
"Kami sudah membicarakan semuanya. Dan akhirnya atas kesepakatan bersama kami memutuskan kalau besok pagi kalian langsung pergi berbulan madu."ucap papa Syarief
"Apa, besok?"ucap Ali dan Prilly kompak
"Iya besok, dan kami memilih Bali sebagai tempat honeymoon kalian. Kenapa Bali? karena Bali masih wilayah Indonesia, kami tidak mau kalian honeymoon jauh jauh apalagi kalau harus keluar negeri. Nanti kalian malah betah di negeri orang, dan tidak mau kembali ke tanah air. Kami tidak ingin seperti itu."jelas papa Rizal
"Tapi Pah, aku...."ucapan Prilly dipotong oleh sang mama
"Prilly..."ucap Mama Uly memotong ucapan Prilly yang hendak melakukan penolakan sambil menggelengkan kepalanya
Mama Uly memandang kearah Prilly seakan matanya yang berbicara bahwa Prilly tidak boleh melakukan aksi penolakan. Dan Prilly pun terdiam, seolah olah ia mengerti arti tatapan yang diberikan sang mama..
"Pah, tapi Ali kan harus kerja. Jadwal Ali padat bulan ini, dunia entertaint itu...."ucapan Ali pun dipotong oleh seseorang yang kini turut hadir diantara perbincangan mereka
"Semuanya udah tante atur, jadi kamu gak usah khawatir."ucap Dhilla tante sekaligus sebagai manager Ali
Seketika Ali menolehkan wajahnya itu pada tante yang sekaligus berstatus sebagai managernya.
"Tante apa apaan sihh?"batin Ali
Tante Dhilla melangkah mendekati Ali dan Prilly yang kini duduk berdampingan. Ia memilih duduk di samping kiri Prilly yang kini sudah resmi menjadi keponakan iparnya. Prilly sedikit menggeser tubuh mungilnya mendekati Ali. Bukan karena ia mau dekat - dekat dengan Ali, melainkan ia memberi sedikit ruang agar Dhilla mendapatkan tempat duduk..
"Terimakasih sayang.."ucap tante Dhilla sambil mengusap pipi kiri Prilly. Prilly hanya mengangguk dan tersenyum menanggapinya
"Bahkan kamu tante kasih ruang dan waktu lebih untuk honeymoon di Bali. Jadi kamu gak usah khawatirin apapun lagi, termasuk takut ketahuan fans sekalipun. Tante berani jamin semuanya, 100% aman pokoknya. Tapi dengan syarat, pulang dari Bali kalian tidak hanya datang berdua.. Melainkan bertiga, bersama hasil buah cinta kasih kalian.. Tante gak mau tau, pokoknya kamu harus bisa manfaatin waktu cuti kamu selama satu bulan ini dengan baik."jelas tante Dhilla panjang lebar
"1 bulan? Tapi tante, apa itu tidak terlalu lama?"ucap Ali
"Enggak! Bahkan untuk orang yang sedang pergi honeymoon waktu 1 bulan itu adalah waktu yang singkat, itu tidaklah cukup." jawab tante Dhilla dengan tegas
Semua tersenyum mendengarnya, tante Dhilla mengedipkan matanya pada papa Syarief dan papa Syarief hanya mengacungkan jempolnya seolah berkata 'kerja bagus Dhilla' dan tante Dhilla hanya mengangguk sambil tersenyum.. Hmm, sepertinya ini semua memang sudah di atur.
"Dan ini tiket untuk kalian berdua.."
"Serta dua buah koper yang berisi perlengkapan honeymoon kalian."
Yaa, itu adalah suara milik Radit dan juga Alya.. Saat ini tangan kanan Radit memegang 2 buah tiket pesawat dan tangan kirinya memegang sebuah koper milik adik iparnya, Ali.. Sedangkan Alya memegangi koper milik Prilly..
"Sesuai amanah yang telah diberikan, aku dan Alya sudah menyiapkan segalanya, termasuk tiket dan sekalian perlengkapan honeymoon kalian.. Jadi baik Ali dan Prilly tidak perlu repot mengurus apapun lagi."ucap Radit
"Sama kita juga sudah menyiapkan tempat tinggal yang menurut kami pas untuk honeymoon mereka nanti di Bali. So, sekarang kalian berdua tinggal istirahat dan besok tinggal langsung berangkat.."tambah Alya lebih mendetail
Ali dan Prilly hanya cengo melihat fenomena alam yang satu ini.. Benar - benar langka! yang mau honeymoon siapa, yang malah begitu semangat siapa..
