My Prilly

My Prilly
Ditinggalkan



Terlihat Ali begitu serius berbicara dengan si penelpon, entah siapa yang menelponnya sehingga mengganggu semua aktivitas yang sedang di lakukan oleh Ali terhadap istrinya..


"Aku pergi dulu."ucap Ali setelah selesai menelpon dan kini sedang bersiap diri


"Kamu mau kemana?"tanya Prilly yang saat itu tengah terduduk di tempat tidur sambil memainkan ponselnya


"Ada urusan mendesak."jawab Ali sambil memakai jaketnya


"Ada apa? Apa terjadi sesuatu?"tanya Prilly


Ali menghentikan aktivitasnya sejenak..


"Itu urusanku, kamu tidak perlu repot repot memikirkannya."jawab Ali kemudian pergi begitu saja


Prilly terhenyak mendengar jawaban dari suaminya. Ali kembali menunjukkan sikap dinginnya.


"Kenapa dia kembali bersikap seperti itu kepadaku?"tanya Prilly pada dirinya sendiri


"Setelah apa yang baru saja ia lakukan kepadaku, dia dengan seenaknya meninggalkan aku begitu saja. Benar benar sulit di tebak."sambung Prilly dengan matanya yang mulai berkaca kaca


"Tidak, aku tidak boleh terus seperti ini. Aku tidak boleh membiarkannya semakin mempermainkan hatiku. Jangan sampai aku jatuh terlalu dalam dan pada akhirnya merasakan sakit hati yang amat sangat menyakitkan. Sadarlah Prilly, dia hanya ingin mempermainkanmu. Bahkan kamu pun tahu itu di hari pernikahan kalian."ucap Prilly lagi dan lagi berbicara pada dirinya sendiri


Sementara itu di tempat yang berbeda~


"Kenapa? Apa kamu baik baik saja?"tanya seorang lelaki yang tak lain adalah Ali. ia baru saja memasuki sebuah tempat tinggal seseorang


"Tidak terlalu baik, kepalaku sangat sakit sayang."jawab seorang wanita dengan gaya bicara manjanya. Ia adalah Tania..


"Sudah di periksakan ke dokter?"tanya Ali dengan wajah cemasnya


Tania menggeleng~


"Sudah minum obat?"tanya Ali kembali


Lagi dan lagi Tania hanya menggelengkan kepalanya.


Dahi Ali mengkerut~


"Aku yakin ini hanya karena kelelahan saja, terlalu banyak hal yang aku pikirkan sehingga kepalaku sakit seperti ini. Aku hanya butuh istirahat."ucap Tania sambil sesekali meringis dan memegangi kepalanya


"Baiklah, kalau begitu lebih baik kamu beristirahat. Ayo..."ucap Ali kemudian menuntun Tania menuju tempat tidurnya


Tania membaringkan tubuhnya di tempat tidur kemudian dengan sigap Ali menyelimutinya.


"Tetap temani aku disini, jangan tinggalkan aku. Aku mohon."ucap Tania memegang erat tangan Ali


"Beristirahatlah."jawab Ali


"Tidak mau, kamu pasti akan pergi meninggalkan aku bukan ketika aku tertidur?"tanya Tania memasang wajah melasnya


"Aku akan menemanimu. Jadi sekarang cepatlah tidur agar sakit kepalamu segera sembuh."ucap Ali memegang tangan Tania


Dengan segera Tania balas menggenggam tangan Ali. Erat~


Tania terlelap tidur dengan tangannya yang masih menggenggam tangan Ali, hingga pada akhirnya Ali pun ikut tertidur di samping Tania dengan posisi terduduk dan kepalanya tertunduk pada samping tempat tidur dengan menggunakan tangan sebagai bantalannya.


Prilly yang sedari tadi menunggu kepulangan suaminya terus saja memperhatikan jam di dinding, sesekali ia pun menguap.


"Kenapa Ali masih belum pulang juga? Apa yang terjadi sebenarnya? Aku jadi sangat khawatir. Semoga Ali baik baik saja, tolong lindungi Ali Tuhan."ucap Prilly dalam kegelisahan hatinya ia berdoa


Jarum jam terus berputar, Prilly kembali melirik jam dinding yang telah menunjukkan pukul 3 pagi..


Pada akhirnya Prilly menyerah untuk tetap menunggu kepulangan Ali, ia tak dapat menahan rasa kantuknya lagi. Dengan begitu mudahnya Prilly tertidur begitu saja di sofa di depan televisi yang masih menyala dengan bersidekap dada. Sesekali ia menggeliatkan tubuhnya mencari posisi tidur senyaman mungkin.


***


Matahari mulai menunjukkan dirinya, begitu juga dengan lelaki yang semalam telah membuat Prilly menunggu sehingga membuat Prilly tertidur di sofa seperti ini.


