjalani kehidupan ini...serta menjadi ayah...dari anak anak kita kelak.. Dengan sepenuh hati, aku menerimanya....dan tetap bimbinglah aku untuk selalu...mempergunakannya dengan baik."jawab Prilly juga dengan mengikuti perkataan dari penghulu sambil turut memegang bingkisan yang dipegang Ali bermaksud sebagai tanda Prilly telah menerimanya..


Dan beragam acara adat istiadat lainnya pun terus dilakukan dengan urutan yang telah ditentukan pastinya.. Sampai akhirnya Ali Prilly terduduk dikursi pelaminan, menyalami para tamu undangan sambil mengucapkan terimakasih atas kehadiran serta doa para tamu undangan.. Mencoba untuk tersenyum seakan mereka sangatlah berbahagia. Meski itu sulit, sangatlah sulit!! Apalagi ketika di depan teman teman terdekat mereka..


Hingga akhirnya Tanialah yang kini menyalami Ali dan Prilly mengucapkan selamat namun dengan tatapan yang amat sangat mematikan. Ali mencoba bersikap biasa dan sewajarnya saja saat berhadapan dengan Tania..


"Ingatlah selalu janjimu, sayaang...."bisik Tania pada Ali dengan perlahan


Ali terdiam mendengarnya..


Tania kemudian menyalami Prilly dengan memberikan senyum sinis seolah meremehkan dan memandang penuh benci ..


Prilly? hanya terdiam.. Karena ia memang sudah mengetahui dengan pasti siapa wanita yang kini berada dihadapannya dengan tatapan ingin membunuh ini.. Namun ia tetap mencoba untuk tersenyum semanis mungkin dan mengucapkan terimakasih pada Tania seolah ia sama sekali tak mengetahui siapa itu Tania..


Berbeda dengan keluarga Ali yang memandang tak suka kearah Tania terutama Alya yang memang sangatlah membenci orang yang dicintai oleh adiknya ini..


Malampun telah tiba, acara resepsi pernikahan Ali Prilly pun kini tengah dilaksanakan.. Prilly cantik dengan gaun merahnya serta riasan makeup yang pas. Rencananya malam ini Ali dan Prilly akan mengenakan 3 setelan jas dan gaun pengantin, jadi mereka akan sedikit direpotkan karena harus ganti ganti pakaian.. Ali yang memang sudah tampan dari lahir terlihat gagah dengan stelan jas yang dikenakannya..


Tak jauh beda dengan acara inti tadi pagi, acara resepsinya pun kini terlihat sangat meriah banyak tamu undangan yang kembali turut menghadiri..


Banyak juga yang mengambil gambar si pengantin baru, dan berfoto bersama. Ali Prilly hanya mengiyakan dan memasang senyum semanis mungkin..


#Jepret....


#jeprettt....


#jeprett......


suara kamera yang memotret Ali Prilly..


Sedang asyiknya berfoto, Ali menangkap sosok Tania duduk dikursi tamu beberapa meter dihadapannya. Yaa, Tania kembali datang!!


Sesaat mereka saling memandang.. Namun kemudian Tania beranjak dari duduknya dan pergi..!!


Seolah mendapat kode dari Tania lewat tatapan matanya, Ali pun turut beranjak dari kursi pelaminannya hendak menyusul Tania..


Ali menghela napas menahan kekesalannya...


"Bukan urusanmu."ucap Ali dingin dan hendak kembali pergi


"Tapi Ali...."terlambat, karena Ali pergi begitu saja tanpa menghiraukan ucapan Prilly


"Lohh, lo mau kemana Li??"tanya Alya yang kebetulan berpapasan dengan Ali. Namun Ali tak menjawab dan nyelonong pergi..


"Ali mau kemana Alya?"tanya tante Ressy


"Gak tau Mam, Alya tanya tapi gak dijawab sama dia.."jawab Alya. Tante Ressy terheran.


"Mau pergi kemana anak itu?"batin Ressy


"Prilly, Alinya mana?"tanya tante Uly


"Iya kemana dia? Kenapa meninggalkan pelaminan? Keterlaluan sekali dia meninggalkan kamu sendirian disini."ucap Radit sedikit tidak terima karena Ali meninggalkan Prilly seorang diri di pelaminan


"Gapapa kak, mungkin sedang ada urusan."ucap Prilly tersenyum


"Dia pergi gitu aja tanpa bilang apa apa ke aku. Apa mau aku susulin aja?"sambung Prilly


"Yaudah gihh sana, tapi jangan lama yaa. Takut tamu undangan pada mau nyamperin pengantinnya.."ucap tante Uly


Prilly mengangguk kemudian melangkah pergi..


"Tidak perlu, kamu tunggu disini biar kakak saja yang susul Ali. Benar kata mama kamu, nanti kalau ada tamu undangan mau ketemu pengantinnya gimana? Masa pengantinnya pada ninggalin pelaminan semua."ucap Alya


"Gapapa kak biar aku saja, janji ko gak akan lama. sekalian mau menyapa teman teman juga."ucap Prilly


"Yakin gapapa? Yaudah hati hati ya, itu kamu ribet lohh bajunya takut jatuh."ucap Alya


"Iya Prilly akan hati hati.. Tunggu disini sebentar yaa.."ucap Prilly kemudian melangkah pergi


"Prilly mau kemana Ly?"tanya tante Ressy pada tante Uly


"Katanya mau susul Ali mba.. Yaudah gapapa, kita tunggu aja. Tadi Alya juga udah larang tapi dianya keukeuh mau susulin Ali."jawab tante Uly


Tante Ressy hanya mengangguk mengiyakan..


Prilly melihat sosok Ali melangkah menuju taman belakang rumahnya, dengan sangat perlahan Prilly terus mengikuti langkah panjang Ali.. Sampai akhirnya..........


Prilly melihat Ali menemui seseorang. Prilly terus mendekat hanya untuk mendengarkan pembicaraan kedua orang tersebut.. Sampai pada akhirnya Prilly bersembunyi di sebuah tembok yang berjarak ± 3m dari Ali dan orang itu yang ternyata adalah seorang wanita. Tapi tunggu, sepertinya Prilly mengenali sosok wanita tersebut..... Tania! Yaa, Ali memang pergi meninggalkan pelaminan dan meninggalkan Prilly demi untuk menemui Tania. Kekasih hatinya~


"Pantas saja, rupanya dia ingin menemui Tania. Apa salahnya sih kalau bilang? Aku kan jadi tidak usah repot repot mencari dia seperti ini."dumel Prilly


Prilly hendak pergi dari tempat persembunyiannya. Namun samar samar ia mendengar sesuatu yang membuat ia mengurungkan niatnya untuk pergi dan memilih tetap bersembunyi disana~


"Kamu itu kenapa, marah sama aku? Dari tadi aku panggil malah pergi begitu saja.."ucap Ali yang kini berada di belakang Tania


Sedikit demi sedikit Prilly dapat mendengar apa yang Ali dan Tania katakan. Ia benar benar memasang pendengaran dan penglihatannya~


Jangan lupa tekan likenya, terimakasih 🙏😊