"Kerja bagus anak - anak.. Kalian selalu bisa menyelesaikan pekerjaan kalian.."ucap papa Syarief tersenyum senang
"Tidak salah pilih kami memberikan tugas ini pada kalian, kalian benar - benar bisa diandalkan.. Kekompakan kalian memang patut diacungi jempol.."ucap papa Rizal di iringi dengan tawa bahagianya
"Baiklah, tak ada yang perlu di khawatirkan.. Jadi sekarang lebih baik kita beristirahat, terutama untuk pengantin baru. Kalian pasti sangat lelah."ucap Alya
"Iyaa... Ali ajak Prilly istirahat."titah Radit
Ali mendelik kaget.. Namun kemudian..
"Yasudah kalau begitu kita permisi."pamit Prilly
"Selamat istirahat yaa sayang.."ucap mama Ressy pada Ali Prilly
"Bie, ingat semua pesan mama.."ucap mama Uly sambil mengusap sayang kepala Prilly sebelum ia beranjak dari duduknya..
Prilly terdiam sejenak mencerna ucapan sang ibunda, namun sesaat kemudian ia hanya tersenyum sambil mengangguk.. Ali berjalan duluan meninggalkan Prilly..
"Ali, Prilly nya di tungguin dong. Jangan di tinggal gitu.."tegur papa Syarief
Ali menghentikan langkahnya dan menoleh, menunggu sang istri..
"Gimana sihh gak ada pengertiannya sekali jadi suami. Bukannya di tungguin atau di gandeng gitu istrinya, dia itu kesulitan jalan. Kamu lihat dong gaun pengantinnya ribet kayak begitu."protes tante Dhila yang tidak terima melihat keponakannya itu terlihat acuh pada Prilly yang kini berstatus istrinya sendiri
Ali hanya mampu menghela napas, kemudian menggentikan langkahnya..
"Ali udah gak tahan kali tuhh..."canda Radit
Prilly memelototkan matanya pada sang kakak, sedangkan yang di pelototi malah tersenyum puas karena berhasil menggoda adik kecilnya.
"Ahahaha, benar juga apa yang dikatakan Radit. Yasudah Ali cepat bawa istrimu masuk.."titah papa Rizal
Dan itu kembali membuat Prilly membulatkan matanya dengan sempurna..
Ali menengadahkan tangan kanannya seolah meminta Prilly untuk memegangnya..
Dengan ragu Prilly pun mengangkat tangannya untuk menyentuh tangan sang suami, lebih tepatnya sihh menyambut uluran tangan Ali..
Dengan perlahan tapi pasti Ali dan Prilly mulai menaiki satu persatu anak tangga dengan berpegangan tangan. Ali juga menjalankan tugasnya sebagai seorang suami yang baik, ia rela menyamakan langkahnya yang lebar dengan langkah mungil Prilly.
Karena pada buktinya, Ali bukan hanya menggandeng tangan Prilly.. Ali juga membantu mengangkatkan gaun panjang Prilly sambil merangkul mesra pinggang ramping milik wanita cantik yang baru beberapa jam dinikahinya itu..
Semua keluarga tersenyum melihatnya dari lantai bawah..
"Aku yakin mereka akan saling jatuh cinta, secepatnya!"ucap papa Syarief penuh keyakinan
"Aku pun yakin akan hal itu Syarief, semoga kita tak salah mengambil tindakan untuk menikahkan mereka."ucap papa Rizal
"Iya, aku yakin Prilly lahh yang cocok untuk mendampingi Ali.. Semoga Prilly dapat membuat Ali jatuh hati padanya, begitu pun sebaliknya.. Yaa, kita tinggal doakan yang terbaik saja untuk mereka berdua.."ucap mama Ressy
Semua mengangguk mengiyakan~
"Sudah larut malam, lebih baik kita juga istirahat.."ucap papa Rizal sambil melihat jam yang melingkar di tangan kanannya
"Alya juga udah ngantuk, ke kamar duluan ya Mah, Pah, tante, Om, dan kak Radit.. Night semuanya..."pamit Alya kemudian melangkah pergi menuju kamarnya
"Radit juga dehh kalo gitu.. Selamat malam semuanya.."ucap Radit dan berlalu pergi
Akhirnya semua orang pergi ke kamar mareka masing-masing~
Jangan lupa tekan LIKEnya teman teman, terimakasih 🙏😊