My Possessive Duda

My Possessive Duda
MPD ~ 5



"Dan begitulah bu ceritanya. Ran pasrah aja dah dari pada harus diomelin sama moma sepanjang hari, mumet pala berbi seketika mendengar ceramah mama dirumah. Kata guru sih kalo orang tau marah tanda sayang. pas ran tanya gitu sama mama 'mama marah gini kan sayang sama rani' trus jawab mama gini 'kalo mau mama sayang sama kamu yah turutin kata mama' gitu bu dewi,  herankan rani jadinya. Padahal sih apa yang dikata mama rani pasti akan rani turutin walaupun dengan hati dongkol heheh" ceritanya ke dewi setia mendengar curahan rani padanya


"Semua orang tua seperti itu nak. Walaupun dengan omelan yang panjang seperti lautan nil, itu untuk kebaikan anaknya. Mama kamu berbicara dimulut berbeda dengan dihatinya sebenarnya mama kamu sangat menyangimu apalagi kamu anaknya seperti ini, mana mungkin mama kamu gak sayang" ucap dewi diselah kehkehanya


"Ya juga sih buk. Ah jadi kangen mama huhuhu..." sedih rani mengelap  air mata yang tidak ada air yang jatuh dari matanya. Dewi melihat itu tersemyum geleng geleng kepala dengan tingkah seorang rani yang ke absurb nya sangat dominan


"Ngomong ngomong ya bu, ran mau minum air hanget aja" ujarku tersenyum setelah acara sedih sedihnya


"Ohya ibu jadi lupa! Gara gara kamu ni ceritanya buat ibu ikut terharu" ujar bu dewi mengibas tanganya karena keasikan mendengar cerita rani 


Lalu dewi memanggil mbok ijah yang lagi berada di dapur


"Mbokk... mbok ijah"


"Ah ya nyoya" jawab mbok ijah


"Mbok tolong bawain air hanget sama cemilan yah" suruh dewi pada mbok


"Ran cuma mau air hanget aja gak ada yang lain?" tawar dewi pada rani


"Gak bu cuma mau itu aja. cukup air putih saja, justru dengan air itu bisa menghilangkan dahaga rani yang sudah seperti gurun sahara" sahutku mengganguk kepala dan tersenyum kepada mbok ijah yang mentapnya tersenyum


"Baiklah, yauda mbok itu aja. Menantu saya orangnya gak suka ngerepotin mertuanya" candanya terkikik geli mengucap kata yang membuat rani kebingungan


Dia gak salah dengarkan, menantu? Mertua? Siapa yang disebut bu dewi dengan kata sakral 'menantu' itu


"Ah maap bu, maksudnya tadi apa? Sepertinya kuping ran terjadinya kesumbatan makanya tidak menyimak perkataan bu dewi barusan" kekehnya malu menggaruk lehernya yang tidak gatal disertai kebingungannya


"Ah tidak tidak kamu salah dengar itu" rani menganguk kepala mengerti


"Baik, nyonya saya kedapur dulu" ucap mbok mengundur diri mengambil minuman dan disertai cemilan


Selagi menunggu minuman dan cemilan dewi dan ran berbicang


saat ingin membalas ucapan bu dewi seorang anak kecil datang menghampiri bu dewi lalu  menatapnya heran meneliti sekujurnya tubuhnya dan sama halnya dengan rani



Apa yang ini namanya reyhan?, batinya memerhatikan anak kecil yang nauzubillah tampanya uda kelewatan


"Omaa!! Oma uda pulang" ucap anak kecil itu berlari kearah omanya dengan seorang wanita asing disebelah omanya


Setelah anak itu menghampiri bu dewi lalu melihatnya aku pun juga membalas melihatnya tersenyum tulus dengan memberi lambaian kecil padanya


Dan anak itu malah berbisik pada omanya dan membuat rani bingung, apa yang mereka bisikan ketika saat anak itu meliriknya lagi lalu membinarkan matanya kemudian tersenyum sangat lebar dengan bahagia menatapnya bahkan matanya saja mulai ber air


Tapi, kenapa? Apa yang barusan bu dewi bicarakan dengan anak ini tentangnya sehinga anak ini menatapnya terharu dan itu membuatnya sangat kebingungan


Ah coba saja ia mempunyai kekuatan super membaca pikiran pasti ia tidak penasaran begini, batinnya menghela nafas karena dilanda panasarannya. Jangan sampai ia mati karena penasaran ia gak mau jadi gentayangan


Tapi serius anak ini masi menatapnya terharu dan itu semakin membuatnya sangat gemes pada anak ini disertai penasarannya



"Oma benalan" tanya suara cadel anak lelaki ini dengan lirih menoleh kearah omanya lagi. Bu dewi mengangukan kepalanya membenarkan ucapan cucunya