"Maafkan aku, membuatmu menunggu."ucap Ali sambil menyingkirkan anak rambut yang sedikit menutupi wajah cantik istrinya


Ali mengecup kening Prilly sekilas, kemudian mengangkat tubuh mungil Prilly dan memindahkannya ke tempat tidur.


Dibaringkannya Prilly di tempat tidur tersebut dengan posisi terlentang, saat hendak menutupinya dengan selimut Prilly menggeliat sejenak dan secara tidak sengaja membuat Ali sedikit melihat pemandangan yang membuat dirinya bergejolak.


"Sial."dumel Ali mengalihkan pandangannya


"Kenapa dalam keadaan tertidur pun kamu begitu menggodaku Prilly? Apa kamu sengaja melakukan ini terhadapku?"ucap Ali kembali menatap Prilly


"Aku ingin kembali merasakan ini."ucap Ali mengusap lembut bibir Prilly


"Apa boleh?"tanya Ali berbicara sendiri tentu saja


Dengan perlahan Ali mulai mendekatkan wajahnya, hembusan napas Prilly sangat terasa di permukaan wajah Ali dengan jarak yang sedekat ini. Hanya tersisa beberapa centi saja untuk Ali menggapai bibir Prilly yang kini menjadi targetnya.


Prilly kembali menggeliat namun kini memalingkan wajahnya dari wajah Ali. Dan itu sukses membuat Ali kesal, ciumannya meleset pada pipi Prilly.


"Hei, apa kamu mempermainkan aku? Bukan ini yang aku inginkan, kenapa kamu memberiku hal yang tidak aku inginkan? Kamu marah padaku karena telah membuatmu menunggu semalam? Begitu...?"ucap Ali dengan wajah kesalnya


Ali tahu pasti jika saat ini Prilly sedang tertidur dengan begitu pulasnya, tapi entah kenapa Ali terus terusan saja berbicara seorang diri seolah ia sedang berbicara pada istrinya..


"Ahh sudahlah terserah, aku tidak perduli. Yang penting sekarang aku bisa menghabiskan waktu berdua denganmu disini, aku tak akan menyia nyiakan kesempatan ini."ucap Ali sambil membuang sembarang jaket yang sebelumnya ia kenakan. Dan kemudian berbaring di samping Prilly memeluk tubuh Prilly dibalik selimut.


Prilly merasa ada beban berat yang menimpa bahunya, dengan sekuat tenaga ia berusaha menyingkirkan beban tersebut kemudian beranjak menuju kamar mandi namun dengan mata yang masih tertutup.


Setelah Prilly beranjak Ali yang merasa tempat disampingnya kosong. Ia meraba raba tempat di sampingnya dimana tadi Prilly berbaring disana. Merasa tidak menemukannya Ali pun kini membuka matanya, ia mencari keberadaan Prilly.


"Pergi kemana dia?"ucap Ali bertanya tanya


"Prilly... Prill.. Prilly...."panggil Ali


"Apa dia ke kamar mandi?"tanya Ali pada dirinya sendiri


Ali beranjak dari tempat tidur~


#toktoktok


"Prilly, apa kamu di dalam?"tanya Ali sambil mengetok pintu kamar mandi


Tidak ada jawaban~


"Prilly jawab aku, apa kamu di dalam?"


"Apa yang sedang kamu lakukan?"tanya Ali kembali


Masih saja tidak ada jawaban dari Prilly..


"Kenapa dia tidak menjawabku? Aku jadi khawatir. Atau lebih baik aku masuk saja. Tapi......"ucapan Ali menggantung


"Baiklah, aku masuk saja. Daripada terjadi sesuatu di dalam, lagipula aku inikan suaminya. ya benar lebih baik aku masuk saja memastikan apa yang terjadi."ucap Ali panjang lebar pada dirinya sendiri


"Prilly, karena kamu tidak menjawab maka aku akan masuk."sambung Ali


Prilly tetap tidak memberikan jawaban~


Dengan sedikit ragu dibukanya pintu kamar mandi tersebut dan Ali tercengang melihat peristiwa yang saat ini terjadi di hadapannya, melihat dan menyaksikannya dengan mata kepalanya sendiri. Heran...? Tentu saja. Terkejut bukan main? Sudah pasti.


Ali tidak tahu reaksi apa yang harus ia berikan begitu melihat kejadian ini. Ia gelagapan~


Kira kira apa yang terjadi dengan Prilly? Ada yang bisa tebak gak Prilly kenapa? Kasih jawaban kalian di komen yaa 😉


Aku juga minta maaf baru bisa up sekarang, kemarin kemarin aku sibuk dengan pekerjaanku. Semoga kalian mengerti, kalau ada waktu sudah pasti aku akan next story nyaa. Karena nulis juga gak bisa sembarangan nuliskan, harus benar benar serius supaya tidak mengecewakan pembaca. bukan begitu?


Pokonya selamat membaca yaa, jangan lupa tekan Likenya teman teman. Terimakasih dan maaf untuk segala kekurangannya ❤🙏😊