Ah liatlah cucunya sangat terharu mendengar perkataannya barusan, batinya terharu


Aduuh ko sampe lupa yak! Aku harus menelepon mamanya, kan kasian gara gara ia mamanya jadi khwatir, batinku begitu bodohnya aku bisa melupakan mamanya yang super cerewet nanti jika ia pulang. Tapi ntaran aja deh


Dengan masi setia rani melihat anak kecil itu dan menoleh ke bu dewi yang juga melihatnya lalu menganguk kepala


"Mommyy!!!" Ucap anak lelaki berlari kearahnya dan itu membuatnya sangat sangat sangat terkejut plus kaget. Hei itu sama saja rani


Anak itu langsung memeluknya dengat sangat erat takut jika kalau ia akan pergi dari hadapan anak kecil ini


Rani yang masi terkaget hanya terbengong kemudian menatap anak kecil yang masi setia memeluknya


Ia membuyarkan bengongnya lalu menoleh ke bu dewi berbicara dengan kata isyarat melalui mata


'Bu dewi! Ada apa? Kenapa anak ini memanggil dengan sebutan mommy? Padahal kan ran belum menikah' begitulah ucapannya yang melalui mata ia tidak peduli jika bu dewi mengerti atau tidaknya yang penting saat ini ia lagi dilanda dengan namanya kebingungan dan terkagetnya


Bu dewi yang juga mengerti dengan kata isyarat itu hanya menatapnya memelas dan memohon, kan kalo uda gini ceritanya rani mana bisa menolak


Salahin hatinya yang sangat luluh melihat seorang ibu menatapnya seperti itu. Terkutuklah kau hati nurhani, batinya bersedih


"Hikss...hikss... mommy leyhan sangat lindu pada mommy" tangis anak lelaki bernama reyhan dengan lirih menatapnya senduh ia pun juga ikut sedih dikala anak ini melihatnya dengan tatapan rindu


Membuat seorang rani yang sangat tidak gampang kalau melihat beginian


Walaupun ia sangat menyukai anak kecil tapikan gak gini juga woy. Ntah  scanario apa yang engkau buat ya Allah


Rani menghela nafasnya lalu tersenyum lembut menatap reyhan sedang menatapnya juga


"Cup...cup cup kenapa menanggis my boy? Bukanya kak- ah mommy sudah disini. jangan sedih yah, ah anak mommy sangat menggemaskan jadi pengen gigit" ujar rani dengan gemesannya lalu menghapus air mata yang menempel disisa sisa pipi tembem reyhan membuat rani mencubit dengan gemes lalu menciumnya


Reyhan yang diperlakukan seperti ini sangat bahagia dan terharu. Ia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya seorang ibu menyangginya dan sekarang ia mendapatkanya dari seorang bidadari walaupun sesungguhnya ia bukan ibu kandungnya reyhan. tetapi ia bisa merasakan jika perempuan yang didepannya menatapnya dengan penuh kasih sayang


Reyhan sangat bahagia sekarang ia akan memamerkan nya pada teman teman yang sering mengejeknya kalau ia tidak mempunyai seorang ibu


Dan lihatlah reyhan memdapatkan seorang ibu yang baru ia kenal menatapnya dengan sayang dan lembut. Kalian tau kan anak kecil bisa membedakan mana kasih sayang yang tulus dan mana yang tidak tulus


Dengan pandagan pertama saja membuat reyhan ingin mempunyai seorang ibu. Walaupun sebenarnya ia tidak terlalu menginginkan nya tapi setelah melihat bidadari yang dibawakan oleh omanya membuatnya yang dulu tidak terlalu menyukai kata ibu malah sekarang ia menginginya


Reyhan memeluk rani kembali


"Telima kasih mommy" ucap reyhan mengelamkan wajah diperutnya


Rani mengangkat tubuh rehan kemudiam meletakannya di pangkuannya lalu menepuk pelan punggung rehan dengan kasih sayang yang ia limpahkan


"Untuk apa hem? Jangam sedih lagi yah. Nanti mommy jadi ikutan sedih, mommy gak mau liat air mata ini jatuh karena mommy" ucap rani memeluk reyhan mengelus puncuk kepala reyhan sekali kali menviumnya dengan sayang dan membuat reyhan semakin menggelamkan kepalanya diceruk leher yang akan menjadi momynya kelak


"Bu dewi, ini yang ibu maksudkan?" Tanya rani pada bu dewi yang sejak tadi melihat cucunya yang sangat bahagia melihat rani sekian baru mengenalnya dan lihatlah bahkan cucunya saja sudah sangat lengket pada rani


***


Jangan lupa dikomen and love


Love love love


Youuuuu